
"Terima kasih, sayang!" Zack mencium kening Mei lama.
Zack terkulai lemas di samping Mei. Mei menyembunyikan kepalanya di dada Zack, ia memeluk erat pria yang telah memporak-porandakan tubuhnya. Malam sudah larut, sedangkan mereka belum tidur. Mereka sempatkan untuk membersihkan tubuh mereka, baru bersiap untuk tidur.
Mei malu jika membayangkan berapa kali tubuhnya dibolak-balik Zack. Lelah bercampur bahagia, itulah yang ia rasakan. Hampir satu bulan telah berlalu sejak pernyataan cinta dari Zack. Sejak hari itu tugas Mei jadi bertambah.
Selain membereskan rumah, menyiapkan keperluan Zack, dan kursus memasak, ia juga harus bertarung di ranjang jika malam tiba. Tapi Mei bahagia, mereka melakukannya karena cinta. Mei merasakan tubuhnya didekap erat oleh Zack.
"Selamat malam, aku mencintaimu," lirih Mei, wajahnya mendongak menatap Zack.
"Aku juga mencintaimu, sangat!" Zack semakin mengeratkan pelukannya, ternyata belum tidur.
Di dalam dekapan hangat itu perlahan tapi pasti Mei terlelap. Zack juga terlelap. Mereka tidur berpelukan sampai pagi datang.
Keesokan harinya,
Matahari belum sepenuhnya menampakkan diri, baru cahayanya yang samar-samar menembus celah-celah gorden. Kamar Zack mendadak ramai karena suara Mei yang sedang mengeluarkan isi perutnya di kamar mandi.
Mendadak perut Mei terasa mual, Zack ikut terbangun. Tangan Zack memijit tengkuk Mei dengan telaten. Tidak ada rasa jijik ia menunggui Mei sampai selesai. Ia merangkul bahu Mei saat istrinya itu hendak kembali ke ranjang. Wajah Mei terlihat pucat.
"Minum dulu," Zack memberikan segelas air mineral.
Mei meneguk air itu sampai tak tersisa. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Kenapa mendadak muntah seperti tadi?
"Mandilah dulu, aku juga akan mandi. Setelah itu akan aku antar ke dokter," ucap Zack.
"Tidak usah, sepertinya hanya masuk angin biasa, aku sering tidur larut malam akhir-akhir ini. Itukan juga gara-gara kamu," jawab Mei.
Zack tersenyum kikuk.
"Kalau nggak dilembur nggak jadi-jadi nanti bayinya," ucapnya cengengesan.
Mei tertawa.
"Kamu ke resort hari ini?" tanya Mei.
"Enggak, aku ke resort hanya weekends! Hari ini mau ngantor."
"Ohh..." Mei menyiapkan jas dan keperluan Zack lainnya.
"Kamu mau ke rumah Aryn? Biar aku antar,"
"Enggak, hari ini mau di apartemen aja." Mei duduk di ranjang memperhatikan Zack.
"Tumben, biasanya nggak betah sendirian?" Zack masuk ke kamar mandi.
"Lagi males aja," jawab Mei.
Seperti biasa, setelah Zack selesai bersiap. Mei membimbing suaminya itu ke meja makan. Semangkuk sereal dengan susu telah disiapkan Mei. Tidak lupa jus dan buah apel yang telah dipotong kecil-kecil. Mei juga sarapan. Mei belum terlalu pandai memasak, ia baru mengikuti 2 kali kelas memasak. Jadi maklum sarapannya hanya dengan sereal seadanya.
Mei mengantar Zack sampai di pintu depan saja. Karena mereka tinggal di apartemen jadi akan melelahkan jika mengantar sampai basement lalu mesti kembali lagi ke lantai atas. Rasanya hari ini Mei ingin bermalas-malasan saja di rumah. Ia meneruskan kdrama yang belum selesai ditonton bersama para sahabatnya kemarin.
"Oppaaaa......." lirih Mei saat aktor tampan kesayangannya muncul di layar.
Mei guling-guling di ranjang, apalagi saat aktor itu tengah memasuki adegan yang selanjutnya. Yaitu tidur, ya hanya adegan tidur biasa. Layaknya manusia normal yang tidur dengan mata tertutup. Hanya saja aktor itu sedikit terbuka mulutnya dan mendekur halus.
Tidak sampai satu menit kemudian, ponsel Mei menerima banyak notifikasi pesan chat. Dari siapa lagi kalau bukan dari Istri Squad.
__ADS_1
Istri Squad
Aryn: Kalian lanjut nonton enggak? Ada adegan si tampan lagi tidur
Naina: Pastinya lanjut dong! Walaupun hanya koloran ganteng maksimal ya, moms!
