
***
Setelah selesai sarapan
Buya Firman dan Umi Alya pulang ke pesantren karena besok Buya ada acara mengisi pengajian di luar kota selama 1 minggu di tempat yang berbeda. Linda dan Dini ikut bersama Buya dan Umi, mereka pulang masing-masing menggunakan taxi setelah meminta di turunkan di jalan raya.
Setelah kepulangan Buya, Umi, Linda dan Dini, Mereka kembali masuk ke dalam rumah.
" Om danteng.." ucap Humaira menarik-narik ujung baju Akhtar.
"Iya sayang.." Akhtar mengangkat Humaira ke gendongannya.
"Maila mau liat itan"
"Ikan?"
"Hu'um" Humaira mengangguk
"Ikan?" Gumam Akhtar. Ia berpaling menatap Zahwa
"Maira mau liat ikan?" Tanya Zahwa
"Iya"
"Baiklah, ayo kita ke taman belakang" ucap Zahwa
Akhtar masih diam
"Om..ayo.." ucap Humaira menggoyangkan badan Akhtar
"Ah iya.. ayo" ucap Akhtar lalu mengikuti Zahwa dari belakang.
Kini mereka sudah sampai di taman belakang. Tempat yang sangat sejuk dengan berbagai tanaman hias Bunda Fatimah, dan terdapat kolam ikan di sebelahnya. Juga ada gazebo di atas kolam ikannya.
"Yeeayy...itann..Om..itan.."
"Iya ikan, ayo kita lihat" Akhtar membawa Humaira lebih dekat dengan kolam ikan.
"Wahh..iya ada ikannya"
"Itann yeayy" Humaira bersorak kegirangan dan mengayun-ayunkan kaki nya membuat Akhtar hampir terjungkal.
"Ehh ehh mau ngapain sayang.."
"Maila mau ain ail"
"Nanti Ummah marah loh"
"Ndak pappa, bial Om aja ndyang di malain Um-umma"
"Ehh..bisa aja kamu ya" ucap Akhtar menarik hidung Humaira gemash
"Hihihihihi"
Zahwa yang melihat itu tersenyum manis.
Akhtar menaikkan celana yang di pakai Humaira hingga betis atas nya lalu ia sesekali menurunkannya ke dalam air.
"Hihih dinnin Om" ucap Humaira cekikikan
"Dingin ya?"
"Ihihi iya. Om tati nya taya maila, ayo ain ail" ucap Humaira. Zahwa terkekeh geli melihat Akhtar di perintah oleh Humaira.
"Ah iya, baiklah" Akhtar menggulung celananya sedikit. Lalu duduk berselonjor menggosok-gosokkan kaki nya ke permukaan air seperti yang ia lakukan pada Humaira
"Sudah kan"
"Humm, cini maila mau cun pippi Om" titah Humaira
"Ahahaha" Zahwa tertawa lepas mendengarnya.
"Wah..boleh saja. Tapi ada syarat nya" ucap Akhtar menyeringai tipis
"Tertawa lah Queen, akan saya buat kamu tidak bisa berkutik nanti" gumam Akhtar dalam hati.
***
.
.
Akhtar menatap kedua wanita berbeda usia itu dengan senyum tipis. Bagaikan keluarga bahagia, ia merasa seperti sudah memiliki anak.
__ADS_1
Ada Humaira membuat dirinya dan Zahwa semakin dekat dan mengurangi kecanggungan mereka, walau tetap saja masih malu-malu dengan jantung dag dig dug.
Keputusannya mengiyakan permintaan Azzam sepertinya benar.
Tadi sebelum Buya dan Umi berangkat, Helwa mendapat telpon bahwa pria yang selama ini sudah ia anggap sebagai Ayah nya sendiri jatuh sakit.
Helwa adalah seorang gadis sebatang kara. Tidak ada keluarga ataupun sanak saudara yang dimilikinya. Setelah beberapa hari Orang tua Helwa meninggal, ia di angkat menjadi anak dari tetangganya sendiri. Sepasang suami istri yang tidak di karuniai anak dalam pernikahan mereka.
Merekalah yang ia anggap sebagai orang tua kedua setelah Abah dan Ama nya.
Helwa ingin melihat keadaan Ayah angkatnya, namun tidak mungkin ia membawa Humaira ikut serta bolak balik ke rumah sakit. Oleh karena itu, Azzam meminta tolong pada Zahwa dan Akhtar agar menjaga Humaira selama mereka pergi. Dan Akhtar menyanggupi nya.
"Lumayan lah, buat latihan jadi bapak" begitu kata Azzam sebelum ia pergi
Ya benar, Humaira sebagai mediator yang lebih mendekatkannya dengan Zahwa.
Pandangannya kini beralih pada Zahwa, ia mengulum senyum nya saat mengingat kejadian di kolam ikan tadi.
• * * *
FLASHBACK ON
"Wah..boleh saja. Tapi ada syarat nya"
"Hm? Tenapa ada syalat na Om?"
"Karena pipi Om 'kan mau di sun sama Maira"
"Iya..iya apa syalat na Om?" Ucap Humaira tak mengerti apa kata Akhtar
Akhtar tersenyum, lantas ia berbalik menghadap Zahwa.
"Sayang..sini" panggil Akhtar dan menepuk-nepuk dudukan tepat di sampingnya
"Ha?" Zahwa terkejut sebentar. Setelah itu ia mendekat dan duduk di samping Akhtar. Ia meremas kedua sisi gamis nya.
