Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
S2 : Perkataan Devanya


__ADS_3

Sakha melanjutkan kembali pekerjaannya, begitu juga dengan Soraya yang tengah melihat-lihat barang endrosan. Sakha melirik istrinya tersebut yang tengah terfokus pada ponselnya sedari tadi, Soraya yang melihat Sakha menatapnya malah salah tingkah.


Ia tersenyum sendiri. “Kau kenapa? Apa kejiwaanmu sakit Soraya?”tanya Sakha dengan spontan Soraya pun menjawab.


“Sakit? Aku baik-baik saja Sakha, kau yang sakit!” ketus Soraya.


Sakha pun tersenyum. “Jika tidak ada kegiataan apa pun, kau boleh pulang terlebih dahulu Sora. Aku masihada meeting deng klien, jangan lupa bereskan meja kerjaku di rumah ya” titah Sakha, Soraya pun hanya membalas dengan daheman.


“Heem, iya berber-ku yang paling menggemaskan. Tapi sebelum itu, aku ingin bertemu dengan Anya terlebih dahulu” ucap Soraya.


“Boleh, asalkan jangan pulang terlalu gelap. Jam 8 malam aku akan pulang, jika aku mengetahui kau masih di luar siap-siap saja akan a8ku habisi kau Sora…” lirik Sakha, Soraya pun memasang wajah yang memelas karena mendengar ancaman dari suaminya tersebut.


“Aku yakin Sakha, aku akan pulang sebelum kau pulang "


Merasa tertantang Arsakha pun tersenyum.


"Baiklah Soraya, aku akan mempercayaimu. Namun kau harus berjanji kepadaka, kau tidak akan kemana-mana setelah menemui Devanya" Titah Arshaka, Soraya pun mengangguk dengan pelan


"Baiklah, aku pulang dulu ya suamiku, jika kau mau pulang kabari aku, aku akan masak sup jamur kesukaanmu lagi" ucap Soraya pada Arsakha, Sakha pun mengganggu pelan .


"Baiklah, kau hati-hati di jalan. Kabari aku jika sudah sampai bertemu dengan Anya" ucap Arsaka


"Baiklah suamiku yang beruang, Aku pergi dulu daaah"


Soraya yang pergi dari ruangan suaminya tersebut, dan Sakha hanya melihat kepergian istrinya itu dengan berlapang dada, dan menghela nafasnya dengan panjang. Soraya tidak seperti istri-istri teman temannya, dan juga rekan bisnisnya.

__ADS_1


Mereka selalu bertingkah manis dan juga sangat manja kepada suaminya. Namun, tidak untuk Soraya yang tidak mau melembut sedikit pun, walaupun Arsakha yang meminta.


Arshaka hanya menginginkan 1, yaitu keluarga yang lengkap. Namun Soraya tak kunjung mau untuk memberikannya keturunan. Bahkan sampai detik ini pun juga, Arsakha belum pernah menyentuh Soraya.


Di saat Soraya yang tergesa-gesa, Soraya turun dari anak tangga. Karena lift sedang penuh, padahal Soraya bisa menggunakan lift milik Arshaka yang khusus untuk CEO.


Namun ia enggan untuk memakai benda pribadi milik suaminya tersebut, Ia pun berjalan menuju parkiran yang memarkirkan mobilnya. Setelah itu Soraya menuju ke tempat di mana ia akan bertemu dengan Devanya, Soraya datang dengan perasaan yang kurang enak. Mungkin karena ia terlalu banyak makan tadi saat bersama suaminya, padahal Soraya diharuskan untuk diet.


Karena Ia ini adalah seorang model, yang berat badannya tidak boleh lebih dari 40 Kg. Soraya dan Anya bertemu di sebuah cafe dekat dengan perusahaan milik Arsakha.


Anya bertemu dengannya siang itu, mereka mereka berbincang-bincang sebentar hanya memulai pembicaraan dengan sangat tajam.


"Soraya, apa kau tidak pernah berpikir untuk memiliki momongan?" tanyaannya pada Soraya yang sedang menikmati es kopi miliknya.


"Tapi, apakah Sakha tidak mau menyentuhmu? atau kalian memang belum sama-sama saling menyentuh? atau bahkan kau menggunakan pil kontrasepsi agar untuk menunda kehamilan? "tanya yang penuh penasaran.


