
Musa mengarahkan pisau itu ke perut nya, ia mengelus perut nya sebentar.
''Aku sangat lapar'' ia langsung mengambil buah apel dan memotong nya menjadi dua bagian. Meidina masih menggedor pintu, berharap Musa membuka kan nya.
''Maafkan aku istriku'' gumam Musa, terdengar suara isak tangis Meidina yang mengeras.
Karena tidak tega, Musa membuka kan pintu. Meidina tengah menghapus air mata nya, melihat pintu kamar sudah Musa buka ia langsung berlari ke arah Musa dan memeluknya erat.
Blush
Pipi Musa memerah merona, untuk pertama kali nya Meidina memeluk Musa. ''Aku mohon, jangan tinggalkan aku'' isak Meidina di dada Musa. Meidina memeluk Musa dengan erat, ia seperti enggan untuk berpisah dengan Musa.
''Aku hanya takut, takut tersakiti kembali. Maafkan aku, maaf'' suara isak tangis Meidina mengencang, Musa membalas pelukan Meidina, dan ia mengelus punggung sang istri.
''Tidak semua laki-laki sama Meidina, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Ini juga salahku, karena terlalu memaksamu Meidina'' ucap Musa.
Ia pun sama menitiskan air matanya dan memeluk erat tubuh kecil Meidina.
''Jangan tinggalkan aku, ku mohon'' pinta Meidina.
Ia melirik Musa, dan Musa pun melirik Meidina. Ia memegang kedua pipi chubby sang istri dengan kedua tangannya.
''Memang kenapa istriku, bukan kah kau tidak mencintaiku?'' goda Musa.
''Aku mencintaimu suamiku, aku hanya takut untuk mengatakannya karena traumaku'' saut Meidina.
''Aku akan berusaha untuk membahagiakanmu Meidina, istri tercintaku'' ucap Musa.
''Terima kasih, mas suami'' ucap Meidina, ia memeluk erat Musa dan melingkarkan tangannya di pinggang Musa.
Musa membalas pelukan Meidina, cukup lama mereka berpelukan hingga Musa merenggangkan pelukannya. ''Istriku, aku sangat lapar'' lirih Musa.
Pisau yang Musa pegang untuk memotong buah apel sudah ia jatuhkan saat Meidina berlari ke arahnya dan memeluk diri nya.
Meidina dengan perlahan melepaskan pelukan nya.
''Aku akan pergi memasak, tunggu di sini'' ucap Meidina ia segera pergi, namun Musa segera menghentikan Meidina dengan memegangi tangan kanan nya.
''Aku ikut'' rengek Musa.
Meidina tersenyum ke arah nya. Musa mengikuti Meidina dari belakang.
Seperti nya Musa sudah sangat lapar, terdengar jelas alarm perut Musa berbunyi terus.
__ADS_1
...***...
Di Indonesia, Arsakha terbaring lemah tak berbada. Bayangan-bayangan Meidina menghantui nya ketika diri nya pernah mengkhianti istri kecil nya tersebut.
Sakha menyebut-nyebut nama Meidina dan Nurul sedari tadi tanpa henti.
''Meidinaku, Nurulku. Ku mohon kembalilah'' gumaman Arsakha. Ia tengah terbaring koma, dan di bantu beberapa alat bantu nafas di tubuh nya.
Sebuah cahaya putih menyilau kan mata nya. Arsakha berjalan lurus ke depan, ia melihat seorang anak laki-laki tengah menangis di depan sana. Segera Arsakha berlari menuju anak laki-laki tersebut, anak itu sangat mirip sekali dengan Arsakha saat kecil.
''Nak, mengapa kau menangis?'' tanya Arsakha, melihat anak laki-laki itu menggunakan pakaian serba putih dan warna kulit putih seperti putih susu.
''Ayah jahat! ayah tidak menginginkan ku dan bunda!'' tegas anak laki-laki tersebut secara tiba-tiba, membuat Arsakha terkejut.
Arsakha terdiam sejenak, dan ia memberanikan untuk bertanya. ''Apa maksudmu nak?'' tanya Sakha kebingungan.
Ia melihat sebuah cairan merah menyelimuti tubuh anak laki-laki tersebut. Keluar dari mata, hidung dan mulut. Hingga memenuhi bagian tubuhnya, Arsakha panik ia segera berjongkok dengan satu kaki yang menopang.
''Nak, kau kenapa? mengapa tubuh mu mengeluarkan banyak darah'' ucap panik Arsakha.
''Ini karena ulah ayah,ayah tidak menginginkan ku kan. Hingga kau tega,menyakiti bunda. Bunda sangat mencintai ayah,apa ayah tidak mencintai bunda?'' ucap anak lelaki tersebut.
Arsakha melongo,ia semakin tak percaya anak lelaki di depan nya adalah putranya sendiri.
''Maafkan aku anakku,ini semua karena kebodohanku aku sangat menyesal'' ucap Arsakha terisak tangis.
