Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
Sebuah video


__ADS_3

Musa dirundung pilu, mau tida mau. Kabar ini haru ua sampaikan pada Abi, dan umi nya.


"Sayang" saut Meidina.


Melirik istrinya, ia memeluk erat Meidina.


"Apa kita harus memberitahukan kabar duka ini ada abi dan umi? " tanya musa


"Tentu saja"


"Aku takut, jika nanti abi dan umi akan shock"


"Kita jelaskan bersama-sama sayang, jika ini adalah takdir Kak Anya kita harus tabah menerima cobaan ini" ujar Meidina


Musa memeluk erat tubuh istrinya, tangis nya pecah hingga terdengar sangat sendu. Adam yang masih di dalam, mencoba mengambil stempel darah Anya untuk di selidiki. Tentu nya tanpa ada seorang pun yang tahu.


Sama seperti Musa, Adam sangat terpukul atas kehilangan nya Anya untuk yang kedua kali nya.


"Andaikan saja, dulu aku merebut mu kembali dari pria itu. Mungkin sampai saat ini kita akan hidup bahagia, dan kau pun menjadi istriku" gumam Adam, ia mengelus rambut Anya yang sudah tak bernyawa.


"Selama ini, aku menyendiri karena tak bisa melupakan mu Anya"


"Tapi kenapa saat aku bertemu dengan mu, kau sudah seperti ini"


Adam terduduk lemas, mata nya sudah membengkak karena sedari tadi menangis. Musa dan Meidina, izin untuk memberitahukan kabar meninggal nya Anya kepada keluarga nya dan Ayah Hamzah.


Pernikahan Musa dan Meidina yang mendadak, membuat Adam tidak mencari tahu dulu tentang latar belakang Musa. ( Alasan othor cepetin pernikahaan Meidina & Musa, ya karena bab ini. Menceritakan kisah cinta nya kak adam)


Adam keluar dari bangsal Anya, karena Anya akan segera di makan kan. Abi jefri dan Umi Kulsum yang mendengar kabar kematian putri nya, menjerit histeris. Tidak ada yang Adam bisa lakukan sekarang, menghubungi Nico dan meminta bantuan dari klan mafia eropa akan sia-sia untuk sekarang.


Devanya di makam kan sore ini juga, Abi jefri meminta mereka agar memakan kan nya dengan layak. Meskipun kesehatan umi kulsum yang semakin menurun, membuat abi Jefriel tidak bisa melihat wajah putri nya yang terakhir kali nya.


Musa menangis di batu nisan kakak nya, langit sudah mulai menggelap. Awan hitam berdatangan, mereka menyelimuti langit-langit dan bintang-bintang. Hujan membasahi bumi, hujan menjadi saksi bisu tentang pilu nya seorang pria yang telah kehilangan wanita yang ia cintainya.


"Kak Adam, Musa" ucap Meidina, ia juga tak kuasa menahan tangis nya.


Kedua lelaki itu melirik nya, dan sama-sama memeluk tubuh kecil Meidina.


"Kalian yang sabarlah" ucap Meidina ,kedua lelaki itu terisak tangis nya dengan di gugur nya air hujan yang membasahi.

__ADS_1


Ayah Adam melihat nya dari kejauhan, ditemani pratik disamping nya.


"Jadi, dia adalah mantan kekasih Adam?" tanya Ayah Hamzah pada Pratik.


"Benar tuan, tuan adam juga sempat memerintahkan ku untuk mencari tahu nya" Jawab Pratik.


Dia bernafas kasar, dan juga menitik kan air mata nya.


Tidak bisa ku biar kan ini berkelanjutan


Gumam Ayah Hamzah.


Negara A


Nico dan Arsakha yang sudah mengetahui kabar tersebut, menjadi naik darah. Mengingat kondisi Arsakha yang sangat lemah, tidak mungkin ia akan membantu mencari pelaku tersebut.


"Tapi aku ingin ikut" ucao Arsakha, Nico sudah beberapa kali melarang Arsakha.


Papah Rendra dan Mamah Devi yang ada di sana juga, melarang Arsakha untuk pergi karena kondisi nya.


