
3 bulan berlalu, hubungan pernikahaan Arsakha dan Meidina sudah mulai lebih dekat.
Awalnya Arsakha kekeh ingin pergi dari Mansion, dan tinggal berdua dengan Meidina.
Tetapi Papah Rendra melarangnya, Kakek Setya dan Nenek Siti hanya bisa pasrah. Karena saat ini, tanggung jawab Meidina juga sudah menjadi tanggung jawab keluarga Virendra.
Arsakha dan Meidina, tengah menyiapkan barang keperluan mereka dan memasukan nya kedalam koper.
"Betah atau tidak betah, kau harus tinggal bersamaku di Mansion ku" ucap Sakha meyakinkan Meidina.
"Saya akan ikut kemana pun, tuan pergi" ucap Meidina tersenyum, dalam lubuk hatinya ia sudah jatuh cinta pada Arsakha. Meskipun ia tidak bisa mengatakannya.
Arsakha yang menganggap Meidina sebagai pembantu, dan dialah tuan nya.
Sebenarnya ialah yang jatuh cinta pertama kali, sebelum Meidina jatuh pada Arsakha.
Namun ego nya lah yang menututup keras pintu hati Sakha, keterobsesianya pada Adelia tidak luput hanya dari cinta.
Tanpa sepengetahuan sahabat dan keluarganya, Arsakha diam-diam mentrasfer Adelia uang.
Bahkan untuk meyakinkan semuanya, mereka rela tidak saling bertemu, hanya bertukar pesan dimalam hari.
"Tuan, apa kita akan tinggal berdua saja?" tanya Meidina yang tengah memasukan pakaian Arsakha.
"Tidak, disana juga ada perabotan rumah tangga ikut tinggal bersama kita" saut Sakha.
"Bukan seperti itu tuan..." Meidina memasang wajah cemberut, membuat Arsakha gemas dibuatnya.
"Hahaha, oke-oke. Kita memang tinggal berdua, tapi nanti ada beberapa pelayan di sana, yang akan aku bayar untuk membersihkan dan mengurus Mansion" ucap jelas Sakha, yang terfokus pada layar ponselnya.
Tanpa sepengetahuan Meidina, hubungan Arsakha dan Adelia sudah seperti sepasang kekasih.
Bisa dibilang... Meidina sudah di selingkuhi oleh Arsakha.
"Semoga kau betah disana Mei, karena perjodohan ini. Kau harus berkorban untuk mengurusku yang cacat ini" ucap Sakha memelas.
"Tidap apa-apa tuan, saya juga senang bisa mengurus anda" ucap Meidina tersenyum.
"Syukurlah" ucap Sakha, sambil membalas senyuman Meidina.
Senang? aku yakin satu malam pun kau tidak akan betah tinggal disana. Permainanku akan segera dimulai, Adelia bersabarlah sedikit lagi. Aku akan membalaskan semua luka-lukamu. Gumam Sakha dalam hatinya, ia memandangi Meidina.
Mereka berdua turun ke bawah Menggunakan lift, Adam membantu membawakan barang-barang Arsakha dan Meidina.
Sedangkan Nico, Nico dan Mikey sudah kembali ke Itali tiga bulan yang lalu. Karena ada masalah di markasnya.
Mereka bertiga sudah ada dilantai bawah, Papah Rendra dan Mamah Devi sudah menunggu.
"Sayang, jaga diri kalian baik-baik" ucap Mamah Devi sambil memegang pipi Meidina dengan kedua telapak tangan nya.
__ADS_1
"Iya Mah" ucap Meidina tersenyum, dan Mamah Devi pun membalas senyuman manis menantu kesayangan nya.
"Sakha, jaga istrimu baik-baik. Jika Papah sampai mendengar kau menyakiti menantu kesayangan kami, awas saja nanti" ancam Papah Rendra.
"Papah tenang saja, sakha juga akan menjaga Meidina" ucap Sakha, meyakinkan sang ayah.
"Adam, apa kau juga akan tinggal disana?" tanya Mamah Devi pada Adam.
"Tidak nyonya, saya masih akan tetap tinggal disini" jawab Adam.
"Saya akan, mengantar jemput tuan muda dan nona muda, nyonya" sambungnya.
"Huft, baiklah" pasrah Mamah Devi.
"Kami pergi dulu pah, mah" ucap Sakha.
"Hati-hati dijalan" ucap Papah Rendra, Meidina mendorong kursi roda Sakha sampai depan pintu, ia tak lupa berpamitan pada mertuanya.
"Mah, pah. Kami pergi dulu ya, Assalamualaikum" ucap Meidina memberi salam, dan mencium punggung tangan kedua mertuanya.
"Waalaikumsalam" ucap sang mertua, membalas salam Meidina.