''Andaikan waktu bisa berputar kembali,ayah ingin mengubah semua nya. Hingga kau pun,bisa ayah peluk di dunia'' sambung Arsakha. Anak itu pun menangis sama seperti Arsakha.
''Sudah terlambat ayah,aku sudah bahagia di sini. Dan bunda juga sudah bahagia dengan ayah baru, ayah jangan berputus asa. Semua masalah akan selalu ada jalan nya ayah'' ucap anak lelaki tersebut. Ia menghapus air mata Arsakha,dan memeluk nya.
''Maafkan aku putraku'' ucap Arsakha tersedu-sedu.
Tangan nya bergemetar,cairan merah itu dengan sekejap hilang. Dan anak lelaki itu,sedikit demi sedikit menghilang.
''Selamat tinggal ayah,berbahagialah di dunia. Titip salam untuk bunda,aku menyayangi kalian semua'' ucap anak lelaki tersebut,ia menghilang Arsakha kelabakan mencari nya.
''Tidak jangan pergi,ayah ikut anak ku'' teriak Arsakha menggema, ia menangis tersedu-sedu.
''Maafkan aku,atas kebodohanku'' ucap Arsakha memegangi dada nya.
Cahaya putih itu pun berubah menjadi gelap gulita sekarang, Arsakha kembali tak sadar kan diri dan garis di monitor sedikit demi sedikit akan melurus.
Kabar kecelakaan nya sang raja bisnis, tak bisa publik hindari. Mereka mendoa kan semoga Arsakha cepat siuman dan pulih kembali. Para sahabat arsakha mendengar kabar kecelakaan nya sakha, membuat mereka teriris terutama Adam. Ia belum sempat berbaik kan dengan Arsakha,tapi dengan mengetahui Arsakha sedangg koma ia sangat menyesali nya karena tidak mau berbaikan.
__ADS_1
Nico yang tengah di Italia,memutuskan untuk menengok Arsakha di negara A. Begitu juga dengan adam,ia pergi ke negara A seorang diri,mengingat kesehatan Ayah Hamzah yang menurun. Ia tak boleh berlama-lama di sana, kedua orang tua Arsakha sudah lepas landas malam ini juga. Papa Rendra sangat khawatir atas musibah yang menimpa putra nya, terutama Mama Devi. Ia selalu pingsan,ketika mendengar kabar kondisi Arsakha yang menurun.
Musa pun merasa kan hal yang sama,mau bagaimana pun. Arsakha adalah rekan nya, mereka seling bertukar cerita entah itu soal bisnis atau kisah cinta mereka. Pagi hari nya, Musa terbangun karena sebuah telepon berdering,ia mengambil telepon tersebut dan mengangkat nya.
''Daffa?'' gumam Musa, aneh. Daffa menelepon Musa pagi-pagi buta begini.
''Assalamualaikum Tuan'' ucap salam Daffa.
''waalaikumusalam,ada apa pagi-pagi begini menelepon'' jawab Musa.
''Anu,presir Arsakha tengah mengalami kecelakaan. Apa tuan mau saya menggantikan tuan,untuk menengok nya'' ucap Daffa dengan suara pelan.
"Hm,tolong sampaikan salam ku juga" ucap Musa.
Mereka kembali mengucapkan salam,dan menutup telepon secara sepihak. Meidina terbangun. ''Kau sudah bangun'' ucap Musa.
''Tidak,aku masih melayang di mimpiku bersama pria-pria tampan'' ucap Meidina,membuat Musa membulatkan mata nya.
''Kau berani berselingkuh dariku Meidina?'' ucap Musa mengerutkan kening nya.
''Tidak'' ucap Meidina, ia menyengir dan menunjukan gigi nya.
''Ck,dasar istriku yang nakal'' ucap Musa,ia mendekati Meidina dan menggelitik tubuh kecil Meidina.
''Ampun geli'' saut Meidina.
''Kau nakal istriku'' ketus Musa.
''Maaf,jangan marah'' ucap Meidina tersenyum dan mencolek-colek pipi Musa.
''Meidina?'' saut Musa.
''Hm iya'' jawab Meidina.
''Apa kau ingin bertemu dengan Arsakha,aku akan memperbolehkan mu jika kau mau menengok nya'' ucap Musa, Meidina melirik Musa.
''Jika suami ku pergi,aku akan ikut kemana pun suami ku pergi'' ucap Meidina. Musa mengerutkan kening nya, dan mendekati Meidina.
''Memang suami mu siapa?'' tanya Musa.
''Pria yang sedang berada di sampingku,memang siapa lagi hm'' ucap Meidina ia mencubit kedua pipi Musa.
Musa terkekeh,ia membalas dengan menarik hidung Meiedina. Hubungan di antara kedua nya sudah mulai membaik,mereka memutuskan akan menengok Arsakha bersama-sama. Di negara A nanti.
__ADS_1