
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat selalu ya!
.............
Keesokan harinya,
Aryn dengan sabar menunggu Mei di sisi ranjang. Ia sangat khawatir dengan sahabat satu-satunya itu. Melihat sahabatnya baik-baik saja semalam membuatnya sangat lega. Dave berdiri di sudut kamar. Sebenarnya ia malas berada di ruangan itu. Demi istrinya, apapun akan ia lakukan.
"Sayang...Sudah setengah jam kamu menunggu di sini. Kamu tidak capek? Kita tinggal saja tukang tidur ini!" rengek Dave.
"Tega kamu ya?" sahut Aryn.
"Yang ditunggu saja tidak tahu diri, biarkan saja! Ayo kita makan, aku sudah lapar kronis!" Dave menarik tangan Aryn.
"Kalau lapar ya makan saja duluan," jawab Aryn ketus.
"Mana bisa aku makan tanpa kamu," Dave menelusupkan kepalanya ke ceruk leher Aryn. Hal itu sukses membuat Aryn merinding.
"Kamu sama aja seperti Davin, ya sudah ayo bayi besar!" Aryn dan Dave meninggalkan Mei di kamar.
Tidak berselang lama, Mei bangun dari tidurnya. Mei memegangi Kepalanya yang terasa pusing dan berat. Mei melihat sekeliling. Ini bukan kamarnya. Ia ingat semalam ada orang asing masuk ke apartemennya, apakah ia diculik semalam? Mei berusaha mengingat kejadian semalam, tapi kepalanya pusing. Padahal ia hanya minum sedikit semalam. Mei berjalan terhuyung keluar dari kamar itu. Untung tidak dikunci pintunya. Berarti ia tidak diculik?
Mei memperhatikan sekelilingnya. Mewah, bangunan ini sangat mewah. Sepertinya ia pernah kesini sebelumnya. Ah iya, ini mansion Dave, suami sahabatnya.
"Langsung ke bawah aja deh, laper!" gumam Mei.
Mei bersenandung ria, menekan tombol lift. Pintu lift terbuka, Mei menyelonong masuk ke dalam lift.
Gedubrak,
"Heyyy!" pekik Zack.
Kepalanya berbenturan dengan kepala Zack. Lumayan keras, kepala Mei semakin pusing. Ia sampai berpegangan di dinding lift.
"Aduh...tambah pusing kepalaku..." keluh Mei.
"Makanya matanya dipakai! Terus anak kecil nggak usah dugem!" Zack mengelus kepala Mei.
Mei mengingat-ingat kejadian semalam. Ia ingat semalam ia memang dugem di apartemennya sendiri. Menyalakan lampu disko dan musik dengan keras. Di mejanya juga sudah disiapkan minuman beralkohol lengkap dengan cemilan lain. Seingat Mei, ia hanya minum segelas kecil saja. Tapi kepalanya sudah pusing parah, bagaimana jadinya kalau ia menghabiskan satu botol?
Mei merangkai satu persatu kejadian. Saat ia asik minum, apartemennya dibobol. Iya, ia ingat! Semalam samar-samar ia melihat Zack datang menolongnya. Tapi Zack malah pingsan. Hanya itu yang ia ingat.
"Kecil-kecil gini aku kuat membawa beruang pingsan keluar dari apartemen ini!" Mei meledek.
"Beruang pingsan? Maksudmu aku?" seru Zack dengan nada yang meninggi.
"Baguslah kalau sadar diri!" Mei tertawa kecil.
"Harusnya kamu berterimakasih karena sudah aku selamatkan!"
"Tapi ujung-ujungnya aku juga yang direpotkan tauk!" protes Mei.
__ADS_1
Ting,
Mereka berdua terus berdebat. Saat keluar lift sampai ke meja makan pun masih berdebat. Keduanya duduk di kursi yang berseberangan. Mulut mereka tidak berhenti mendumel. Ditambah kaki mereka beradu kekuatan di bawah meja. Mei menendang kaki Zack dengan keras. Dave menyunggingkan senyum licik. Saatnya ia beraksi.
"Eh, Mei! Jangan kasar sama Zack dong, katanya sayang..." seru Dave.
"Jangan ikut campur!" seru Mei kesal.
"Uluh uluh....Lupa ya yang semalam?" celetuk Samuel.
"Zack aku sayang kamuuu...." Reza mencontoh perkataan Mei semalam.
"Jangan tinggalin akuuu..." imbuh Reza, Dave dan Samuel bersamaan.
Hahahahaha.........
Semua orang tertawa dengan kencang. Apalagi melihat ketiga pria tampan itu mempraktikkan persis dengan gaya Mei. Sangat lucu menggemaskan melihat mereka kompak.
"Mana adaaa?" kedua pipi Mei merah seperti tomat.
"Aku tidak mendengarnya.. " sahut Zack.
"Jelas kalian tidak tahu. Mei sedang mabuk dan lo pingsan, Zack!" jawab Samuel.
"Lihat nih!" Dave menunjukan ponselnya.
Dari layar ponsel itu, nampak video. Yang menjadi tokoh utama adalah Mei sendiri. Dalam video itu Mei mabuk. Ia menangis mersung-raung sambil memeluk Zack. seperti yang dikatakan Dave dan teman-temanya. Mei meneriakkan perasaannya pada Zack berkali-kali. Mei merasa sangat malu.
