Psikopat Semakin Bucin

Psikopat Semakin Bucin
TIGA!


__ADS_3

"Ayo masuk-masuk!"


Silvi mempersilahkan Angel dan Naina. Angel membawa putrinya, Kelyn. Malam ini Rumah Silvi ramai, sore tadi Mei mengajak mereka semua untuk berkumpul. Tapi hanya para istri saja yang berkumpul di Rumah Silvi, sementara para suami berkumpul di Rumah Dave yang memang tetanggaan dengan Silvi dan Reza.


"Loh Mei belum datang?" seru Angel.


"Tau tuh, yang ngajak maslah belum nongol batang hidungnya," sahut Aryn.


"Sebenarnya ada acara apa? Apa kita ngumpul cuma mau nggosip lagi?" ucap Naina polos.


Silvi dan yang lainnya tertawa.


Ting tong,


Bel rumah berbunyi, mereka terdiam. Silvi hendak membukakan pintu, tapi tangan Naina menahannya.


"Aku saja, Sil!" ucapnya.


"Baiklah,"


Ceklek,


"Aku datanggg!!! Nungguin ya???" Mei masuk menghampiri sahabatnya yang menunggu di ruang tamu.


"Ya jelas nungguin dong, Jamilah! Secara kamu yang ngajak ngumpul!" Aryn sewot.


"Jangan marah-marah, nih aku bawain pizza!" Mei menunjukkan enam kotak pizza yang ia bawa.


Mei meletakkannya di atas meja. Angel dan Aryn ke dapur, kalau ada pizza mereka tentu butuh minuman. Aneka snack, dan minuman kaleng juga dibawa mereka ke ruang tamu.


"Tenang, Sil! Masih aku sisain di dapur," Angel sepertinya tahu kalau Silvi mencemaskan cemilannya.


"Hehehe...Tau aja isi pikiran bumil," sahut Silvi.


"Aku juga pernah hamil kali," nyinyir Angel.


"Nah, cemilan ready! Minuman ready! Pizza juga ada, sekarang katakan kenapa kita berkumpul malam ini, ada kabar penting?" Naina membuka obrolan inti mereka.


Bukannya menjawab Mei justru senyum-senyum sendiri.


"Kering gigimu, Mei! Jawab, dong! Jangan bikin penasaran!" Silvi menyahut.


"Jadi aku hamil...." ucap Mei.


"Iya kami tahu kamu hamil!" jawab mereka semua serempak.


"Aku belum selesai mengatakannya,"


"Ohhh...."


"Jadi....Tadi pagi aku dan Zack pergi ke dokter kandungan. Perutku di-USG kan sama dokternya, dan ternyata aku dan Zack mendapat kejutan. Aku hamil kembar!" seru Mei girang.


"Boongan?" seru Angel.


"Jangan bercanda, Mei!" seru Naina.


"Boong dosa!" Silvi menambahi.


"Aku serius, aku hamil anak kembar! Ini buktinya!" jawab Mei.


Mei mengeluarkan hasil USG-nya dari dalam tas. Para sahabatnya mengecek hasil itu dengan antusias. Setelah melihat, mereka semua saling menatap.


"OMG OMG!" teriak Angel.


"Selamat, Mei!" teriak Aryn.


Mereka berempat memeluk Mei dengan erat. Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Lama mereka berpelukan.


"Tapi ini kenapa ada tulisan A, B, dan C? Maksudnya apa?" tanya Naina.


Angel, Aryn, dan Silvi kembali melihat lagi. Benar ucapan Naina ada tanda di masing-masing foto. Mereka menatap Mei untuk mendapat jawaban.


"Jawab dong!" Aryn tidak sabaran.


"Jadi ini foto Baby A, Baby B, dan Baby C!" Mei sumringah.


"What!!!! Tiga baby?" pekik Aryn.


Mei mengangguk.


"Tiga Mei? Tiga? Satu dua tiga?" Naina menunjukkan jarinya.

__ADS_1


Mei mengangguk lagi.


"Selamat!" seru mereka bersamaan.


Mereka berpelukan lagi.


"Masih nggak nyangka, bisa langsung jadi tiga! Hebat juga Si Zack!" seru Angel.


"Nggak sia-sia kan, tiap malem aku nungging, jungkir balik, nempel di tembok!" jawab Mei.


Angel tertawa.


"Akhirnya jadi mommy juga!" Naina menyahut.


"Jadi beneran squad emak-emak ini!" Aryn juga menyahut.


