
Hari berganti menjadi pagi yang cerah, seorang pria terbangun dari tidur nya. Ia mengucek mata nya, dan melirik ke samping.
"Dimana istriku?" gumam nya.
Ia bangkit dari tidurnya, dan berjalan turun menyelusuri anak tangga. Ia tersenyum, menatap seorang wanita tengah memasak di dapur. Dengan segera, pria itu datang menghampiri nya.
"Sayang,kau sedang membuat sarapan?" tanya nya yang memeluk dari belakang .
"Kau sudah bangun,ayo kita sarapan dahulu sayang" ucap Meidina tersenyum
Cup
Musa mencium pipi istri nya dengan lembut, sebuah ciuman di pagi hari yang hangat. Hanya Musa berikan pada istri tercinta nya, Meidina adalah wanita yang sangat ia cintai.
Hari demi hari berganti, Meidina dan Umi Kulsum sepakat pergi ke super market dan mall untuk berbelanja. Sedangkan para pria, yaitu Musa, Abi Jefriel dan Zaidan tengah mengobrol dis sana.
Ketiga pria ini membicarakan soal yang sangat serius, Abi Jefriel membulat kan mata nya.
"Jadi,kau juga anggota mafia?" tanya Abi Jefriel pada Zaidan
"Ya, aku adalah salah satu anak buah dari Raja Mafia Nico" sautnya
Nico, ya. Dia adalah sahabat Arsakha dan juga Leonadam.
"Kita harus pikirkan, bagaimana melindungi wanita kita" ucap Abi Jefri
"Tenang bi, Musa sudah menyewa bodyguard untuk Umi dan juga istri Musa. Tanpa mereka sadari, bodyguard itu mengikuti dan menjaga nya secara diam-diam" ucap jelas Musa, dan hanya di angguk Musa
Drt... Drt... Drt...
Sebuah ponsel berdering, Musa mengangkat telepon tersebut. Seperti biasanya, suara peneror telepon itu lagi. Kali ini, ia menelepon dengan tertawa.
"HAHA! bagaimana dengan kabar kalian. Apa kalian merindukan ku? " saut pria paruh baya itu di telepon nya.
Abi Jefriel diam tak bergeming, begitu juga dengan Musa dan Zaidan.
"Usaha yang sangat bagus, memperketat penjagaan istri dan menantu mu. Tapi sangat di sayang kan, penjaga itu tidak ada apa-apa nya" ucap nya.
Abi Jefri langsung mengambil ponsel itu dari tangan Musa, ia mengeraskan rahang nya.
"Jangan kau sakiti istri dan menantu ku! urusan mu dengan ku, bukan dengan mereka. Jadi jangan macam-macam!" pekik Abi Jefriel.
Namun,bukan nya menjawab pria paruh baya itu malah tertawa.
"Kau tidak ingat, apa yang sudah kau lakukan pada Putriku. Sekarang nikmati giliran mu Jefriel" saut nya, telepon langsung tertutup.
Ketiga pria itu membulatkan mata nya, terutama Musa.
Ting
__ADS_1
Sebuah pesan via whatsapp, Abi Jefriel membuka nya.
Bugh
Ponsel itu terjatuh, Musa mengambil nya dan membulat kan mata nya. Sebuah foto menunjuk kan bahwa Umi kulsum dan Meidina tengah terikat dengan tali.
Ting.
Pengirim pesan itu mengirim kan pesan nya kembali.
Unknown Number : Datanglah ke negara A, dan temukan wanita kalian di sebuah pabrik terbengkalai, pinggir kota.
Tidak ada jawaban, Musa langsung berdiri dan bergegas masuk ke dalam. Di ikuti oleh Abi Jefriel dan Zaidan.
Musa masuk ke dalam kamar nya,ia mengambil koper dan memasukan barang-barang milik nya.
"Musa" saut Abi Jefriel
Musa masih mengemasi barang-barang nya, ia tak menggubris apa yang di kata kan Abi Jefri
"Abi, kita harus pergi ke Negara A untuk menyelamatkan Umi dan juga istriku" ucap Musa
Dengan tergesa-gesa mereka mengemasi barang-barang nya, Zaidan melaporkan masalah ini kepada Nico dan Adam. Tentu nya membuat mereka semua tersentak kaget, Nico mengerahkan anak buah mafia nya untuk mencari keberadaan Meidina.
