
follow instagram author : @stmaemunah1
.........
Hari itu juga, Arsakha sudah menyiapkan keperluan apa saja yang nanti akan ia bawa pergi. Soraya juga ikut mengemasi barang-barangnya, mereka kini kompak dan sedikit romantis. Tidak seperti biasanya Sakha seperti seperti ini, ia sudah mulai membuka hatinya penuh.
"Sayang, apa kau punya tempat tujuan saat di dubai nanti?" tanya Arsakha
Soraya berpikir sebentar, "Ada, dan aku ingin sekali mengunjunginya" jawab Soraya yang begitu antusias
"Kau ingin kemana?" tanya Arsakha kembali
"Nanti setelah di dubai kau akan tahu, bolehkan?" tanya balik Soraya, dan memeluk Arsakha erat.
"Tentu, apa yang tidak boleh untukmu? Kemauanmu akan aku turuti dan penuhi..." ucap Sakha sambil mengelus-elus kepala Soraya dengan begitu rasa sayang.
"Apa nanti kau akan meninggalkan aku ketika di sana? kau pasti akan sangat sibuknya..." Soraya
"Tentu saja tidak, aku tidak akan meninggalkan istriku yang manis ini" Sakha mencubit hidung Soraya yang mancung itu.
"Dasar!" cetus Soraya.
.........
Masuk ke dalam perusahaan Virendra, Sakha nampak gagah dengan jas hitam yang ia kenakan dan juga sedikit dibuka kerah bajunya.
"Selamat pagi tuan" sahut salah satu pegawainya yang bekerja dibagian resepsionis.
Arsakha hanya membalas senyuman menyambut para pegawainya, ia berjalan dengan dikawal oleh Teyo yang merupakan sekretaris perusahaannya. Ia berjalan menuju lift khusus ceo, Teyo ikut dan pergi Kemana pun Arsakha pergi.
"Tuan, untuk berkas-berkasnya sudah saya selesaikan. Dan jadwal penerbangan tuan juga, sudah saya siapkan" ungkap Teyo yang berdiri di belakang Arsakha.
Arsakha berdehem, "Heeem, apakah persiapan istriku sudah kau siapkan?" tanya Arsakha
"Sudah tuan, semuanya sudah saya siapkan, anda hanya tinggal tunggu kapan penerbangannya saja tuan" jawab Teyo
"Heeem, ya sudah. Nanti kau tolong minta pengawal untuk mengawal istriku saja, ketika aku sedang menjalankan urusan dengan petinggi" pinta Arsakha, Teyo pun menganggukkinya.
__ADS_1
"Baik tuan, nyonya pasti akan baik-baik kami akan menjaganya, tuan tidak usah khawatir." Timpal Teyo, yang menjelaskan pada Sakha.
Untuk kali pertamanya, Soraya ikut menemani perjalanan bisnis Arsakha. Meskipun agak telat, tapi ya sudahlah. Asalkan sekarang Soraya ikut menemani Sakha, waktu terus berputar kapan lagi jika bukan sekarang.
Ting..... Lift terbuka, Sakha keluar dari dalam lift dan diikuti oleh Teyo yang berjalan di belakangnya. Sakha membuka ruang kerjanya tersebut, nampak sangat rapih dan juga bersih. Arsakha betul-betul sangat menjaga kenyamanan kantornya, terdapat foto Soraya juga di meja kerja sana.
Saat duduk disofa ruang kerjanya, Sakha mendapatkan sebuah notifikasi dari Soraya yang menanyakan kabarnya.
Sakha membuka pesan dari aplikasi whatsapp tersebut, dengan bernamakan 'Sora Sayang' yang Sakha berikan untuk Soraya.
...Aplikasi Whatsapp...
Soraya 📩 : "Sayang, kau ada di mana?"
Arsakha tersenyum, dan lalu membalas sambil mengirimkan foto pada Soraya.
Arsakha 📤 : "Di perusahaanku sayang"

Soraya yang pemasaran dengan gelas yang Sakha pegang pun, akhirnya ia menanyakannya pada suaminya itu.
Balasan pun segera terkirim menuju Arsakha, Arsakha yang mendapatkan balasam tersebut langsung tersenyum.
Arsakha 📤 : "Ini ada di ruang kerjaku, aku dapatkan saat pertemuan rapat minggu lalu. Kau suka?"