Mereka semua tertawa.


Silvi justru diam sendiri. Ia mengelus perutnya, hamil satu bayi saja sudah sangat melelahkan. Setiap malam pinggangnya terasa pegal, kakinya juga karena menumpu beban yang berat. Mau bangun dari ranjang saja harus dibantu Reza. Silvi membayangkan Mei nanti. Bagaimana rasanya hamil tiga bayi sekaligus.


"Aku jadi bayangin, hamil satu bayi saja sangat berat." ucap Silvi menarik perhatian para sahabatnya.


"Benar juga, waktu aku hamil Davin saja ngapa-ngapain harus dibantu sama Dave." Aryn menatap Mei.


"Aku juga, pakai sepatu sendiri aja berjuang banget loh!" Angel turut menatap Mei.


"Jangankan pakai sepatu, pakai celana aja susah!" Naina menambahi.


"Oh God! Perutku pasti akan lebih besar dan lebar dari kalian! Kalian jadi bikin aku takut deh," sahut Mei.


"Bukannya nakut-nakutin kamu, Mei! Tapi emang seperti itu realitanya." Aryn memegang bahu Mei.


"Jangan khawatir, kan ada Zack. Kami juga siap berbagi pengalaman untuk kamu," sahut Angel.


"Terima kasih," Mei jadi terharu.


Mereka berpelukan untuk kesekian kalinya.


"Kalian tau nggak reaksi papa mama, Zack? Heboh banget tau, saking senengnya mereka menaikkan gaji karyawan satu kantor. Detik itu juga papa menyuruh anak buahnya memberikan bonus cash ke karyawan!" seru Mei.


"Jelas mereka senang, sekalinya mau punya cucu langsung dapat tiga!" jawab Angel.


"Sudah! Mereka malah heboh sendiri mikirin nama cucu-cucu mereka. Mereka minggu depan ke sini, rencana mau menetap biar bisa melihat pertumbuhan cucu mereka katanya,"


"Wuih bagus, dong!" seru Angel.


"By the way....Kamu ada ngidam belum, Mei?" tanya Aryn.


"Udah sih, padahal baru tau hamil ya hahaha...Tadi perjalanan kesini tiba-tiba kebayang pizza gitu, say! Ya udah aku minta Zack beli, sekalian buat kalian." Mei memutar bola matanya malas.


"Duh, walaupun gesrek masih inget temen!" Naina memuji.


"Kalau menurutku, gunakan fase ngidammu sebaik mungkin hehehe..." seru Angel.


"Suami pasti nurutin," imbuh Aryn.


Mereka tertawa.


"Kalian juga muntah-muntah nggak? Kira-kira berapa lama ya?" tanya Mei.


"Kalau aku iya, tenang aja muntah-muntah wajar kok waktu hamil! Semua bumil beda-beda sih, ada yang cuma trimester pertama morning sickness-nya. Bahkan ada yang enggak muntah," jawab Aryn.


"Kalau aku jarang muntah, cuma hidungku jadi super sensitif.." Silvi menyahut.


"Sama!" seru Angel, Aryn, dan Naina.


"Aku punya cerita nih, aku dulu kalau cium bau badan Dave langsung muntah. Jadi dari jarak 10 meter aja aku udah tau kalau Dave datang. Berbulan-bulan aku pakai masker. Jarang kiss, kalau mau kiss aku harus tahan napas." ucap Aryn.


Silvi tertawa. Ia tinggal bersama dengan Dave dan Aryn waktu itu, jadi ia juga tahu cerita kehamilan kakak iparnya.


"Kalau aku, aku dari awal hamil sampai sekarang nggak mau makan seafood. Anehnya aku itu nggak makan bukan karena muntah, tapi kasihan lihat mereka wkwkwk....Terus kalaupun aku lagi jalan, terus papasan sama orang gitu aku bisa tau kalau dia bawa udang atau sejenisnya. Kak Aryn goreng ikan aja sering kecium baunya sampe kesini," seru Silvi.


Mereka semua tertawa.


"Duh duh, aneh-aneh ya?" Mei terkikik.


"Iya," jawab Aryn.


"Yang harus dipersiapkan dari sekarang, parenting sih! Secara kamu akan menjadi mommy untuk pertama kali. Jadi banyakin baca buku, majalah, atau artikel seputar kehamilan sampai melahirkan." lanjut Aryn.


