
Musa melepaskan genggaman tangan Meidina, ia menatap Arsakha dengan sorot mata yang tajam.
"Jangan pernah sekali-kali mendekati Meidina ku!" tegas Musa pada Arsakha.
"Meidina mu? Dia adalah Nurul ku!" tegas balik Arsakha penuh nada penekanan.
Meidina tidak tahu tentang siapa jati diri nya, ia menatap penuh kebingungan kedua pria yang ada di depan nya.
"Nurul, ku mohon kembali lah. Aku sangat menyesal" ucap Arsakha, ia tak bisa lagi menahan air mata nya.
Flashback On.
Arsakha yang kala itu tak sengaja bertemu dengan Meidina, ia langsung datang menghampiri Meidina. Meskipun wajah Meidina tertutup dengan cadar, tapi mata Meidina tidak bisa terlupa kan oleh Arsakha.
"Meidina?" ucap Arsakha, ia menggenggam tangan Meidina. Dengan cepat , Meidina menarik kembali tangan nya. Arsakha duduk di depan kursi Meidina, ia menatap sendu Meidina. Air mata tak bisa ia bendung lagi, Sakha menangis di depan Meidina.
"Meidina, maafkan aku. Aku menyesal atas semua yang sudah terjadi, ku mohon kembali lah" ucap Arsakha memohon.
"Maaf, aku sudah akan menikah lagi" elak Meidina, Arsakha membulatkan mata nya. Ia tak percaya, dengan apa yang Meidina katakan barusan.
"Tidak, tidak mungkin kan. Aku sangat mencintai mu dari dulu, hingga sekarang" ucap Arsakha, beruntung di Restoran itu sepi pengunjung karena baru buka. Jika banyak pengunjung yang datang, Arsakha sudah menjadi pusat perhatian di sana.
"Maaf, sekarang aku sudah tidak bisa membalas cintamu" ucap Meidina, ia melirik Meidina dengan tatapan harapan.
"Siapa pria yang sudah berani menjadi pengganti ku, katakan!" tegas Arsakha.
Meidina membulatkan mata nya, bahkan ia juga tidak tahu siapa pria yang akan menikahi nya. Tiba-tiba, Musa datang. Meidina yang melirik Musa langsung menghampiri nya, dan menyeret Musa masuk kedala Restoran.
Ia mengatakan, bahwa diri nya dan Musa akan menikah tiga bulan lagi. Dan sontak saja, membuat Musa kaget bukan main.
Flashback Off.
Meidina masih diam tak bergeming, ia tak mempedulikan Arsakha. Musa tahu, Meidina mengatakan bahwa Musa adalah calon suami nya agar Arsakha panas, dan mundur untuk memperjuangkan Meidina. Tapi tetap saja, membuat hati Musa teriris.
"Sebaiknya kau cepat lah pergi, dan jangan mengganggu calon istriku lagi" saut Musa, membuat Arsakha geram.
"Kau!" ucap Arsakha, ia menarik kerah baju Musa dan meninju wajah Musa. Musa hanya diam, melawan pun tidak akan membuat Meidina jatuh cinta, pikir nya.
Musa jatuh tersungkur, petugas keamanan mengaman kan Arsakha dan Musa. Mereka meminta untuk berdamai, tetapi Arsakha bersikeras tidak mau. Ia pergi dari Restoran tersebut, meninggal kan Meidina dan Musa.
__ADS_1
Meidina melihat Musa mengeluarkan darah di bibir nya, ia membulat kan mata nya dan segera mengajal Musa duduk. Meidina mengambil obat tetes Luka, dan mulai mengobati luka Musa.
"Auw" rintih Musa.
"Maaf, ini semua salahku" ucap Meidina dengan suara pelan.
"Tidak, ini bukan salahmu" ucap Musa tersenyum ke Meidina.
"Sebenarnya, jika kau ingin menjadi istriku. Akan ku persunting kau sekarang Meidina" ucap Musa, Meidina tertunduk. Ia bingung dengan apa yang harus ia kata kan sekarang.
"Maaf" saut Meidina.
"Tidak perlu minta maaf, aku mengerti. Kau terpaksa mengatakan itu, karena di tekan Arsakha bukan? " tanya Musa, Meidina hanya menganggukkan kepalanya.
"Tidak apa, jangan di pikiran kan. Aku sungguh tidak keberatan Meidina" ucap Musa tersenyum.
"Aku akan mengatakan yang sebenarnya padamu" ucap kembali Musa, ia mengeluarkan ponsel milik nya dan menunjukkan sebuah foto keluarga di dalam nya.
"Ini ayahmu, namanya Hamzaqiah, biasa di panggil Ayah Hamzah" ucap Musa, menunjukkan dengan jari tangan nya.
"Ini ibumu, namanya adalah Melianti atau Melati" Musa menceritakan semua nya yang ia dengar oleh Ayah Hamzah, dan ia cerita kan kembali pada Meidina.
