
"Kau gila? Menikah dengan Xander? Apa kau lupa kalau dia sudah punya istri?"
Medison berteriak marah mendengar perkataan Joana yang ingin menikah dengan Xander. Wanita gila mana yang ingin menikahi pria beristri, mana harus mengadakan acara besar-besaran seperti itu.
"Xander sudah bercerai dari Stella Pa," ucap Joana membuat mata Medison membulat lebar.
"Bercerai?" Medison tentu saja terkejut dengan hal ini.
"Ya, memang saat ini belum, tapi Stella sudah mengajukan gugatan perceraian," kata Joana lagi.
"Sayang, tapi apa kamu yakin akan menikah dengan Xander?" Melisa ikut bertanya karena merasa semua ini terlalu mendadak. Bukan masalah uang atau apa, tapi ia lebih mementingkan kondisi Joana.
"Iya Joana, apalagi kamu sedang sakit," sahut Tania juga sedikit keberatan kalau harus menggelar acara besar-besaran. Apalagi melihat Joana yang seperti ini, Tania takut kalau Xander akan mempermalukan putrinya nanti.
"Kalau kalian memang tidak setuju tidak apa-apa, aku pikir meskipun aku lumpuh, aku masih bisa merasakan pernikahan yang aku impikan. Tapi sepertinya Papa dan Mama malu kalau kondisiku dilihat publik," ucap Joana seperti biasa, menggunakan air mata buaya untuk membuat keinginannya terpenuhi.
"Bukan seperti itu Sayang," Melisa mengelus lembut bahu Joana.
"Biarkan saja dia menikahi pria itu, jika ada apa-ada dalam pernikahannya nanti. Kita tidak perlu ikut campur lagi," tukas Medison kesal dengan jalan pikir Joana.
Meski Xander memang sosok pria yang menjadi menantu ideal, tapi pria itu sudah masuk daftar hitam dalam kamusnya. Apalagi dengan catatan ia pernah membuat pria itu hancur, bukan tak mungkin Xander akan datang membalas dendam melalui Joana.
"Pa! Papa kenapa berbicara seperti itu? Joana itu anak kita," sentak Melisa tak suka dengan sikap suaminya.
"Anak apa? Apa Mama lupa-"
"Papa!" teriak Melisa langsung menghentikan ucapan suaminya yang hampir saja keceplosan mengatakan tentang Joana.
Namun Tania yang menyadari ada yang berbeda langsung membesarkan matanya. Jantungnya berdetak kencang karena menduga kalau Medison sudah mengetahui tentang siapa Joana.
"Mungkin Kak Medison ingin yang terbaik untuk Joana Kak," ucap Tania tak ingin Joana sampai berpikir macam-macam, untung wanita itu tidak terlalu memerhatikan.
"Sudahlah, kau atur saja apa keinginan putrimu. Aku lelah," ucap Medison memilih pergi dari sana, tak ingin ambil pusing dengan memikirkan Joana. Lebih baik ia mencari putri kandungnya dan mencari dalang yang menukar putrinya.
"Mama nggak setuju kalau aku menikah dengan Xander?" tanya Joana menatap Melisa sendu, saat ini hanya Mamanya harapan satu-satunya.
"Kamu yakin akan menikah dengan Xander, bagaimana kalau dia punya maksud tertentu?" tanya Melisa berbicara lembut agar Joana memikirkan matang-matang keputusannya.
Tapi Joana tetaplah Joana yang keras kepala, jika keinginannya itu, ia harus mendapatkan apapun caranya. Akhirnya mau tak mau semua keluarga Joana setuju menggelar acara pernikahan Xander dengan mengundang berbagai media.
__ADS_1
Apalagi pernikahan mereka sebelumnya sempat booming, kini malah menjadi sasaran empuk para wartawan. Belum lagi nama Xander yang terkenal sudah mempunyai istri, tapi kini justru akan menikahi wanita lain.
"Mau kamu bersujud di kaki Mama pun, Mama tidak akan sudi datang ke pernikahan itu. Sampai kapan pun menantu Mama hanya Stella, bukan wanita ular itu!"
Di rumah Xander sendiri, pria itu menjadi bulan-bulanan Mamanya karena memutuskan menikah dengan seenaknya. Mama Rita dan Papa Kendrick sudah angkat tangan dengan apa yang dilakukan Xander.
"Jangan menyebut namanya lagi, wanita itu yang sudah memilih pergi meninggalkanku," ucap Xander dengan wajah dinginnya, ia sudah tampil rapi dengan menggunakan tuxedo putih miliknya.
"Dia tidak akan pergi kalau bukan karena kebodohanmu. Sebaiknya kau pergi dari sini, jangan tunjukkan wajahmu lagi di depan Mama," ucap Mama Rita membanting pintu kamarnya dengan keras agar Xander tahu kalau ia sedang marah.
