Psikopat Semakin Bucin

Psikopat Semakin Bucin
USAHA TIDAK SIA-SIA


__ADS_3

Keesokan harinya,


Zack terduduk di ranjangnya. Kedua matanya masih terpejam, ia menggosoknya beberapa kali. Tapi kedua lubang hidungnya telah bekerja secara sempurna. Hidungnya mencium bau gosong yang amat sangat menyengat.


Ia lirik jam di nakas, "Masih jam 7!" ucapnya kesal.


Tanpa memakai kembali kaos yang ia lepas semalam, Zack keluar dari kamarnya. Sudah jadi kebiasaan, Zack tidur tanpa baju hanya dengan celana pendek saja.


"Bau ini sangat menyiksa hidungku," Zack mencari sumber bau itu.


Tidak salah lagi, asalnya dari dapur.


"Aw aw aw...." bau menyengat itu ditambah buruk dengan jeritan Mei.


Khawatir terjadi sesuatu dengan Mei, Zack berlari. Alangkah terkejutnya saat Zack sampai di dapur.


Bhuahahahahahaha........



Zack tidak bisa menahan tawanya, "Kamu sedang apa?" ia tidak kuat melihat Mei memaki kantong plastik di bagian kepala sampai setengah badannya.


"Ayam ini terus menyerangku dengan minyak, Zack!"


"Baunya kok gosong?"


"Itu masalahnya....Ayamnya tidak mau aku balik!" Mei setengah berteriak.


Zack tertawa.


"Mana meletus terus!" keluh Mei.


"Siapa suruh sok-sokan menggoreng ayam hahaha!"


"Zack jangan tertawa saja! Cepat bantu aku!!!"


"Matikan saja kompornya!" jawab Zack, ia masih tertawa melihat tingkah Mei.


"Zack...." Mei hampir menangis.


"Menyingkirlah,"


Zack mematikan kompor itu dari jarak jauh. Setelah kompornya mati Mei mengangkat ayam yang tadi ia goreng.


"Ayamku gosong mengenaskan," Mei menatap nanar paha dan potongan daging ayam yang menghitam.


Zack tidak bisa menahan tawa melihatnya.


"Kamu mau apa?" Zack memperhatikan Mei yang membawa pisau dan talenan.


"Aku mau membuang bagian yang gosong,"


"Dibuang saja, aku gorengkan yang baru." Zack mencegah.


"Sayang banget kalau dibuang, ini hasil karya pertamaku, Zack!" Mei cemberut.


"Nanti sakit perut, mana!" Zack mengambil alih ayamnya, lalu akan buang ke tempat sampah.


Tapi ada satu masalah, tempat sampah mereka belum dilapisi plastik. Zack mencari ke laci kabinet ternyata habis.


"Habis ya plastik sampahnya?" tanya Zack pada Mei.


"Oh iya aku lupa, ini!" Mei melepaskan plastik yang ia gunakan.


"Jadi?"


Zack tertawa, kedua matanya sampai meneteskan air mata.


"Ya lord, punya istri gini amat!" ucap Zack.


Mei cemberut, ia masukkan ayam gosong itu ke mulut Zack. Biar tahu rasa suaminya itu!


"Hueekk!" Zack langsung berkumur.


Ia menatap Mei tajam.


"Lagian siapa suruh goreng ayam pagi-pagi begini, sih? Sudah tahu tidak bisa memasak, kamu kalau pengen ayam goreng pesan saja. Uangku tidak akan habis kalau hanya beli ayam goreng sewarung-warungnya," Zack mengomel.


"Aku hanya ingin belajar memasak, Zack! Hanya ayamnya saja yang gagal, sup buatanku sudah jadi. Yeah, nggak tau bisa dimakan atau enggak. Naina kemarin itu menasihatiku, katanya kalau mau merebut hati seseorang itu lewat perutnya! Jadi aku harus belajar memasak agar bisa memasak untukmu setiap hari,"

__ADS_1


Oops! Mei menutup mulutnya. Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri, bibirnya tidak bisa dikendalikan selalu saja keceplosan.


Zack tersenyum tipis, "Jadi, kamu sedang berusaha merebut hatiku?" ia menaikkan sebelah alisnya.


"Eng-enggak kok! Aku salah ngomong tadi!" Mei salah tingkah.


"Benarkah?" Zack mengambil satu langkah besar mendekati Mei.


Mei salah tingkah.


"Katakan!" Zack mendekat lagi.


"Ti-tidak,"


"Katakan," Zack masih terus mendekat.


Mei terus berjalan mundur menjauhi Zack yang terus mendekatinya. Mei menahan napas, penampilan Zack saat ini membuatnya semakin salah tingkah. Bagaimana tidak, Mei bisa melihat dada bidang, lengan kekar, serta perut rata milik Zack. Perutnya tidak kotak-kotak, tapi rata sangat seksi dimata Mei. Mei terus mundur, sampai....


Gedubrak,


"Aww!" Mei terjengkang dan terduduk di tempat sampah yang terbuka.


Zack tertawa.


"Jatuh, kan? Disuruh jawab saja susah sih!" ucapnya.


"Salah kamu juga ini! Tolong!" Mei mengulurkan tangan meminta bantuan.


Zack menerima uluran tangan Mei. Ia bantu Mei untuk berdiri. Tapi....


