
Jam menunjukkan pukul 02:00 dini hari.
Zahwa menggeliat, ia bangun dan langsung duduk sembari mengucek matanya. Ia menatap suaminya yang sudah tidur setelah pergulatan mereka yang selesai 1 jam yang lalu.
Ia meringis memegangi perutnya yang berkukuriuk karena lapar. Sepertinya tenaganya terkuras habis diserap kegiatan panas mereka di tambah ia tidak makan malam tadi. Sungguh perutnya terasa sangat panas sekarang.
"Uhh.. lapar.." rengek nya pada dirinya sendiri.
Kembali ia menatap Akhtar, ia mengusap wajahnya, dan sesekali menyentil hidung mancung itu.
Perbuatannya membuat si empunya wajah terusik. Ia menangkap tangan Zahwa yang sudah menggelitik wajahnya.
Akhtar membuka matanya, dan menatap heran ke arah Zahwa
"Sayang..kenapa bangun? Ini masih pukul dua, masih bisa tidur satu jam lagi. Apakah yang tadi masih kurang?" Ucap Akhtar membuat Zahwa menarik hidung Akhtar kuat
"Engggg"
"Ihh... Bukaann..." Zahwa melepaskan tanganya
"Rambut ini saja masih basah" gumam Zahwa dalam hati
"Lalu apa hm? Apakah kamu tidak mengantuk?" Ucap Akhtar menarik Zahwa ke dalam pelukannya.
" Lapar "
"Hah?" Akhtar menatap mata Zahwa
"Lapar.. Aku lapar Yank.."
" Jam segini?" Tanya Akhtar memastikan
"Hu'um" Zahwa mengangguk
" Ayolah Yank.. perut ku sudah berbunyi dari tadi" rengek Zahwa
" Iya..iya...tapi mau makan apa? Yakin makanan tadi masih ada?"
"Umm...pengen makan gado-gado" ucap Zahwa sumringah setelah beberapa saat berfikir
" A-apa sayang? Gado-gado?" Ucap Akhtar terduduk
"Iya"
"Tapi sekarang mana ada"
" Ada sayang..."
"Dimana?"
"Di dapur"
"Memangnya Bunda tadi masak Gado-gado?"
"Tidak"
"Lalu?"
" Sayang yang masak lah"
"Sekarang?"
"Iyalah sayang... Ayolah..istri mu sedang kelaparan saat ini" rajuk Zahwa
"Baiklah..baiklah..ayo" Akhtar bangun dengan sempoyongan
__ADS_1
"Tunggu" ucap Zahwa menghentikan Akhtar saat akan membuka pintu
" Ada apa lagi.." Akhtar berbalik menatap Zahwa yang berdiri di atas tempat tidur
"Yang ikhlas dong sayang.. ihh"
"Iya, sayang ku... Ada apa?" Ucap Akhtar meralat ucapannya
"Gendong" ucap Zahwa dengan nada manja dan merentangkan kedua tangannya
Kening Akhtar mengerut, tapi walaupun begitu ia tetap berjalan mendekati sang istri yang tiba-tiba berubah sangat aneh.
"Ayo naik" Akhtar berdiri membelakangi Zahwa
Dengan cepat Zahwa mengalungkan tanggannya keleher Akhtar dan merapatkan kakinya kepinggang Akhtar.
Mereka keluar dari kamar dan turun ke bawah menuju dapur.
Akhtar mendudukkan Zahwa di meja makan, setelah itu ia berjalan ke dapur.
"Tunggu sebentar ya"
Zahwa mengangguk patuh, sambil memperbaiki tatanan hijabnya.
Akhtar membuka kulkas, dan melihat persediaan yang ada untuk membuat gado-gado permintaan sang istri.
Ia mengeluatkan semua bahan yang di perlukan, setelah itu mulai mencuci, mengupas, memotong lalu merebus sayurannya tak lupa mie lidi nya. Selagi menunggu ia membuat kuah kacangnya dan menggoreng tahu, kerupuk dan bawang gorengnya .
Saat ia sedang sibuk berkucak di dapur, Zahwa malah asik menonton televisi. Tanpa ada berniat sedikit pun untuk melihat atau membantu suaminya.
Helwa yang mendengar suara tengah malam begini, memutuskan keluar dari kamar. Ia menyerngit mendapati Zahwa sedang menonton sambil meminum air es.
Ia berjalan ke dapur untuk mengambil minum di kejutkan dengan Akhtar memakai apron tengah malam begini.
Sangkin sibuknya Akhtar tidak menyadari Helwa sudah keluar dari dapur dan kembali masuk ke kamarnya.
