Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
TERBIT CINTA SETELAH LUKA


__ADS_3

Malam harinya, Arsakha dengan Soraya sepakat untuk pergi ke sebuh taman yang Sora impikan sejak dulu. Berjalan sambil berpegangan tangan, bersama pasangan yang ia cintai. Adalah hal yang paling Soraya impikan sejak kecil, kedatangan Arsakha kali ini benar-benar sudah merubah hidupnya.


"Sora..." sahut Sakha.


Ia menatap Soraya yang sudah siap itu, dengan mata yang sembab karena telah menangis.


Karena merasa bersalah kepada Soraya, akhirnya Arsakha pun menemani Soraya ke sebuah taman yang ia inginkan sejak saat dulu itu. Arsakha menetap Soraya dengan lekat, dan Soraya pun memalingkan wajahnya ke bawah.


Ia enggan untuk menatap wajah tampan Arsaka itu. "Apa kamu sudah siap?" tanya Arsakha pada Soraya.


Soraya pun mengangguk pelan, namun ia masih tidak menatap Arsakha. "Baiklah jika kau sudah disiapkan. Ayo kita pergi sekarang sebelum kemalaman." Ujar Arshaka.


Ia pun mengajak Soraya naik ke dalam mobil miliknya, dan mereka pun akhirnya pergi ke taman hijau yang Soraya inginkan itu. Tidak ada pembicaraan sedari tadi. Soraya masih berdiam diri, sambil menatap jalanan yang begitu kosong. Namun dipenuhi dengan bintang-bintang yang bertebaran di atasnya.


Arsakha sekali lagi melirik Soraya, yang tepat berada di sampingnya itu. "Soraya" sahut Sakha.


Soraya pun kali ini melihat Arshaka, pandangan mereka berdua saling bertemu dan mereka berdua saling bertatap-tatapan. Tidak ada dusta diantara mereka, mereka sama-sama saling mencintai namun terhalang oleh ego masing-masing.


"Ia" gumam Soraya


"Apa kau baik-baik saja? matamu sangat sembab, sebaiknya kita pulang saja kau sepertinya tidak enak badan." ucap Sakha.


Namun Soraya pun menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja Sakha, jangan kembali lagi ke mansion. Aku ingin ke taman itu malam ini juga." ucap Soraya dan dengan spontan Sakha mengangguk.


Ia paham karena istrinya itu sangat menginginkannya, sebuah nuansa klasik berbaur keindahan alam yang sangat alami. Cukup 25 menit, mereka akhirnya sampai di sebuah taman kota yang sangat indah dan juga sedikit ramai.


Sakha memarkirkan mobilnya, ia menatap masyarakat yang tengah menghabiskan waktunya di sebuah taman. Meskipun sudah malam, namun taman itu masih ramai karena masyarakat di sana sangat menyukai taman itu.


Karena ada sebuah pancuran, dan juga pertunjukan romantis dari sebuah teater yang begitu menyentuh hati mereka semua.


"Sakha, aku ingin ke sana" rengek Soraya yang menarik lengan baju Arsakha seperti anak kecil itu.

__ADS_1


Arsakha menatap Soraya yang dimaksud itu, ia ingin melihat sebuah pertunjukan drama romantis dari sepasang kekasih.


"Itu pasti sangat membosankan, Sora. Ayo kita cari hiburan yang lain saja" tolak Arsaka dengan cara halus.


Ia memalingkan wajahnya, sambil melihat ke arah restoran yang sedang buka dekat dengan taman tersebut.


"Kau lihat itu, di sana ada sebuah restoran. Apa kau ingin makan terlebih dahulu?" Tanya Arsakha, dengan jari telunjuknya menunjuk sebuah restoran sederhana yang sedang buka.


Lebih tepatnya itu adalah rumah makan dengan konsep generasi milenial, yang begitu sangat indah bernuansa hijau dan juga biru yang menyatu dengan segalanya. Soraya pun menggelengka pelan kepalanya, ia sedikit memonyongkan bibirnya itu.


"Tidak mau, aku tidak mau ke sana. Aku ingin melihat teater drama romantis itu Sakha." Rengek kembali Soraya pada Sakha.


"Baiklah-baiklah, tapi sebelum itu kau harus makan terlebih dahulu oke. Di Mansion tadi kau sama sekali belum makan dari siang kata Bi Minah. Kau terus-terusan mengurung diri di kamarmu. Apa yang sedang kau lakukan di kamarmu itu seharian!." Tegas Sakha yang membuat nyali Soraya seketika itu menciut.