Angel: Ngoroknya aja merdu
Silvi: Pengen jadi bantalnya🤩
Mei: Aku juga lagi nonton nih! Kebayang nggak sih kalau seandainya dia suamiku, tiap bangun tidur langsung melihat keindahan dunia
Aryn: Aku aduin Zack tau rasa
Angel: Libur goyang loh
Mei: Cuma seandainya😁
Silvi: Bakalan lebih seru kalau lanjut nonton bareng kayak kemarin nggak sih, moms?
Aryn: Pintu rumahku nggak pernah dikunci
Naina: Maaf moms, Arthur lagi rewel😓 Gegara kemarin disuapin ice cream daddy-nya jadi pilek sekarang. Dari semalem nangis terus
Angel: Aku juga nggak bisa nih, Kelyn minta diantar ke rumah opa omanya. Tau sendiri kalau aku ke sana pasti diajak ngobrol ngalor ngidul dulu
Mei: Aku juga nggak bisa
Aryn: Ada apa gerangan?
Mei: Lagi males aja
Mei: Iya, serius. Lagi males aja pengen di apartemen seharian ini. Masih lemes pusing juga, pagi tadi muntah-muntah
Naina: Muntah-muntah? Wah tanda-tanda,
Angel: Udah isi perut kamu, Mei?
Mei: Ya udah isi lah, udah sarapan sereal+susu
Silvi: 😭😭
Aryn: Maksudnya isi dedek bayi, hamidun! Bukan isi makanan Mei😪
Mei: Oh...Emangnya kalau muntah pagi-pagi itu hamil ya?
Angel: Tergantung sih, kalau aku dulu gitu. Morning sickness namanya,
Naina: Apalagi kamu mendadak jadi males-malesan, kan? Udah telat haid berapa hari kamu?
Mei: Haid? Aku nggak tau, suami yang hapal
Naina: 🤦♀️🤦♀️
Silvi: Lebih baik cek ke dokter aja, siapa tahu emang isi
Aryn: Atau cek sendiri di rumah dulu, kamu punya testpack kan?
__ADS_1
Mei: Beli aja belum pernah
Angel: Pengen kucubit otakmu, Mei! Bikinnya aja rajin, masalah beginian nggak ada persiapan. Aku ada banyak dirumah, aku kirimin pake jasa kurir
Mei: Mommy Kelyn baik banget
Chat mereka hanya sampai disitu. Mereka lanjut nonton kdrama. Sementera Mei, ia menunggu kiriman dari Angel. Sejak tadi ia jadi memikirkan ucapan sahabatnya. Apakah ia hamil?
Sekitar 30 menit, kiriman dari Angel datang. Lumayan daripada beli sendiri. Mei belum pernah beli alat seperti itu sebelumnya. Mei buka kardus kecil itu dan mengambil isinya. Rupanya ada beberapa isinya. Masalah selanjutnya, Mei tidak tahu cara menggunakannya. Untungnya Mei punya jalan ninja. Ia chat grub andalan.
Istri Squad
Mei: Moms, mohon bantuannya🙇♀️ Ini alatnya dicolokin langsung?
Silvi: 😭😭
Angel: Dibaca ada petunjuk di kemasannya
Mei: Kasih tau aja caranya sih, kalau baca lebih lama nanti
Aryn: Kamu pipis dulu, pipisnya ditampung sedikit di wadah kecil biar gampang ngeceknya.
Naina: Terus nanti alatnya dicelupin, kira-kira 10 detik gitu, terus didiemin nanti keliatan hasilnya
Mei: Ditampung di mangkok aja bisa kan, ya?
Silvi: 😭😭
Aryn: Terserah Mei, terserah...Ditampung semuanya dibaskom juga boleh😌
Mei melakukan seperti yang diajarkan sahabatnya. Hanya saja karena tidak mau ribet, ia menggunakan mangkuk sup yang ia ambil di dapur. Sekarang ia hanya tinggal menunggu hasilnya. Tidak mau pusing dengan hasilnya, ia fotokan testpact itu.
Istri Squad
Mei: *Sent a picture*
Angel: Demi Samsul, kamu hamil Mei?😯
Mei: Aku nggak tau, jadi aku kirim hasilnya. Emangnya itu hasilnya aku hamil?
Silvi: mengcapek😭
Aryn: itu garis dua, neng! Kamu hamillll...
Naina: Congratulation🥳🥳
Mei: Oh god...Beneran? Aku hamil?
Aryn: Iyaaa, kasih tau Zack gih
Mei: Huaaaa senengnyaa😭😭😭 Nggak sia-sia tiap malem aku dibolak balik Zack😭😭😭
Angel: Selamat ya...
Mei sangat senang sekali, ia segera bersiap. Ia akan menyusul Zack ke kantor. Ia akan menyampaikan kabar gembira ini secara langsung. Baru nanti mereka pergi ke dokter kandungan dan memberitahu orang tua mereka.
..............
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!
Mohon maaf telat update, kemarin vaksin booster. Seharian di kasur, ngangkat kepala aja nggak kuat🥱