
Seorang pria turun dari pesawat,meskipun sudah berumur tapi perawakan dan wajah mereka tak termakan usia. Bertepatan dengan datangnya mereka,pesawat yang akan Meidina tumpangi akan lepas landas.
Dengan tergesa-gera ia masuk kedalam pesawat, Hamzah melirik Meidina,namun sayang, Meidina sudah masuk ke dalam pesawat.
"Tuan Edson, Tuan Hamzah. Selamat datang" ucap salah satu bawahan nya. Memberi hormat dengan membungkuk kan kepalanya.
"Mari tuan saya antar" mereka mengendarai sebuah mobil mercy,menuju ke Mansion Virendra. Sedangkan di Mansion Virendra, Adam tengah mengamuk.
"Sialan,dia adalah ibu dari wanita ****** itu!" teriak adam,papah Rendra menenangi Adam dengan memegangi nya. Adam membulatkan matanya saat melihat rekaman CCTV,ketika ibu Adelia datang dan menewaskan ayah angkat nya dan juga beberapa para pelayan lain nya.
"Wanita sialan ini yang sudah membawa pergi Nurul ku!"
"Lepaskan,biar aku membunuhnya sekarang!"
Kali ini Arsakha dan Nico turun tangan,mereka memegangi dan menahan Adam agar tidak mengamuk,atau hilang akal sehatnya.
Ting..Tong
Suara bel berbunyi, Mamah Devi membuka pintu. Ia kaget dengan kedatangan kedua tamu tak di undangan nya, "Assalamualaikum" ucap salam Hamzah.
"Waalaikumsalam" jawab salam mamah Devi
"Tuan Hamzah" teriaknya,sambil menangis. Papah Rendra menghampiri Mamah Devi,sama seperti Mamah Devi, ia juga kaget ketika melihat lelaki yang berada di depan nya. "Tuan" ucap nya,ia baru saja akan sujud di kaki Hamzah. Tapi Hamzah menghentikan nya. "Hei,jangan seperti itu Rendra,aku bukan Tuan mu lagi sekarang" ucap Hamzah.
__ADS_1
Adam datang,ia melongo dengan lelaki yang ada di depan nya. "Ayah" ucap Adam dengan suara pelan. Hamzah tersenyum,ia merentangkan tangan nya, Adam pun segera berlari dan menghampiri Hamzah. Ia memeluk tubuh putra nya, Hamzah sangat rindu dengan anak-anak nya.
Arsakha melongo,ia melihat Ayah Hamzah di depan nya. "Ayah Hamzah" ucap Sakha,ia menghampiri Hamzah dan memeluknya. Hamzah membalas kedua pelukan dari putranya. Nico tersenyum,begitu juga dengan pipi nya. Mereka masuk ke dalam,dan berbincang tentang dunia Mafia dan Yakuza. Hanya para lelaki saja yang berkumpul,mamah Devi lebih memilih pergi ke ruang baca. Ayah Hamzah menceritakan semuanya,saat ia mencoba melarikan diri dan selamat dari kejaran maut.
"Kami sudah menahan keluarga badebah itu om Hamzah,dia berada di Markas ku sekarang" ucap Nico. "Benar kah,itu bagus. Ayo segera kesana" ujar Papi Edson.
Ayah Hamzah melirik sebuah rekaman,ia membulat kan mata nya. "Bukan kah dia adalah Siska,mantan pelayan ku dulu" saut Ayah Adam. "Benar tuan,dia juga anak dari mantan pelayan dan tukang kebun di Mansion ku" ucap papah Rendra, Ayah Hamzah melirik Papah Rendra.
"Rendra,aku bukan tuan mu lagi. Panggil aku Hamzah sekarang" ujar Ayah Hamzah. "Baik Hamzah" ucap Papah Rendra. Adam melirik kembali sebuah rekaman,yang membuat nya emosi seketika. Ia membuang nafasnya dalam-dalam.
"Jika begitu,keluarga badebah itu adalah keluarga nya Meidina juga" ucap Adam,mereka semua tercengang. Arsakha membulatkan matanya. Papah Rendra tersadar,dengan apa yang dulu di ucap kan Almarhum Kakek Setya. Jika Meidina,tidak pernah di ingin kan oleh keluarga nya. Sehingga Almarhum Kakek Setya dan Almarhumah Nenek Siti lah,yang mengurus dan Meidina saat kecil hingga sekarang.
