Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
MEMINTA IZIN


__ADS_3

Arsakha bersiap-siap untuk menemui Tuan Marvin, yang kini ia telah menjadi rekan bisnisnya. Ada 2 koper yang telah pelayan siapkan untuk keberangkatan Arsakha ke negri gingseng. Ia turun memakai lift, Soraya datang menghampirinya.


"Kau mau kemana?" tanya Soraya.


Arsakha pun meliriknya, ia menatap malas Soraya yang baru bangun itu.


"Bukan urusanmu" jawab spontan Arsakha."


Soraya memutar malas bola matanya, dengan rambut yang acak-acakan dan sisa-sisa lipstik yang tersisa di bibirnya membuat Sakha makin ilfeel pada Soraya.


"Cepat bersihkan dirimu, dasar kebo!" titah Arsakha.


Arsakha mendorong roda kursi rodanya, Soraya mengikuti Sakha di belakang. Hanya ada mereka berlima di mansion, Bi Mina sebagai pelayan mansion Arsakha, dan si kembar hendra hendri yang menjaga keamanan mansion tersebut.


"Sakha, jawab aku dulu" ucap Soraya


"Aku mau pergi Sora, enyalah!" ucap Sakha


"Tidak mau!" ketus Soraya


Soraya berdecak kesal. "Ish, jawab aku dulu." ia menahan kursi roda Arsakha di genggaman tangannya.


Tentunya Arsakha kesulitan untuk mendorong kursi rodanya itu.


"Lepaskan Sora!"


"Aku mau ikut kemana kau pergi" ucap Soraya


"Aku yang tidak mau bersamamu" ucap Arsakha


"Ayolah Arsakha, aku kan istrimu... Bagaimana jika nanti mereka menculikku, dan membunuhku."


Arsakha hanya menghela berat nafasnya. "Ada Hendra dan Hendri yang akan menjagamu, Bi Mina juga" sahut Arsakha.


"Aku tidak mau, aku tetap mau ikut bersamamu Sakha."


Soraya mulai merengek, namun Arsakha hanya diam tak bergeming mendengar rengekkan dari sang istrinya itu.


"Enyahlah, Sora. Jangan memaksaku untuk mengatakannya yang kedua kalinya."


Soraya pun melepaskan genggaman kursi roda itu, membiarkan Arsakha pergi. Tak mau ambil pusing, Soraya pun pergi untuk bersiap-siap menemui Meidina karena mereka berdua sudah janjian tadi malam.

__ADS_1


"Biarkan saja dia, dia pikir hanya dia yang bisa pergi tanpa memberitahuku!"


"Dasar si kamvret kupra ini!"


"Aku akan menarik rambutmu sampai rontok saat dia pulang nanti."


Soraya hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang, mengingat Arsakha adalah seorang singa buas yang kejam kepada banyak orang. Soraya pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan badannya lalu setelah itu, ia pun memulai harinya dengan bersiap-siap untuk menemui Medina.


Di suatu tempat, Soraya menggunakan style baju yang cukup sederhana namun terlihat mewah. Soraya menghias dirinya dengan pernak-pernik perhiasan yang sangat menakjubkan indahnya.


Ia datang ke mansion Arsakha tadi malam, dan membuat Sakha kesal. Terlebih lagi, si kembar Hendra dan Hendri yang meledek Arsakha, dengan mengejek bahwa Sakha sudah ada bantal guling bernyawa yang akan menemani Arsakha setiap malamnya.


Soraya sudah siap untuk menemui Medina, ia pergi menggunakan taksi yang telah ia pesan secara online sebelum iya bersiap-siap tadi. Soraya akan pergi menuju taksi itu, meskipun dihadang oleh si Hendra dan Hendri.


Namun Sora tetap nekat untuk pergi.


"Biarkan aku pergi, aku ingin menemui Meidina di caffe dekat dengan perusahaan Arsakha." ucap Soraya kepada sang penjaga mansion tersebut.


Si kembar Hendra dan Hendri, saling melirik dengan serempak dan kompak. Hendra menggelengkan pelan kepalanya, yang mengartikan tidak untuk Soraya.


Soraya berdecak kesal melihat kedua penjaga pelayan tersebut. "Ayolah, aku hanya pergi sebentar saja bersama Medina" ujar Soraya.


"Tidak bisa nona, tuan melarang kami untuk memberikan anda keluar dari mansion. Mungkin tuan takut, anda kabur lagi seperti dulu nona, hehehe." ucap adik kembarnya yaitu Hendri.