Arsakha membalas namun tidak dengan Soraya, hanya ada centang abu-abu satu. Itu artinya Soraya tidak aktif, Sakha pun menaruh ponselnya di atas meja. Sedangkan Teyo tengah serius dengan laptopnya, ia berada tepat di samping Arsakha.
"Kau sedang apa?" tanya Sakha serius
"Ini kontrak jika nanti tuan terpilih project besar nanti, aku juga sudah menyiapkannya tuan" jawab Teyo.
Arsakha mengangguk pelan, ia melihat keseriusan dan keambisan Teyo dengan melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.
"Padahalkan aku belum tentu ikut, karena aku di sana hanya ikut meramaikan saja" timpal Arsakha sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa tuan, mungkin saja nanti ada hoki tuan" beo Teyo.
__ADS_1
Arsakha menghela nafasnya, ia sungguh beruntung memiliki pegawai seperti Teyo.
"Tuan, lusa ada pertemuan makan siang dengan Nona Vina. Pertemuan untuk membahas pembangunan proyek di Surabaya" sahut Teyo yang menjelaskannya.
Arsakha mengangguk, "Baiklah, nanti kau atur saja ya" ucap Sakha, Teyo pun mengangguk paham.
Waktu terus berjalan, Sakha disibukkan dengan beberapa berkas yang menumpuk di atas mejanya. Sakha melihat dan memahami dengan teliti laporan keuangan tersebut, dengan wajahnya yang datar namun pikiran yang sedikit kacau.
Teyo membantu Arsakha memahami laporan tersebut, dan ia juga yang menyalin beberapa berkas penting perusahaan dengan memasukannya ke dalam data.
"Teyo, tolong kau hubungi Tuan Musa dari perusahaan aldebaran sekarang juga. Aku ingin mengobrol dengannya" titah Arsakha.
Dengan segera, Teyo pun menghubungi Musa dengan nomer perusahaan Virendra yang sudah terhubung dengan perusahaan Aldebaran.
"Halo... Assalamualaikum" ucap Musa pada sambungan telepon tersebut.
Teyo memberikan telepon genggamnya pada Sakha, Sakha menjawab salam dari Musa.
"Waalaikumusalam, Sa. Ini aku Sakha, aku ada perlu denganmu sebentar, apa kau tidak keberatan?" tanya Sakha
"Tentu, ada hal apa yang ingin kau tanyakan?" tanya balik Musa
"Tentang project dubai, sebagai bintang tamu kita berangkat kapan? katamu lebih lama dibandingkan yang ikut" Sakha
"Hmmm, kalau itu aku belum tahu pasnya, yang pasti kita berangkat 3 atau 4 hari lagi. Karena Adam, lusa ia akan berangkat" jelas Musa pada Sakha
"Apa yang nanti akan kita lakukan nanti disana? jujur saja, aku baru pertama kali mengikuti project ini. Sebelumnya kau tau sendirikan, aku tidak pernah terlibat dalam hal itu." ucap Arsakha yang menjelaskannya pada Musa.
"Hmmm, aku tahu. Kau cukup siapkan tubuhmu yang fit, karena nanti kita cukup lama di dubai nanti" ucap Musa
"Sampai kapan?" tanya Sakha
"sekitar 1 sampai 3 bulan, dan yang terpilih nanti akan tinggal di sana selama 1 sampai 2 setengah tahun tinggal di dubai" jawab Musa
"Aku berharap kau yang terpilih kali ini, mengetahui kau ini adalah raja bisnis yang sangat kaya raya, tentunya project kecil seperti di dubai kali sangat mudah untuk kau atasi" timpal Musa.
Arsakha terdiam, ia sejenak mencerna perkataan dari Musa. Ada benarnya juga dengan apa yang Musa kataka, dibandingkan project dubai ini, masih besar lagi perusahaan Virendra yang sudah mendunia. Namun sangat disayangkan, Arsakah tidak bisa ikut karena ia belum memiliki seorang anak. Karena syarat wajib bisa bergabung dengan project ini adalah, dengan memilik anak.
__ADS_1
Project besar-besaran ini tentunya tidak main-main untuk biayanya, mereka yang terpilih 5 orang harus memikirkan project apa yang akan mereka buat nantinya. Dan itu dipilih secara acak, mereka yang sudah tergabung dilarang untuk keluar. Jika tidak, ia akan Didepak dalam dunia bisnis.