Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam
Kepergian Stella.


__ADS_3

Stella melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa, selama ia masih berada di wilayah Apartemen Xander, ia merasa belum aman dan harus secepat mungkin pergi dari sana. Karena tak begitu memperhatikan jalan, Stella tak sengaja menabrak seseorang yang berada di depannya.


"Maaf, maafkan Saya, Saya …" Ucapan Stella menggantung saat melihat orang tak sengaja di tabraknya. Ekspresinya seketika saja berubah terkejut.


"Kak Niel?" serunya kaget.


"Berjalanlah lebih pelan, kau sedang hamil," ucap Daniel tak bisa menyembunyikan nada cemas di dalam suaranya.


"Kakak kesini untuk apa? Kita harus secepatnya pergi, Kak" ucap Stella panik dan menatap sekelilingnya, ia takut jika sewaktu-waktu ada yang menangkapnya lagi.


"Kau yakin akan pergi?" Daniel ingin memastikan sekali lagi jika Stella tak akan menyesali keputusannya ini nanti.


"Yakin, aku sangat yakin Kak" ucap Stella mantap, ia sudah berdamai dengan segalanya, dan ia sudah memantapkan hatinya untuk mencoba melupakan Xander meski hal itu terasa sangat mustahil.


"Baiklah, kita akan pergi sekarang, Ayo" ucap Daniel mengangguk singkat, ia mengulurkan tangannya pada Stella.


Stella terdiam sesaat menatap uluran tangan Daniel. Ia lalu menyambut uluran tangan itu dan segera pergi meninggalkan tempat yang menjadi neraka baginya. Stella yakin, saat Xander terbangun nanti, ia sudah tidak berada lagi di kota ini.


"Apa mungkin kau akan menyesal jika aku pergi?"


Stella menggelengkan kepalanya, tak mungkin rasanya Xander akan menyesal. Pria itu pasti akan sangat bahagia karena bisa hidup bersama wanita yang dicintainya.


******


Xander terbangun saat mendengar ponselnya yang berdering sangat keras. Suara itu terasa memekakkan telinga membuat Xander mau tak mau membuka matanya yang masih terasa lengket.


"Halo …" ucapnya dengan suara parau. Ia memijit pelipisnya yang terasa sedikit pusing.


"Halo, kau ini kemana saja, kenapa baru mengangkat telepon? Apa kau tidak tahu aku sudah menelepon mu ribuan kali," Joana langsung menerocos mengeluarkan segala omelannya karena Xander tak mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Aku baru saja bangun, ada apa?" sahut Xander menyeret tubuhnya malas, ia duduk dan menatap sekelilingnya yang ternyata masih berada di kamar Stella.


Xander baru ingat kalau semalaman ia baru saja bercinta dengan begitu panas bersama Stella. Xander benar-benar merasa sangat puas karena Stella cukup pintar mengimbanginya. Tapi sekarang dimana wanita itu?


"Aku memintamu datang ke Apartemen sekarang, semalaman kau kemana? Kenapa kau tidak menjawab teleponku? Apa jangan-jangan kau bersama Stella?" tuduh Joana langsung berpikiran macam-macam.


"Apa yang kau katakan? Tentu saja tidak," ucap Xander mengelak tuduhan itu.


"Baiklah, awas saja ya kalau kau bohong. Sekarang datanglah ke Apartemen, antarkan aku ke lokasi pemotretan. Mobilku sedang di servis," ucap Joana langsung memutuskan panggilan itu sepihak, tak memberi Xander waktu untuk sekedar menjawab atau membantah.


Xander berdecak kesal, semakin hari ia rasa hubungannya dengan Joana semakin hambar. Wanita itu sangat aneh dan tak bisa ditebak, berulang kali Xander ingin mengajak Joana menikah, tapi selalu saja ada alasan yang dikatakan oleh wanita itu untuk menolak.


"Halo Luke, apa kau sudah mendapatkan apa yang aku minta?" Xander memutuskan untuk menghubungi Luke, beberapa hari terkahir ini entah kenapa ia sangat mencurigai tingkah Joana.


"Sudah Tuan, saya akan memberikan sebuah rekaman CCTV kepada Anda,"


"Bawa saja dulu, hari ini aku akan pergi bersama Joana.  Nanti aku akan mengabari mu lagi," ucap Xander menutup panggilan teleponnya lalu turun dari ranjang dan memakai pakaiannya.


"Selamat pagi, Tuan" ucap Ming menyapa seperti biasa.


"Hm, kemana Stella?" tanya Xander celingukan mencari wanita itu, namun ia tak menemukannya.


"Nona Stella sedang berada di ruang baca Tuan, ini Saya akan mengantarkan teh untuk beliau, Tuan ingin sarapan sekarang?" ucap Ming sengaja masih berada disana untuk mengalihkan perhatian Xander. Karena jika Ia pergi sekarang, pria itu pasti akan tahu kalau Stella juga pergi dan mereka bersekongkol.


"Di ruang baca? Aku akan melihatnya," kata Xander entah kenapa merasa ragu kalau Stella berada disana.


"Untuk apa Tuan?" seru Ming terkejut saat Xander akan melihat Stella langsung.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" ucap Xander mengangkat alisnya, heran dengan sikap Ming yang menurutnya aneh itu.

__ADS_1


"Tidak, maksud Saya tadi Nona Stella mengatakan tidak mau diganggu," kata Ming mencari-cari alasan.


"Memang dia pikir siapa ingin mengaturku?" sergah Xander tak menghiraukan ucapan Ming, ia tetap saja berjalan menuju ruang baca yang berada di lantai dua.


Ming sudah sangat ketar-ketir, takut jika semua kebohongannya terbongkar saat ini. Sepertinya ia akan habis ditangan Xander, pikirnya.


Xander melangkahkan kakinya dengan cepat, ia sempat berhenti sejenak menatap pintu ruangan itu, namun ia tetap ingin membukanya. Saat ia akan menarik kenop pintu, tiba-tiba saja ponselnya kembali berdering membuat Xander mengurungkan niatnya.


"Halo …" ujar Xander sedikit kesal karena Joana kembali menghubunginya.


"Kau dimana? Kenapa lama sekali?" Joana kembali mengomel dengan suaranya yang melengking.


Xander menjauhkan ponselnya karena suara Joana seperti akan merusak gendang telinga nya.


"Aku masih di rumah, bersabarlah sebentar," kata Xander mencoba bersabar.


"Sabar bagaimana? Ini itu sudah siang Xander, kau mau aku terlambat? Kau juga pasti tahu kalau karirku bisa saja hancur hanya karena masalah seperti ini," sembur Joana sangat tak sabar sekali rasanya.


"Aku akan datang sekarang," cetus Xander segera mematikan ponselnya. Kepalanya terasa berdenyut mendengar suara Joana yang sedang marah-marah tak jelas itu.


Xander meninggalkan ruangan itu sebelum ia melihat Stella. Ia tak ingin mendengar lagi omelan Joana jika ia datang menjemput wanita itu nanti. Sekarang Xander jadi berpikir ulang, kenapa dia bisa jatuh cinta dengan wanita seperti Joana. Apakah ada yang salah?


Ming menghela nafas lega saat Xander tidak jadi melihat Stella di ruang baca. Akhirnya tugasnya sekarang sudah beres dan ia tinggal menjalankan satu rencana lagi lalu pergi meninggalkan tempat ini.


Happy Reading.


Tbc.


__ADS_1



Guys mampir ke karya bestie author ya, dijamin ceritanya seru banget. Baca sinopsisnya di banner! Cekidot kuys 🥰


__ADS_2