Papi Edson menyimpulkan,kemungkinan besar Meidina adalah Nurul,begitu juga Nico dan Papah Rendra. Mereka semakin yakin sekarang,saat ketika mendengar Meidina akan dibuang ke jalanan saat berusia 2 tahun. Tentu saja,sangat meyakin kan.
"Jadi Meidina,adalah Nurul ku. Dia adik kandungku" ucap Adam histeris,ia memeluk sang ayah dan ayah Hamzah pun membalas pelukan nya. "Benar sayang,ayo jemput Nurul" ujar Ayah Hamzah. Tanpa basa-basi dan menunggu lama lagi,mereka langsung berangkat ke kediaman Meidina. Arsakha juga ikut,dia seolah tidak percaya dengan kenyataan ini.
"Kami mencari Meidina bu,apa dia ada?" tanya balik Adam, ibu itu tersadar dan menyuruh mereka menunggu sebentar. Lalu ia memberikan sebuah surat, Adam mengambil dan membaca isi surat itu. Adam membaca surat yang Meidina titipkan. Ia juga menitipkan kunci cadangan rumahnya,dan memberikan sebuah kalung giok pada Adam.
Arsakha membulatkan matanya,ketika ia melihat kalung giok tersebut. Ia merebutnya dari Adam, "Tidak,ini tidak mungkin" ucap Sakha dengan mata berkaca-kaca. Ayah Hamzah memeluk Adam,dan juga Papah Rendra. Arsakha semakin tidak percaya,bahwa Meidina adalah Nurul.
Adam tak mengambil kembali kalung giok tersebut,ia memandangi Arsakha dengan penuh kebencian. "Seharusnya dulu aku memberhentikan pernikahanmu dengan adik ku,karnamu adikku menderita sekarang!" ucap Adam penuh penekanan.
Arsakha diam tak bergeming, Nico hanya pasarah,ini semua pasti akan terjadi. Ayah Hamzah menatap sedih Sakha,mereka lebih memilih pergi dari rumah Meidina.
__ADS_1
Hari berganti menjadi malam, Arsakha tengah berada di ruang kerja nya. Ia memijat pelan pelepis mata nya,dengan pelan. Papah Rendra datang,ia mengetuk pintu. Dan langsung menghampiri putra semata wayang nya.
"Ini" ucap papah Rendra,ia memberikan sebuah berkas pad Arsakha. Arsakha pun menerimanya,ia mengerutkan kening nya. "Apa ini pah?" tanya Arsakha bingung.
"Kau lupa?" tanya balik Papah Rendra.
Flashback On.
Arsakha masih bersikeras,tidak ingin menerima perjodohan ini. "Papah sangat tidak adil padamu" ketus Arsakha.
Papah Rendra mendekatinya. "Baiklah,papah akan tetap memberikanmu warisan. Ketika gadis itu meminta cerai,maka kau akan tetap mendapatkan nya" ujar papah Rendra,tanpa pikir panjang Arsakha langsung menerima tantangan papahnya.
Flashback Off.
"Tidak ayah,aku tidak menginginkan itu" ucap Arsakha,menolak berkas dari papah Rendra.
"Lalu apa yang kau mau?, Meidina kembali begitu?" tegas papah Rendra, Arsakha hanya mengangguk pelan.
"Sudah terlambat Sakha,nikmati penyesalanmu sekarang" ucap Papah Rendra meninggalkan Arsakha.
Arsakha menitihkan air matanya,ia menatap berkas tadi yang Papah Rendra taruh,di atas meja kerja nya. Sakha mengambilnya dan langsung membuang nya ke lantai,mata nya tertuju pada sebuah foto di tempat sampah.
Foto pernikahan dirinya dengan Meidina,yang sempat pernah ia buang karena demi Adelia. Sakha mengambil foto itu,ia memeluk dan menitihkan air matanya.
__ADS_1
"Maafkan aku Nurul,aku terlambat menyadarinya" batin Arsakha.
Sakha menatap sendu foto pernikahan nya,ingin sekali rasanya kembali ke masa lalu dan memperbaiki semuanya. Menyesali perbuatan yang sangat fatal,sudah terlambat untuk dirinya.