Psikopat Semakin Bucin

Psikopat Semakin Bucin
PERAYAAN


__ADS_3

Sama halnya dengan Mei yang bercerita pada grub chatnya, Zack pun juga langsung berkoar di grub. Sekarang ia duduk di atas closet, sebenarnya ia akan mandi, tapi ia tidak bisa membendung kebahagiaannya.


Suami Squad


Zack: Wahai para suami, selamat pagi!


(2 menit)


Zack: Pada kemana woy!


Samuel: Ada apa gerangan wahai Tuan Muda Zack?


Dave: Apakah ada yang bisa hamba lakukan untuk tuanku?


Reza: Hamba siap mendengar perintah


Zack: Baiklah kacung-kacungku, dengarkan! Hari ini aku telah menyatakan cinta pada premaisuriku🤭


Samuel: Bercanda lo!


Dave: Lo lagi mabok?


Reza: Lo udah bangun kan ya?


Zack: Ck...Gua serius, baru aja 20 menit yang lalu gua ciuman sama Mei


Dave: Wah wah wah


Samuel: Anak orang jangan lo mainin Zack! Lo yakin cinta?


Reza: Bener tuh, jangan sampai lo cuma menebak-nebak perasaan


Zack: Ini cinta, man! Baru nyium bau keringatnya aja, piton gua tegang


Samuel: Nafsu itu bang


Zack: Kalau nafsu, sama mantan-mantan gua dulu gua nggak sampe kayak gini. Ini beda, man! Apalagi kalau lagi deket dia, jantung gua dag dig dug..


Reza: Gua cuma bisa bantu doa aja, semoga hubungan kalian langgeng dan harmonis seperti hubungan gua


Dave: Sok tua lo! Lo jangan sampai kecewain Mei ya, Zack! Atau lo berhadapan dengan istri gua


Zack: Gua serius, bro! Gua belum pernah merasa sebahagia deket sama cewek


Samuel: Mumpung hari ini spesial buat hubungan lo sama Mei, lo mau ramuan spesial nggak?


Zack: Ramuan apa, bro?


Samuel: Ramuan tahan lama di ranjang


Zack: Gua belum berani coba pake ramuan, takut kalap gua


Reza: Buat gua aja, Sam!


Dave: Gua juga mau!


Samuel: Link di bio ya!😙


Reza: ****!


Ken: Damn! Gara-gara manjat chat kalian, gua sampe keliru. Celana gua buang ke tempat sampah. Kantong kreseknya mau gua pake


Samuel: Ngakak😭


Zack: Ya lord😭 Temen gua gini amat


Dave: Sabar ya, Ken!


Reza: Untuk merayakan bersatunya cinta Zack dan Mei, gua mengundang kalian ke apartemen Zack. Akan diadakan pesta besar-besaran, diwajibkan membawa istri dan anak. Terima kasih!


Dave: Gas!

__ADS_1


Samuel: Gas!


Ken: Gua pake kresek dulu!


Ken: Celana*


Reza: 😭😭


Samuel: Lo sibuk banget ya, Ken?😭


Dave: Sekarang otaknya yang ketuker🤣


Zack: Sebagai tuan rumah gua belum kasih izin ya...


(Tidak ada balasan)


Zack: Woyyy!!!


Zack: Mana bisa gua buat anak kembar kalau begini. Jangan lupa tamu diwajibkan membawa makanan sendiri-sendiri😌


Zack meletakkan ponselnya, ia memulai tujuan utamanya di dalam kamar mandi. Ia baru keluar 10 menit kemudian. Ia langsung keluar kamar hendak menemui Mei. Mereka harus bersiap sebelum sahabat mereka datang.


"Mei, Dave dan yang lainnya akan datang kemari! Stok makanan masih, kan?" Zack membuka sedikit pintu kamar Mei.


Seketika Zack terpana, Mei sedang duduk di depan meja rias. Mengeringkan rambutnya. Mei terlihat cantik sekali, melihat rambut Mei yang sedikit basah membuat Zack gigit jari.


"Masih kok," Mei menoleh.


Secepat kilat Zack telah berpindah di belakang Mei. Ia ambil alih pengering rambut milik Mei dan mulai membantu.


"Aku bantu," ucap Zack.


Kedua pipi Mei memerah, pertama kalinya Zack bersikap manis padanya. Mei sampai gugup. Sentuhan lembut Zack di kepalanya membuatnya merinding. Apalagi kalau tangan Zack menyentuh leher belakangnya.


"Sudah selesai,"


"Terima kasih, Zack!"


"Selama ini matamu kemana? Istri cantik begini tidak dilirik," 😌


"Maaf hahaha..." Zack mencubit pipi Mei gemas.


Bibir Mei mengerucut.


Cup,


Zack mengecup bibir menggemaskan itu. Saat ia lepaskan masih saja cemberut. Ia kecup lagi, lebih lama dan dalam. Awalnya Mei tidak merespon, lama-kelamaan hanyut juga. Zack menggendong Mei tanpa aba-aba, ia merebahkan Mei di ranjang. Pasangan yang sedang dimabuk cinta itu semakin memanas. Pakaian mereka berserakan di lantai. Mei menatap Zack yang bersiap untuk kegiatan inti mereka.


Apakah aku akan bercinta sungguhan?, batin Mei.


