
Hari ini Baby Arion akan dibawa pulang ke rumah. Karena kondisi ibu dan bayinya sehat, jadi Silvi dan Baby Arion bisa meninggalkan rumah sakit jam 1 siang. Dave, Aryn, sahabat, dan orangtua mereka pulang dari jam 10 pagi agar bisa menyiapkan penyambutan kecil-kecilan.
Untuk pertama kalinya Glen menyupiri bosnya. Reza duduk di jok belakang bersama Silvi dan putra mereka.
"Kita akan pulang, sayang!" ucap Silvi pada Baby Arion.
"Astaga, anak laki papa! Dari tadi merem terus," Reza terkikik.
"Kita berangkat bos!"
"Okay, pelan-pelan saja," jawab Reza.
Glen melajukan mobil.
"Bos tahu sendiri bagaimana gaya menyetir saya," cicit Glen.
"Iya aku percaya!" seru Reza.
Silvi mendengus pelan, "Aku tidak menyangka jika gaya menyetirmu gaya siput lansia, Glen!" keluhnya.
Reza tertawa.
"Demi keselamatan, Bu Bos! Biar pelan asalkan selamat sampai tujuan!" seloroh Glen.
"Yang nunggu Baby Arion di rumah keburu jadi fosil, dasar!" Silvi mengomel.
Ia tahu jika maksud Glen mengendarai mobil mereka dengan kecepatan rendah adalah untuk alasan keamanan anggota baru keluarga mereka itu. Tapi tidak sepelan ini juga.
"Kalau tau begini aku jalan kaki saja, Glen!" Silvi masih mengomel.
Reza tertawa.
"Jangan mengomel terus, sayang! Bukannya bagus kalau pelan-pelan, Baby Arion jadi nggak keganggu tidurnya," ucapnya.
"Tapi lama, honey!" Silvi cemberut.
"Ssshhh🤫, jangan protes!" jawab Reza.
Silvi terpaksa diam, ia harus menuruti perkataan suaminya. Mobil mereka berjalan perlahan.
Di rumah Silvi,
"Kenapa mereka belum sampai?" Edgar mondar-mandir di depan rumah, begitu juga dengan besannya Erick.
"Mungkin mereka mampir jajan dulu," sahut Katy.
"Aku jadi khawatir dengan cucuku, atau disamperin aja?" Zela turut menyahut.
"Tadi Silvi kirim chat katanya on the way," seru Aryn.
Mereka menunggu. Samuel dan Zack sampai tertidur di sofa. Hampir 40 menit lamanya, mobil Reza baru sampai di rumah.
"Mereka datang, mereka datang!" seru Edgar.
"Semuanya siap-siap!" Erick menambahi.
Lantas Angel dan Mei membangunkan suami mereka. Peran mereka berdua lumayan penting di acara penyambutan ini. Samuel dan Zack buru-buru memakai kostum lebah yang disiapkan. Aryn membagikan terompet untuk semua orang. Lantas Mereka semua berdiri di depan pintu.
Ceklek,
Pintu dibuka dari luar.
"Welcome home!!!" sorak semua orang diiringi terompet yang bersahutan.
Kedua mata Silvi berbinar, ia terharu semua orang menyambut putranya dengan suka cita. Ia mengucapkan terima kasih kepada mereka.
__ADS_1
"Sayangnya.... Yang disambut masih tidur," Reza terkikik.
"Aduh, cucu oma kebo banget!" seru Zela.
"Ayo foto dulu!" teriak Erick.
"Ambil posisi!" imbuh Edgar.
Para suami berdiri di samping istri masing-masing membentuk barisan tapi melengkung agar semua masuk frame. Baby Arion ada di tengah, Silvi sedikit membenahi posisi putranya agar terlihat di kamera walaupun kedua mata masih tertutup wkwkwk.
"Samuel, Zack.... Kostumnya tetep dipake dong!" seru Erick.
"Janganlah, om! Masa saya gendengan sama tawon!" jawab Naina.
"Iya, om! Kita udah dandan cantik pakai dress begini, kalau Baby Arion besar nanti dia akan mengira aku berfoto dengan badut taman!" imbuh Angel.
Semua orang tertawa.
"Ya sudah, bileh dilepas!" Erick terkikik.
Davin, Desmon, dan Kelyn berjejer rapi di barisan depan. Mereka semua siap-siap, sedangkan kameranya masih diam di atas meja. Baru mereka sadar.
"Kita semua di sini, lalu siapa yang ngambil fotonya sih?" seloroh Dave.
"Lo aja, Dave! Wajah lo terlalu lempeng juga kalau foto," sahut Samuel.
"Biarin lempeng, yang penting ganteng. Ken aja tuh!" Dave bergaya sok cool melemparkan tugas kepada Ken.
"Mana bisa, gua gendong Arthur!" Ken tidak membuat alasan, tapi memang benar dia menggendong Arthur saat ini.
"Terus siapa ini?" seru Zela kesal.
