Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
S2 : Panggilan Spesial


__ADS_3

follow ig author : @stmaemunah.


...Happy Reading...


Setelah melakukan pemotretan Soraya pun bergegas ingin pulang, karena ia sudah berjanji pada Arsakha akan bertemu untuk makan siang ini.


Setelah pemotretan itu selesai, Soraya pun nampak mengemasi barang-barangnya untuk dibawa pulang. Namun Gabriel melarangnya, ia juga ingin makan siang terlebih dahulu bersama Soraya.


Soraya akhirnya menjelaskan kembali alasannya untuk pulang, karena ia ingin segera menemui suaminya.


"Maaf Pak Gabbriel, saya tidak bisa makan siang bersama anda. Karena suami saya mengajak saya makan siang" Gabriel pun paham, ia pun memperbolehkan soraya untuk pergi.


"Ya sudah, kau pergi Sora. Hati-hatilah di jalan raya, salamkan juga pada suamimu jika berkenan kita bisa makan siang bersama" ujar Gabriel, Soraya pun mengangguk dan tersenyum pada Gabriel.


"Baik, aku akan menyampaikannya pak."


Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 siang, sebenarnya mereka berdua sudah telat untuk makan siang. Namun, karena Arsakha yang keras kepala ingin makan bersama Soraya. Mau tidak mau Soraya pun harus menuruti kemauan suaminya tersebut.


Mereka bertemu di salah satu cafe di dekat perusahaan milik Saka, nampak di jendela sana, Arsakga yang sudah menunggu Soraya sedari tadi. Soraya pun menghampiri Arsakha, ia berjalan dengan pelan sambil mmejing-jing tas kecilnya yang enteng.


"Sakha" sahut Soraya dan Arsakha pun melirik ke istrinya tersebut.


Ia tersenyum dan berdiri, lalu menuntun Soraya untuk duduk ditempat yang telah Sakha tempat itu.


"Kau ingin makan apa Sora?" tanya Sakha


"Apa saja, asalkan jangan kayu dan batu apalagi tanah" jawab Soraya yang ngasal.


Arsakha pun menuruti apa yang Sakha kataka, ia memesan makanan terlebih dahulu dan meminta pelayan itu untuk segera mengantarkan makanan mereka.


Minuman yang Sakha pesan sudah datang dengan cepat, sepertinya Arsakha memang sudah menyiapkan semuanya.


Sakha melihat soraya dengan tatapan yang kagum.


"Soraya, apa hari ini kau sangat sibuk?" tanya Sakha, Soraya pun mengangguk.


"Lalu bagaimana dengan pemotretan itu?" tanya kembali Arsakha.


Soraya pun langsung menjawab, "Itu berjalan dengan sempurna. Namun, ada sedikit hambatan karena tadi aku sempat mati gaya saat pemotretan. Namun semua sudah berjalan dengan sempurna dan aku tinggal menunggu hasil pemotretannya saja" jawab soraya.


Sakha pun paham akan kesibukan istrinya itu yang kini sudah mulai berkarir kembali.


"Berarti, kau tidak makan disana Sora?"

__ADS_1


Soraya pun mengangguk, "Aku ingun makan di sana tadinya, tapi kau terus memaksaku untuk bertemu."


Sakha tersindir, karena ia yang terus memaksa Soraya untuk menemuinya agar bisa makan siang bersama. Setelah menjenguk Moeza di rumah sakit, Sakha pun bergegas untuk mencari cafe yang menurutnya makanan itu enak.


Ia teringat dengan cafe yang berada di dekat perusahaannya, lalu Sakha memesan dua kursi di cafe sana yang saat ini mereka tempati.


"Maafkan aku Soraya, tapi ini sangatlah pas" ucap Sakha


"Tidak apa-apa, aku bisa menahan untuk tidak makan. Namun aku tidak bisa menahan untuk tidak minum." ucap soraya.


Beberapa menit kemudian pun, makanan mereka datang. Sebuah pasta dengan saus tomat kesukaan Soraya datang, Soraya langsung mencicipinya.


"Kenapa kau bisa tahu makanan kesukaan Sakha?" tanya Soraya yang langsung melahap makanan miliknya itu.


"Gampang, aku cukup diminta Bi Minah mengatakan makanan apa yang sering kau minta padanya, jawabannya adalah pasta dengan saus tomat" jawab Sakha enteng.


Soraya pun mengerti, ternyata Sakha cukup peduli juga. Namun ia tidak menampakkan kepedulian nya itu pada Soraya langsung.


