
Setelah melewati malam yang dingin, dengan hangat nya sebuah pelukan dari sang suami. Meidina merasakan mual yang hebat di perut nya, ia bangkit dari tidur nya.
Beruntung, pakaian nya masih lengkap. Meidina tergesa-gesa berlari, menuju kamar mandi.
"Hueek...Hueek...Hueek"
Ia merasakan mual yang sangat hebat,perut nya terasa seperti di aduk-aduk.
"Ya allah, kenapa perut ku sangat sakit sekali dan mual" gumam Meidina.
Musa terbangun dari tidur nya, ia mendengar suara istrinya. Langsung berlari ke dalam kamar mandi, ia menemukan istri nya tengah muntah-muntah di kloset duduk.
"Kau kenapa sayang!" ucap panik Musa.
Ia memijat pelan tengkuk istrinya.
"Aku juga tidak tahu, aku merasa sangat mual pagi ini sayang" lirih Meidina
"Sebaiknya kita periksa kan saja ke rumah sakit,mungkin kau sedang sakit sayang" gumam Musa. Ia membantu Meidina berdiri, dan memapah nya ke ranjang.
Seorang gadis manis tengah berdiam diri di sebuah teman, ia tengah berseguk kan menangis.
"Kenapa Pratik meninggal kan ku, apa salah ku pada nya" gumam gadis itu.
"Soraya" saut pria paruh baya
"Kakek" ucap gadis itu
"Kau kenapa?" tanya nya
"Hm, tidak apa-apa kek" jawab nya pelan
"Kau baru saja datang ke Mansion kakek, tapi kenapa raut sedih seperti itu" ucap kakek nya
Pria paruh baya itu duduk di samping cucu nya, ia menatap mata sembab cucu nya.
"Kau menangis cucu ku? " tanya kakek nya
"Tidak kakek, aku hanya kelilipan" ucap Soraya tersenyum
"Yang benar?" tanya nya sekali lagi
"Benar kakek, aku hanya kelilipan" elak nya
"Apa ini karena seorang lelaki?"
SORAYA tidak bisa menjawab nya, ia hanya mengangguk kan pelan kepala nya.
"Siapa lelaki yang sudah berani menyakiti cucu kesayangan ku!" tegas pria paruh baya itu
"Ti-tidak kakek, tidak ada" bohong nya
__ADS_1
"Jangan bersedih cucu kesayangan ku, kau akan bersama lelaki yang pantas untuk mu. Kakek sudah menyiapkan, calon suami yang terbaik untuk mu" jelas nya, namun tidak ada senyuman yang terpencar kan
"Kenapa kau masih murung?" tanya kakek
"Kakek Sombet,aku tidak ingin menikah dengan lelaki yang terpaksa menikah dengan ku. Aku ingin menikah, dengan lelaki yang mencintai ku" jelas soraya
"Tenang saja cucu ku, lelaki itu mengatakan sangat mencintai mu" elak nya berbohong pada soraya
Sudah jelas, lelaki yang di maksud adalah Musa Aldebaran. Apa kah musa akan mencerai kan Meidina, dan menikahi soraya?
Soraya hanya mengangguk kan kepala nya dengan pelan, ia tersenyum kecil. Menyembunyikan kepedihan hati nya, Kakek Sombet pun melirik nya dan memeluk soraya.
"Kau dan ibu mu adalah harta paling berharga kakek" gumam kakek sombet, tanpa soraya sadari kakek nya menitik kan air mata nya
Sudah saatnya, Jefriel merasakan sakitnya dipermainkan. Batin Kakek Sombet
Siang ini, Musa jadi membawa Meidina ke rumah sakit untuk di periksa. Di perjalanan ke rumah sakit, ia terus melirik istrinya.
"Sayang bertahan lah, kau tak apa kan?" tanya Musa khawatir
"Hm, aku tidak apa. Hanya saja" jawab Meidina menggantung
"Hanya apa sayang?" tanya Musa sekali lagi
"Aku ingin rujak, batagor, mie ayam" jawab Meidina, sontak seketika Musa melongo tak percaya.
"Sayang,kenapa banyak sekali makanan yang kau inginkan" kaget Musa mengerut kan kening nya
"Ti-tidak sayang, bukan begitu maksudku " ucap Musa
"Jika kau tidak mau, aku bisa meminta ayah untuk membeli kan nya" seketika jantung musa berdetak kencang, bagaimana tidak. Meidina otomatis akan memberi tahu ayah Hamzah, jika musa tidak membeli kan keinginan nya.
