
Bangku pinggir kebun baru menjadi lokasi untuk para istri berkumpul. Aneka makanan ringan dan jus berserakan di meja. Bergosip paling enak ditemani cemilan.
"By the way, Zack gimana Mei? Aku lihat kalian makin dekat," seru Angel.
"Masih jalan ditempat, suka bingung sih sama sikap dia. Kadang manis, kadang judes, setiap hari perasaanku campur aduk..."
"Pepet aja terus, aku yakin Kak Zack itu udah ada rasa," sahut Silvi.
"Serang dia dengan perhatian!" imbuh Naina.
"Maunya juga gitu, tapi kamu nggak tau aja dia lebih mentingin yang lain,"
Angel hampir tersedak.
"Maksudmu dia masih main cewek gitu? Setahuku semua ceweknya udah bubar." ucapnya.
"Enggak...Itu loh Si Monica, mobil dia!"
"Eh seorang buaya betina original kalah dengan mobil?" seloroh Aryn.
Mereka semua tertawa.
"Ya emang itu faktanya. Sejak Zain pergi, Monica balik lagi dibawa Zack. Perhatian Zack ke mobilnya itu bukan main. Dielus-elus, diajak ngobrol. Kalau tiba-tiba hujan nih, atau salju turun, dia pasti langsung turun ke basement. Ngapain coba?" Mei bercerita.
"Ngapain?" sahut mereka semua.
"Saya tahu, pasti dia ngasih cover ya buat Monica?" seru Glen.
"Ya begitulah, sedangkan aku. Aku aja tidurnya masih dikamar yang terpisah."
Silvi tertawa sampai memegangi perutnya.
"Sulit juga kondisinya, apalagi kalian dulu menikah karena kecelakaan. Wajar saja hubungan kalian masih canggung," ucapnya.
"Tapi nanti pasti lama-kelamaan jadi bucin say! Lihat aku nih, aku dulu juga menikah karena kecelakaan, sekarang Samuel lengket terus kayak kena lem cap gajah," sahut Angel.
"Aku juga, kalian tahu kan aku menikah dengan Dave itu karena dipaksa plus diancam. Tapi lihatlah sekarang dia gimana. Sama Davin aja cemburu say! Di rumah aku merasa wanita paling cantik yang jadi rebutan," Aryn turut menceritakan dirinya dan Dave.
"Kapan ya aku bisa merasakannya?" Mei cemberut.
"Kamu jangan menyerah, Mei! pernikahan bukan mainan loh, rebut cinta Zack! Kata orang nih ya, kalau mau ambil hati orang melalui perutnya," Naina mengelus pundak Mei.
"Maksudnya?" Mei malah bingung.
Naina menepuk dahinya sendiri.
"Maksudnya, kamu masak buat Zack gitu. Penilaian Zack sama kamu pasti berubah." jawabnya.
"Dari perut turun ke hati!" sahut Aryn, Angel, dan Naina kompak.
Glen menyimak obrolan para istri itu sambil mengunyah makanan di mulutnya. Inilah asiknya bergabung dengan geng istri. Segala macam topik pasti dibicarakan.
"Jadi gitu ya, memasak....Bukannya aku nggak mau, bikin telur mata sapi aja cangkangnya ikut gosong di penggorengan. Aku yakin, dari perut tidak akan turun ke hati Zack, tapi langsung ke toilet!" Mei menggerutu.
Mereka semua tertawa.
"Ikut kurus masak aja dulu, kak!" Silvi memberikan usul.
"Atau belajar masak sama mama mertua aja!" Angel turut memberikan usul.
"Mama mertua? Dia juga nggak bisa masak. Aku takut kalau masak sama Mama Emmy lagi. Terakhir kami masak, pot bunga di depan rumah mama pecah!" jawab Mei.
"Kok bisa?"
__ADS_1
"Kena lemparan kue buatanku dan Mama Emmy," lirih Mei.
Lagi dan lagi mereka tertawa. Glen sampai tersedak karena ia tertawa terbahak.
"Aku belajar masak sama kamu aja ya, Na?" Mei berbicara pada Naina.
Uhuk uhuk.. Naina tersedak jus yang sedang ia minum, "Ken cinta mati sama aku, Mei! Ya, aku nggak bisa masak nggak masalah," Naina cengar-cengir.
"Kalian semua juga nggak bisa masak?" Mei menatap yang lainnya.
Angel, Aryn, dan Silvi mengangguk.
"Terus kenapa nyuruh-nyuruh aku belajar masak?" keluh Mei.
"Supaya Zack cinta kamu, Mei! kalau kita kan udah dicinta sama suami," sahut Aryn.
"Malah suami kita yang jago masak," imbuh Silvi.
Mei cemberut sedangkan mereka tertawa.
"Belajar masak sama saya aja," Glen memberi usul.
"Males," jawab Mei.