Detik itu juga semua orang menatap Glen.
"Saya?" pekik Glen.
"Nasib nasib...." Glen keluar barisan, ia ambil kamera.
"Ambil foto yang bagus, cari posisi yang pas, jangan sampai aku kelihatan gendut loh!" cicit Mei.
"Iya benar itu, kalau bisa dikasih efek percantik ya! Pipiku harus kelihatan tirus pokoknya," sahut Angel.
"Setuju!" Naina bersorak.
"Tapi kalau bisa efek percantiknya tetap kelihatan natural gitu," imbuh Aryn.
"Keriputku juga harus ketutup," Zela ikut-ikutan.
"Apalagi ubanku," sahut Katy.
"No comment," Zack memijat pelipisnya.
Para suami di sana hanya bisa mengelus dada. Seperti itulah istri mereka, mau mengambil foto saja harus banyak aturan. Tidak boleh kelihatan gendut, harus pakai efek, tapi fotonya harus terlihat seperti tidak diberi efek, bla bla bla....
"Wanita selalu ribet, benar kan uncle?" ucap Davin pada Desmon.
"Benar, pusing kepalaku Apin!" sahut Desmon.
"Kalian para pria tidak tahu masalah wanita!" Kelyn menyahut.
"Kami tahu, Elyn! Wanita itu selalu ribet dan membuat pusing!" seru Davin.
Obrolan anak-anak itu membuat para suami tertawa, sementara para istri cemberut.
"Jadi foto atau tidak ini?" teriak Glen memuat keributan itu terhenti.
__ADS_1
"Jadi jadi...." sahut Angel.
"Okay, jadi buat pose sekarang! 1... 2....3! Kejuuu...."
Cekrek cekrek
Sesi foto berakhir cepat, para suami harus berterimakasih pada anak mereka. Davin dan yang lainnya tidak bisa diam saat difoto. Jadi karena emosi sesi foto disudahi. Mungkin hanya ada 4 foto yang terlihat bagus tadi.
Makanan di sediakan di meja. Ada berbagai macam makanan ringan dan kue kecil. Anak-anak langsung duduk mengeroyok meja. Untuk sesaat mereka bisa diam. Orang tua mereka lanjut mengobrol. Silvi membawa Baby Arion ke kamarnya. Sebenarnya sudah disiapkan kamar bayi terpisah untuk putranya. Tapi Silvi tidak tega jika membiarkan putranya tidur sendiri. Mungkin jika sudah berusia 5 atau 6 bulan nanti, Baby Arion akan dipindahkan ke kamarnya.
Silvi keluar kamar setelah memastikan Baby Arion nyenyak. Kasihan kalau tidak dipindahkan ke kamar, pasti terganggu dengan kehebohan keluarganya.
"Arion sudah kamu tidurkan, Sil?" tanya Katy, karena ia melihat Silvi keluar kamar sendirian tanpa cucunya.
"Iya, ma! Takut keganggu kalau di tidurkan di sini," jawab Silvi.
"Ya udah, kalau mama temenin Arion ya?"
"Papa juga, ya?" sahut Erick.
"Iya, ma pa.." Silvi mengangguk.
Erick dan Katy pergi ke kamar Silvi untuk menemani Arion.
"Mom...Mommy... Baby Arion tampan ya?" seru Kelyn.
Ucapan Kelyn barusan menyita perhatian semua orang terutama Davin dan Desmon.
"Iya sayang, Arion memang tampan." jawab Angel.
"Tapi, honestly... Masih tampan Apin sih, mom!" sahut Kelyn.
Semua orang tertawa.
"Iyakah?" tanya Samuel.
"Iya, dad!" jawab Kelyn bersungguh-sungguh, ia menatap Davin.
Sedangkan yang sedang dibicarakan malah diam saja. Davin justru buang muka dan mengacuhkan Kelyn. Melihat kejadian itu, Desmon menghampiri Kelyn.
"I dont think so, Elyn! Jelas lebih tampan Emon daripada Apin. Wajah Apin datar seperti kanebo kering begitu," seru Desmon.
Samuel tertawa paling keras.
"Tapi Emon, aku lebih suka dengan Apin," seru Kelyn pada Desmon.
"Dia tidak suka denganmu, Elyn!" sahut Desmon.
"Terserah aku," Kelyn kesal, ia duduk di dekat mommy-nya.
"Hizzz..." Desmon melipat tangannya di depan dada.
Semua orang tertawa.
"Yang cuek memang lebih menarik ya, moms!" seloroh Mei.
"Gejala cinta segitiga ini!" sahut Zack.
Mereka tertawa.
"Duh, masa anak gua saingannya adik gua!" Dave memijit pelipisnya.
"Kalau gua sih terserah Kelyn mau sama Apin atau Emon, ujung-ujungnya tajir juga wkwk..." seru Samuel.
...............
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!
Maaf author telat update lagi, sedang ada urusan di dunia nyata wkwk...