
"Sayang ..." Xander masuk ke dalam kamar mencari-cari istrinya. Ia baru saja di hubungi oleh Luke kalau Alex sudah berada di lokasi Kasino. Ia tentu harus bergerak cepat untuk mencari tahu semua kebenarannya.
"Sayang, kamu dimana? Aku mau ngomong penting," ucap Xander fokus melihat ponselnya.
Stella membuka pintu kamar mandi dengan perasaan yang sangat gugup. Ia semakin gugup saat melihat sosok suaminya yang sedang duduk di ranjang.
"Xander ..." panggilnya dengan suara lirih.
"Kau sudah selesai? Kesini dulu, aku ma ..." Xander awalnya masih fokus dengan ponselnya, namun saat ia mengalihkan pandangannya, sontak matanya terbelalak lebar melihat sosok wanita cantik yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Stella!" Xander langsung membuang ponselnya, ia beranjak berdiri dan menatap lekat penampilan istrinya yang begitu seksi menggunakan lingerie tipis yang memperlihatkan jelas bentuk tubuh sintal Stella.
Mungkin karena hamil, beberapa bagian tubuh Stella terlihat membesar, namun hal itu yang membuat jantung Xander berdetak kencang. Apalagi warna maroon yang begitu kontras dengan kulit Stella yang putih.
"Stella, kau ..." Xander tak bisa berkata-kata lagi, hembusan nafasnya terdengar begitu berat karena menahan dirinya.
"Kau bilang, kau ingin bonus, malam ini semuanya untukmu By ..." ucap Stella membuang rasa malunya, ia merangkul leher Xander dan membuat posisi mereka sangat intim.
"Kau memanggil ku apa?" Xander tak bisa melepaskan tatapan matanya dari Stella.
"Hubby, apa kau keberatan?" tanya Stella dengan suaranya yang lembut mendayu.
"Mana mungkin aku keberatan, kau boleh memanggilku sesukamu, babe ..." ucap Xander mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan.
Stella tersenyum manis, ia mencium bibir Xander terlebih dulu dan langsung di balas dengan panas oleh Xander. Tangan Xander ikut bekerja mengelus lembut pinggang Stella, sesekali ia me re mas gemas bokong Stella yang ia rasa semakin menggoda.
Xander tak segan merobek lingerie tipis itu hingga kedua bukit kembar Stella terpampang indah di depan matanya. Karena kehamilannya, benda itu kini terlihat besar dan menantang. Tanpa membuang waktunya, Xander langsung melahap benda itu dengan penuh gairah.
"Ah!" Stella tak bisa mengontrol de sa hannya saat Xander men yu su layaknya bayi besar. Ia melampiaskan perasannya dengan menjambak rambut suaminya.
__ADS_1
Mendengar de sa han Stella membuat Xander semakin bersemangat. Ia mengecupi dada Stella hingga meninggalkan bekas kemarahan yang jelas. Setelah puas bermain di sana, Xander menurunkan ciumannya ke perut Stella lalu turun lagi ke bawah.
"By! Apa yang kau lakukan?" pekik Stella kaget saat Xander menarik kakinya dan meletakkannya di pundak.
"Aku mau mencium ini," ucap Xander menarik paha Stella mendekat.
Sedetik kemudian, Stella reflek memegang kepala suaminya sering pekikan yang lolos dari mulutnya saat Xander memberikan kecupan-kecupan yang membuat Stella menggila.
*****
Xander selesai membersihkan dirinya, ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 1 malam. Pandangan Xander lalu beralih ke sosok wanita yang meringkuk di dalam selimutnya. Xander tersenyum dan berjalan mendekat lalu mengelus pipi Stella lalu mencium keningnya cukup lama.
Stella sedikit menggeliat dan terganggu, matanya masih sangat lengket karena baru saja tidur. Apalagi tubuhnya yang sangat lelah karena Xander baru saja menguras habis tenaganya.
"Dia pasti sangat lelah, maafkan aku ya ..." ucap Xander tersenyum tipis.
Apa yang diberikan Stella malam ini benar-benar membuat Xander semakin tergila-gila dengan wanita ini. Bukan semata karena kepuasan, tapi karena perlakuan Stella yang menurutnya sangat manis. Wanita itu sangat polos, namun ia berusaha membuat dirinya merasa senang.
Setelah memastikan Stella tidur dengan nyenyak, Xander mengambil jaketnya lalu berangkat menuju tempat Alex berada. Kebetulan lokasinya tak begitu jauh, jadi tak membutuhkan waktu lama untuk Xander sampai di tempat itu.
Kasino itu terlihat seperti kasino biasa, namun kasino ini cukup terkenal di kota Jakarta karena banyak bos besar yang ikut taruhan di sana. Luke yang melihat kedatangan atasannya langsung memutuskan turun, hampir saja ia ketiduran karena menunggu Xander yang tak kunjung datang. Padahal tadi pria itu mengatakan akan datang jam 10 malam, tapi malah datang 3 jam kemudian.
"Bagaimana?" tanya Xander tanpa basa-basi.
"Dia ada di dalam, seperti biasa, dia kalah taruhan lagi. Sekarang sedang mabuk, tapi masih belum terlalu mabuk," ucap Luke melaporkan keadaan di dalam.
"Itu lebih bagus, bagaimana dengan keamanan disini?" tanya Xander menatap kasino itu dengan wajah berpikirnya.
"Tidak ada keamanan khusus Tuan," ujar Luke.
__ADS_1
"Itu artinya kita bisa membawa pria itu?" tanya Xander lagi.
"Ya, jika memungkinkan, kita bisa membawanya," sahut Luke mengangguk mengiyakan.
"Baiklah, aku akan masuk. Aku sendiri yang akan menjemput pria itu, kau siapkan saja tempat kita yang berada di Duren Tiga," ucap Xander mengulas senyumnya yang licik.
Xander membenarkan sedikit penampilannya, ia lalu masuk ke dalam kasino untuk menjemput Alex. Anak buahnya segera memimpin dan menunjukan Alex yang terlihat sudah merebahkan kepalanya di atas meja.
"Dia orangnya?" tanya Xander memastikan pada anak buahnya.
"Benar Tuan,"
Xander mengangguk, ia segera mendatangi Alex dan menepuk pelan pria itu hingga pria itu terbangun.
"Siapa kau?" tanya Alex dengan suaranya yang parau, kepalanya pusing hingga tak bisa mengenali siapa pria yang ada di depannya.
"Kau bisa menganggap ku teman, namun kau juga bisa menganggap ku lawan, semua itu tergantung sikap mu padaku," ucap Xander memasukan kedua tangannya di saku celana, ia berdiri menjulang bak malaikat kematian yang siap merenggut nyawa orang.
"Aku tidak mengenalmu, enyahlah! Jangan menggangguku!" ucap Alex mengibaskan tangannya pertanda mengusir Xander.
Xander mengerutkan dahinya, ia merasa tak ada gunanya berbasa-basi dengan Alex disini.
"Bawa dia pergi dari sini!" perintah Xander memberikan gestur kepada anak buahnya.
Anak buah Xander menurut, mereka segera mencekal tangan Alex dan membawa pria itu pergi.
"Apa-apaan ini? Lepaskan aku!" teriak Alex berontak dengan tenaganya yang tersisa.
Tapi hal itu tentu saja sia-sia, Alex yang setengah mabuk bisa dengan mudah di ringkus anak buah Xander dan membawanya pergi ke lokasi yang sudah di tentukan.
__ADS_1
Happy Reading.
Tbc.