Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam
Masalah Baru.


__ADS_3

"Ada tamu?" tanya Stella mengerutkan dahinya.


"Enggak tahu, mungkin tamunya Mama. Ayo kita turun," ucap Xander juga tidak tahu siapa tamu yang datang.


Xander turun terlebih dulu dari mobil, ia lalu membukakan pintu untuk Stella. Xander mengulurkan tangannya seraya mengulas senyum manis dan di balas senyum manis oleh Stella.


Xander langsung merangkul pinggang istrinya saat menaiki tangga kecil di depan rumah. Ia menjaga Stella agar berjalan dengan baik. Xander juga tak perlu mengetuk pintu, ia langsung masuk ke dalam rumah karena berpikir jika Mamanya sudah menunggu.


Namun ternyata Xander salah, karena ada orang lain yang berada di rumahnya. Yaitu Joana dan keluarga besarnya. Xander mengerutkan dahinya, ia langsung menatap Stella yang juga menatapnya seolah meminta penjelasan.


"Ma, ada apa ini?" tanya Xander menatap semua orang dengan tatapan bingungnya, namun instingnya langsung bekerja kalau ada yang tidak beres.


"Masih ingin berpura-pura tidak tahu juga? Bagus sekali," celetuk Bibi Tania memandang Xander dengan sinis.


"Xander, kamu ajak Stella masuk dulu. Dia pasti capek habis perjalanan jauh," ucap Mama Rita terlihat sangat tertekan sekali.


"Kenapa dia harus pergi? Biarkan saja dia mendengar apa yang sudah suaminya lakukan pada keponakanku," tukas Bibi Tania dengan suaranya yang menggebu-gebu.


Stella semakin tak mengerti, ia memandang Joana yang terlihat menangis di pelukan Mama Melisa. Lalu Papa Medison yang juga terlihat begitu sedih. Sebenarnya ada apa ini?


"Apa yang Bibi katakan?" tanya Xander benar-benar tidak mengerti dengan semua ini.


"Seharusnya kau yang lebih tahu Xander, apa yang sudah kau lakukan kepada Putriku? Jika kau memang sudah tidak mencintainya, kenapa kau harus melukainya seperti ini?" ucap Mama Melisa tak tahan lagi untuk mengeluarkan unek-uneknya.


"Melukai apa? Joana, drama apalagi ini?" ucap Xander menatap Joana tajam, apalagi yang wanita licik ini lakukan, pikirnya.


"Jangan menakuti Putriku, selama ini kami diam meski kau sudah mempermainkannya dengan berselingkuh dengan Stella, tapi kali ini kau keterlaluan! Kenapa kau menyuruh Joana mengugurkan bayinya! Gara-gara kau, sekarang putriku lumpuh karena melakukan aborsi ilegal!" teriak Mama Melisa begitu marah.


Xander dan Stella tentu terkejut mendengar ucapan Mama Melisa. Joana keguguran? Lumpuh? Stella benar-benar tak percaya. Ia langsung menatap Xander seolah meminta jawaban.

__ADS_1


"Bukan aku, aku tidak pernah melakukan itu Sayang, percaya padaku." Ucap Xander mencoba meyakinkan Stella.


Ia memang pernah tidur dengan Joana, tapi ia sangat yakin kalau dia bermain aman, apalagi ia juga tidak terlalu sering melakukannya dan ia juga tak pernah menyuruh Joana untuk mengugurkan bayi.


"Pembohong! Joana sudah menunjukan bukti jika selama ini kalian masih sering berhubungan dan tinggal bersama!" kata Mama Melisa melemparkan amplop yang berisi foto-foto Xander bersama Joana yang sedang tidur bersama.


Stella tak ingin melihat itu semua, tapi foto itu bertebaran di meja. Ia mencoba sekuat tenaga untuk tidak menangis di sana. Foto-foto itu memang benar-benar suaminya dan Joana, mereka berdua juga sering tinggal bersama, apakah mungkin?


"Tidak, ini semua tidak benar. Aku tidak pernah menghamili Joana. Anak itu pasti anak Marvin. Ya, aku yakin dia anak Marvin. Dasar wanita tidak tahu diri! Katakan siapa yang sudah melakukan ini padamu!" teriak Xander begitu murka, ia merangsek maju ingin menghampiri Joana tapi Stella menahan tangannya.