"Jangan sayang, maksud ku. Apa kau tidak takut, jika nanti badan mu akan gendut?" tanya Musa
"Jadi kau takut aku gendut begitu, jika begitu turun kan aku sekarang. Aku akan mencari lelaki yang menerima ku apa ada nya" ucap Meidina dengan suara meninggi.
"Tidak boleh!,baiklah aku akan membeli kan semua makanan yang kau mau sekali pun aku akan membeli beserta pabrik-pabrik nya" jelas musa terlihat jengkel
"Utututuuuuu, suami ku yang paling baik. Aku jadi semakin mencintai mu" ucap Meidina, ia mencubit pipi Musa.
Musa terlihat jengkel atas perilaku istri kecil nya itu.
Kenapa mood istriku akhir-akhir ini, sering berubah-ubah. Tidak seperti biasanya,dia banyak bertingkah . Batin Musa
Mereka berdua sampai di rumah sakit, Meidina melihat tukang somay di pinggir jalan dengan gerobak nya, ia menarik-narik baju Musa. Layak nya seperti anak kecil,meminta sesuatu.
"Sayangku yang manis" lirih nya
"Hm, ada apa sayang" ucap Musa, yang baru saja memarkir kan mobil nya
"Aku ingin itu sayang" ucap Meidina, sambil menunjukkan dengan jari telunjuk nya.
__ADS_1
Musa melirik nya, dan mengerutkan kening nya.
"Apa itu sayang? tidak-tidak. Itu pasti tidak bersih" gumam musa sambil menggeleng kan kepala nya
"Haist, itu bersih sayang. Aku sering memakan nya saat masih bersekolah dulu bersama Adinda, kami bolos kelas hanya untuk membeli somay itu" ucap Meidina
"Oh,jadi istri kecil ku ini sering bolos ya?" ucap Musa, ia menjewer telinga Meidina
"Jangan lakukan itu lagi, apa-apaan bolos hanya untuk membeli sebuah makanan kaki lima. Jangan lakukan itu sekali-kali" sambung Musa
"Tapi sayang, aku sudah lulus sekarang dan sudah menikah dengan mu. Bagaimana aku bisa melakukan nya hingga berkali-kali,jika aku sudah tidak bersekolah lagi" ucap polos Meidina
Musa hanya menepuk jidat nya, ia pasrah akan alur ceritanya.
"Bukan itu maksud ku" gumam Musa
"Aku tidak mau tahu, intinya kau harus membeli kan ku somay itu. Jika tidak, Hmm. Aku tidak akan memberikan mu jatah malam, silakan pilih" ucap Meidina dengan nada sedikit meninggi dan memalingkan pandang nya dari Musa
"Hmm, baiklah sayang. Ampun, jangan hukum aku dengan hukuman seperti itu. Aku akan membeli nya untuk mu, kau tunggu di sini" ujar Musa
"Tidak mau, aku ingin ikut" ucap Meidina ngambek
"Baiklah sayang" Musa tersenyum ke arah istri nya.
Drt.. Drt... Drt...
Sebuah panggilan menyadarkan Musa, ia segera mengambil ponsel nya di dalam saku celana nya.
"Sayang sebentar ya, aku jawab panggilan terlebih dahulu" pinta Musa
"Baiklah, jangan lama-lama" ujar Meidina
"Baiklah sayangku, tunggu sebentar di sini"
Musa berjalan menjauhi Meidina, nomer tidak di kenal itu terus menghubungi nya terus-terusan.
"Halo, Assalamualaikum. Siapa ini!" ucap Musa
"Halo Musa Aldebaran bin Jefriel, apa kabar dengan mu" ucap pria paruh baya di dalam sambungan telepon
"Siapa kau!" tegas Musa
"Kau tidak perlu mengetahui siapa aku, ayah mu pun juga sudah tahu siapa aku. Mengapa kau tidak tanya kan langsung saja, aku hanya memperingati mu. Segera ceraikan istri mu, jika tidak"
"Anak buah ku akan segera menghabisi nya! tut...tut"
Telepon itu terputus, Musa membulatkan mata nya. Kini keselamatan Meidina terancam, apa yang nanti akan ia lakukan .
Tidak, pasti akan ada jalan dari setiap permasalahan. Aku tidak akan menceraikannya, aku adalah lelaki yang Ayah Hamzah percayai untuk membahagiakan Meidina. Batin Musa, ia sambil melirik ke arah istri kecilnya.
"Meidinaku" Gumam Musa
__ADS_1