Arsakha segera menaiki mobil mewah nya, dibantu oleh adam dan juga Meidina. Semuanya menatap kepergian anak dan menantu kesayangannya, mereka melambaikan tangan ke arah mobil.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, mansion milik Arsakha tidak jauh terlalu jauh hanya butuh tiga puluh menit untuk sampai. Tapi sedikit jauh dari sekolah Meidina, ketimbang perusahaan Sakha.
Mereka sampai depan gerbang Mansion yang menjulang tinggi, para penjaga gerbang dengan sigap membuka kan gerbang untuk kedatangan tuannya.
Mansion mewah yang arsakha beli, dengan jerih payah nya sendiri, tidak ada bantuan sama sekali dari Papah Rendra. Karena arsakha lah yang menolak bantuan tersebut.
Sakha keluar dari mobil di bantu Adam, Meidina membuka bagasi dan mengambil kursi roda milik Arsakha. Ia mendorong kursi roda suaminya, hingga beberapa pelayan datang menghampiri mereka bertiga.
Membawa semua perlengkapan dan koper majikannya.
"Tuan muda, dan nona muda. Mari saya antar ke dalam" ucap Bi Min, sang kepala pelayan Mansion Arsakha.
Si kembar Hendra dan Hendri, adalah bodyguard Sakha yang akan menjaga Meidina jika dirinya tidak ada di mansion. Sekaligus, menjaga keamanaan di Mansion Arsakha.
Arsakha dan Meidina masuk kedalam kamar, kamar yang sangat mewah. Meidina ambruk tidur di atas ranjang besar itu.
"Kau lelah?" tanya Arsakha.
"Sangat lelah tuan" jawab Meidina, memejamkan matanya.
"Ya sudah istirahat lah dulu, aku akan membersihkan diriku dulu" ucap Sakha pergi meninggalkan Meidina.
Tidak ada jawaban, Meidina sudah tertidur pulas karena kelelahan. Sakha masuk ke kamar mandi sambil membawa ponselnya.
__ADS_1
Pov Author : hayo, siapa disini yang suka bawa hp ke kamar mandiđź¤
Ia menghubungi seseorang, didalam kamar mandi. Menghubungi seseorang yang amat ia cintai.
"Halo sayang" ucap seorang wanita, disebrang sana.
"Aku sudah pindah sayang, sebentar lagi kita akan bersama. Sabarlah, sebentar lagi dia pasti akan meminta cerai padaku" ucap Arsakha meyakinkan.
"Aku sangat senang Sakha, Sakha aku ingin membeli sepatu" ucap Adelia memelas.
"Berapa yang kau inginkan Lia?akan ku transfer sekarang" ucap Sakha.
"80 juta saja sayang"
"Baiklah, akan aku transfer sekarang tukang shopping "
"Kamu keberatan, aku meminta uangmu Sakha?" ucap Adelia tanpa dosa, ia terus menerus miminta uang pada Arsakha.
"Tentu saja tidak, hartaku juga harta wanitaku juga" ucap Sakha.
"Tapi, wanita yang sekarang tinggal bersamamu itu..." ucap Adelia sambil memelas.
"Wanitaku hanya kamu saja Lia, tidak ada yang lain. Dia hanya wanita yang ku anggap istri diatas kertas saja" ucap Arsakha meyakinkan Adelia.
"Terima kasih sayang" ucap Adelia.
"Sama-sama sayang, apapun untukmu. Sudah dulu ya" ucap Sakha sambil mengakhiri panggilan.
Lalu ia mentransfer sejumbalah uang, dari akun nya ke akun Adelia. Tanpa sepengetahuan siapa pun Sakha melakukan nya sendiri.
Di Apartemen Adelia tengah bersama Arya, pacarnya Adelia.
Yang merupakan pengusahan seperti Arsakha namun, perusahaan nya tidak sebesar dan tidak sekaya yang Arsakha miliki.
"Bagaimana sayang" ucap Arya, sambil mengelus rambut Adelia yang tengah tertidur di dada bidangnya.
"Beres sayang, setelah aku mengambil habis hartanya, kau bisa memajukan perusahaanmu dan perusahaan si cacat itu akan bangkrut" ucap Adelia sambil cium dada bidang Arya.
"Kau memang sangat pintar" puji Arya pada Adelia.
"Tentu saja, aku tidak usah repot-repot menyingkirkan anak kecil itu" ucap Adelia.
"Sebentar lagi, aku akan menguasai hartanya" sambungnya .
"Sakha benar-benar sangat bodoh" saut Arya.
Arya terus menciumi pucuk kepala adelia, mereka berdua berelanjang badan. Hanya selimutlah yang menutupi lekuk tubuh mereka berdua, yang telah bercinta di sore hari.
Entah bagaimana reaksi Arsakha, ketika sang kekasih kesayangan selalu bercinta dengan pacar gelapnya.
__ADS_1
Sedangkan dirinya selalu menjaga Adelia, meskipun hubungan intim keduanya tidak pernah terlalu dalam, hanya sekedar berciuman dan bertukar ludah, itu pun jarang Sakha lakukan.