Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam
Stella, Aku Butuh Kau Sekarang.


__ADS_3

"Bagaimana Dokter?"


Pertanyaan yang sama hampir terucap bersamaan ketika melihat Dokter Mazaya keluar dari ruangan perawatan Stella. Wajah-wajah tegang itu tak sabar menunggu kabar apa yang akan disampaikan oleh Dokter.


"Bayi Stella berhasil di selamatkan tapi kondisinya juga sangat lemah karena usianya masih 7 bulan," ucap Dokter membuat wajah-wajah tegang itu sedikit mengendur, namun masih tetap sangat cemas.


"Lalu bagaimana keadaan istriku?" tanya Xander harap-harap cemas.


"Keadaan Stella ternyata cukup parah Xander, penyakit itu sudah menjalar ke otak Stella dan menganggu sistem kerja otak kirinya hingga menyebabkan Stella jatuh koma."


Xander membeku, seketika dunianya langsung hening. Kepalanya terasa berat sekali hingga membuat kakinya goyah.


"Saat ini kita membutuhkan banyak transfusi darah untuk Stella agar dia bisa bertahan, tapi hal itu juga tidak bersifat selamanya karena obat penyakit itu belum ditemukan," Dokter Mazaya menghentikan ucapannya sejenak, ia juga tak sanggup ingin mengatakan kabar ini karena melihat wajah-wajah terpukul di depannya.


"Apa tidak ada second opinion Dok?" tanya Medison mewakili Xander yang sangat syok.


Karena pembicaraan mereka semakin serius, Dokter Mazaya mengajak Xander dan Medison untuk berbicara di ruangannya. Sedangkan keluarga yang lain menunggu di luar karena mereka tak sanggup mendengar kabar yang akan membuat hati mereka sakit.


"Apa benar tidak ada cara lain? Ke luar negeri misalnya? Aku pasti akan membawa istriku kemanapun itu asalkan dia sembuh," ucap Xander mengusap wajahnya kasar.


"Seharunya ada, tapi obat itu hanya untuk orang yang gejalanya belum parah. Untuk status Stella saat ini, kondisinya sangat kritis. Alat pembantu kehidupan itu hanya sebagai penunjang sementara Xander," ucap Dokter Mazaya juga sangat sedih melihat keadaan Stella yang kritis.


"Pasti ada cara lain 'kan? Kalian Dokter, kalian pasti bisa menyembuhkan putriku," kata Medison sedikit emosi karena frustasi semua jalan untuk kesembuhan putrinya buntu.

__ADS_1


Xander hanya diam, ia juga bingung harus bersikap bagaimana lagi. Ia benar-benar terlambat hingga keadaan Stella sampai seburuk ini.


"Sampai saat ini belum ada, tapi tim Dokter kami baru menemukan satu cara. Hanya saja, cara ini belum pernah dicoba sebelumnya," ucap Dokter Mazaya membuat Medison dan Xander langsung menatapnya.


"Cara? Cara apa?" tanya Xander langsung.


"Kesembuhannya hanya sebesar 60 banding 40 Xander, ini juga belum pernah dilakukan kepada pasien manapun," kata Dokter Mazaya masih sangat ragu untuk melakukan metode ini.


"Cara apa yang Anda maksud itu?" tanya Medison.


"Operasi sum-sum tulang belakang. Itu artinya, ada keluarga kandung Stella yang memiliki DNA yang cocok dengan Stella dan bisa melakukan pendonoran sum-sum tulang belakang," kata Dokter Mazaya menjelaskan.


"Itu artinya Ayahnya bisa melakukannya?" tanya Medison sedikit semangat setelah mendengar ada secercah harapan untuk putrinya.


"Maksudnya Stella belum tentu sembuh meski sudah melakukan cara ini?" tanya Xander mengambil pokok ucapan Dokter Mazaya.


"Ya, seperti itu. Kita juga belum tahu apa efek samping yang akan terjadi nanti. Bisa saja Stella sembuh, atau mungkin ..."


Xander menghempaskan tubuhnya ke belakang, jika metode itu dilakukan, ia sama saja seperti menaruhkan nyawa Stella.


"Xander," Medison menatap menantunya dengan sorot mata seharusnya.


"Pa, kesembuhan ini hanya 60 banding 40, kita tidak bisa mempertaruhkan nyawa kalian berdua dengan cara ini. Kita harus mencari cara lain," ucap Xander menggeleng tak setuju jika Papa mertuanya ingin melalukan metode ini.

__ADS_1


"Tidak ada cara lain Xander, ini salah satu cara yang bisa dilakukan untuk kesembuhan Stella. Jika memang Papa harus pergi, Papa akan lebih bangga karena bisa menyelamatkan putri Papa," ucap Medison siap melakukan apa saja untuk kesembuhan putrinya. Mungkin ini waktu yang tempat untuknya membayar seluruh waktu yang pernah mereka lewatkan selama 24 tahun berlalu.


"Papa jangan berkata seperti itu, kita pasti bisa mencari jalan keluar, Stella juga pasti ingin Papa selalu menemaninya," ucap Xander tak setega itu jika harus mengorbankan Papa mertuanya juga.


"Kalau Papa masih bertahan, itu artinya keberuntungan. Kalau Papa pergi, setidaknya masih ada bagian diri Papa yang menyatu dengan putri Papa," ucap Medison menggenggam tangan Xander, sorot matanya tegas dan sudah sangat bertekad.


"Beri aku waktu Pa, aku ingin melihat Stella dulu," ucap Xander tak ingin gegabah mengambil keputusan. Jika Stella tahu kalau Papanya yang berkorban, wanita itu pasti akan sangat sedih sekali.


"Jangan terlambat mengambil keputusan Xander. Kita berkejaran dengan waktu," ucap Medison mengingatkan kembali menantunya.


Xander tak menyahut, saat ini ia hanya ingin berteriak sekencang-kencangnya agar seluruh dunia tahu bagaimana perasaannya. Kepalanya seraya ingin pecah karena seharian dijejali oleh kenyataan-kenyataan yang luar biasa menyakitkan.


"Stella, aku butuh kau sekarang," batin Xander menyebut nama wanita itu tanpa sadar.


Happy Reading.


Tbc.


Selamat malam gengs, jangan lupa like dan komennya ya ...


Sambil menunggu mas Xander up, mampir yuk ke karya teman author ...


Ada disini 👇👇👇 Cekidot gengs!!!

__ADS_1



__ADS_2