"Soraya aku harap kau dapat mempertimbangkan tentang karirmu, aku mengizinkannya bukan berarti membebaskanmu" ucap serius Sakha


Soraya mendengarkannya sambil melahap pasta miliknya. "Aku memperbolehkanmu untuk menjadi model kembali. Namun aku tidak akan pernah memperbolehkanmu untuk menjadi model bintang film panas, ataupun model busana mini seperti bikini ataupun yang lainnya! Yang mampu dapat membuat dirimu expose luas!" ucap Sakha penuh ketegasan.


Soraya pun mengangguk, iya paham dengan rasa khawatir arsakha pada dirinya.


"Sakha, tenang saja Sakha... Aku akan pilih-pilih job untuk menjadi model, jika aku tidak laku ya... aku tinggal meminta uang padamu, kau kan kaya raya tujuh turunan raja bisnis" ucap Soraya yang sambil tersenyum menikmati makanannya itu.


"Aku belum selesai makan Sakha! Kenapa kau merusak rambut yang telah aju rawat. Lihatlah, ini jadi rusak" ketus Soraya


"Tapi kau sangat cocok jika seperti itu, Soraya ya ya ya" ejek Sakha


"Diam kamu, aku terlihat seperti gembul tahu." Soraya melihat dirinya di cermin.


"Gembul? aku kira gembel" beo Sakha.


Jeren, Arsakha mendapati tatapan maut dari istrinya. "Sekali lagi kamu jahil, akan aku rendang dagingmu Sakha!" ancam Soraya


"Silahkan saja jika kau masih berani memanggil Sakha lagi, akan ku berikan kamu ke kandang buaya yang ada di ragunan" dengus Arsakha


"Lalu kamu ingin dipanggil apa? Mas Monkey?" ucap Soraya yang sambil menyantap pastinya kembali.


"Apa? kamu berani memberimu nama itu akan aku blacklist namamu di semua perusahaan" ketus Sakha yang menampakkan wajah masamnya.


Soraya baru sadar, jika suaminya ini bukanlah orang biasa. Dia adalah Arsakha Virendra Alfarizqi, seorang CEO dari perusahaan raksasa bernama Virendra Company yang bergerak di semua bidang. Baik industri, entertaiment bahkan sampai ke e-sport.

__ADS_1


"Maksudku... Mas... Mas Money, Duit. kamu kan banyak, jadi gak heran punya julukan raja bisnis" celetuk Soraya yang mencari alasan.


"Dan kamu adalah queen drama..." timpal Sakha.


"Aku ini model, bukan aktris tau!" ketus Soraya


"Sama saja, apa bedanya coba"


"Itu jelas sangat beda Sakha"


Melalui perdebatan yang cukup panjang, Arsakha pun akhirnya mengalah dengan tak menjawab perkataan Dari Soraya.


"Kenapa diam? kamu ngambek ya?" tanya Soraya


"Tidak" jawab spontan Sakha, ia sambil memasukkan makannannya kedalam mulutnya.


"Lalu kamu kenapa?" tanya kembali Soraya


"Aku lapar, mau maan kamu"


Soraya terkekeh geli mendengarnya. "Hihihi, tapi badan aku sangat alot" ucap Soraya


"Kan bisa direndam dulu biar empuk"


"Oh tidak bisa"


"Diamlah Soraya! aku sedang makan, jika kau tidak mau diam aku akan memakanmu sekarang juga." Ucap Sakha yang mulai naik darah.


"Hihihi, sepertinya beruang besar ini mau mengamuk" celetuk Soraya.


Soraya pun mendapatkan ide, kenapa ia tidak memanggil Sakha dengan sebutan beruang.


"Berber, beruang besar. Bagaimana jika nama itu menjadi nama panggilanmu Sakha?" tanya Soraya yang meminta pendapat pada suaminya.


"Berber artinya beruang bbesr, katakan saja aku ini beruang yang ber-Uang. Panggilan tersebut sungguh sudah basi ditelingaku" jawab Sakha


"Kenapa?" tanya kembali Soraya


"Karena aku sadar diri jika beruang besar" jawab Arsakha yang sedikit pamer.


...TO BE CONTINUE ...


Hi bestie, sambil menunggu cerita ini up lagi jangan lupa baca ceritaku yang baru ya.

__ADS_1


BUKAN ISTRI SIMPANAN SANG CEO & PANAH BALAS DENDAM ARJUNA


Terima kasih, jangan lupa tinggalkan jejak kalian 🐄


__ADS_2