
Bayi Silvi dan Reza dibawa masuk ke ruang perawatan Silvi. Bayi laki-laki menggemaskan itu tertidur pulas dalam gendongan perawat. Hingga dipindahkan ke pelukan mamanya pun, dia tidak terusik sama sekali.
"Nih, ini yang diwariskan dari Silvi nih. Ngebo-nya sama, mau dipindahkan, digulung-gulung, nggak akan bangun wkwkwk..." seru Erick.
Mereka tertawa.
"Papa ih!" protes Silvi.
"Tapi matanya, hidungnya, bibirnya, mirip Reza semua ini!" seru Katy.
"Itu artinya gen kami lebih kuat!" seru Zela sombong.
Bayi Silvi dan Reza dikerubungi semua orang. Pipinya ditoel-toel dan dicium tapi tetap pulas tidurnya.
"Lucu banget, pengen bungkus bawa pulang!" seloroh Samuel.
"Anak gua bukan kacang, main bungkus aja!" protes Reza.
"Hehehe....Kalau Kelyn ikut tadi, mau gua langsung jodohin sama anak lo, Za! Cakep bener!" seru Samuel.
Baik Kelyn, Davin, ataupun Arthur tidak dibawa ke rumah sakit. Karena anak kecil tidak boleh masuk ke kawasan rumah sakit. Besok jika Bayi Reza dibawa pulang ke rumah baru mereka akan mengenalkannya dengan anggota baru geng mereka.
"Ogah, ntar anak gua sama tante-tante!" Reza terkikik.
"Dijodohin sama anak gua aja ya, Za! Ada 3 nih," seru Zack, ia menunjuk perut Mei.
"Duh, semoga anak aku ada yang cewek, biar bisa dapet mantu ganteng wkwkwk..." imbuh Mei.
"Nanti kalau yang 2 cewek semua, yang satu sama Arthur yang satu sama anak Reza ya, sayang! Terus yang cowok, biar dibikin jodoh sama Dave!" Zack merangkul Mei.
Mereka tertawa.
"Kalian ini! Anak masih kecil dijodoh-jodohin!" Erick geleng-geleng kepala.
Dave melihat wajah bayi Reza dari dekat, kemudian ia diam sejenak.
"Ah masih gantengan Davin!" cicit Dave.
"Huuuuuuu....." Semua bersorak.
"Semua ganteng, tapi tetap gantengan Arthur!" Ken ikut-ikutan.
"Huuuuuuuu...." mereka juga menyoraki Ken.
"Sudah sudah, semua ganteng kok! Dan Kelyn yang paling cantik!" seru Samuel.
"Iya, cantik. Cantik sendiri, karena nggak ada saingannya, Samsul!" sahut Reza.
Mereka tertawa.
"Sudah kamu siapkan namanya, Za?" tanya Zela.
"Belum, mi!"
"Yeah, gimana mau nyiapin tante... Ingusnya meler semua nungguin lahiran, pasti lupa semua nama yang dipilih!" seloroh Zack.
"Awas lo, Zack! Liat aja besok waktu Mei lahiran, belum lahiran aja lo udah mellow wkwkwk..." Reza terkikik.
Zack terdiam, niat mau mengejek malah diejek balik. Mereka semua menertawai tingkah Zack.
"Honey, masa lupa sih! Kita sudah pilih namanya seminggu yang lalu," Silvi memerotes Reza.
Reza diam mengingat, "Oh iya, sudah ada namanya!" seru Reza.
"Katakan!" seru Edgar dan Erick.
__ADS_1
"Namanya Arion. Arion Albert... Arion artinya mempesona san memikat," ucap Reza dengan bangga.
Mereka bertepuk tangan.
"Asal jangan dididik jadi buaya ya, Za!" celetuk Ken.
"Diam, lo!" Reza melotot.
Ken cengar-cengir.
"Hi Arion!" Silvi mencium pipi putranya.
Baby Arion tersenyum tipis dengan mata yang masih terpejam.
"Lihat lihat, dia senyum!" pekik Reza.
"Gemasnya..."
Reza tidak menyia-nyiakan momen itu. Ia langsung mengeluarkan ponsel dan mengambil foto Baby Arion. Tidak bisa dipungkiri, putranya sangat tampan.
"Glen, ngapain di situ?" seru Zack.
Mereka semua menoleh, Glen duduk di sofa sendirian. Glen datang sejak jam 5 sore tadi. Ia memilih duduk di sofa, ia tadi sudah melihat bayi bosnya dan mentoel pipinya.
"Duduk," jawab Glen.
"Gabung sini, ah! Kaya anak ilang lo!" sahut Ken.
"Males ah, saya nggak tau obrolan kalian."
Mereka tertawa.
"Lupa, dia jomblo sendiri di sini!" seru Dave.
