Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam
Menghindar.


__ADS_3

Xander terbangun seraya memijit tengkuknya yang begitu nyeri. Ia mengernyit saat melihat dirinya sudah berada di dalam kamar. Seketika otaknya langsung waspada dan menatap kearah sampingnya.


"APA YANG KAU LAKUKAN!" teriak Xander melompat dari ranjang begitu melihat Joana tertidur di sampingnya. Ia kembali dibuat kaget melihat dirinya hanya bertelanjang dada.


Joana tersentak mendengar suara Xander yang begitu keras. Ia beringsut seraya memegang selimutnya erat. "Xander, kenapa kau marah? Kita ..." Joana tak melanjutkan ucapannya dan malah menangis.


"Tidak mungkin aku melakukan hal itu! Kau wanita murahan! Apa yang sudah kau lakukan! Kurang ajar!" Xander mengamuk mengambil benda-benda yang bisa dijangkau nya lalu membantingnya ke lantai hingga hancur.


Joana berteriak dan mengencangkan tangisnya. "Aku tidak berbohong Xander, kita memang sudah melakukannya," ucap Joana semakin membuat darah Xander mendidih.


Xander seperti orang kesetanan langsung mencekik leher Joana. "Kau pikir aku akan percaya padamu? Wanita licik, menjijikan!" teriak Xander mendorong Joana hingga terjatuh.


Xander segera mengambil bajunya dan segera pergi dari sana. Sialan! Kenapa dia malah yang terjebak seperti ini. Apalagi rencana licik wanita iblis itu.


Joana awalnya masih diam saja, setelah Xander pergi ia kemudian tersenyum manis hingga tertawa kecil.


"Sudah aku katakan bukan? Kau itu akan hanya miliki selamanya Xander,"


*****


Xander langsung pulang ke rumahnya dengan perasaan kacau dan penuh amarah. Sekarang masalahnya bukannya selesai justru semakin runyam. Sesampainya di rumah, ia pikir semuanya akan baik-baik saja seperti biasa, namun yang dia dapatkan adalah ...


Plak


"Mau jadi apa kamu? Belum puas kamu membuat Stella menderita? Sekarang apalagi yang kamu lakukan?" Mama Rita langsung menampar Xander tanpa bertanya ataupun berbasa-basi.


"Ma, Kenapa Mama menamparku?" tanya Xander terkejut dan juga bingung, ia lalu menatap Stella yang sama sekali tidak mau menatapnya.


"Kenapa? Kau tanya kenapa? Lihat ini! Apa yang sudah kau lakukan dengan wanita ini?" teriak Mama Rita melemparkan ponsel Stella kepada Xander.


Xander melihatnya sekilas, emosinya langsung naik begitu melihat foto itu.


"Aku bisa jelaskan ini, Sayang, kau tidak mungkin percaya dengan foto ini 'kan?" ucap Xander menerobos Mamanya dan duduk bersimpuh di depan Stella.


Stella tak menyahut, namun ia terus menatap Xander hingga ia melihat tanda merah yang terlihat masih baru di leher suaminya. Stella langsung menarik tangannya seraya mengusap air matanya.


"Beri aku satu alasan kenapa aku harus percaya padamu," ucap Stella tak ingin lagi semudah itu percaya pada Xander.

__ADS_1


"Sayang, come on, kau pasti tahu bagaimana liciknya Joana, dia sengaja menjebak ku dan mengirimkan foto itu agar kita salah paham," kata Xander kembali menarik tangan Stella, tapi wanita itu menolak.


"Lalu kenapa kau ada di sana?" tanya Stella lagi.


"Tadi ada orang yang memukulku sampai aku pingsan, lalu ketika aku bangun, aku sudah ..." Xander tak lagi melanjutkan ucapannya.


"Stella, percayalah, aku tidak melakukan apapun pada Joana," ucap Xander berusaha meyakinkan Stella.


Stella hanya diam saja tak menyahut, hatinya sudah terlalu sakit melihat foto suaminya bersama wanita lain. Ia yang tadinya percaya pada suaminya, entah kenapa menjadi ragu.


"Aku butuh waktu sendiri dulu," ucap Stella bangkit dari duduknya lalu beranjak dari sana. Ia tak ingin memutuskan hal dengan perasaan yang masih kacau seperti ini.


"Stella, tunggu Sayang, kamu harus dengerin penjelasan aku dulu," ucap Xander mencoba mengejar Stella namun Mama Rita menahannya.


"Tidak perlu mengejarnya lagi, berikan Stella waktu sendiri," ucap Mama Rita dengan tegas.


