Psikopat Semakin Bucin

Psikopat Semakin Bucin
PAHLAWAN JADI BEBAN


__ADS_3

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat selalu ya!


.............


Zack memarkirkan mobilnya di tepi jalan depan gedung apartemen. Ada beberapa orang polisi yang berjaga, mereka memasang garis polisi di sekitar daerah itu. Keadaan sekitar apartemen sangat kacau. Tong sampah bergelimpangan, batu bertebaran di lantai depan. Di depan loby ada dua orang pria, sepertinya anak buah Reza. Dan ada beberapa orang lagi berkumpul di bawah pohon. Kondisi mereka lebam dan sedikit berantakan. Zack bisa melihat polisi juga sudah berhasil membekuk beberapa orang yang menyerang apartemen.


Zack sebenarnya merasa kesal, pertama kali polisi terlibat dalam urusannya. Ia meninggalkan mobilnya dan berjalan menuju ke gedung apartemen. Polisi melarangnya, Zack tetap nekat.


"Berbahaya jika anda pergi ke lantai itu," ucap salah satu polisi.


"Ada teman saya di dalam," jawab Zack.


"Kami yang akan menyelamatkannya!" Polisi menahan Zack agar tidak nekat masuk.


"Kalian saja santai-santai di sini, bagaimana bisa aku percaya? Lebih baik kalian pergi dari sini! Minggir!" Zack memberontak.


"Pasukan bantuan akan segera datang, tuan! Kami akan meringkus sisa penjahat yang ada di lantai itu! Tolong bersabar!" seru polisi.


Saat lengah, Zack berhasil memberontak. Zack geram, polisi itu tidak bertindak cepat.Ia harus segera ke apartemen Mei. Sebelum terjadi sesuatu pada gadis itu. Zack merasa cemas sekali sekarang. Zack berlarian masuk ke gedung apartemen yang mewah itu. Ia berdiri dengan cemas di depan lift. Saat pintu lift terbuka, banyak sekali orang yang keluar dari lift itu. Penghuni unit apartemen lain pasti takut, jadi mereka keluar dari apartemen.


Ting,


Pintu lift terbuka di lantai 12. Sepi, seperti tidak ada orang di lantai ini. Zack berhenti sebentar di depan lift. Ia meraba sakunya, untung ada pistol. Sudah lama Zack tidak bertarung, mungkin ototnya sedikit kaku. Zack meregangkan tangannya sebentar. Gerakannya terhenti saat ia mendengar suara langkah kaki. Zack bersembunyi di balik tembok dengan cepat. Suara derap langkah itu semakin dekat. Zack sampai menahan napasnya. Dua orang pria muncul dari lorong penghubung.


Bug bug,


Kedua pria itu jatuh pingsan sebelum menyadari apa yang terjadi. Zack memukul leher belakang kedua pria itu. Ia menyunggingkan senyum devilnya. Zack bergerak perlahan sembari memperhatikan kondisi sekitar. Pintu apartemennya tertutup rapat, ia merasa lega. Di seluruh selasar lorong lantai ini, banyak benda berserakan. Bolam lampunya juga dipecahkan, jadi sedikit gelap di sini. Tidak banyak unit apartemen yang ada di lantai ini, karena memang tergolong unit spesial. Ruangannya luas jadi hanya ada sekitar 6 unit saja. Beberapa unit, terlihat sepi bahkan lampunya mati. Penghuninya pasti sudah pergi karena takut.


Yang membuat Zack takut sekaligus bigung adalah unit apartemen Mei. Lampunya terlihat terang benderang walaupun pintunya tertutup. Malah terlihat seperti club. Cahaya warna-warni yang berkedip keluar melalui sela-sela bawah pintu. Samar-samar terdengar lagu dimainkan di dalam apartemen itu. Zack memijat pelipisnya. Semua orang dibawah khawatir dengan kondisi Mei. Tapi wanita itu malah berdisko ria di apartemennya.


Dari kejauhan Zack bisa melihat empat orang pria bertubuh besar duduk di pinggir balkon lorong. Dekat dengan unit apartemen Mei. Keempat pria itu masing-masing membawa pistol dan senjata tajam. Bahkan ada yang membawa kapak. Zack berjalan perlahan untuk semakin mendekat ke arah mereka. Zack memanfaatkan dinding dengan lebar 30 cm pembatas pintu antar unit. Ia bersembunyi di balik dinding sempit itu. Zack semakin dekat dengan orang-orang itu. Ia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Kau yakin orang yang tinggal di apartemen ini wanitanya Zack?" seru salah satu dari mereka.


"Yakin, bos sendiri yang mengirimkan informasi itu!" jawab pria yang sedikit buncit perutnya.


Salah satu dari mereka, yang tubuhnya sedikit lebih pendek dari mereka menggedor pintu Mei. Zack hanya tertawa pelan, Mei tidak membukakan pintu itu. Memang unik wanita itu, pikir Zack.


"Kenapa kita buang-buang waktu di sini? Pemimpin kita sudah dihabisi, sekarang kita dobrak saja pintunya! Kita bawa wanita itu dan kita bunuh di hutan!"