"Aku bukannya menakut-nakutimu Soraya. Namun, Arsaka adalah pria biasa yang pasti memiliki keinginan untuk memiliki buah hati, terlebih lagi untuk usianya yang sudah sangat matang ini. Aku hanya menyarankan padamu, agar tidak terlalu ambis pada karirmu. Pikirkanlah suamimu itu, aku yakin di dalam lubuk hatinya itu, Ia juga sama ingin seperti teman-temannya yang sudah memiliki buah hati." sambungannya memperjelaskan pada Soraya.


Bukan semata-matanya Anya mengatakan hal tersebut kepada Soraya, Ia justru kasihan pada Arshaka yang masih bersabar pada sikap Soraya yang keras ini. Ia tahu jika Sakha belum pernah menyentuh Soraya, dan hal ini pula lah yang membuat Anya dan juga teman-teman Sakha sedih mendengarnya.


Bagaimana pun, dan sesalah apapun juga Sakha di masa lalu. Ia juga berhak untuk bahagia, sungguh hati Sakha adalah lelaki yang paling sabar dan juga paling pengertian.


Ia tetap menurut di saat istrinya tidak mau, jika lelaki lain sudah pasti Soraya akan ditendang karena sang istri tidak mau melayani suaminya


" Soraya, apakah kau akan menghadiri pesta dan juga perilisan novel baru dari Meidina " tanya Anya pada Soraya.

__ADS_1


Soraya pun menjawab. "Sudah pasti aku akan ikut dan datang, aku penasaran dengan novel yang Medina rilis untuk novel barunya kali ini" ucap Soraya


"Aku dengar karya Medina kali ini berjudul The Flowers yang menceritakan pada kita tentang cerita kita. Iya kita, kita semua Soraya! Aku penasaran dengan novel barunya kali ini. Namun aku sedikit bingung tentang judulnya ini, bunga? apa yang Meidina maksud dengan bunga?" ucap Devanya yang begitu penasaran.


Soraya pun terdiam, ia sambil memikirkan apa yang dikatakan Devanya itu ada benarnya juga. Apa yang Meidina sedang lakukan dengan novel barunya. Apakah ia memiliki pesan dan kesan tersendiri di dalam novel barunya, untuk teman-temannya dan juga para kerabatnya.


Dan itu semua menjadi tanda tanya besar untuk mereka semua.


"Aku juga tidak tahu Devanya. Aku akan coba untuk membacanya nanti, tapi kudengar-dengar novelnya akan rilis menjadi film di bulan ke-5 setelah perilisan buku" ucapnya


" Iya aku tahu itu, dan aku harap kali ini novelnya akan berjalan lancar dan juga laris manis di pasaran menjadi novel best seller tahun ini" harapan Devanya.


Soraya pun mengaminkannya, "Aamiin"


Mereka berbincang-bincang sebentar, sampai waktu pun tak terasa sudah berjalan dan saat ingin pulang Devanya mengobrol sebentar pada Soraya.


" Soraya, aku titip Arsakha padamu. bagaimana pun juga, dia adalah orang yang baik, yang sudah mau menolongku dan juga membantu Adam untuk menemukanku. Dan karena dia juga, aku dan Adam bisa bersatu kembali meskipun"


" Awalnya aku mengira, aku dan Adam bagaikan langit dan bumi tidak akan pernah bersatu, dan seperti air dan minyak yang tidak akan pernah bisa bersatu juga. Namun aku dan Adam berhasil bersatu karena adanya Arsakha. Aku beruntung bisa mengenal suamimu itu, dia sangat baik hati dan juga penyabar. Bagaimanapun juga kesalahannya di masa lalu, itu biarkanlah dia yang menanggung penyesalannya."


"Aku pergi dulu Soraya, sepertinya Adam akan pulang sore ini. Aku juga harus pulang ya aku duluan, bye!" sahut Devanya yang bangkit dari duduknya dan lalu pergi meninggalkan Soraya.


Ia sempat Melambaikan tangan dan tersenyum pada Soraya, berharap Soraya mengerti apa maksud dari perkataan Devanya.


Soraya pun terpikir tentang perasaannya dan juga tentang perkataan Anya memang ada benarnya juga. "Arsakha, Maafkan Aku"

__ADS_1


__ADS_2