"Sudah,jangan menangis. Aku akan selalu disini untuk mu" ucap Musa,menguatkan Meidina.
"Dan yang terakhir, ini adalah kau Meidina. Kau sangat lucu dan juga cantik, nama mu adalah Nurul. Arsakha sudah mencintai mu sejak kau masih kecil" ucap Musa, Meidina terdiam kembali. Ia menahan tangis nya kali ini.
"Kak" ucap Meidina pelan, Musa melirik Meidina dan menghapus air mata Meidina.
"Aku mendengar cerita mu, dari ayah kandung mu sendiri Meidina" ucap Musa, Musa berdiri dan mengelus kepala Meidina, yang tertutup oleh jilbab panjang nya.
"Sudah jangan menangis, sebaiknya kita makan siang bersama bagaimana" ucap Musa, Meidina hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka makan siang bersama, Musa berusaha keras agar menjadi yang terbaik menurut nya. Musa terdiam sejenak, ia mengatakan hal konyol yang membuat Meidina tersedak makanan nya.
"Meidina, bagaimana jika kita menikah sekarang" ucap Musa, ia sudah menghabiskan makanan nya begitu juga dengan Meidina. Meidina tersedak, saat Musa mengatakan menikah.
Musa segera membayar bila makanan nya,ia meminta Meidina untuk menyiapkan diri nya.
"Ayo Meidina" ucap Musa menarik pergelangan tangan Meidina, ia membawa Meidina ke rumah nya untuk menyiapkan beberapa surat.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menunggu lama,jika tidak. Arsakha akan mengambil kembali Meidina,itu tidak akan ku biar kan terjadi" batin Musa.
Meskipun sedikit terpaksa, namun ia harus sesegera mungkin menikahi Meidina. Bagaimana jika Ayah Hamzah merestui Arsakha,itu arti nya sama saja Musa menyia-nyia kan waktu nya. Meidina bersikeras tidak ingin menikah, namun Musa tetap memaksa nya. Musa sudah sampai di depan rumah Meidina, ia menunggu Meidina keluar dengan membawa surat-surat.
Musa juga menghubungi Daffa,yang merupakan asisten nya untuk menatap kan segalanya. Hari ini, musa ingin sah di mata agama maupun hukum. Masalah resepsi itu belakang, yang terpenting adalah ijab qabul.Pikir nya.
(Yakali Kawin dulu, baru nikah 🤦🏻♀)
Dafa terkaget-kaget, dan ia hampir jantungan karena ulah Musa. "Tuan yang benar saja!" ucap Daffa, tak percaya.
"Benar, aku akan menikah di balai pernikahan xx, kau datanglah menjadi saksi" ucap Musa, ia langsung menutup telepon nya. Daffa menjambak rambut nya,ia sangat pusing dengan permasalahan tuan nya yang satu ini.
Meidina keluar membawa beberapa surat yang Musa katakan, ia hanya menurut dengan apa yang Musa kata kan. Hari ini, Meidina akan menyandang sebagai istri Musa. Mereka menempuh perjalanan cukup sebentar, Daffa sudah sangat kesal di buat nya. "Kau bersiaplah terlebih dahulu" ucap Musa, Meidina di bawa beberapa MUA. Musa juga tengah bersiap-siap, ia mengganti jas nya dan berpenampilan dengan gagah nya.
Sang calon pengantin datang, Meidina keluar menggunakan gaun pengantin putih, dan memakai cadar putih. Penghulu pun sudah siap, mereka memulai ijab qabul nya. Meidina menitik kan air mata nya, ia bingung harus bagaimana sekarang. Musa memberikan mahar,seperangkat alat sholat dan al-quran untuk Meidina,ia juga memberi uang sebesar 100 juta untuk Meidina. Meskipun tidak sebesar mahar dari Arsakha, tapi Musa memberikan nya tulus pada Meidina.
"Silakan cium kening istrimu" ucap sang penghulu, Musa mencium kening Meidina. Dan untuk pertama kali nya ia mencium perempuan lain, selain ibu nya.
"Selamat tuan muda,dan nona musa. Semoga sakinah" ucap Daffa tersenyum.
Meidina bingung, apa dia harus bahagia atau justru tidak. Musa tidak peduli dengan perasaannya Meidina, perasaan akan tumbuh seiring berjalan nya waktu, pikir Musa.
.
.
SKIP! percakapan tidak penting
Author : Lah, dah nikah aja lu tong
Musa : Daripada keburu di tikung temen sendiri 🤣
Author : Jangan masukin kedalam hati, Musa mah gitu orang nya 😅
...ARSAKHA VS MUSA...
...SIAP BERTARUNG 🔥🔥🔥🔥...
Note : readers, aku ga tau ya kalo janda itu harus nikah pake wali dari bapanya atau tidak. Tapi setahuku, jika wanita yang belum menikah wajib di elukan.
__ADS_1