Ia mencoba meyakinkan dirinya dan berharap bahwa yang dipikirkannya itu benar.
"Ummanya Maira kemana hm.. sini tidur lagi" ucap Azzam dengan suara serak lalu menarik Helwa kepelukannya untuk melanjutkan tidurnya.
Kembali ke pasangan pengantin baru
Kini Gado-gado buatan Akhtar susah selesai siap santap. Ya.. walau tidak selengkap biasanya, tapi sebagian besar dari bahannya ada di situ.
Akhtar menatanya ke dalam sebuah piring. Setelah selesai ia membawanya beserta minumnya ke meja makan.
Akhtar menghampiri Zahwa yang duduk di depan tv yang menyala.
"Sa-" ucapan Akhtar terpotong saat melihat Zahwa sudah memejamkan matanya.
Akhtar tersenyum kecil, ya merasa di permainkan. Tapi, tidak untuk Zahwa, ia tau pasti menunggunya menyiapkan gado-gado tersebut membutuhkan waktu hingga Zahwa sampai tertidur.
Jadi, Zahwa DIMAAFKAN.
Akhtar memilih menggendong Zahwa dan membawanya ke atas. Baru satu anak tangga yang ia pijak, Zahwa terbangun di pangkuannya.
" Bagaimana? Gado-gadonya sudah siap?" Tagihnya pada Akhtar
"Hemm"
"Lalu kenapa aku di bawa ke atas"
" Kamu kan tertidur di ruang tv, saya kira memang sudah ngantuk sekali"
"Tidak, ayo Bib putar balik. Aku mau makan"
__ADS_1
"Tapi udah ngantuk"
"Engga.. Ayo bib... Ke dapur.. aku masih lapar.." Rengek Zahwa
"Iya..iya..baiklah" Akhtar menghela nafas kecil, lalu memutar badannya menuju meja makan.
Kembali ia mendudukkan Zahwa disana, setelah itu ia memberikan sepiring gado-gado yang sudah ia siapkan tadi.
"Bismillahirrahmanirrahim..." Ucap Zahwa
Lalu dengan cepat menyantap gado-gado buatan suaminya.
"Emm...enak" puji Zahwa
Ternyata benar, suaminya ini sangat pandai memasak
Akhtar tersenyum kecil, melihat istrinya sangat menikmati makanan yang ia buat.
Beberapa waktu kemudian
"Alhamdulillah... Sayang aku sudah kenyang" lapor Zahwa sambil mengelus perutnya yang terasa penuh.
"Ya sudah kita tidak usah tidur lagi, kita lanjut sholat malam saja. Ayo" Akhtar menarik tangan Zahwa setelah menaruh piring kotor Zahwa ke westafel.
"Enggh.." Zahwa menggeleng
"Gendong" ucapnya sangat manja
Akhtar terkekeh pelan lalu membawa Zahwa ke pangkuannya dan berjalan ke kamar mereka.
Zahwa merasa senang merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Istriku.. sebenarnya ada apa dengan mu" ucap Akhtar menatap wajah Zahwa yang sudah kembali tertidur pulas.
Setelah puas menatap wajah cantik itu, ia beranjak dan bersiap-siap untuk sholat malam.
***
Keesokan paginya
Zahwa terbangun saat kemali tidur setelah subuh. Matanya dan kepalanya sangat berat tidak tertahan kan juga, makanya ia kembali pulas si pagi hari yang dingin, tapi tenang ia sudah mandi. Akhtar tidak akan membiarkannya sholat pagi tanpa bersih-bersih terlebih dahulu.
Dibawah, Helwa sedang mengantar teh untuk tiga kepala keluarga yang bersantai di taman belakang.
"Terimakasih nak"
"Sama-sama Yah" jawab Helwa
"Umma.. Maila junda mauu num.." pinta Humairah yang sedang berada di pangkuan Akhtar
"Maila, minum susu ya nak. Jangan teh"
"Mauu yang kaya Om danteng" rengek nya
"Maira.. pagi-pagi untuk anak kecil seperti Maira itu minum susu, biar sehat"
"Umm..bial cepat besal junda kaya Om danteng?" Tanyanya polos dengan wajah imut
" iya benar, biar Maira tinggi sama kaya Om" balas Akhtar menggesek dagu Maira
"Hmm...begitu ya.. Umma Maira mau susu aja bial kaya Om"
"Oke.. sebentar ya cantik" ucap Helwa lalu melenggang pergi ke dapur membuat susu untuk Maira
***
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya Bunda...✨
InsyaaAllah nanti malem up lagi🤭