Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam
Terungkapnya Fakta.


__ADS_3

Setelah tamu dibubarkan, kini hanya tersisa keluarga inti bersama Xander dan Stella. Meski Tania marah-marah dan Joana menangis karena pernikahannya batal, tapi Medison ingin semuanya jelas. Siapa yang berbohong disini, pasti akan ketahuan.


"Papa kenapa tega sama aku? Mereka berdua udah mempermalukan aku, Pa! Kenapa Papa malah membiarkannya tetap disini!" jerit Joana menangis sesenggukan, make up cantiknya kini sudah luntur karena sejak tadi terus menangis.


Tania setia menemani Joana dan menenangkannya, sedangkan Melisa sendiri bingung karena di satu sisi kasihan dengan Joana, tapi disisi lain juga ingin tahu apa yang dikatakan Xander.


"Kalau Kakak tidak mau mengusir mereka, biarkan aku dan Joana yang pergi. Mungkin kalian memang lebih mementingkan mereka daripada putri Kakak sendiri," ucap Tania lebih baik mengancam atau pergi dari ruangan itu sebelum ruangan itu akan menjadi ruang sidang baginya.


"Bibi tidak perlu takut jika tidak melakukan apapun, suamiku disini hanya ingin menjelaskan kalau dia tidak pernah menghamili Joana," ucap Stella ikut akan bicara karena geram melihat sikap Bibi Tania.


"Hei anak pungut! Kau tidak pantas berbicara seperti itu kepada Joana!" bentak Tania menunjuk Stella tak kalah geramnya.


"Cukup! Kalau memang kau tidak melakukan apapun, diam lah di tempatmu Tania. Aku ingin semuanya jelas!" sergah Medison mulai kesal juga dengan sikap Tania.


Tania berdecak kesal, tangannya mengepal erat namun juga tak berdaya. Setelah ini apa yang akan dikatakannya jika semuanya terbongkar.


"Jadi, bukti apa yang kau maksud?" tanya Medison langsung to the point.


"Aku rasa, biar pelakunya saja yang menjelaskan," kata Xander melirik ke arah belakang lalu bertepuk tangan tiga kali. Memberi kode pada anak buahnya untuk membawa hadiah kejutan lainnya.


Semuanya mengikuti arah tatapan Xander, Joana yang menyadari pertama kali melihat Marvin langsung memejamkan matanya erat. Sial! Kenapa pria itu bisa tertangkap.


"Marvin?" seru Melisa tak kalah syoknya, bukankah pria itu yang bersama dengan Joana di video tadi. Apa jangan-jangan ...


"Ya, Joana pasti sudah mengenalnya bukan? Marvin Bernando, seorang Manager sekaligus menjadi kekasih gelap Joana. Benar begitu?" ujar Xander melirik Marvin tajam.


"Benar," sahut Marvin menundukkan wajahnya, ekspresinya lesu dan terlihat masih babak belur.


"Bohong! Dia bohong Pa!" teriak Joana tak ingin kedua orang tuanya berpengaruh.


"Kalau dia bohong, lalu bagaimana dengan ini?" Stella mengambil sebuah amplop putih dan menyerahkannya pada Melisa.

__ADS_1


Melisa menerima amplop itu dengan tangan gemetar, di sana berisi sebuah laporan rumah sakit dan juga foto-foto saat Joana dan Marvin pergi ke tempat aborsi. Melisa benar-benar syok dan tak percaya dengan ini semua.


Medison langsung mengambil amplop itu dan melihatnya. Ia tak kalah terkejut dan marah tentunya karena Joana telah membohonginya.


"Papa, Mama, jangan percaya mereka Ma. Mereka pasti sudah membayar orang ini untuk bersekongkol dengannya," Joana kembali menjelaskan, berharap bisa membuat kedua orang tuanya percaya.


"Kalau bukti itu memang belum cukup kuat, apa aku perlu memanggilkan dokter yang sudah memeriksa mu? Kau bahkan juga diantar oleh Bibimu ini saat berangkat kesana," ujar Xander sinis.


"Lalu, kalau kau sudah membuktikan ini ingin apa? Joana tidak akan melakukan ini kalau kau tidak meninggalkannya!" sentak Tania ingin sekali wajah Xander kalau ia bisa.


"Bibi jangan terus membela Joana, taukah Bibi, kalau pepatah mengatakan, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Itulah yang terjadi pada Joana saat ini, dia menjadi wanita licik karena ibunya juga licik!" ucap Xander mengeluarkan bom yang membuat semua orang tercengang.


