Psikopat Semakin Bucin

Psikopat Semakin Bucin
MONICA


__ADS_3

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat selalu ya!


.............


Zack berjalan gontai menuju unit apartemennya. Ia melirik sekilas ke ujung lorong, tempat unit apartemen Mei berada. Tengah malam begini Mei pasti sudah tidur. Zack membuka pintu perlahan. Aneh, pintunya tidak terkunci. Unit apartemen di gedung ini dilengkapi fitur yang lumayan canggih. Contohnya pintu masing-masing unit apartemen. Harus menggunakan kode untuk bisa membuka pintu. Pintu Zack sekarang ini tidak terkunci, hal ini mungkin terjadi jika sudah ada orang yang masuk dan dengan sengaja tidak mengaktifkan fitur keamanan di pintu itu. Mungkin karena pengaruh alkohol yang ia minum tadi, Zack menjadi tidak memikirkannya. Yang ia pikirkan sekarang ia ingin cepat tidur.


"Dari mana kau?" seru seseorang saat Zack melintas di ruang tamu.


Suara pria itu terasa familiar di telinganya. Zack menoleh, siapa lagi kalau bukan Zain. Zack ingat, ia dulu pernah memberitahu kode apartemennya pada Zain. Oleh karena itu mudah bagi Zain untuk masuk ke apartemennya.


"Bersenang-senang sebentar," jawab Zack.


Zack melemparkan bokongnya ke sofa tepat samping kakaknya itu. Zain sedikit menjauh, karena aroma alkohol menyeruak ke hidungnya.


"Ada banyak cara untuk bersenang-senang selain mabuk, jadi pilihlah kegiatan lain yang lebih elit!" Zain meneguk jus jeruk yang ia ambil di kulkas Zack.


"Ya ya ya...terserah kau sajalah!" jawab Zack.


Hening,


"Kenapa kau kemari?" pertanyaan Zack memecah keheningan.


"Mengambil mobil," jawab Zain singkat.


"Kau benar-benar minta mobil itu? Bukankah kau suka motor? Motorku bisa menambah koleksimu kan, bro?" Zack mencoba merayu.


"Justru karena itu, aku ingin mulai mengkoleksi mobil juga!" Zain terkekeh.


"Gaji dosen cukup untuk itu?" seru Zack.


"Jangan lupakan kafe milikku yang ramai pengunjung itu!" ucap Zain sombong.


Zack menggigit jarinya, apakah ia akan kehilangan mobil pertamanya hari ini?


"Jangan ya... please!" Zack memohon.


"Tidak bisa, kita sudah sepakat tadi!" jawab Zain.


"Shit!" umpat Zack.


Dengan kesal, Zack menyambar kunci mobilnya dari laci. Zack pergi ke basement dengan diikuti oleh Zain. Zain tersenyum penuh kemenangan. Kapan lagi bisa memanfaatkan adiknya? Perlahan tapi pasti Zack membuka kain penutup mobilnya, karena satu minggu ini tidak ia pakai jadi ia tutupi dengan kain penutup mobil yang besar.


"Nih!" Zack melemparkan kuncinya pada Zain.


"Okay!" jawab Zain antusias.


Cuit cuit...


Zain bersiap membuka pintu mobil itu. Tapi Zack segera menghentikannya.


"Tunggu!" seru Zack.


"Apa lagi?" tanya Zain.


"Aku mau peluk Monica dulu!" Zack menunjukkan wajah sedihnya.


"Monica?" seru Zain kebingungan.


"Iya, Monica! Mobil ini namanya Monica!" Zack mengelus mobilnya itu.


Zain menatap adiknya yang sudah menangis bombay di hadapannya. Mobil berwarna merah dengan corak putih sekeren ini dinamai Monica?


"Monicaaa.... Aku akan merindukanmu! Kamu yang menemaniku sejak dulu. Kamu yang membantuku mengantar jemput wanita-wanitaku. Maaf aku harus memberikanmu pada Zain, tapi jangan khawatir dia pasti akan memberikanmu bensin dan perawatan yang mahal juga!" ucap Zack di depan mobilnya.


"Sudah belum?" Zain sudah muak dengan tingkah Zack.


"Sebentar.... " Zack masih memeluk mobilnya.


"Apa lagi?" seru Zain.

__ADS_1


"Aku nggak kuat, Zain! Kau ambil si Aton saja ya!" ucap Zack.


"Siapa lagi tuh Aton!" protes Zain.


"Aston Martin yang baru aku beli bulan lalu," jawab Zack.


"Tidak bisa, aku maunya Monica!" seru Zain.


"Please, jangan pisahkan aku dengan Monica," keluh Zack.


Seorang security yang lewat hanya tersenyum menatap kakak dan adik yang sedang berdebat itu.


"Anak muda zaman sekarang beda dengan zamanku dulu. Dulu rebutan mainan, sekarang rebutan cewek!" ucap security itu.


Zack dan Zain mendengar ucapan security tadi. Dia sudah salah paham. Mana ada mereka memperebutkan wanita, pacar saja mereka tidak punya.


"Kalau gitu aku telpon papa sekarang!" Zain mulai mengancam.


"Okay okay," Zack pasrah.


Zain tersenyum puas, ia berjalan penuh kemenangan. Ia menatap interior mobil itu sebentar. Pilihannya tidak pernah salah. Perlahan ia menyalakan mesinnya.