"Terus nanti gabung ke kelas hamilku aja! Selain praktik yoga hamil di sana nanti juga ada kayak pelatihan perawatan bayi gitu. Ada kelas juga untuk para suami, jadi para suami juga diajarin merawat bayi." Silvi menyahut.

__ADS_1


"Wah, okay! Aku akan ajak Zack gabung segera," jawab Mei.


Obrolan mereka berlanjut membahas seputar kehamilan dan mengurus bayi. Mei kali ini menyimak banyak hal dari para sahabatnya yang lebih dulu menjadi mommy.


...************...


Di Rumah Dave,


Sama halnya dengan kehebohan di Rumah Silvi dan Reza, Rumah Dave sekarang juga heboh. Zack memamerkan monitor USG yang ia foto sendiri menggunakan ponselnya. Malam ini Glen tidak ikut, karena masih jomblo sendiri. Dia memilih untuk sadar diri.


"Seriously? Ini tiga?" seru Samuel.


"Yoi!" jawab Zack bangga.


"Bener ada tiga kantung ini!" Ken merebut ponsel Zack.


"Wah mantab sih ini!" Reza menimpali.


"Good job, bro!" Dave merangkul Zack.


Zack menepuk dadanya sendiri dengan bangga.


"Apa gua bilang, bikin 1 bonus 2 kan!" selorohnya.


"Yeah siap-siap aja sih," sahut Dave.


Kepedean Zack menciut setelah para sahabatnya yang telah menjadi daddy duluan menatapnya dengan senyum smrik mereka.


"Lo tau sendiri Silvi ngidamnya gimana. Dari nangis nggak mau makan seafood, minta ikan gorengnya dikubur, minta nasi goreng buatanku, kambing guling, dan masih banyak lagi...." ucap Reza.


Zack menelan ludah.


"Semoga aja Mei tidak muntah saat mencium bau tubuhmu. Aryn dulu, aku dekati jarak 3 meter saja langsung muntah. 3 bulan gua nggak deket-deket istri sendiri, pelukan jarang, kiss jarang, apalagi ML.....Mupeng 3 bulan!!!!" Dave menambahi.


"Naina juga aneh-aneh ngidamnya." Ken menambahi.


"Jangan nakut-nakutin gua deh!" seru Zack.


"Realita ini, man!" Dave menepuk bahu Zack.


Zack tampak pucat. Sahabatnya hanya menertawakannya. Mereka sengaja mengatakan itu hanya untuk mengerjai Zack saja, tidak berniat menakut-nakuti.


"Semoga Mei ngidamnya wajar aja!" Zack berdoa.


"Jangan khawatir, bro! Setiap bumil beda-beda." Reza menyemangati sahabatnya.


Zack mengangguk.


"Yang bisa gua saranin, lo harus sabar kedepannya! Mood bumil gampang naik turun, yang pasti mereka butuh perhatian lebih sih. Apalagi istri lo hiperaktif alias petakilan," ucap Samuel.


"Bener, jujur gua khawatir sih!" jawab Zack.


Obrolan seputar mendampingi istri yang hamil menjadi topik hot mereka hari ini. Banyak pengalaman menyenangkan dan menyedihkan yang saling mereka share. Sebagai calon daddy baru, Zack sangat memperhatikan cerita pengalaman dari sahabatnya.


Davin diberikan mobil mainannya, jadi pria tampan kecil itu bermain sendiri di ruang tengah dan tidak mengganggu para bapak itu. Sementara Arthur, seperti biasa digendong oleh Ken.


"Semoga anak-anak lo cewek ya!" seru Ken.


"Dih, kenapa?" tanya Zack.


"Ya biar salah satunya bisa dijodohin sama Arthur! Asik tuh kalau Arthur direbutin cewek-cewek kembar!" Ken terkikik.


"Jangan diajarin jadi playboy! Dasar bapak gesrek!" Zack menoyor bahu Ken.


"Kalau cewek, kan tiga tuh! Nanti buat jodoh anak gua satu!" Reza ikut-ikutan.


"Satu lagi untuk adiknya Kelyn, lagi proses dibuat nih!" Samuel terkikik.


Mereka tertawa bersama.


"Anak gua baru jadi kupingnya, udah ada jodohnya!" Zack tertawa paling keras.


"Biar nggak putus persahabatan kita!" sahut Dave.


"Warisannya biar nggak kemana-mana wkwkwk..." imbuh Reza.


Bapak-bapak tampan itu tertawa bersama.


.................


Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!

__ADS_1


__ADS_2