"Bodoh! Kau pikir pintu itu seperti pintu kontrakanmu yang mudah di dobrak? Kuncinya saja pakai sandi," seru pria buncit.


"Serahkan padaku!" salah satu pria merogoh saku jaketnya.


Dari saku jaketnya itu, keluar sebuah obeng. Kalau dilihat dari tampangnya, Zack menduga pria itu ahli untuk urusan membobol pintu. Zack mengepalkan tangannya. Musuh mereka memang selalu licik. Selalu mengincar orang terdekat. Sebelum pintu apartemen Mei berhasil dibuka, ia harus melakukan sesuatu.


Zack melihat ada kaleng soda menggelinding di lantai, ia mengambilnya perlahan. Lantas Zack melemparkan kaleng itu ke arah yang berlawanan dengannya.


Prang,


Dua orang pria berlari ke sumber suara untuk mengecek.Saat dua pria itu lewat, Zack merapatkan tubuhnya ke dinding agar tidak ketahuan. Lantas Zack beraksi. Ia berjalan merayap di dinding untuk mengikuti dua pria itu. Di ujung lorong dekat lift, Zack melancarkan aksinya.


Bug bug,


Zack memukul leher dua pria itu dengan keras. Mereka pingsan seketika. Zack menyeret mereka dan menyembunyikannya di gudang kecil depan lift. Di dalam gudang itu ada dua orang lain yang dipukul Zack tadi. Gudang kecil itu sekarang memuat empat orang.Kalau mereka kehabisan napas, itu lebih bagus.


"Aku jadi kayak ninja gini ya," Zack tertawa kecil setelah menutup pintu gudang itu.


-----------------------------


Di depan gedung apartemen,


Ciittttt,


Mobil Dave berhenti di samping mobil Zack. Dave, Reza, dan Samuel bergegas turun dari mobil. Mereka langsung disambut oleh anak buah Reza.


"Bagaimana ini bisa terjadi, kenapa kalian membiarkan orang-orang itu masuk ke apartemen?" Reza memarahi anak buahnya.

__ADS_1


"Maaf, bos! Mereka mengincar gadis yang tinggal di lantai yang sama dengan Bos Zack!" jawab salah satu dari mereka.


"Mei?" tanya Dave.


"Iya, tuan!"


Para polisi tadi juga menghampiri ketiga sahabat Zack itu. Begitu polisi mendekat Dave membuka kacamata yang ia gunakan. Salah satu dari polisi itu terkejut.


"Tuan Dave?" ucapnya dengan takut-takut.


"Anak buahku akan menyerahkan sisa orang-orang itu ke kantor polisi, kalian jangan ikut campur!" Dave menepuk bahu polisi itu.


"Baik, tuan! Terima kasih atas kerjasamanya," polisi itu membawa rekan polisi lainnya meninggalkan lokasi.


Rupanya polisi tadi mengenali Dave. Lebih tepatnya anak dari kawan lama papa Dave. Reza dan Samuel tidak heran jika polisi itu langsung pergi. Dengan kekuatan uang dan kekuasaan yang dimilikinya, Dave bisa melakukan apapun.


"Kalian mau kemana?" seru Dave saat Samuel dan Reza bersiap akan masuk ke dalam gedung apartemen.


"Membantu Zack," jawab keduanya dengan kompak.


"Kita tunggu di sini saja!" Dave duduk bersandar di mobilnya.


"Tapi...." ucap Samuel langsung dipotong Dave.


"Zack bisa membereskan mereka! Lagipula Mei tidak akan terjadi apapun pada Mei! Kalaupun diculik nanti pasti dikembalikan lagi!" ucap Dave dengan santai.


Reza dan Samuel menurut. Keduanya duduk di pinggir taman, mereka melihat ke arah lobby apartemen dengan cemas. Semoga Zack dan Mei keluar dengan kondisi selamat dan utuh.


------------------------------


Kembali lagi pada Zack. Ia sekarang mengendap-endap mendekati unit apartemen Mei lagi. Kedua pria yang tersisa masih berusaha membobol pintu Mei. Zack harus berhati-hati. Mungkin kedua pria ini adalah yang terkuat di antara orang-orang itu. Tangan mereka selalu memegang pistol. Kalau Zack salah serang, bisa saja orang itu akan menyerangnya dengan pistol. Apalagi di sekitar Zack tidak ada tempat yang mumpuni untuk berlindung dari peluru kecuali tembok kecil itu.


"Apa langsung aku tembak saja, ya?" gumam Zack.


Ia menyiapkan pistolnya, sekali tarikan peluru akan melesat ke orang itu. Sudah lama tidak bertarung ditambah takut darah membuat Zack bimbang.


Ceklek,


Pintu apartemen Mei berhasil dibobol. Suara musik dari dalam membuat Zack tersadar. Tapi terlambat, kedua orang itu sudah masuk ke dalam.


Aaarrrrgghhhh


Zack langsung berlari saat mendengar teriakan Mei. Saat Zack masuk, Mei sudah dicekal. Begitu Zack menodongkan pistolnya, sebuah pistol juga ditempelkan di pelipis Mei.