"Apa perlu dicarikan jodoh?" sahut Edgar.
"Bagaimana tipe cewekmu?" tanya Edgar.
"Yang jelas harus cantik, bohay, tulus, irit, tidak boros, tidak matre, dan rajin menabung tuan!" seru Glen.
Edgar tertawa.
"Kau cari sendiri saja kalau begitu," Edgar terkikik, wajah Glen seketika muram.
Kehebohan mereka baru meredam saat seorang perawat masuk ke ruangan itu.
"Sekarang waktunya untuk menyusui bayinya, nona!" ucap perawat itu.
"Baik, terima kasih!" jawab Silvi.
"Apakah perlu saya bantu?"
"Terima kasih, tapi kami bisa membantunya!" jawab Katy.
"Baik, saya permisi!" perawat itu meninggalkan ruang rawat Silvi.
Mami Zela, Katy, Aryn, dan yang lainnya mendekat ke bed Silvi. Mereka semua telah berpengalaman dalam hal ini. Reza masih bertahan di posisinya. Ia terkejut saat Erick, mertuanya hendak mendekat ke bed juga.
"Papa mau apa?"
"Mau lihat lah!" sahut Erick ketus.
"Tidak boleh!" seru Reza.
"Kenapa tidak boleh, dia putriku,"
__ADS_1
"Tidak boleh, pa! Dia istriku," Reza protes.
"Ayo kalian semua keluar! Dave, lo juga keluar!" Reza menyuruh para pria keluar.
Reza menutup pintu ruang rawat Silvi dengan rapat. Tidak ada pria manapun yang boleh melihat aset istrinya. Di dalam, Mama Zela dan Katy membimbing Silvi untuk meletakkan Baby Arion di dadanya. Baby Arion langsung bergerak mencari ******, rupanya Baby Arion sudah sangat lapar. Tapi lucunya masih saja betah tidur.
"Pintarnya..." ucap Aryn, Baby Arion berhasil dan langsung menyedot air susu dari buah dada Silvi.
"Aku besok gimana ya, bayiku ada 3," seru Mei.
"Gantian dong, Mei!" Aryn terkikik.
"Belajar dari kucingku noh!" Naina terkikik.
Mereka tertawa.
"Habis buah dadaku diminum 3 bayi sekaligus," Mei memegangi asetnya.
"Kamu bisa kasih susu formula juga, Mei!" Katy memberikan saran.
Mei mengangguk, " Terima kasih sarannya, tante!"
Di sisi lain, melihat Silvi sedang menyusui Baby Arion, Reza mendadak jadi mupeng.
"Ya elah, Za! Liat anak sendiri minum langsung mupeng! Gimana mau puasa 40 hari," seloroh Angel.
"Sebenarnya puasa apa sih?" Reza kesal.
"Anak mami yang paling tampan se-komplek, setelah Silvi melahirkan kamu harus puasa ML selama 40 hari. Karena Silvi mengalami nifas," seru Zela.
"Apa lagi itu nifas?"
"Menantu mama yang paling pintar se-komplek dengarkan ini, nifas artinya keluarnya darah yang keluar dari rahim setelah melahirkan. Dan akan berlangsung selama 40 hari atau sampai benar-benar bersih darahnya," Katy menambahi.
"40 hari? Tidak bisa dipersingkat saja?" keluh Reza.
Zela menepuk dahinya sendiri.
"Tidak bisa, honey!" seru Silvi.
Reza menekuk wajahnya.
"Jadi inget waktu melahirkan Apin, setiap hari Dave selalu tanya 'Udah selesai belum?' sampe jengah aku, kemana-mana diikutin!" Aryn terkikik.
"Apalagi Si Sam, Ryn! Pusing aku tiap malam harus memutar otak biar bisa mengalihkan otak mesumnya. Dari nonton film sampai aku ajak main ular tangga biar nggak rewel," sahut Angel.
"Semua suami kayaknya begitu deh, say! Daddy Ken juga sama soalnya, jangankan 40 hari. Baru seminggu saja sudah tidak kuat ngangkat kepala." Naina menyahut.
Mereka tertawa.
"Kalian para wanita tidak akan merasakan pusingnya menahan gejolak tanpa pelepasan," Reza kesal.
"Kalian para pria kan juga tidak merasakan sakitnya melahirkan! Apalagi seperti aku ini, melahirkan 3 bayi sekaligus!" cicit Mei.
"Tuh dengar tuh!" Naina menyahut.
"Ish! Sudahlah, honey! 40 hari itu cepat kok!" Silvi cengar-cengir.
Reza duduk lemas, ia tiduran di lengan kiri Silvi.
"Punya dua bayi kamu, Sil!" Zela terkikik.
Silvi tertawa.
....................
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!