Psikopat Semakin Bucin

Psikopat Semakin Bucin
KESERUAN DI BAWAH POHON ALPUKAT


__ADS_3

Mei telah duduk santai di kursi bawah pohon alpukatnya. Di meja hadapannya telah tersedia aneka snack, buah, dan jus dalam kemasan. Tinggal menunggu emak-emak kumpul wkwkwk. Baru 5 menit yang lalu Mei chat di grub. Suara gahar knalpot mobil sport terdengar di telinga Mei.


Dua mobil itu berhenti di depan rumah Mei. Rupanya Angel dan Naina sudah datang. Kelyn dan Arthur turut dibawa mereka berdua.


"Hello hello....Kita datang!" seru Angel heboh.


"Wah....Sepertinya bapak-bapak off mengasuh anak hari ini?" sahut Mei saat melihat Angel dan Naina datang bersama anak mereka.


"Iya, dong! Mereka juga butuh quality time," cicit Naina.


Nampak, Silvi dan Aryn berjalan beriringan masuk ke gerbang rumah Mei. Aryn menggandeng Davin, dan Silvi mendorong stroller Baby Arion.


"Apin!!!" Kelyn heboh sendiri melihat Davin datang.


Aryn tertawa.


"Ayo sini, Apin! Duduk di dekat Elyn!" Kelyn menggeser duduk mommy-nya demi memberi ruang untuk Davin.


"Hmm, baiklah!" Davin tampak malas meladeni Kelyn.


"Apin, mau minum?" seru Kelyn.


Davin menggeleng.


"Makan snack?"


Davin menggeleng lagi.


"Terus Apin mau apa?" tanya Kelyn.


"Apin mau kamu duduk dan diam," jawab Davin ketus.


Kelyn langsung diam menurut.


"Waw, sifat Kak Dave diborong Apin semua," cicit Silvi.


"Bener itu, cuek cuek pedes!" Angel terkekeh.


"Tapi kalau udah cinta, bucinnya beuh...." Aryn terkikik.


Mereka tertawa.


"Baby Arion tidur?" tanya Mei pada Silvi.


"Iya nih, mabok ASI wkwkwk..." Silvi membuka sedikit penutup stroller agar wajah Baby Arion terlihat.


"Wah..... Anteng banget dia!" seru Naina.


"Selamat datang di markas emakmu, Rion!" cicit Angel.


Mereka tertawa.


Agar tidak rewel, Davin dan Kelyn diberi semangkuk besar buah yang telah dipotong-potong dan juga snack. Kalau Arthur anteng di pangkuan Naina.


Tin tin,


Para istri-istri itu melihat ke arah pagar, nampak suami mereka siap di dalam mobil akan berangkat ke resort. Mereka melambaikan tangan.


"Hati-hati!" seru para istri hampir bersamaan.


Mobil Dave, Samuel, Ken, dan Reza beriringan meninggalkan kawasan kompleks. Hanya Mobil Zack yang tidak ikut.

__ADS_1


"Loh, Zack mana, Mei? Nggak ke resort?" tanya Naina.


"Belum pulang," Mei terkikik.


"Jadi yang beli kentang goreng saus strawberry sama nugget ayam isi coklat lumer belum pulang juga?" pekik Angel.


"Iya," jawab Mei.


"Maklum aja, Zack pasti pusing cari pesenan Mei." seru Aryn.


"Mau beli dimana coba, menu model begitu wkwkwk" sahut Silvi, ia terkikik.


Mei tertawa paling keras.


"Kalau aku dulu, pernah ngidam aneh sekali. Aku pengen makan rambut nenek. Makanan ini hanya dijual di tanah kelahiranku, Indonesia. Awalnya aku ngira nggak keturutan ngidamnya, eh ternyata Dave datengin langsung orang yang ahli bikin rambut nenek sekaligus bawa Utiku ke sini. Mana dibikinin gerobaknya juga wkwkwk...." ucap Aryn.


"Aku ngidamnya lebih ke penampilan daddy sih, aku pengennya setiap hari daddy rambutnya di belah samping terus pakai gel jadi klimis gitu. Waktu hamil, aku juga paksa daddy pakai baju tidur gambar doraemon sama kayak aku wkwkwk..." sahut Naina.


"Oh pantesan Ken jadi klimis kayak pak camat sekarang wkwk..." seloroh Aryn.


"Aku udah cerita belum sih? Aku waktu ngidam paling nggak bisa makan seafood. Liat ikan goreng bawaannya kasihan. Liat tumis cumi rasanya pengen nangis. Apalagi kalau liat udang bakar, yang berujung aku lebih milih nyuruh Kak Reza ngubur semuanya daripada makan wkwkwk, untung Kak Reza nya nurut. Jadi hari itu semua orang nggak ada yang makan seafood di depanku, cuma makan salad wkwkwk " seru Silvi.


"Kalian ngidamnya kurang totalitas. Kalian udah liat mobilku belum?" tanya Angel.


"Mobil yang mana? Selama ini kamu dianter terus sama Samuel, dasar Juleha!" seru Mei.


"Eh iya, lupa wkwkwk. Terakhir aku ngidam, sekitar satu bulan sebelum Kelyn brojol, aku ngidam BMW keluaran baru, say!" Angel terkikik.