"Jangan keras kepala Arsakha, kau butuh pengobatan lebih lanjut" ucap Papah rendra.


"Yang di katakan kedua orang tua mu benar sakha" saut Nico.


Arsakha terdiam, sedikit sakit dengan apa yang di kata kan keluarga ada benarnya juga.


"Nico, siapa wanita yang adam maksud?" tanya ayah rendra


"Hm, dia adalah mantan kekasih Adam. Dan juga, wanita itu adalah kakak perempuan Musa" jelas Nico


Deg


Wajah Arsakha memerah, ia melirik Nico.


Kakak perempuan Musa?, aku memang bermusuhan sekarang dengan pria Bajingan itu, aku merasa iba atas yang sudah menimpa keluarga nya .


Gumam Arsakha dalam hati nya, ia mengisyaratkan sesuatu pada Nico. Nico hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, sambil menatap Arsakha yang diam mematung.


"Huft, baiklah. Kau boleh ikut, tapi jika kau sudah sembuh"

__ADS_1


Arsakha memalingkan kan wajah nya, ia merasa frustrasi saat ini. Sangat menyebalkan, diri nya sekarang cacat.


********


Seorang pria bernama Leonadam Abraham, masih berdiri menatapi batu nisan bertuliskan nama pujaan hati nya saat ini. Jika takdir tidak bisa menyatukan kita yang sudah berbeda, biarkan suatu saat nanti takdir lah yang menyatukan kedua insan yang pernah berpisah ini, di alam kekal di sana.


Seharusnya aku, seharusnya aku. Mengapa nasibmu bisa seperti ini Anya?, setidak suka apa kau hingga membenci ku sampai saat ini. Hingga aku menjumpai mu, kau sudah keadaan seperti ini. Batin Adam


Hujan membasahi tubuh kekar nya, Ayah Adam hanya pasrah melihat tingkah anak nya. Adam mengepalkan tangan nya.


Tunggu pembalasan ku, akan ku buat perhitungan pada dalang dari semu ini.


Adam berdiri, dan berjalan menjauhi makan Devanya. Musa dan Meidina sudah berada di Mansion, Musa yang masih di berduka hanya menitik kan air mata nya.


Drt...Drt... Drt...


Ponsel Musa bergetar, seseorang mengirim nya sebuah pesan. Musa membaca nya, ia membulatkan mata nya dan melempar ponsel itu ke sembarangan arah.


"Tidak mungkin!" teriak Musa histeris.


Meidina menghampiri Musa, terlebih dahulu ia mengambil ponsel milik Musa yang dilema nya.


"Ahh" teriak Meidina sambil menutup telinganya.


Nampak di ponsel itu ada sebuah pesan whatsapp yang dikirim kan oleh nomer tidak di ketahui. Mereka sama-sama kaget, terlebih lagi Meidina yang sesama wanita.


Pesan tersebut,menunjukan sebuah video Kak Anya tengah di gilir oleh beberapa seorang pria. Meidina menangis histeris, Musa langsung memeluk tubuh istri kecil nya.


"Kita harus cepat mencari pelaku itu" teriak histeris Meidina, Musa hanya mengangguk kan kepala nya.


"Aku tidak mau tahu, kita harus mencari pelaku itu sampai dapat. Meskipun sampai ke ujung dunia sekali pun" ucap Meidina.


Drt.....


Ponsel Musa kembali bergetar, ia segera mengambil nya. Kali ini sang penghubung misterius itu menghubungi nya, Musa mengangkat panggilan tersebut.


"Bagaimana,kau sudah melihat video kakakmu. Ini belum seberapa, selanjutnya adalah istri kecilnya itu" ucap seorang pria di sambungan telepon tersebut.


"Jangan kau berani melukai, atau pun menyentuh istri ku! " tegas Musa.

__ADS_1


Pria itu tertawa terbahak-bahak. Musa membanting ponsel nya, ia tidak peduli tentang harga ponsel mahal nya.


Yang ia pedulikn sekarang adalah Meidina, istri kecilnya kini sedang dalam bahaya


__ADS_2