"Aw aw aw.... Sakit Zack sakit..." pekik Mei.


Susah payah Zack menembus pertahanan Mei, baru berhasil di percobaan ketiga. Mei meneteskan air mata, Zack mencium air mata Mei yang mengalir. Tapi sejurus kemudian ia terdiam menatap gadis yang berada di bawah kungkungannya.


"Kamu masih..." lirih Zack.


"Iy-iya..." Mei menjawab takut-takut.


"Itu artinya malam itu kita tidak benar-benar melakukannya, Mei!"


"A-aku aku tidak tahu, kita sama-sama mabuk waktu itu,"


"Ini pasti rencana papa dan mama ck," keluh Zack.


Mei menggeleng, ia tidak tahu.


"Apapun itu, terima kasih telah menjadikan aku yang pertama, aku mencintaimu" bisik Zack di telinga Mei.


"Aku juga mencintaimu, apakah ini tidak dilanjutkan?" sahut Mei, tubuh Zack dan Mei masih menyatu.


"Akan kulanjutkan, honey!" Zack mulai beraksi.

__ADS_1


Kamar itu menjadi panas. Suara-suara Mei memenuhi ruangan. Lama mereka berpacu hingga mandi keringat. Mei sudah lemas, tapi Zack masih belum puas juga. Tubuh Mei ditarik kesini, ditarik kesana, diangkat, ditindih, sampai ditempelkan ke dinding. Baru Zack mengakhiri olahraga panas pertama mereka. Mei terkolek lemas di pelukan Zack.


"Terima kasih," bisik Zack, ia mengecup kening Mei.


Mereka beristirahat sejenak, hingga suara bel membuat mereka segera bergegas membersihkan diri. Mereka sampai lupa sahabat mereka akan datang. Pasutri itu segera keluar kamar. Rupanya ruang tamu apartemen mereka telah penuh. Sahabat mereka sudah menunggu, Samuel mempunyai kartu akses apartemennya.


Zack duduk di ruang tamu. Sementara Mei mengajak para istri ke balcony. Lebih enak geng istri mengobrol terpisah dengan geng suami. Davin dan Arthur bersama daddy mereka di geng suami. Dan Kelyn bersama mommy-nya di geng istri.


"Udah sampe aja kalian,"


Zack basa-basi.


"Lo yang kelamaan di kamar!" Dave sewot.


"Besok-besok kalau ada tamu ditahan dulu," Reza menimpali.


"Kedengeran sampai sini?" tanya Zack.


"Bukan main, apalagi suara mentok-mentok ke dindingnya itu loh," Samuel tidak tahan untuk tidak ikut menimpali.


Zack menggaruk tengkuknya, kedua pipinya merah menahan malu.


"Emangnya uncle ngapain dikamar, daddy?" tanya Davin polos.


"Hemm, uncle sedang membenarkan meja sayang. Kamu nonton film saja ya? Yuk daddy antar,"


Dave mengajak Davin ke ruang tengah. Ia menyalakan televisi dan memilih film untuk Davin. Ia keraskan volumenya agar anaknya tidak tercemar pembicaraan mereka.


"Lupa ada Davin di sini," Samuel cengar-cengir.


"Tercemar pikiran anak gua," ucap Dave sewot.


"Sorry, Dave! Untung Arthur tidur, lo jagain anak lo jangan sampe bangun dulu ya Ken, biar bebas kita!"


Ken menunjukkan jempolnya.


"Buat satu yang kayak Arthur, Zack!" Ken menatap Zack.


"Jangan khawatir, guys! Gua udah nyicil bikin hidungnya tadi. Ntar malem tinggal bikin sisanya, kalau kalian pulang cepet lebih baik sih. Hari ini aku bisa nyicil banyak," Zack tersenyum tengil.


"Lo mau ngusir? padahal kita udah niat banget mau ngumpul ini. Gua bawa soda satu kardus tuh," Samuel menujuk minuman yang ia bawa.


"Gua bawa pizza tujuh box noh!" imbuh Dave.


"Gua bawa kacang tiga kilo!" Reza ikut menimpali.


Barang bawaan mereka berjejer di dekat pintu. Zack baru melihatnya.


"Gua bawa perut kosong!" seloroh Ken.


Mereka tertawa bersama.


"Yang begini nih gua suka, tamu-tamu yang sangat pengertian!" Zack tersenyum manis pada mereka.


Zack membuka makanan yang dibawa sahabatnya satu per satu dan meletakkannya di atas meja. Mereka semua berganti posisi duduk, tidak di sofa lagi melainkan di atas karpet. Menurut mereka lebih nyaman.


"Glen mana? Tumben nggak ngintilin lo, Za?" Zack sejak tadi tidak melihat Glen bersama mereka.


"Biasalah, weekends! Pagi tadi gua juga udah ngajak sih, buat bawain barang kan lumayan. Dia bilang nggak bisa, ada janji gitu!" jawab Reza


"Ada janji? Dia punya cewek?" tanya Zack.


"Emangnya dia suka sama cewek? Tingkahnya aja lebih cewek dia daripada istri-istri kita," seloroh Dave.


"Semoga dia suka cewek, sih! Ngeri kalau bayangin ternyata dia suka lo gimana, Za? Dia ngintilin lo mulu," Ken menimpali.


Mereka tertawa mengejek Reza.


.............


Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!

__ADS_1


__ADS_2