Soraya pun hanya menyipitkan kedua matanya, melihat taksi yang sudah ia pesan berada di depan mention Arsakha.


"Kasihan, lihatlah taksi itu sudah menungguku. Apakah kalian tidak kasihan pada sang supir yang sedang menjalankan tugasnya itu? Ayolah kawan-kawan, izinkan aku untuk keluar. Aku hanya keluar sebentar, lagi pula itu dekat dengan perusahaan suamiku sendiri." ucap Soraya.


Si kembar Hendra dan Hendri pun hanya tertawa, ketika mendengar perusahaan suamiku itu.


"Tapi, suami yang mana nona?" tany Hendra pada Soraya.


Soraya enggan untuk menjawab ia membuka pintu gerbang dengan paksa. Dengan segera, Hendra langsung menarik kerah baju Soraya dari belakang.


"Jangan nona! Tuan telah melarang anda" ucap Hendra.


Soraya pun mengambil ponselnya yang ia taruh di tas hitam miliknya, ia menghubungi Arsakha. Menunggu sang suami menjawab panggilannya. Panggilan terjawab, antara menjawabnya dengan rasa tak suka.


"Halo" ucap Sakha di sambungan telepon tersebut.


Soraya mendengarnya dengan mata yang berbinar-binar, berharap sang suami mengijinkannya untuk pergi keluar bersama Meidina.

__ADS_1


"Halo suamiku" sahut Soraya di panggilan telepon tersebut.


"Aku ingin pergi, menemui teman lamaku yaitu mantan istrimu. Apakah boleh suamiku?" tanya Soraya di sambungan telepon tersebut


Arshaka menahan gelak tawanya, ketika mendengar nada bicara Soraya yang begitu manja.


"Tidak, tidak boleh!" Soraya pun dibuat kesal olehnya.


Ia ngomel-ngomel seperti ibu kos kepada anak kos yang belum bayar uang bulanan.


"Tidak jauh dari perusahaanmu!" ucap Soraya yang sedikit tegas.


Arsakha hanya menghela nafasnya dengan berat, dan mengatakan kepada Soraya bahwa.


"Aku sedang tidak ada di perusahaan, jadi jangan kemana-mana, dan aku akan segera kembali ini tidak akan lama" ucap arshaka


"Aku ingin keluar sebentar saja boleh ya, tidak akan lama kok." Pinta Soraya yang masih masih meminta izin kepada sang suaminya.


Arsaka pun mengiyakannya begitu saja, namun dengan satu syarat yang sangat berat bagi Soraya lakukan.


"Kau boleh pergi, tapi dengan satu catatan kau harus pulang bersama Medinah ke mansionku." Soraya pun hanya bisa menyipitkan kedua matanya yang sudah sipit itu.


"Apa! kau gila Sakha! Mau apa kamu membawa Medina ke mansion?! kau ingin memaduku? Ingatlah Sakha Meidina sudah menikah jadi kalau tidak bisa membawanya pulang begitu saja! Lagi pula aku juga istrimu, dasar sialan!." Soraya menutup telepon tersebut dengan secara tak sepihak.


Ia bersungguh kesal dan terus mengumpati Arsaka di dalam batinnya.


"Dasar lelaki gila, dasar lelaki setan, dasar lelaki keparat!" Soraya berjalan dengan langkah yang begitu panjang, keluar dari gerbang mansion Arsakha.


"Nona muda" sahut si kembar Hendri yang menghentikan Soraya.


" Jangan halangi aku!" Ucap Soraya yang menatap Hendri dengan tatapan yang begitu tajam.


Hendra hanya menelan salivanya, menatap kejamnya istri tuanya itu.


"Aku akan baik-baik saja! Dan aku juga akan segera kembali, jadi jangan halangi aku untuk pergi! Ini tidak akan lama, setelah memilih baju kami pun akan segera pulang." Jelas Soraya.


Ia pergi dengan begitu hati yang kesal mengingat perlakuan Arsaka yang sangat menyebalkan, Soraya hanya menarik nafasnya dalam-dalam. Ia berjalan menuju taksi online yang telah Ia pesan, tak lupa ia mengirim pesan kepada Meidina untuk segera datang. Karena sorenya sudah akan pergi menuju tempat lokasi mereka akan bertemu.


...***...


Sorry Guys baru up, aku baru aja pulang eskul.... See you di bab berikutnya ❤🤟

__ADS_1


__ADS_2