"Ma, Mama kok gitu sih Ma, Mama itu harusnya belain aku Ma, aku yang anak Mama loh," ucap Xander kesal karena Mamanya justru mempersulit posisinya.


"Justru kamu anak Mama makanya kamu Mama marahin, apa kamu nggak malu sama istri kamu? Udah untung dia nggak menceraikan kamu, tapi kamu nya malah nggak sadar-sadar," tukas Mama Rita geram.


"Aku nggak ngelakuin itu Ma, Mama nggak percaya sama aku?" ujar Xander ingin sekali berteriak karena sangking emosinya.


"Ma, Mama kok gitu sih Ma ..." Xander merengek kesal.


"Apa? Kamu buruan mandi sana, Mama jijik lihat kamu di peluk-peluk wanita itu," ucap Mama Rita mengernyit jijik.


"Oke, aku bakalan mandi, kalau perlu aku bakar sekalian baju aku," gerutu Xander uring-uringan sendiri.


"Mau kemana kamu? Jangan temui Stella dulu, sekarang kamu mendingan keluar dari sini. Mama jijik lihat kamu, jangan kesini lagi sebelum kamu buktikan semuanya," ucap Mama Rita menyeret Xander keluar dari rumah. Ia sengaja bersikap kejam kepada Xander agar pria itu bisa mengambil tindakan yang tegas.


Meski Xander marah, merengek, memohon, Mama Rita sama sekali tidak peduli. Ia tetap mengusir anaknya itu dari rumah.


"Argh!!!! Sial! Sial! Sial!" Xander berteriak keras, rasanya kepalanya ingin pecah memikirkan semua masalah yang menyerangnya secara bertubi-tubi. Sekarang apalagi yang harus dilakukannya.


****


Baiklah, sekarang adalah hari pertama Xander tidak diizinkan pulang ke rumahnya sendiri oleh Mamanya. Xander sengaja menunggu di mobilnya agar bisa membuat Mamanya pulih, namun Mamanya malah mengirimkan satpam komplek untuk mengusirnya.

__ADS_1


Xander tak menyerah, ia kembali mendatangi istrinya dihari kedua dan hari-hari berikutnya. Ia tidak bisa memikirkan apapun jika belum bertemu istrinya itu. Jadi begitu melihat mobil Stella keluar, Xander segera mengikutinya.


"Stella!" teriak Xander menahan tangan Stella begitu wanita itu turun dari mobil.


"Hubby? Ngapain kamu disini?" ujar Stella terkejut dengan kedatangan Xander yang tiba-tiba.


"Aku mau ngomong, please jangan menghindari aku lagi," ucap Xander dengan raut wajah memohon.


Stella terdiam, ia menatap wajah suaminya yang terlihat pucat dan kuyu. Kumis dan rambut Xander pun tidak rapi seperti biasanya. Juga lingkar hitam yang ada di sekitar mata membuat Stella menebak kalau suaminya ini jarang tidur.


"Stella, tolong jangan menghindari ku, aku hanya mencintaimu Stella," ucap Xander langsung meraih Stella dalam pelukannya, ia benar-benar tidak mau kehilangan wanita ini.


Stella sedikit terkejut, ia sebenarnya rindu dengan suaminya ini, tapi ...


"By, jangan begini. Dilihat banyak orang," ucap Stella melepaskan pelukannya membuat Xander kecewa.


"Kenapa? Kamu mau bukti kan? Aku pasti akan membuktikan semuanya, tapi kamu jangan menghindar," ucap Xander sendu.


"Tidak perlu, kau ingin aku percaya padamu 'kan?" Xander mengangguk cepat-cepat mendengar ucapan Stella.


"Ceraikan aku, maka aku akan percaya padamu,"


Mata Xander membulat sempurna, tubuhnya bak di sambar petir disiang boleh mendengar permintaan Stella.


"Apa yang kau katakan? Aku tidak akan menceraikan mu sampai kapan pun!" ucap Xander dengan tegas.


"Semua keputusan ada di tanganmu, jangan menemui ku lagi sebelum masalahmu dengan wanita itu selesai," ucap Stella buru-buru masuk ke dalam mobilnya. Ia sudah muak dengan drama Joana yang terus hadir dalam kehidupannya.


Happy Reading.


Tbc.


Halo kak, aku mau merekomendasikan novel bagus untuk kalian. Sambil menunggu up, bisa mampir ke novel teman aku ya...


Judul : Doctor And Love


Author : Rya Kurniawan

__ADS_1


Kepoin ya kak ...



__ADS_2