"Apa maksudmu?" tanya Medison mengepalkan tangannya erat.


"Bukankah Paman sudah tahu kalau Joana bukanlah putri kandung Paman? Jika sudah, maka orang yang ada dibalik semua ini tidak lain adalah wanita yang menjadi adik paman sendiri!"


Melisa memegang dadanya yang langsung nyeri. Ia seperti mendapatkan pukulan gada yang luar biasa menyakitkan. Ia menatap Tania seolah meminta penjelasan.


"Tania ..." ucapnya dengan suara bergetar.


"Diam kau Tania!" teriak Medison berang, matanya memerah menatap Tania sangat tajam.


"Kak Medi, Kakak juga lebih percaya dia daripada aku? Siapa yang selama ini membantu kalian dari nol sampai menjadi seperti sekarang? Aku kak! Aku yang merelakan masa mudaku hanya untuk membantu usaha kalian!" Tania menjerit histeris, ia menggunakan kebaikannya untuk membuat Kakaknya berpikir ulang.


"Omong kosong! Kau bekerja denganku juga bukan cuma-cuma! Aku membayar mu bahkan lebih mahal dari pegawaiku karena kau adalah adik dari istriku! Tapi kenapa kau tega menukar anakku dengan anak haram itu!" Medison yang sudah emosi tak lagi memikirkan apapun, puluhan tahun dia hidup dalam kebodohan karena memelihara anak dari wanita yang sangat jahat dan malah membuang anaknya sendiri.


"Tania! Katakan padaku, kenapa kau melakukan ini padaku Tania!" Melisa memegang kedua lengan Tania seraya terus menangis. Hatinya lebih hancur, bahkan sangat hancur karena adiknya sendiri yang sudah menghancurkan hidupnya.


"Bukan aku kak, Xander hanya berbohong, percaya padaku," Tania masih tak ingin mengaku, ia memikirkan masa depan Joana jika sampai keluarga ini membuangnya.


"Lebih baik katakan saja Bibi, jujur itu lebih baik daripada semuanya terbongkar dengan sendirinya," kata Xander.

__ADS_1


"Diam kau! Puas kau sekarang? Puas kau menghancurkan Joana? Sekarang apa lagi yang kau inginkan!" bentak Tania memandang Xander dengan tatapan membunuh.


"Aku sudah memberi kesempatan untuk Bibi mengakuinya sendiri, tapi ternyata Bibi masih ingin bertahan dengan kebohongan ini. Baiklah, mungkin memang seharusnya Paman dan Bibi Melisa melihat video ini,"


Xander langsung memutar kembali video rekaman percakapan Bibi Tania dan Alex yang ingin melenyapkannya saat itu. Ia sudah muak dengan wanita seperti Bibi Tania, sudah bersalah, bukannya meminta maaf tapi malah sibuk menyalahkan orang lain.


Di rekaman itu semuanya terdengar jelas kalau Bibi Tania yang sudah menukar anaknya dengan anak Kakaknya. Melisa hampir saja ambruk kalau saja Medison tidak menangkapnya.


"Semuanya sudah jelas kalau kau memang yang sudah menukar putri kami. Sekarang katakan dimana putriku yang asli!" Medison hampir saja mencekik wanita iblis itu karena sangking emosinya. Ternyata wanita yang selama ini dianggap keluarga, justru menjadi musuh dalam selimut.


"Aku tidak tahu Kak," kata Tania sampai mati pun tak akan memberi tahu siapa anak kandung Kakaknya. Biarlah Stella sialan itu tidak pernah bertemu orang tuanya selamanya.


"Katakan sekali lagi kau tidak tahu!" teriak Medison membanting vas bunga hingga hancur berkeping-keping. Ia adalah orang yang sangat sabar, tapi jangan ditanya kalau ia sedang marah, ia pasti tak akan pandang bulu.


Tania menutup telinga nya seraya menggelengkan kepala. Ia menatap Joana yang terlihat sangat terpukul dengan ini semua. Apakah ia harus mengatakan semuanya sekarang?


"Cepat jawab!" teriak Medison lagi lebih keras dari sebelumnya.


"Anak kandung Kakak adalah ... "


Happy Reading.


Tbc.


Hai hai guys ... ketemu lagi kita guys ...


Author mau rekomendasiin novel bagus nih guys ...


Mampir ke karya teman author yuk ... Ceritanya seru banget gengs ....


Judul : Aku Yang Kaubuang

__ADS_1


Author : Ayuza



__ADS_2