Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam
Menyusun Rencana.


__ADS_3

Xander memasuki kantornya dengan wajah yang tak henti mengulas senyum manis, ia melangkahkan kakinya dengan ringan seolah ia sedang sangat bahagia sekali.


Tentu saja, ia baru saja mendapatkan hal yang sangat luar biasa, ia bahkan tak segan membalas sapaan dari karyawannya yang tentunya menjadi hal yang sangat langka, karena biasanya Xander hampir tidak pernah menggubris sapaan dari karyawannya.


"Selamat pagi, semoga hari kalian sangat menyenangkan. Hari ini aku membawa bekal yang dibuat istriku," ucap Xander memamerkan paper bag kecil yang di bawanya. Itu adalah bekal yang dibuat Stella untuknya karena Xander tadi tak sempat sarapan.


Semua karyawan tentu terbengong-bengong melihat kelakuan Xander yang out of the box itu. Mereka tampak saling pandang seolah berpikir apakah benar itu adalah tuan Xander yang mereka kenal?


"Eh, itu beneran Tuan Xander ya? Dia kok full senyum banget sih?" Bisik-bisik terdengar dari karyawan sangat heran melihat kelakuan atasannya itu.


"Iya aneh banget, tapi malah ganteng sih kalau senyum gitu," ujar yang lainnya diam-diam mengagumi ketampanan atasan mereka.


"Dengar-dengar Tuan Xander lagi ada problem loh sama istrinya, apa mungkin sekarang udah kelar problemnya? Makanya bisa seneng kek gitu?"


"Nggak tahu juga sih, nggak usah urusin deh, bisa bahaya kalau ada yang denger nanti," kata karyawan itu segera membubarkan diri karena mereka takut jika ada yang mendengar percakapan mereka dan dilaporkan ke Xander.


Mereka tentu masih sangat trauma dan harus bersikap hati-hati mengingat bagaimana sikap Xander yang tidak bisa ditebak.


*****


"Apa jadwalku hari ini, Luke?" Tanya Xander masih dengan senyumnya.


"Kita hanya akan mengadakan rapat tahunan bersama para pemegang saham Tuan," ujar Luke memberitahukan, ia juga tampak begitu senang melihat Tuannya dalam mood yang sangat baik.


"Baiklah, selain itu?" Tanya Xander kali ini ia menatap asistennya dengan begitu serius.


"Anak buah kita sudah mendapatkan data-datanya. Namanya Alex, dia merupakan anak dari mantan pemilik perusahaan ADX yang saat ini sudah bangkrut," ujar Luke sudah tahu apa yang ditanyakan oleh Tuanya ini.

__ADS_1


"Alex?" Xander mengerutkan dahinya saat mendengar nama itu.


"Benar, anak buah kita juga mendapatkan hal yang menjadi poin penting bagi kita Tuan," kata Luke tampak tersenyum begitu puas.


"Dan apa poin penting itu?" Tanya Xander menjalin jari jemarinya pertanda ia sedang menunggu jawaban dari sang asisten.


"Alex sebelumnya pernah memiliki hubungan dengan Nyonya Tania, tapi hubungan mereka kandas di tengah jalan. Nyonya Tania menolak untuk menikah dengan Alex karena alasan perusahaan keluarganya bangkrut dan Nyonya Tania tidak mau hidup miskin," kata Luke membaca data-data yang diberikan anak buahnya di sebuah tablet yang dipegangnya.


"Lalu, apa poin pentingnya?" tanya Xander belum paham maksud Luke.


"Poin pentingnya, ternyata Nyonya Tania sebelumnya pernah mengandung anak dari Alex, tapi sampai saat ini anak itu tidak diketahui keberadaannya Tuan," ujar Luke membuat Xander semakin menatap asistennya itu tidak mengerti.


"Jadi maksudmu, Bibi Tania memiliki anak di luar pernikahan begitu?" Tanya Xander menganalisa semuanya.


"Kemungkinan besar seperti itu Tuan, tapi anak buah kita juga melaporkan kalau beberapa hari ini Tuan Medison sedang mencari sesuatu yang sepertinya cukup mencurigakan," ucap Luke lagi.