Dibalik keceriaan Angel dan Naina, ada suami mereka yang menjaga anak mereka. Samuel dengan telaten menjaga Kelyn yang berlarian di dekat kebun bunga setengah jadi itu. Ken menggendong Arthur, putranya yang berusia 5 bulan di pangkuannya. Bukan istri mereka yang menyuruh mereka mengasuh anak. Tapi mereka berdua yang ingin mengasuh anak mereka agar mommynya bisa mengobrol bersama dengan sahabatnya.
"Davin nggak ikut, Dave?" tanya Ken.
Dave, Zack, dan Reza bergabung dengan Ken.
"Lagi dirumah omanya, biasa main sama Uncle Desmon," jawab Dave.
"Sepi dong di rumah, buat satu lagi biar Davin nggak perlu jauh-jauh mainnya," Ken terkekeh.
"Sebentar lagi juga punya temen main bola dari tetangga sebelah," Dave melirik Reza.
Reza mengangguk seraya tersenyum. Baru kemarin Reza mengantar Silvi ke rumah sakit. Hasil USG menunjukkan bayi mereka berjenis kelamin laki-laki.
"Karena itu Anak Reza tidak bisa dijodohkan dengan Arthur juga!"
"Anak belum bisa bilang papa sudah lo jodoh-jodohin," Reza terkekeh.
"Jodohin sama Anak Samuel aja nih!" Dave mencubit pipi chubby Kelyn.
Melihat sahabatnya berkumpul Samuel mengajak Kelyn bergabung bersama mereka.
"Jangan sentuh Elyn, Uncle!" Kelyn cemberut.
"Maaf cantik, uncle hanya gemas!"
"Apin mana uncle?" Kelyn celingukan.
"Di rumah Uncle Desmon, kenapa kamu mencari Davin?"
"Elyn rindu Apin," jawab Kelyn malu-malu.
Bapak-bapak tampan itu tertawa.
"Tau kan kenapa gua dan Ken tidak menjodohkan Arthur dengan Kelyn. Kelyn itu suka Davin," Samuel masih tertawa.
"Bukan hanya itu saja! Kalau dijodohin sama Arthur nanti Kelyn dapet berondong dong," imbuh Reza.
Mereka semua tertawa.
__ADS_1
"Nanti Arthur gua jodohin sama anak lo aja, Dave! Kalau anak kedua Reza nanti cewek juga boleh. Siapa tau Arthur jadi rebutan!" Ken menciumi pipi gembul Arthur.
"Masih banyak pria tampan diluar sana," cicit Dave.
Reza dan yang lainnya membenarkan.
"Kalian nggak lihat, Arthur itu sudah punya gejala tampan," seloroh Ken.
Tawa mereka pecah.
"Gua mau jodohin kucing gua ada yang minat nggak?" celetuk Zack.
"Cie yang belum punya anak...." Samuel meledek.
"Bikin aja belum ya?" imbuh Dave.
"Bikin? Nempel aja belum hahaha..." Reza ikut-ikutan.
"Ledek aja gua terus, sekali bikin gua langsung dapet 1 gratis 2 nanti!" Zack menggerutu.
Preettt....Ucapan Zack hanya angin kentut yang diabaikan sahabatnya.
"Jangan buat rencana yang tinggi-tinggi, nyatain perasaan aja dulu!" Dave menepuk bahu Zack.
"Berani nggak?"
Zack terdiam, dalam hati ia juga ingin melakukannya.
"Lo cinta kan sama Mei? Atau jangan-jangan...." Samuel menatap Zack curiga.
"Cintalah!" protes Zack.
"Ciiieee......" Zack disoraki.
Pipi Zack merah.
"Pake salting segala, kayak gadis perawan aja Zack Zack!" Reza meledek.
"Diam lo!"
"Jangan ngomong yang jelek-jelek, ada Kelyn disini woy!" ucap Samuel.
"Kasih ke mommynya aja!" jawab Zack judes.
"Lo nggak lihat? Istri gua sedang tertawa bersama sahabatnya. Sekali-kali dia juga harus meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Masa ngurus anak terus," Samuel menatap Angel dari kejauhan.
Dave dan yang lainnya juga melakukan hal yang sama. Istri mereka duduk bersama di dekat kolam. Mereka semua terlihat sangat bahagia.
"Glen merusak pemandangan," celetuk Reza.
"Ya makannya liat Silvi aja jangan liat Glen!" sahut Dave.
Mereka tertawa.
"Reflek aja liat Glen, paling sok cantik dari istri-istri kita," Reza masih tertawa.
Jika Glen tahu geng suami lebih serumpi ini dari geng istri pasti dia menyesal.
"Mei terlihat sangat cantik saat tertawa," lirih Zack yang masih bisa didengar oleh sahabatnya.
"Zack mulai mengalami gejala cinta, sebentar lagi positif bucin juga lo!" Ken meledek.
Zack terdiam, bukan karena kesal. Tapi ia menanyakan pada dirinya sekali, apakah dirinya benar-benar telah jatuh cinta?
__ADS_1
..................
Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!