Salah Khitbah

Salah Khitbah
48. SK : KENDALA


__ADS_3

S E L A M A T M E M B A C A


***


FLASHBACK ON


Seorang pria tengah membereskan barang-barang nya, berniat akan pulang ke Indonesia. Saat ia sudah meraih gagang pintu langkahnya terhenti saat merasakan sebuah getaran di saku celananya.


Ia melihat sebuah notifikasi, air muka nya tampak berubah saat melihat pemberitahuan bahwa penerbangan di tunda. Ia mengacak rambutnya kasar. Kembali ia menyeret kopernya ke dalam.


Ia duduk di sisi tempat tidurnya sambil memijit pelipisnya. Tak lama ponsel nya berdering.


'Hasan is calling' tertera pada layar ponselnya.


Hasan adalah salah satu temannya mengajar di salah satu rumah belajar anak-anak. Mereka bertemu di kampus dan berteman selama ia berada di Kairo. Suatu hari Hasan mengajaknya pergi ke tempatnya bekerja. Banyak anak-anak yang suka padanya dan selalu cari perhatian agar mengajari mereka. Melihat itu, pihak yayasan memintanya untuk bergabung di rumah belajar tersebut. Setelah berfikir dengan berbagai pertimbangan akhirnya ia bergabung dan mengajar di sana. Jadilah ia belajar dan mengajar di sana.


Ia menggeser tombol hijau ke samping. Tandanya ia menerima panggilan itu.


📞" Assalamu'alaikum, ya Akhy"


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Akhy Hasan, ma alkhata'a?


(Ada apa?)


📞"هَلْ غَادَرَتْ الِىَ المَطَار آسِفْ جِدًا ، يِوجَد حَاليًا آباء طُلَّاب يُرِيْدُوْن مُقَابَلَتَك فِيْ مَنْزِلْ الدِرَاسَة الآن"


*Hal ghadarat 'iilaa almathar?asiif jiddan , yujad halyan aba' tullab yuridun muqabalatak fi manzil aldirasat al-aan"


(apakah kamu sudah berangkat ke bandara? maaf sekali, saat ini ada orang tua siswa yang ingin bertemu dengan mu di rumah belajar sekarang)


" يُرِيْد اَن يَلْتَقِي؟


*Yurid 'an yaltaqi?"


*(Ingin bertemu?)


📞"نَعَمْ ، لَقَدْ كَانَ يَنْتَظِرْ هُنا لِمُذَة سَاعَتَيْن


*Na'am , laqad kan yantazhir huna limudzat sa'atayn"


(ya, dia sudah menunggu selama dua jam di sini )


"Ada apa ini?" Batin Fatih


"حَسَنًا ، سَأَكُون هُناَك


*Hasanan, sa'akun hunak"


(Baiklah kalau begitu, saya akan segera kesana)

__ADS_1


📞"شُكْرًا لَقْدُومُك. نَحْنُ نَنْتَظِرك. اَرَاك لاَحِقًا. السلام عليكم


*shukraan lqdumk. nahn nantazrik. 'arak lahiqaan assalamu'alaikum"


(Terimakasih sudah bersedia datang. Kami menunggumu. Sampai nanti, Assalamua'laikum)


"Wa'alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh"


Tiit. Sambungan terputus


Fatih segera pergi ke rumah belajar tersebut. 30 menit kemudian dia sudah berada di pintu ruangan. Ia masuk setelah mengucap salam dan berbincang sebentar.


"هِيَ طَالِبَة تَعْرَضَتْ لِحَادِثْ مُنْذ ثَلَاثَة أَشْهُر. يُرِيْد العُودَة لِلْدِرَاسَة وَلَكُن مَعْك فَقْط.


*hiya thalibat ta`radhat lihaditsh mundzh tshlatsh 'asyhur. yurid 'uwdat lildirasat walakun ma`ak faqt"


(Dia adalah siswi yang mengalami kecelakaan tiga bulan yang lalu. Dia ingin kembali belajar tetapi hanya denganmu)


Ucap Hasan pada Fatih menjelaskan. Ya setelah melihat siswi yang di selamatkan nya dari kecelakaan tiga bulan lalu ia tinggal pelajaran selama satu semester. Ia terbilang anak yang pintar dan cerdas, jadi sangat sayang jika ia tak melanjutkan sekolahnya.


"أَلَيْسَ هُنَاك الكَثِير مِن الأُسْاتَذَة الَّذِيْن يُمْكِنُهُمْ مُسَاعَدَتُه


*'alays hunak alkatsyr min al'usatdzhat aladzhina yumkinuhum musa`eadatuh"


(Bukankah banyak Ustadzah yang bisa membantunya)


"المُشْكِلَة هي أَن الطَالِبَة تُصِر عَلىُ أنَهَا تُرِيْدُك أَن تَكُوْن مَدْرَسَهَا الخَاصِ


*almusyhkilat hiya 'an altthalibat tushiru `ealaa 'anaha turiduk 'an takun madrasaha alkhasi"


(Masalahnya adalah siswi tersebut bersikeras bahwa dia ingin Anda menjadi guru privatnya)


Bisik Hasan kembali pada Fatih. Membuat kedua orang tua siswa itu bingung apa yang sedang mereka bicarakan.