"Jangan kasar sama Monica ya!" ucap Zack saat Zain menyalakan mesin Monica.


"Besok kita harus tes DNA, Zack!" seru Zain.


Ngeenngg,


Monica melesat meninggalkan basement. Tinggallah Zack sendirian. Ia kembali ke unit apartemennya dengan wajah yang lesu. Rasa sakit di kepalanya telah tergantikan dengan rasa sakit hati kehilangan Monica.


Ceklek,


Zack membuka pintu apartemennya. Ia ingin segera tidur, hari ini sangat melelahkan untuknya. Tapi saat ia melintas di ruang tamu, ada dua orang pria duduk di sofa. Siapa lagi yang datang? Zack tidak bisa melihat jelas wajah orang itu, ia akan menyalakan lampu.


Byar,


"Glen, tidak usah teriak-teriak !" seru Reza.


"Biar terkejut, namanya juga kejutan!" jawab Glen.


"Reza!" teriak Zack.


Zack langsung memeluk Reza dengan erat. Sudah lama Zack tidak berkomunikasi dengan sahabatnya itu semenjak dia pergi.


"Gua kira lo mati!" teriak Zack.


"Kalau lo peluk gua kayak gini terus, gua bisa beneran mati!" sahut Reza.


Zack pun melepaskan pelukannya. Ia menatap Reza dari ujung rambut sampai ujung kaki. Zack tidak menyangka akan bertemu dengan Reza lagi.


"Ini beneran lo, Za?" Zack meraba wajah Reza.


"Iya," jawab Reza dengan sabar.


"Lo beneran tinggal di Paris selama ini?"


"Iya," jawab Reza.


"Kenapa lo nggak pernah kasih kabar ke gua?" seru Zack, terdengar marah.


"Males...emang gua cowok apaan?" Reza terkekeh.


Mereka duduk bersama di ruang tamu. Rencana Zack untuk segera tidur batal seketika.


"Lo kenapa tadi pas masuk mukanya kusut?" tanya Reza.


"Gua pisah sama Monica, Za!" ucap Zack sendu.


"Monica? Gebetan lo yang mana itu? Baru ya?" Reza penasaran.

__ADS_1


"Lo udah lupa sama Monica?" tanya Zack.


"Emangnya lo pernah kenalin dia ke gua?"


"Astaga, Reza! Dulu kan kita naikin dia bareng-bareng!' seru Zack.


Uhuk uhuk....


Reza dan Glen tersedak setelah mendengar ucapan Zack. Glen tidak menyangka bosnya liar juga. Sementara Reza, ia bingung. Ia tidak ingat pernah naikin cewek yang bernama Monica bersama dengan Zack. Melakukannya saja belum pernah, ini Zack malah mengatakan mereka naikin Monica bersama! Astaga!


"Kapan, Zack? Jangan ngada-ngada, lo! Mana pernah gua main bertiga!" seru Reza.


"Pikiran jangan traveling dulu! Monica itu mobil gua!" Zack menoyor kepala Reza.


"Cuma mobil, besok bisa beli lagi!" sahut Reza.


"Monica beda, Za! Dia istimewa, nggak bisa digantikan!" ucap Zack sendu.


Reza dan Glen tertawa keras setelah mendengar kebenarannya. Ternyata Monica adalah mobil. Otak mereka traveling terlalu jauh. Ditambah lagi Zack begitu dramatis mengekspresikan kesedihannya berpisah dengan Monica, membuat mereka berdua tidak bisa berhenti tertawa.


"Ini tamunya tidak disuguhi minuman?" celetuk Glen.


"Ambil sendiri!" sahut Zack.


"Dia siapa, Za?" tanya Zack pada Reza.


"Sekretaris gua," jawab Reza.


"Cari dimana sekretaris pres otak gitu?" Zack terkekeh.


"Rekomendasian dari mami gua," jawab Reza.


"Ohh, pantes!" Zack manggut-manggut.


Glen datang dengan membawa minuman kaleng dan snack. Tapi ia hanya membawa untuk dirinya sendiri. Ia duduk di sofa menikmati snack dan minumannya tanpa mempedulikan Reza dan Zack.


"Bagus, makan sendiri ya?" seru Reza.


"Bos ambil sendiri saja, tadi saya kan disuruh sama tuan rumah untuk ambil sendiri!" jawab Glen.


"kamu mau......" seru Reza.


"Potong gaji kan bos? Saya tidak mau, sebentar saya ambilkan!" Glen berlarian mengambilkan minuman dan snack untuk mereka.


Dalam sekejap, Glen sudah membawakan minuman dan snack. Mereka lanjut mengobrol. Glen hanya menyimak saja, sejujurnya ia lapar jadi lebih fokus pada snacknya.


"Bro, gua nginep di sini ya!" ucap Reza.


"Apartemen lo kenapa?" sahut Zack.


"Udah lama nggak diurus, besok biar dibersihin Glen dulu!" jawab Reza.


"Saya bos?" Glen menunjuk dirinya sendiri.


"Iyalah!" seru Reza.


"Baik, bos!" Glen pasrah.


"By the way, kenapa lo pulang mendadak?" tanya Zack.


"Ada urusan di sini," jawab Reza.


"Kayak orang penting aja lo! Urusan apaan?" Zack terkekeh.


"Masa depan," jawab Reza singkat.


.....................


Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!

__ADS_1


__ADS_2