"Damn! Kamu ngidam apa merampok, say?" Naina terkejut.


"Ngidam lah, anakku yang pengen." jawab Angel.


"Kasihan loh anaknya masih dalam perut difitnah wkwkwk..." sahut Mei.


"Aku dulu waktu ngidam emang begitu, ngidamnya lebih ke penampilan gitu, fashion. Sebelum ngidam mobil, aku selalu pengen belanja ke mall yang belum pernah aku datengin gitu wkwkwk...." Angel terkikik.


"Jangan dicontoh ya, Mei!" Aryn mengelus perut Mei.


Mei mengangguk polos.


"Nggak apa-apa dicontoh juga, Mei! Kalau nggak shopping duit suami kita mau buat apa. Lihat tuh Dave, Reza, sama Ken....Mereka pusing istri mereka nggak doyan shopping. Nanti kalau duit mereka di bagi-bagiin ke cabe-cabean montok loh!" seloroh Angel.


"ANGEELLLL!!!!!!!!" teriak Aryn, Silvi, dan Naina murka.


"Hehehe... Maaf maaf.... Just kidding!" Angel tersenyum kikuk.


Angel terkikik melihat ekspresi murka para sahabat satu gengnya itu. Tak lama berselang, Mobil Zack merapat ke garasi. Mei langsung berdiri menyambut. Zack turun dari mobil dengan menenteng dua kantung yang terbuat dari kertas.


"Dapet?" tanya Mei antusias.


Zack mengangguk sambil tersenyum.


"Wahhh, mana mana?" Mei merampas kedua kantung itu.


Buru-buru Mei meletakkannya di meja bawah pohon alpukat dan membukanya. Aryn dan yang lainnya ikut menyaksikan unboxing itu karena penasaran. Apakah Zack benar-benar membawakan menu aneh itu?


"Wuahhh.... Kentang goreng dengan saus strawberry, dan nugget ayam isi coklat lumer!" pekik Mei, ia telah membuka kedua kantung itu.


Zack duduk di dekat Mei, ia terlihat ikut bahagia ketika melihat wajah bahagia Mei yang mendapatkan keinginannya. Apalagi ketika Mei mengambil sepotong kentang goreng dan mencocolkannya ke dalam saus strawberry.


"Enak banget," seru Mei.

__ADS_1


Lantas Mei juga memakan nuggetnya. Diambilnya sepotong nugget itu, saat digigit mulut Mei merasakan coklat yang lumer dimulutnya.


"Ini juga, enak banget! coklatnya lumer di mulut...." Mei antusias.


"Hueekk....Nugget ayam pakai coklat?" pekik Davin.


Aryn menutup mulut putranya.


"Jangan bilang begitu, sayang! Kalau tidak suka jangan lihat, okay?" ucap Aryn pada putranya.


Davin mengangguk, ia lanjut makan snack sambil memainkan mainan yang dibawakan mommy-nya dari rumah. Di sampingnya, Kelyn selalu setia melihat tingkah laku Davin dengan kedua mata yang berlove-love wkwk.


"Enak, Mei?" tanya Angel pada Mei.


Mei mengangguk, ia menjilat jarinya setelah melahap habis potongan pertama nugget itu.


"Aku penasaran, bagaimana Bang Zack bisa dapet menu itu?" Silvi justru bertanya pada Zack mengenai cara mendapatkan pesanan Mei.


"Gampang aja, aku pinjem dapur plus chefnya di restoran cepat saji dekat mall itu. Aku suruh chefnya memodifikasi menu itu untukku," jawab Zack.


"Tuh, ada duit semua lancar!" sahut Naina.


Zack tertawa.


"Nggak juga, chefnya teman waktu kuliah dulu. Aku paksa dikit dengan ancaman menyebar aib waktu kuliah wkwkwk..." ucapnya.


Mereka tertawa.


"Tapi bayar juga kok, tenang aja..." lanjut Zack.


"Udah..." Mei menggeser kentang goreng dan nugget miliknya.


"Loh, kok nggak dihabisin?" tanya Aryn.


"Jangan-jangan kamu mau nyuruh aku yang ngabisin ya? Sepeti Silvi waktu hamil dulu?" tanya Zack.


Silvi tersenyum kikuk karena namanya disebut.


"Nggak kok," jawab Mei.


Zack menghela napas lega. Untungnya Mei tidak memintanya menghabiskan makanan aneh itu.


"Tapi, aku pengen banget sahabat-sahabatku ini yang menghabiskan," Mei cengar-cengir.


Aryn dan yang lainnya melongo.


"Serius?" tanya Naina.


Mei mengangguk.


"Ayo dimakan!" Mei menyodorkan kentang goreng dan nugget itu ke hadapan Aryn, Silvi, Naina, dan Angel.


Mereka masih diam.


"Dimakan dong, demi keponakan kalian," Mei mengelus perut buncitnya.


"Mei...Aku nggak mau...Huekk..." membanyangkannya saja Angel mau muntah, nugget campur coklat.


"Demi anak-anak Mei!" Aryn menarik tangan Angel yang mau kabur.


Zack tertawa.

__ADS_1


.................


Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan komentar sesuka kalian ya!


__ADS_2