"مَاذَا عَن الأُسْتاَذ. هَلْ أَنْتَ مُسْتَعِدُ لِتُصْبِح مُدَرَّسًا خَاصًا لِبَنَاتِنَا لِفَصْل دَرَاسِي؟


*madzha `ean al'ustadh. hal 'ant musta`eidun litushbih mudarrsan khashanan libanaatina lifasl darosi?"


(Bagaimana dengan Ustadz . Apakah Anda siap menjadi guru privat untuk anak perempuan kami selama satu semester?)


"فِيْ وَقْت سَابِقْ ، اَعِتَذَرَتْ لَكَ وَلِأَمِي. لَكُنْ فِيْ الوَاقِع أُرِيْد العَْودَة إِلىَ المَنْزِل اليَوْم. مَعَ ذَلِك ، تَمَ تَأجِيْلُ جَدْوَل رَحِيلِه. بَعْد غَد سَأَعُود إِلىَ وَطُنِي. اَسِفْ جِدًا. لَا أَسْتَطِيْع تَلْبِيَة طَلَبِكْ. اَسِفْ جِدًا.


*fi waqt sabiq , aietadzharat lak wali'ami. lakun fi alwaqie 'urid aleawdat 'iilaa almanzil alyawma. wam'ae dzahlik , tama tajil jadwal rahilihi. baed ghad sa'aeud 'iilaa watuni. asif jadana. la 'astatie talbiat talabik. asif jiddan.


(Sebelumnya, saya meminta maaf kepada Anda dan ibu . Tapi sebenarnya saya ingin pulang hari ini. Namun, jadwal keberangkatannya ditunda. Lusa saya akan kembali ke negara asal saya. sangat menyesal. Saya tidak dapat memenuhi permintaan Anda. maaf sekali.)


Tolak Fatih dengan halus pada kedua orang tua siswi nya itu. Gurat kekecewaan nampak jelas di wajah mereka. Terlebih lagi siswi tersebut, matanya sudah menggenang, siap-siap saja akan banjir.


Melihat kesedihan anaknya. Ayah dari siswi terebut memohon pada Fatih. Segala bujuk rayu dan raut kasihan ia keluarkan agar permintaan anaknya terpenuhi.

__ADS_1


Tak bisa lagi menolak, Fatih juga merasa kasihan pada Anak itu. Ya sudahlah, ia akan menetap di sini. Selama beberapa bulan lagi.


Berat? Tentu. Harusnya ini adalah saat-saat mendebarkan baginya malah harus terhalang karena ini. Tapi, sudah lah. Ikhlas saja, mungkin nanti ada hikmahnya. Semoga lelahnya menjadi lillah.


Keesokan harinya ia menghubungi Abi dan Ummah di Indonesia. Ia memberitahu semua yang ia alami. Ummah terdengar kecewa namun apa boleh buat. Yang di lakukan saat ini adalah menunggu anak sholeh nya itu pulang beberapa bulan lagi.


📞


"Ummah.."


"Iya nak?"


"Em...gadis..ee...gadis itu.."


"Gadis? Ada apa nak?"


"Em.."


"Saat kau pulang nanti, baru kita bicarakan ya" ucap Ummah di sebrang sana seolah mengerti maksud perkataan putra nya itu.


"Baik Ummah.." jawab Fatih tersenyum


"Tunggu lah aku sebentar lagi"


***


Tak terasa, ini adalah minggu terakhirnya menjadi guru privat dari siswi nya. Tak sampai setahun, dalam enam bulan siswi tersebut bisa dengan cepat mengejar dan mengulang pelajaran yang tertinggal.


Setelah dari kantor yayasan menerima bebarapa pemberian teman-temannya sebagai tanda perpisahan. Ia segera mengemas barang-barangnya.


Sebelumnya ia sudah menelpon Ummah untuk langsung ke rumah Om Ali dan mengkhitbah putrinya. Karena penerbangan memakan waktu 18 jam 43 menit dengan kecepatan penerbangan 500 km/jam. Besok setelah sampai ia bisa langsung bersiap untuk menyusul ke rumah Om Ali.


Qadarullah, penerbangan kembali di tunda lusa depan karena masalah cuaca. Hatinya mulai tak tenang. Mengapa setiap ia ingin pulang dan berniat baik, selalu ada saja kendala. Gelisah menghampirinya, perasaannya tidak enak.


Ia segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat setelah itu membaca Al-qur'an untuk menghilangkan kegelisahannya dan mencari ketenangan hatinya.


.


.


.


.


Aaa capek, ni tangan kaku keriting :) ga biasa pake keyboard ARAB. Harusnya panjang tapi ga sanggup lagi;) 😆.


yuk jangan lupa tinggalin jejak nya


like komen nya di tuggu loh ya

__ADS_1


__ADS_2