Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam
Putri Yang Hilang Sudah Ditemukan.


__ADS_3

"Anak kandung Kakak adalah ... "


Tania menatap wajah-wajah yang sedang menunggunya. Ia lalu menatap Joana dengan tatapan sedihnya karena Joana sama sekali tidak mau melihatnya sama sekali.


"Katakan siapa putriku!" bentak Medison tak sabar.


"Kakak, jika aku mengatakannya tolong berjanjilah jangan berubah kepada Joana. Dia tidak salah apapun Kak, aku yang salah disini. Tolong jangan membencinya Kak," ucap Tania tak akan sanggup membayangkan jika Joana harus kehilangan semua ini. Wanita itu sudah terbiasa memiliki segalanya sejak kecil, jika sampai Joana terusir dari sini, bagaimana nasibnya nanti.


Melisa yang sejak tadi diam saja langsung melirik Tania tajam. "Kau memikirkan nasib putrimu, tapi apa kau pernah memikirkan nasib putraku ha! Kau wanita yang kejam Tania!" teriak Melisa tak segan melayangkan tamparan keras di pipi Adiknya.


"Maafkan aku Kak, saat itu Ayah juga menolak bayi ku, jadi aku terpaksa melakukan ini," ucap Tania menangis mengingat saat-saat menyakitkan yang di alaminya dulu.


"Dengan mengorbankan putriku? Sebenarnya dimana hati nuranimu Tania!" Melisa kembali menampar Adiknya seraya menangis keras.


"Sekarang katakan dimana anakku? Cepat katakan!" teriak Melisa mengguncang kedua lengan Tania dengan keras. Hatinya teramat kecewa dengan semua perlakukan Tania.


"Anak Kakak ..." Tania semakin menangis, namun tak ada jalan mundur lagi. "Anak Kakak adalah ... Stella ...."


"Apa?"


Semua orang hampir bersamaan mengucapkannya, siapa yang tidak terkejut mendengar pengakuan ini. Stella sendiri tak percaya mendengarnya, apakah itu benar? Orang tua yang selama ini dia pikir telah membuangnya, ternyata ada di dekatnya.


Xander juga tak kalah terkejutnya, ternyata dugaan Luke benar adanya, kalau Stella adalah anak kandung keluarga Medison.


"Katakan yang sebenarnya Tania? Siapa anakku?" Melisa terlalu syok dengan semua ini. Ia menatap Stella dengan pandangan sulit diartikan, benarkah Stella putrinya?


"Dia memang anak kandung Kakak. Itulah alasan kenapa aku dulu menolak saat Kakak ingin mengadopsinya. Aku tidak ingin dia-"


Plak


"Kau keterlaluan! Kau adalah wanita hina dari semua yang terhina di dunia ini Tania!" Melisa mengamuk, ia menampar Tania berulang kali untuk melupakan segala amarah dan perasaan kecewanya.


"Mama, sudah Ma," Medison harus melerai wanita itu karena tak ingin Melisa semakin bertindak nekat.


"Lepaskan Pa! Dia ini wanita kejam! Iblis yang berbentuk manusia!" Melisa terus menerus berteriak marah kepada Tania.


Medison memeluk Melisa seraya membisikan kata-kata menenangkan. Hingga perlahan tubuh Melisa luruh di pelukan Medison, namun tangisnya masih begitu pilu.


"Papa, Stella anak kita, kenapa Mama begitu bodoh tidak menyadarinya ..." Melisa menangis menyesal karena selama ini telah bersikap tidak baik kepada putri kandungnya sendiri. Ia bahkan kemarin dengan tega ingin menghancurkan wanita itu hanya demi membela Joana, anak yang sama sekali tidak ada ikatan darah dengannya.


"Ini bukan salah Mama, Mama harus tenang," ucap Medison tak kalah menyesalnya karena terlambat menyadari semuanya. Andai saja saat itu ia mempercayai feeling nya.


Melisa segera melepaskan pelukannya, kini giliran ia menatap Stella yang berdiri tak jauh darinya. Ia menatap Stella dari atas sampai bawah. Tanpa sadar air matanya kembali meleleh. Putri kandungnya telah tumbuh besar dan sangat cantik.

__ADS_1


"Putriku ..." ucap Melisa melangkahkan kakinya lebar-lebar mendatangi Stella yang hanya diam mematung.


Melisa langsung memeluk Stella erat seraya menangis. "Putriku, kau putriku ..." Melisa menangis meraung seraya menciumi rambut Stella.


Stella masih sangat terkejut, tubuhnya bahkan sangat gemetaran saat ini. Ia menatap Xander, pria itu menganggukkan kepalanya.


"Mama ..." ucap Stella dengan suara bergetar.


"Iya, ini Mama Sayang. Mamanya Stella, kamu putri Mama," Melisa memegang kedua pipi Stella lalu menciumi wajah anaknya penuh kasih.


"Mama ..." tangis Stella langsung jebol, ia memeluk Melisa sama eratnya. Ya tuhan, 26 tahun dia mencari dimana keluarganya, tapi ternyata mereka sudah sangat dekat.