"Sesuatu yang mencurigakan?" Xander mengerutkan dahinya tak mengerti dengan teka-teki yang diberikan oleh Luke.


"Apa maksudmu?" Xander menatap Luke seolah tak percaya.


"Bisa jadi seperti itu Tuan, Nona Joana bukan anak kandung dari Tuan Medison,"


"Bagaimana mungkin itu terjadi?" Xander malah bingung dengan semua keadaan ini.


"Saya belum menyelidikinya lebih lanjut, apakah menurut Anda harus kita lanjutkan?" Tanya Luke tak mungkin bertindak jika Xander belum memberi perintah.


"Tunggu dulu, kita fokus aja ke Alex. Aku ingin tahu apa maksud tujuan Bibi Tania menjebak ku dengan Stella, dia bahkan tega membuat Stella di usir dari rumahnya sendiri," kata Xander tak ingin memikirkan hal lainnya dulu. Menurutnya motif Bibi Tania sangatlah penting saat ini.

__ADS_1


"Lalu, apa yang akan kita lakukan selanjutnya Tuan?" Tanya Luke.


"Cari Alex, kita harus menemuinya, aku yakin dia menyimpan banyak rahasia tentang Bibi Tania," ujar Xander memutar otaknya.


"Alex merupakan pecandu narkoba dan juga ia sering berjudi di kasino. Anak buah kita sudah mengikutinya, kemungkinan besar malam ini Anda bisa menemuinya jika ingin," ucap Luke sudah mengikuti Alex selama beberapa minggu ini.


"Baiklah, awasi saja orang itu, nanti malam kita akan menemuinya agar semuanya jelas." Kata Xander mengepalkan tangannya erat, dia benar-benar tak akan membiarkan orang yang menjadi dalang dari penderitaan Stella lolos begitu saja.


"Oh ya Luke, bagaimana dengan Medison? Apakah dia sudah bergerak? Tanya Xander ingat jika masih mempunyai PR besar tentang itu.


"Saat ini belum tanda-tanda apapun, sepertinya dia juga cukup ragu dengan apa yang dikatakan Nona Joana," ujar Luke menjawab dengan lugas.


"Lalu dimana ba ji ngan itu sekarang berada? Dia harus mempertanggungjawabkan semua ulahnya," Xander begitu geram mengingat kelakuan Marvin yang dengan mudah meninggalkan Joana, sekarang justru ia yang terkena imbasnya.


"Sayangnya Tuan Marvin sudah pergi ke luar negeri beberapa hari yang lalu Tuan," ujar Luke hampir saja membuat Xander menggebrak mejanya.


"Sialan! Pria itu memang sangat licik! Aku tidak akan membiarkannya lolos." Ucap Xander benar-benar sangat benci dengan pria itu.


"Tapi kita tidak bisa mendapatkan Tuan Marvin dengan mudah, apalagi saat ini beliau sedang berada di luar negeri. Kita tidak bisa membawa orang pergi jika orang itu tidak mau, bahkan hukum negara pun tak akan bisa membuat Tuan Marvin kembali ke Indonesia meski itu darurat sekalipun," ucap Luke sangat tahu bagaimana prosedur hukum di berbagai negara.


"Jika memang tidak bisa dengan cara yang halus, kenapa tidak dengan cara kasar saja? Aku mau kau mengirimkan anak buah kita untuk membawa bedebah sialan itu kembali ke sini," Xander tersenyum licik, jangan harap dia akan melepaskan Marvin begitu saja, pria itu juga termasuk orang yang sudah menghancurkan hidupnya. Jadi ia juga harus ikut mendapatkan balasannya.


*****


Medison tampak mondar-mandir cemas di dalam kamarnya. Sudah beberapa minggu terakhir ia mencari tahu kebenaran tentang putrinya namun ia belum menemukan titik terang. Ia juga belum sempat bercerita dengan istrinya karena ia takut akan membuat istrinya itu salah paham.


"Papa kenapa sih?" Tanya Mama Melisa jelas mengenali gelagat aneh suaminya.

__ADS_1


Happy Reading.


Tbc.


__ADS_2