"Turunkan senjatamu!" seru orang itu.


"****!" Zack langsung melempar senjatanya ke lantai.


"Kalau kau melawan, wanitamu ini akan mati ditanganku!"


"Ada apa sih ini? Ganggu orang aja!" teriak Mei sedikit meracau, ia minum sedikit alkohol tadi.


"Bodoh! Harusnya kamu keluar dari gedung ini sejak tadi! Penghuni apartemen lain sudah keluar, kamu malah dugem!" seru Zack.


"Hidup harus dinikmati, bro!" jawab Mei meracau.


"Penjahat ini akan mencelakaimu!" seru Zack.


"Kenapa mereka akan mencelakaiku? Salah aku apa?" Mei berusaha memberontak.


"Pacarmu salah satu itu musuh kami! Kalau kau, aku tangkap! Pacarmu pasti akan menurut, aku akan menghabisi kalian semua!" jawab salah satu dari penjahat itu.


"PACAR???" protes Zack dan Mei.


"Amit-amit pacaran sama dia, dia sudah nolak aku!" seru Mei.


"aku juga ogah," sahut Zack.

__ADS_1


"Diihh, bilang ogah! Kemarin-kemarin ngemis minta jadi pacar bohongan!" Mei meledek Zack.


"Jangan kepedean, aku terpaksa!" sahut Zack.


"Terus ngapain sekarang kesini? Mau nolongin aku? Mau jadi pahlawan gitu? Kamu sayang aku, ya?" Mei menatap Zack sinis.


"Aku kesini karena rasa kemanusiaan!" Zack mengelak.


"Bilang aja takut aku kenapa-kenapa, ya kan?" Mei terkekeh.


"Heehhh..." seru Zack.


"Diiaaammm!" teriak kedua penjahat.


"Kenapa kalian malah bertengkar? Ayo cepat ikut!" seru salah satu dari mereka.


"Ikut kemana sih? Jangan culik aku deh, dijamin nyesel!" Mei memohon.


"Tenang, nanti kan langsung dibunuh!" sahut penjahat itu.


"Heh! Bantuin dong!" rengek Mei pada Zack.


"Kalau aku bergerak sekarang, kepala kosongmu itu akan langsung ditembak, bodoh!" seru Zack.


Di saat genting seperti ini, karena mabuk pikiran Mei jadi sedikit kacau. Ia jadi teringat film kungfu yang ia tonton kemarin. Mei mulai meracau mengikuti adegan dalam film itu. Zack tertawa kecil melihat tingkah Mei saat mabuk seperti ini. Tanpa sadar Mei menendang ******** pria yang menodongkan pistol ke arahnya.


"Arrgghhh!" pekik pria itu.


Dor dor,


Zack memanfaatkan keadaan itu untuk menembak keduanya. Zack bisa melihat darah segar merembes dari kaos putih yang dikenakan salah satu dari penjahat itu.


Bruk,


Mei melongo, pasalnya tidak hanya kedua pria itu yang terjatuh. Tapi Zack juga malah ikut terjatuh.


"Loh malah ikutan ambruk!" Mei berjalan dengan sedikit terhuyung menghampiri Zack.


"Apa Zack ikut mati juga? Zack jangan matiii... aku sayang kamuuuu" Mei menggosok matanya, ia menangis histeris.


Mei terjerembab jatuh ke atas badan Zack. Ia menempelkan telinganya di dada Zack.


"Huft... belum mati!" Mei menatap Zack cukup lama, jantungnya berdetak kencang. Ia berusaha berdiri dan membawa Zack keluar.


"Aduh... jantungku! Apa aku mau mati ya?" Mei memegangi jantungnya yang berdetak tidak beraturan.


Mei bersusah payah memapah Zack. Ia menengok ke apartemennya sebentar. Acara dugemnya harus berantakan. Sudahlah, sekarang ia harus membawa Zack keluar. Saat Mei melihat kedua mayat penjahat tadi, ia jadi membayangkan film lagi. Ia jadi ingat zombie.


"Kamu bukan manusia, tapi gajah! Berat sekali... Zombie nya keburu datang!" Mei mengeluh.


Samuel dan Reza langsung membantu Mei saat Mei muncul dari lobby terlihat keberatan memapah Zack. Samuel dan Reza saling memandang.


"Pahlawan malah jadi beban," keluh Samuel.


Samuel memapah Zack, dan Reza membantu Mei. Mereka membawa Mei dan Zack ke dalam mobil Dave. Anak buah Reza diperintahkan untuk mengecek ke apartemen Mei.


"Dia pasti lihat darah," ucap Reza saat di dalam mobil.


"Tidak... Dia digigit zombie!" Mei tiba-tiba menangis histeris.


"Mabuk dia," Reza terkekeh.


Mei meracau dengan memeluk Zack, menciumi seluruh wajah Zack. Ia menangis keras sekali. Mei bahkan terus mengatakan jika ia menyayangi Zack dan tidak ingin kehilangan Zack. Dave dengan isengnya merekam ulah Mei menggunakan ponselnya.


...............


Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!

__ADS_1


__ADS_2