"Kau ingin lempar batu sembunyi tangan? Jelas-jelas kau pelakunya, semua bukti sudah ada, jangan menyalahkan orang lain" kata Bibi Tania ikut menyahut.


"Aku tidak menghamili wanita ini!" teriak Xander tak terima dan menunjuk batang hidung Joana.


"Tapi buktinya sudah ada kalau kau yang menghamilinya!" ucap Mama Melisa tak kalah geramnya.


Joana hanya bisa menundukkan wajahnya seraya menangis keras seolah dirinya paling menderita disini. Ia sudah tidak punya pilihan lain, Marvin sudah menolaknya, jadi ia harus mendapatkan Xander kembali.


"Cukup! Sudah cukup kau menghina putriku! Aku kesini ingin menegaskan padamu, jika kau tidak ingin tanggung jawab pada putriku, maka aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum." Papa Medison terpaksa angkat bicara karena sudah tak tahan putrinya sejak tadi disudutkan.


"Fine, itu lebih bagus. Aku juga tidak akan sudi menikahi wanita licik ini," ucap Xander tak takut sama sekali. Ia tak bersalah, jadi ia tak akan mundur.


Stella membesarkan matanya, jika Papa Medison sudah melakukan sesuatu, dampaknya kepada Xander pasti tidak main-main.


"Pa, kita bisa menyelesaikan ini dengan cara baik-baik." Ucap Stella mencoba membujuk Papa Medison.


"Sayang, kau tidak perlu merendah kepada mereka. Aku akan membuktikan kepada mereka kalau aku tidak bersalah dalam hal ini," ucap Xander menatap Stella serius.


"Kau memang sangat arogan. Bersiaplah untuk kehancuranmu," kata Papa Medison semakin tak suka dengan gaya Xander ini.

__ADS_1


"Aku menunggunya Tuan Medison yang terhormat," kata Xander balas menantang tatapan Medison.


Papa Medison mengertakkan giginya, ia segera mengajak semua keluarganya pulang. Sudah cukup baginya menahan semua amarah dan rasa malunya. Ia jadi tak sabar untuk mengambil tindakan apa yang pantas untuk pria seperti Xander.


Setelah semua orang pergi, sekarang Xander sedang di sidang oleh kedua orang tuanya. Stella tidak ikut karena Mama Rita menyuruhnya beristirahat, ia juga tak ingin membuat menantunya itu banyak pikiran. Apalagi Stella sedang hamil.


"Apa kau yakin tidak menghamilinya?" tanya Papa Kendrick menatap putranya serius.


"Tentu saja, Papa tidak percaya padaku?" sahut Xander tanpa keraguan sama sekali.


"Bagaimana mungkin Papa percaya padamu, kelakuanmu sungguh keterlaluan. Kau itu sudah punya Stella, kenapa kau harus menjalin hubungan lagi dengan wanita itu," tukas Papa Kendrick jengkel sekali mengingat kelakuan putranya.


"Itulah salahku, Pa. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih waktu itu. Tapi aku sangat yakin kalau Joana tidak mungkin hamil anakku," kata Xander memang sangat menyayangkan hal itu. Ia sama sekali tak menyangka jika kecerobohannya bisa dimanfaatkan oleh Joana untuk menyerangnya.


"Semoga saja itu benar," celetuk Mama Rita tak kalah jengkelnya karena kelakuan Xander.


"Ma, mama kok gitu sih Ma. Aku anak Mama loh," kata Xander mengerutkan dahinya.


"Mama tidak pernah punya anak yang memalukan sepertimu. Semoga Stella masih bisa bertahan dan tidak pergi lagi nanti," kata Mama Rita sebenarnya tak senang dengan semua kejadian ini. Tapi ia juga berpikir kedepannya nanti. Stella baru saja kembali dan mau menerima putranya, tapi kenapa muncul masalah baru.


"Mama tenang saja, aku pastikan Stella akan tetap bersamaku,"


Happy Reading.


Tbc.


Hayu, like dan komen jangan lupa ya ...


Othor mode malak nih ... Wkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2