"Hah, kenapa nyangkut!" pekik Me, setelah berdiri, tempat sampah itu tidak mau melepaskan pantatnya.


Zack tertawa sampai menangis.


"Bantuin!" Mei merengek.


"Okay okay,"


Tempat sampah itu ditarik kencang oleh Zack. Untungnya pantat Mei masih bisa keluar. Kalau tidak Mei akan jadi gadis bemper tempat sampah, itu tidak lucu!


"Makanya jangan kebanyakan tingkah," ucap Zack.


"Pertanyaanku masih berlaku,"


"Okay okay, aku jawab! Iya, aku sedang berusaha!" Mei menutup wajahnya karena malu.


"Tidak perlu berusaha lagi, karena aku..." bisik Zack mesra di telinga Mei.


Mei merinding disko, napas Zack terasa geli di dekat telinganya.


"Karena apa?" Mei penasaran juga.


"Karena aku takut kamu menghancurkan dapurku hahaha...."


Mei cemberut, padahal ia sudah mengira akan terjadi scene romantis. Nyatanya Zack hanya bisa mengejek. Harusnya Mei sadar, Zack tidak ada rasa untuknya. Pernikahan ini tidak akan berhasil.


"Kenapa cemberut begitu?"


"Tidak," wajah Mei berpaling.


"Lihatlah aku!" Zack memegang dagu Mei dengan telunjuknya.


"Tataplah kedua mataku dalam-dalam, apakah selama ini kamu tidak melihat ada cinta di setiap aku menatapmu?"


"Hah?" Mei bingung.


"Aku mencintaimu, Mei!"


"Hah?" Mei masih bingung.


"Kamu pasti juga masih ingat, di saat aku dirawat dirumah sakit. Kedua tanganku sakit, kamu dengan sukarela menjadi dua tangan untukku. Dan saat kamu memandikanku, jujur aku semakin yakin sadar akan perasaanku," Zack menatap Mei dalam.


"Hah?" entah apa yang terjadi pada Mei, ia terlihat bodoh sekali.


Cup,


Karena kesal Zack langsung mencium Mei. Kedua mata Mei melotot, tangannya menyentuh bibirnya yang baru saja dicium oleh Zack, suaminya. Sebuah ciuman yang selama ini ia dambakan.


"Terserahlah Mei!" Zack hendak meninggalkan Mei.

__ADS_1


Mei langsung menarik tangan Zack, ia mencium Zack dalam. Zack dengan senang hati membalasnya.


"Aku juga mencintaimu," Mei melepaskan ciuman dan menatap Zack.


Zack memeluk Mei dengan erat. Pagi ini adalah pagi yang bersejarah untuk mereka berdua.


Berita bersatunya mereka berdua dengan cepat tersebar. Yeah, karena Mei mengatakannya di grub chat miliknya dan sahabatnya.


Istri Squad


Mei: Girls...Aku ada kabar bagus, aktual, tajam dan terpercaya.


Aryn: Apa sih, Mei? Kirim ucapan selamat pagi dulu kek, mau langsung gosip aja.


Mei: Okay, Nyonya Aryn...Good morning!


Aryn: Cakep.


Mei: Yang lain pada kemana ini, gimana aku bisa cerita!


Silvi: Masak air


Angel: Cakep!


Naina: Cakep!


Aryn: Cakep!


Silvi: Ketularan Kak Aryn semua ini, aku mengatakan sedang masak air untuk membuat sup. Bukan pantun😌


Mei: Wkwkwk...Virus dari Aryn pokoknya


Aryn: 😌


Angel: Mau cerita apa, Mei! Jangan buang waktu, suamiku keburu minta jatah,


Naina: Iya, cepetan dong! Daddy Ken keburu ngajak mandi,


Mei: Silahkan pamer kemesraan kalian, karena sebentar lagi aku juga akan merasakannya. Zack menyatakan cintanya tadi🤭


Aryn: Bo'ongan?


Silvi: Kami sudah hapal, kak.


Angel: Semoga dia masih waras.


Naina: Aku pura-pura tidak tahu saja.


Mei: Aku serius, sumpah! Baru aja di dapur, dicium juga! Akhirnya aku dicium juga sama suami☺


Angel: Beneran ini? Kok bisa?


Silvi: Mendadak banget


Aryn: Asal mulanya gimana?


Mei: Jadi tadi itu aku masak gitu, ngikutin omongan Naina. Taunya ayamku gosong mengenaskan. Pas ditanya Zack kok aku tumben masak, aku keceplosan kalau mau merebut hati dia lewat perut. Ya sudah deh, jadi romantis scene di dapur🤭


Naina: Apa aku bilang, ideku berhasil kan😎


Mei: Iya deh, makasih idenya Mommy Naina!


Silvi: Selamat ya, Kak Mei! Akhirnya nggak halu lagi,


Angel: Udah make love belum? Pagi-pagi enak loh, segerrr....


Mei: Belum tau, tapi sekarang lagi ngebayangin☺


Angel: Ngebayangin doang? Udah ah...Aku mau seger-segeran dulu sama suamiku girls, bye!


Naina: Aku juga ya, Daddy Ken udah teriak-teriak dari kamar mandi,


Silvi: Duh, Kak Reza juga ngode nih, bye girls!


Aryn: Aku juga, bye!


Mei: Gesrek semua! Au ah, bikin pengen!😒


................

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!


__ADS_2