
Semua menunggu video yang akan di putar oleh Xander. Kamera men pun siap mengabadikan moment yang akan tersaji di acara pernikahan tersebut. Tania yang sudah mendapatkan firasat tak enak, ia segera pergi ke ruang belakang untuk menghentikan Xander.
"Bibi mau kemana? Bibi tidak ingin melihat video keponakan Bibi?" tegur Xander membuat Tania menghentikan langkahnya.
"Aku akan ke toilet sebentar," ucap Tania melirik Xander tajam, ia baru saja akan turun dari pelaminan namun seketika langkahnya terhenti saat melihat video yang di putar.
Semua orang juga tampak terkejut melihat video yang di putar Xander. Bukan video animasi atau semacamnya, tapi malah video kartun doraemon.
"Lelucon apa ini?" bentak Medison geram sekali dengan tindakan Xander.
"Xander, kenapa-"
Ucapan Joana langsung menguap begitu saja saat kini video di layar memperlihatkan video dirinya bersama Marvin yang sedang bercumbu mesra.
"Kejutan ... bagaimana Sayang? Apa kau menyukainya?" ucap Xander dengan nada riangnya.
Semua orang tentu syok melihat video syur Joana, apalagi ada juga foto-foto telanjang wanita itu. Apalagi kedua orang tau Joana yang tak kalah syoknya dari yang lain. Bisik-bisik langsung terdengar menggunjing Joana.
Medison sendiri langsung memerintahkan anak buahnya agar menyuruh para media berhenti meliput. Ia tak ingin berita ini akan menjadi konsumsi publik nantinya.
"Hentikan! Matikan video itu!" teriak Tania sangat marah, ia segera melangkahkan kakinya menuju ruang operator untuk menghentikan video itu.
"Bibi akan kemana? Pertunjukan ini belum selesai Bibi,"
Semua orang kembali di buat syok saat tiba-tiba ada sosok Stella yang datang kesana. Tania menatap Xander dan Stella bergantian, ternyata mereka berdua yang sudah merencanakan ini.
Stella sempat melirik Xander dan saling melempar senyum tipis.
"Stella?" Joana menutup mulutnya syok, ia bingung sekali kenapa semua jadi kacau seperti ini.
"Penjaga! Ada penyusup masuk! Usir dia!" Tania kembali berteriak penuh amarah.
"Bibi tenang saja, kenapa harus panik seperti itu? Apa ada yang Bibi sembunyikan?" Stella melangkahkan kakinya santai menuju ke arah Tania.
__ADS_1
"Stella, ada apa ini? Kau ingin merusak acara Joana? Iya?" Melisa pun langsung mencekal tangan Stella karena tak ingin wanita ini semakin menyakiti putrinya.
"Merusak? Aku rasa kata itu tidak cocok untukku Ma, lebih tepatnya aku dan suamiku ingin mengungkap kebenaran," ucap Stella menepis pelan tangan Melisa.
"Suami apa yang kau maksud? Kalian sudah bercerai!" sergah Joana meradang.
Xander tertawa kecil membuat semua orang bingung. "Mana mungkin aku bisa menceraikan istriku yang sedang hamil anakku," ucap Xander mengerlingkan matanya menggoda.
"Jadi kau membohongiku?" tanya Joana mengertakkan giginya erat.
"Tidak juga, kau saja yang terlalu bodoh percaya padaku," kata Xander dengan entengnya.
"Kurang ajar! Beraninya kau melakukan itu ada Joana!" Tania yang sudah begitu murka langsung menampar Xander dengan keras, tak peduli saat ini banyak sekali orang yang melihatnya karena ia sudah begitu geram dengan pria ini.
Xander sempat mengelak, pipinya kini terasa sangat panas namun ia hanya diam saja. "Siapa yang lebih dulu memulai? Aku atau kalian Bibi? Kau yang sudah menjebak ku dan Stella hingga pernikahan ku dengan Joana batal. Lalu sekarang kau ingin menjadi wanita yang membela Joana paling depan? Wow, klise sekali," ujar Xander lagi-lagi membuat Melisa dan Medison syok, Joana saja ikut syok karena tidak menyangka Bibinya yang sudah melakukan hal itu.
"Menjebak? Apa maksudmu?" tanya Medison yang sejak tadi diam saja.
"Kenapa Bibi sangat ketakutan seperti itu? Apakah itu tandanya yang aku ucapkan adalah benar?" ucap Xander dengan seringai tipisnya.
"Omong kosong! Kau pria licik! Kami tidak akan tertipu dengan kata-katamu!" bentak Tania menahan giginya yang gemeletuk menahan amarah.
Para penjaga langsung datang begitu mendapatkan laporan. Mereka segera mengamankan Xander dan juga Stella.
"Papa mertua yakin tidak ingin melihat bukti yang aku bawa?" ucap Xander sebelum tubuhnya di seret oleh penjaga.
"Bawa dia pergi!" sentak Tania tak bisa menyembunyikan kepanikannya.
Xander hanya tersenyum santai, mengikuti para penjaga yang menyeretnya. Wajahnya tampak tersenyum manis, dalam hati dia menghitung kalau Medison pasti akan memanggilnya kembali.
1
2
__ADS_1
3
"Tunggu dulu!" benar seperti dugaannya, Medison kembali memanggil dirinya.
"Apa-apaan ini kak?" seru Tania membesarkan matanya melihat hal itu.
Medison mengangkat tangannya dan melirik wanita itu tajam. Ia menatap lekat-lekat wajah Xander yang terlihat sangat tenang.
"Bukti apa yang kau maksud?" tanya Medison penasaran dengan bukti yang di maksud Xander. Apalagi melihat gaya Tania yang entah kenapa membuat Medison curiga.
"Kak! Saat ini banyak sekali tamu, kita harus mengusir kedua pengacau itu. Kakak tidak ingin kan keluarga Kakak menjadi bahan gosip di luar sana," Tania giliran menghasut Kakaknya Melisa agar menghentikan rencana Xander.
Melisa terdiam sesaat, ia membenarkan perkataan Tania itu. "Pa, saat ini banyak orang, apa tidak sebaiknya kita jangan membahas hal lain?" bisik Melisa melirik tamu undangan yang saling berbisik.
Medison ikut melirik tamu-tamu yang masih sangat banyak. Ia juga harus berpikir tentang reputasinya jika bukti yang ditunjukkan Xander akan sangat memalukan seperti tadi.
"Baiklah, aku akan menyuruh menutup acara ini, kita bisa berbicara di ruang pribadiku,"
Tadinya Tania senang karena berpikir kalau Medison akan mengusir Xander, tapi mendengar kalimat terakhir Kakaknya, Tania langsung lemas. Sepertinya hari ini akan menjadi hari kiamat untuknya.
Happy Reading.
Tbc.
Hayo ... kemarin siapa yang pada ngatain Stella sama Xander bo*** dan sebagainya?
Author tandaiin ya kalian semua, wkakwkwk ...
Bercanda ya guys ya ...
Tetap mohon dukungan like dan komen ya guys biar otak author lancar terus ...
Hihihihi ...
__ADS_1