Ayah Hamzah yang sudah tahu, meminta Pratik ikut dan menyelesaikan masalah ini. Karena Pratik adalah mantan pacar dari Soraya, cucu kesayangan dari ketua klan mafia asia.
...**********...
Negara A
"Tolong lepaskan aku!" lirih Meidina
Umi Kulsum tak sadar kan diri, ia pingsan sedari tadi.
Meidina dan Umi Kulsum di kurung di sebuah gudang yang usang, Hanya cahaya yang menerangi mereka berdua.
Perutku sangat sakit sekali. Batin Meidina menahan rasa sakitnya.
Flashback On.
Meidina dan Umi Kulsum tengah berbelanja di sebuah super market. Saat memasuki tempat parkir,mereka berdua terkepung oleh beberapa pria kekar.
Bodyguard yang Musa perintah kan,sudah mereka lenyaplah dengan mudah.
"Siapa kalian!" tegas Umi Kulsum
Bugh
Mereka memukul tengkuk Umi Kulsum.
__ADS_1
"Umi.." Teriak Meidina histeris
Meidina di bawa paksa bersama Umi Kulsum, "Lepaskan,siapa kalian" tegas Meidina.
Mereka tak menggubris, dan tetap membawa Meidina. Hingga batas kesabaran nya habis, beberapa pria itu membius Meidina dengan obat bius. Dan membawa nya naik ke sama mobil.
Flashback Off.
Meidina sudah sadar, ia menahan sakit di perut nya.
"Sayang, bersabarlah. Abi kalian pasti akan datang menyelamatkan kita sema" gumam Meidina yang seraya mengelus-elus perut nya.
Di samping nya masih ada Umi Kulsum, Meidina menatap nya dengan sendu. Ia berharap Mua segera menemukan nya.
Sedangkan di satu sisi, Musa dan Abi Jefriel sedang melakukan perjalanan ke Negara A. Mereka berdua menaiki jet pribadi, yang sudah Musa siapkan. Musa selalu berdoa untuk keselamatan umi dan juga istri beserta anak yang tengah Meidina kandung.
Aku harap, kalian semua baik-baik saja. Batin Musa
Kabar tentang penculikan Meidina terdengar oleh Arsakha, ketika Papa Rendra tengah menelepon ia tak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua.
Sakha dengan sigap mencari keberadaan Meidina, dengan di bantu beberapa anak buah nya. Nico dan Adam melakukan perjalanan menuju negara A.
Papa Rendra masuk ke dalam bangsal Putranya, ia menatap Arsakha tengah berdiam diri disana.
"Sakha" sautnya
"Papa ada urusan sebentar, kau akan di jaga mamah mu sebentar lagi. Lusa kau juga sudah bisa keluar dari rumah sakit, dan melakukan terapi agar kaki mu kembali pulih" ucap Jelas Papa Rendra
"Sakha ikut pah, Sakha tahu. Papa pasti akan mencari keberadaan Nurul, aku ingin ikut" lirih Sakh
Papa Rendra bingung ingin,kenapa Arsakha bisa tahu.
"Tapi Sakha,ini pasti sangat berbahaya" ucap Papa Rendra
"Tidak Pah, Sakha janji tidak akan merepotkan kalian semua" lirih Arsakha
"Sakha mohon pah, Sakha ingin menebus kesalahan Arsakha di masa lalu" sambungnya
Tak ada jawaban, Papa Rendra hanya mengangguki nya yang berarti ia setuju. Meskipun kesehatan Arsakha sudah membaik, tetapi kondisi kaki my tidak bisa di katakan baik.
Ia harus menerima takdirnya dengan berlapang dada, menjadi seorang CEO Lampuh.
Aku harus menemukan Nurul, ntah apa yang dilakukan pria bodoh itu. Hingga ia begitu ceroboh sampai istrinya bisa di culik begini, Nurul tunggu aku menyelamatkan mu. Batin Arsakha
...••••••••...
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Rate ❤
Terimakasih ❤
__ADS_1