"Hehehe, aku tidak apa-apa kok. Sungguh, aku hanya menonton drama Korea kesukaanku saja." Hela Soraya yang mencoba menghindari Arsaka dengan cara berbohong.


Namun Arsakha tahu betul dengan sifat Soraya yang tidak mau terbuka itu. Ia mampu mengikuti jalan cerita yang Soraya inginkan, Arshaka dan juga Soraya pergi ke sebuah teater drama di sana.


"Halo kalian semua" sapa Musa pada Sakha dan juga Soraya.


Arsakha yang melihat Musa dengan Meidina, Ia hanya berdengus kesal dan tidak menyahuti sapaan dari Musa. Medina hanya tertawa kecil melihat tingkah laku Sakha yang seperti kanak-kanak itu. Dan juga Moeza yang tengah bergelantungan pada pundak Musa.


"Halo juga, kalian juga di sini?" tanya Soraya pada mereka berdua.


"Ia, kami juga ke sini. Baru saja kami datang, dan kami tidak tahu bahwa kalian ke sini. Aku hanya tahu saat mobil Kak Sakha ada di parkiran Taman, Aku pikir itu mobil siapa, ternyata mobil Kak Sakha" ucap Meidina.


Karena Arsakha adalah orang yang cukup tidak menyukai keramaian. Apalagi di masyarakat, bergaul dengan masyarakat adalah hal yang tidak mungkin bagi Arsakha lakukan. Karena ia sering bergaul dengan orang kaya.


"Sepertinya kami mengganggu kalian berdua. Kami akan pergi dulu dan mencari makan dulu, lalu akan kembali lagi ke sini. Sampai jumpa." pamit Musa, Medina pun hanya tersenyum sambil menatap Arsakha dan juga Soraya yang tengah berdiam itu.


Sakha dari tadi hanya terdiam seribu bahasa, enggan untuk membuka suaranya. Menurutnya Musa adalah orang yang sangat menyebalkan bagi Arsaka.

__ADS_1


"Oh baiklah, kalian berhati-hatilah" ucap Soraya


"Apa kau juga mau ikut, Sora?" ajak Medina


Soraya pun menggeleng-gelengkan pelan kepalanya, ia menetap kembali Arsaka dan lalu kembali menatap Meidina.


"Tidak sepertinya, tapi aku tidak tahu dengan Arsakha. Mungkin ia mau." ucap Soraya.


Sakha melirik Soraya, lalu berdiri dari duduknya dan menggenggam erat tangan Soraya.


"Kebetulan sekali Kalian sedang mencari makan, aku sedari tadi ingin mengajak Soraya mencari makan. Namun ia tidak mau terus, ayo Sora kita makan terlebih dahulu sebelum teater itu dimulai. Mau bagaimanapun juga, perutmu juga harus tetap diisi." ujar Sakha pada istrinya itu.


Soraya pun terkejut, dengan perilaku manis Arsakha yang baru-baru ini sering ia tunjukkan itu. Mungkin saat siang tadi setelah Sakha memarahi Soraya, membuat Arsaka tersadar jika ia bersalah kepada Soraya.


"Aku tidak lapar sungguh" ucap Soraya.


"Kau harus makan" pekik Sakha


"Tapi sungguh, aku tidak lapar" ucap Soraya


"Ya... ya... ya... Mau lapar atau tidak, kau harus tetap makan!" tegas Sakha


Sakha dengan begitu dekat sambil menunjukkan tatapannya yang bulat. Itu berhasil membuat Soraya takut di hadapannya. Meidina dan juga Musa yang melihat hal tersebut, hanya tertawa kecil melihat tingkah Arsakha yang semakin ke sini semakin menunjukkan sifat bucinnya pada Soraya itu.


"Kau belum makan Sora, sebaiknya kau makan terlebih dahulu. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan padamu" ujar Maidina


"Itu benar, Sora. Ayo kita cari makan terlebih dahulu" sambung Musa.


"Kau dengarkan, Sayang? Ayo kita cari makan dulu." ucap Arsakha yang membuat Soraya membulatkan matanya.


Ia tak percaya dengan apa yang Sakha katakan itu, panggilan sayang yang membuat Soraya terbang ke langit ketujuh sampai ke-9. Mungkinkah, setelah luka yang begitu panjang menimbulkan cinta yang datang secara tiba-tiba?

__ADS_1


__ADS_2