"Mama, ini semuanya nggak mimpi 'kan? Mama beneran Mama aku?" Stella bertanya, ingin memastikan jika kebahagiaan ini bukanlah halaman semua.


"Tidak Sayang, kamu anak Mama. Selamanya kamu anak Mama, maafkan Mama tidak menyadarinya selama ini," ucap Melisa enggan melepaskan pelukannya dari Stella.


Melisa baru sadar kalau diperhatikan wajah Stella memang sangat mirip dengan suaminya. Namun mata dan bibirnya persis seperti miliknya. Sekarang ia yakin kalau Stella memang putri kandungnya.


"Mama nggak salah, Stella senang bisa bertemu orang tua kandung Stella," ucap Stella sudah sangat bersyukur bisa bertemu orang tuanya. Ia tak pernah menyalahkan orang tuanya dalam hal ini, karena mereka pun tak menginginkan semua ini terjadi.


"Maafin Papa juga Stella," Medison mendekat kearah putrinya.


"Papa tidak salah, jadi tidak perlu minta maaf. Bagaimana kalau Papa memeluk Stella saja," ucap Stella mencoba menghibur kedua orang tuanya.


Xander mencubit hidungnya, ikut terharu menyaksikan pertemuan haru antara ibu dan anak ini. Semua ini benar-benar di luar rencananya. Karena ia sendiri tak menyangka kalau istrinya adalah keluarga kandung Medison.


Joana hanya diam tanpa berkata-kata, siapa yang tidak terpukul saat tahu kenyataan kalau dirinya hanya anak di luar pernikahan. Keluarga yang selama ini ia banggakan ternyata bukan keluarga aslinya. Ia justru malah merebut tempat yang seharusnya menjadi tempat Stella.


Mungkin sekarang waktunya dia pergi, keluarga ini tidak akan pernah membutuhkan wanita cacat sepertinya lagi. Perlahan Joana mendorong kursi rodanya menjauh.


"Kak Joana!" panggil Stella saat menyadari Joana akan pergi.


Semua pusat perhatian langsung jatuh kepada Joana. Wanita itu hanya terdiam tanpa ekspresinya.


"Aku akan berbicara dengan Kak Joana sebentar," ucap Stella berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Kakak mau kemana?" tanya Stella berdiri tepat di hadapan Joana.


"Bukan urusanmu, sekarang kau senang 'kan? Kau sudah bertemu keluargamu dan juga berkumpul dengan Xander," kata Joana tidak ada ramah-ramahnya sama sekali.


"Ya, ini benar-benar menyenangkan Kak. Memang yang namanya kejahatan cepat atau lambat akan segera terungkap," kata Stella entah sengaja atau bagaimana.


"Cih, kau sedang menyombongkan diri?" Joana berdecih sinis.

__ADS_1


"Bukan, aku hanya mengatakan kepada Kakak. Tidak seharusnya meminta atau merebut hak orang lain yang bukan milik Kakak. Karena Kakak tahu, semuanya pasti akan kembali ke tempat yang tepat," ucap Stella berbicara lambat-lambat.


"Aku tidak butuh ceramah mu!" sentak Joana geram, ia kembali mendorong kursi rodanya menjauh.


"Tunggu dulu Kak," Stella kembali menahan Joana.


"Kau!"


"Kalau Kakak memang tidak membutuhkan ceramahku, mungkin Kakak membutuhkan ini!"


Plak


Sebuah tamparan keras langsung dihadiahkan kepada Joana oleh Stella.


"Kau!"


Plak


"Ini untuk kau yang sudah masuk kedalam rumah tanggaku!" satu tamparan lagi mendarat sempurna di pipi Joana.


Joana ingin membuka mulutnya namun lagi-lagi Stella menamparnya dengan keras.


"Ini untuk kau yang sudah memfitnah suamiku!"


Kedua pipi Joana terasa sangat panas dan pedih, ia menatap Stella dengan penuh kebencian yang nyata.


Stella hanya tersenyum sinis. "Dan ini, untuk kau yang sudah mencoba merebutnya dariku!"


Plak


Tamparan yang terakhir terdengar sangat keras, Stella menggunakan kekuatannya dengan sekuat tenaga untuk menghajar habis wanita tidak tahu diri ini. Sudah cukup ia bersabar selama dua minggu. Tangannya bahkan sudah sangat gatal saat melihat wanita ini.


Semua orang tercengang dengan apa yang dilakukan Stella. Xander apalagi, ia tak menyangka istri polos dan lemah lembutnya bisa bersikap sangat menakutkan seperti ini. Xander sepertinya harus berpikir ulang jika ingin macam-macam kalau tidak ingin babak belur di tangan istrinya sendiri.


Happy Reading.


Tbc.


Mohon maaf untuk kelelatan up, kerjaan di rumah numpuk gengs ...


Mbok ya di kasih kopi-kopi gitu biar semangat lembur ...


Hehehe ...

__ADS_1


Like dan komen jangan lupa gengs ...


__ADS_2