Xander bergeming, hari ini memang hari pernikahannya setelah semua proses perceraian selama dua minggu selesai. Ia langsung berangkat sendiri menuju tempat acara tanpa di dampingi oleh siapapun.
Xander hanya datang di gedung tempat resepsi berlangsung dengan ditemani Luke. Begitu ia datang, lampu blitz kamera tampak menyorot kearahnya tanpa sembunyi. Xander hanya berjalan dengan wajah dinginnya.
"Xander Oliver ..."
"Katanya udah punya istri, tapi nikah lagi ..."
"Udah cerai ..."
"Mungkin gara-gara berita kemarin ..."
"Emang doyan aja dia ..."
Disisi lain, Joana juga sudah siap dengan gaun pengantinnya. Ia sudah duduk di kursi tempat pernikahan akan di gelar. Tamu-tamu juga sudah duduk menanti akan menjadi saksi persatuan dua anak manusia itu.
"Maaf saya terlambat," ucap Xander berkata "maaf" namun nada suaranya tidak terdengar menyesal sama sekali.
Semua anggota keluarga hanya melirik Xander malas, hanya Joana yang mengulas senyum manisnya.
"Tidak apa-apa Xander, penghulunya juga belum datang," ucap Joana tak mempersalahkan sama sekali. Tadinya ia sudah ketar-ketir kalau Xander tidak akan datang, tapi ternyata pria itu menepati janjinya.
"Baiklah, karena penghulunya belum datang, aku ingin memberikan sesuatu yang spesial untukmu," ucap Xander mengerlingkan matanya.
Joana mengerutkan dahinya, ia tampak saling padang dengan yang lain. Ia lalu melihat Xander yang berdiri di atas panggung musik. Ia mengambil gitar dan bersiap untuk bernyanyi. Apakah tidak salah?
"Apalagi yang dilakukan pria itu?" gumam Medison tak terlalu suka dengan gaya Xander yang ia nilai arogan.
Melisa hanya menghela nafas panjang, ia mengelus lembut tangan suaminya agar tidak terlalu emosi. Apalagi saat ini banyak sekali tamu undangan dan media yang datang.
__ADS_1
"Selamat siang, karena penghulu belum datang, aku ingin membawakan satu lagu untuk calon istriku," ucap Xander dengan suara yang menggema di seluruh gedung.
Joana tersenyum manis, wajahnya memerah karena Xander akan menyanyikan lagu untuknya. Hal itu tentu saja sangat romantis.
Xander memetik gitarnya pelan, perlahan suaranya mengalun lembut membuat semua tamu terdiam.
(Somewhere close to you)
Di suatu tempat yang dekat denganmu.
(Close to you)
Dekat denganmu.
Tepuk tangan riuh langsung terdengar begitu Xander menyelesaikan lagunya. Ia langsung turun dari panggung kecil menuju tempat Joana. Ternyata penghulunya juga sudah datang saat Xander bernyanyi tadi.
"Apakah kau suka?" tanya Xander tersenyum melihat wajah Joana yang tampak sumringah.
"Ya, suaramu sangat bagus," puji Joana sangat bahagia sekali.
"Bisakah kita lanjutkan saja acaranya? Penghulu sudah datang," ujar Tania tak sabar ingin melihat putrinya menikah.
"Tunggu sebentar Bibi, kenapa harus terburu-buru. Aku masih punya satu kejutan spesial untuk Joana," ucap Xander melirik Tania yang berwajah masam.
"Kejutan? Kejutan apa?" tanya Joana mengernyit.
"Kau tahu, selama ini aku masih menyimpan kenangan bersama kita selama dua tahun. Aku ingin video kenangan kita di putar disini agar semua orang tahu kisah cinta kita yang indah," ucap Xander dengan suara lembutnya.
"Kita bisa memutarnya nanti saja, cepat lakukan saja pernikahannya. Jadwal menikah hari ini bukan kalian saja," sergah Tania mulai tak nyaman melihat tatapan mata Xander.
"Yah, padahal aku hanya ingin menunjukan kisah cintaku," ucap Xander memasang wajah menyayangkan.
"Kau!"
"Biarkan saja dia lakukan apa yang dia mau, aku ingin acara ini cepat selesai," tukas Medison langsung menyela Tania sebelum wanita itu berbicara. Medison sudah muak dengan semua tingkah yang Xander lakukan, ia ingin semua acara ini cepat selesai, itu saja.
"Terima kasih Papa mertua, sudah mengizinkanku, aku akan memutarnya sekarang," ucap Xander mengerlingkan matanya kepada Joana sebelum ia mengatakan kepada operator agar memutar video yang di bawanya.
Joana sedikit gugup, entah kenapa perasaannya sangat tidak enak. Ia lalu melirik Tania yang tak kalah gugupnya, sepertinya ia harus melakukan sesuatu agar video itu tidak jadi di putar.
__ADS_1
Happy Reading.
Tbc.