"Benar itu," imbuh Aryn.
"Aku hanya meracau," protes Mei.
"Jelas sekali kau terlihat sangat takut kehilangan Zack!" Dave meledek.
"Kau masih sayang Zack, kan?" sahut Samuel.
"Kalau nggak ngakuin sayang nanti diambil orang loh!" imbuh Reza.
"Kalian apa-apaan sih?" pipi Zack juga memerah.
"Aaa... aku pulang saja!" Mei menutup wajahnya.
Mei beranjak dari kursinya, tapi sebelum Mei pergi dari sana. Zack menahan tangan Mei dengan kuat.
"Bahaya!" ucap Zack, kedua pipinya merah.
"Ciee cieeee...." sorak semua orang, Aryn yang paling kencang.
Mei dan Zack menahan malu seharian ini. Pasalnya semua orang tidak hentinya meledaknya. Keduanya tidak bicara satu sama lain. Mei terlalu malu untuk bicara dengan Zack.
Mei dan Zack tidak kembali ke apartemennya, menurut Reza dan yang lainnya, di sana masih bahaya. Hanya Samuel yang pulang, karena anak dan istrinya menunggu di rumah. Samuel pulang sore hari.
__ADS_1
"Babang Samuel hati-hati, ya!" seru Silvi saat mengantar Samuel sampai pintu utama.
"Siapp!" sahut Samuel.
Samuel melajukan mobilnya meninggalkan mansion Dave. Ia mengendarai mobilnya dengan santai. Tidak ada yang mencurigakan ataupun yang mengikuti mobilnya. Semuanya baik-baik saja. Sampai akhirnya,
Dor dor,
"Argghh... sial!" teriak Samuel.
Terdengar suara pistol dari kejauhan, dan sialnya mengenai ban belakangnya. Mobil Samuel oleng. Beruntung ia belum jauh dari mansion, ia segera menelpon Reza.
"What's up?"
"Gawat, bro! Serangan dari semak-semak!" ucap Samuel sambil memperhatikan kaca spionnya.
"*Okay, otw!"
Tut*,
Samuel melepaskan beltnya dan menunduk. Ia meraba saku celana dan jaketnya, dia tidak membawa senjata apapun. Di luar mobilnya sepi, sangat aneh. Samuel menengok ke kaca spion lagi. Sedetik kemudian,
Dor dor dor,
Timah panas menembus kaca spion dan menggores body mobil mewahnya. Samuel terus menundukkan kepalanya. Jangan sampai penyerang itu mendekati mobilnya sebelum Reza datang. Bisa tamat riwayatnya. Putrinya masih kecil, masih butuh dia. Ia juga sangat mencintai Angel sekarang. Ia tidak boleh mati sekarang.
Samuel mencari sesuatu di mobilnya, yang sekiranya bisa ia gunakan untuk melindungi diri. Ternyata tidak ada apapun, hanya ada botol besar berisi air mineral. Sebenarnya ada peralatan, tapi ada di bagasi. Kalau ia mengambilnya pasti musuh akan dengan mudah membunuhnya. Mungkin hanya air mineral ini yang bisa melindunginya nanti.
Samuel mengatur napasnya, ia melihat ke kaca spion. Astaga, ada lima orang yang berjalan mendekati mobilnya. Orang-orang itu menggunakan penutup wajah hanya matanya yang terlihat. Tangan mereka memegang senapan, siap membidik kapanpun itu. Samuel tidak boleh gegabah. Ia lengah sedikit saja, ia akan mati.
Ide cemerlang terbesit di otaknya. Ia ingat, ia selalu membawa parfum kemanapun. Parfum itu ia simpan di saku jaketnya. Ia ambil parfum itu, lantas dimasukkannya cairan parfum ke dalam air mineral.
"Parfum ini tidak akan mengalahkan mereka, tapi mata mereka akan perih jika terkena air ini!" Samuel mempunyai kepercayaan diri sekarang.
Lima orang itu mulai mengepung mobil Samuel. Samuel tetap menunduk untuk sementara. Salah satu dari orang itu mengetuk kaca mobil sambil memberikan isyarat untuk membuka pintu mobil. Samuel akan memanfaatkan kesempatan ini. Ia membuka tutup botol air mineral yang sudah dicampur parfum mahal miliknya. Sebenarnya sayang juga kalau parfumnya dibuang sia-sia, tapi demi nyawa tidak masalah. Nanti bisa beli lagi. Ia menekan tombol, kaca mobil perlahan turun.
**** ****
"Arrgghh!" pekik orang-orang itu.
Ada tiga orang yang berhasil ia semprot dengan air itu. Mereka menggosok mata mereka, dan menjatuhkan senapan ke tanah. Dua orang lainnya tidak tinggal diam. Mereka sudah mengarahkan senapannya ke dalam mobil.
"Papa sayang mama dan Kelyn," Samuel menutup matanya, menunggu maut menjemputnya.
Dor dor,
Samuel menahan napas, peluru itu pasti sudah bersarang di tubuhnya. Apakah ia akan segera mati? Ia tidak merasakan sakit apapun. Samuel perlahan terjatuh di jok mobilnya.
...........................................
Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!
__ADS_1