"Syarat nya adalah..Aunty harus sun pipi Om terlebih dahulu" enteng Akhtar
Zahwa melotot kan matanya dan terdiam. Jantungnya berdetak kencang.
"Bagaimana mungkin" batin Zahwa
"Tuh kan tidak bisa berkutik, lucu kamu sayang" batin Akhtar tertawa senang.
"Ayo tanya sama Aunty mau tidak, kalau tidak berarti Maira tidak boleh sun pipi Om" ucap Akhtar
"Ha? Mm-mm Maira..sun nya kapan-kapan aja ya cantik" ucap Zahwa mencoba membujuk Humaira
" No Aunti, Maila mau na cetalang" ucap Humaira memajukan bibir nya dan bersedekap dada.
Zahwa melototkan matanya, kapan Humaira belajar seperti itu? Ia menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Salah tingkah sendiri, padahal tidak melakukan apa-apa.
"Ayo lah Aunti" rengek Humaira
Zahwa bergeming bodoh.
"Aduh...bagaimana ini" gumam Zahwa
Akhtar menahan tawa nya melihat Zahwa seperti orang kebingungan.
"Jadi tidak?" Tanya Akhtar
"Tuh tan..ayolah Aunti.. hiks.."
Melihat Humaira ingin menangis membuat Zahwa panik sendiri.
"Ehh...i-iya..jangan nangis ya hally" bujuk Zahwa
"B-bib..tutup matanya " ucap Zahwa pelan. Sungguh ia sangat malu.
"Kenapa harus tutup mata? nanti sun nya tidak sah" ucap Akhtar membuat Zahwa semakin kesal
" Hah? Ihh..ayolah Bib..Habib ngerjain aku kan" ucap Zahwa memanyunkan bibirnya.
"Tidak, itu hanya syarat biasa dan mudah" ucap Akhtar cepat
"Ish.." Zahwa mendelik kesal
"Ayo sun..sini" Akhtar menepuk-nepuk pipinya dengan jati telunjuk.
"Ya sudah, tapi muka nya balik sana ya" pinta Zahwa mencoba bernegosiasi
"Hmm baiklah" Akhtar memalingkan wajahnya sedikit, membuat Zahwa tambah kesal
__ADS_1
"Bismillah, hiks..apa ini" batin Zahwa
Dengan cepat ia mencium pipi Akhtar dengan hidungnya.
"Sudah"
"Tidak sah"
"Sudah Bib.."
"Ulang! Itu sun yang tidak benar"
"Aunti..yang bandus cun nyaa" titah Humaira
"I-iya iya"
Zahwa merinding sesaat lalu ia mendekatkan kepalanya dan mencium pipi Akhtar dengan benar menggunakan bibirnya.
Akhtar tersenyum puas.
"Yeayy..." Humaira bertepuk tangan yang duduk di antara mereka
"Satu lagi..biar tidak berat sebelah" ucap Akhtar
"Ih..Bib...itu mah mau kamu, bukan syarat Maira lagi" gumam Zahwa pelan menunduk.
"Ayo Aunti" ucap Humaira
Cup!
Zahwa mencium pipi Akhtar yang sebelah lagi, lalu memalingkan wajahnya menunduk malu.
"Ihihihhi....sini Om cekalang gindilan Maila"
"Nah..ini. Cun sepuasnya" ucap Akhtar memberikan pipinya.
Benar saja, Humaira mencium pipinya berkali-kali.
"Ahahaha" lalu mereka berdua tertawa bersama.
"Ehh..lambut Maila atuh te tondam" tunjuk Humaira pada Bando nya yang jatuh ke dalam kolam.
Zahwa dan Akhtar mencoba menggapai bando itu menggunakan kaki mereka. Namun tak sampai, tanpa sadar Akhtar masuk ke dalam kolam untuk mengambil nya
Byurr...ia mandi bersama para ikan hias Ayah Ali.
"Ahahahaha Om Danteng atuh. Ahahah" Humaira tertawa memegang perut nya
"Istriku..bantu" Akhtar menyodorkan tangannya. Karena di sana tidak ada apapun yang bisa di jadikan pijakan untuk naik ke atas, kalau pun ada dia harus berjalan berkeliling baru menemukan tangga.
" Hm?...baiklah " Zahwa memberikan tangannya.
Satu kaki Akhtar bertumpu pada dinding kolam. Ia menggenggam tangan Zahwa dan mencoba naik. Siapa sangka dinding itu sangat licin di penuhi lumut. Akhtar terpeleset tak sengaja Zahwa tertarik maju ke depan.
Byurr...
Mereka kejebur ke dalam kolam.
"Ha? Ahhahaha ...hahaha..ihihihig" Humaira terpingkal-pingkal melihat Aunty dan Om gantengnya masuk ke dalam air kolam.
"Ih..Bib...kenapa aku di tarik..kan basah jadinya.." rajuk Zahwa mengibas-ngibaskan pakaiannya.
"Kan tidak sengaja, tidak tau dindingnya licin. Maaf ya" ucap Akhtar menarik pinggang Zahwa.
Segera ia melepasnya karena malu kalau ada yang lihat. Ia menatap Akhtar dengan wajah cemberut nya.
Akhtar mencuri ciuman di pipi Zahwa lalu naik ke atas, Zahwa mendelik gerah lalu menerima uluran tangan Akhtar yang membantunya untuk naik.
Setelah itu mereka masuk ke dalam rumah, Zahwa terlebih dahulu membersihkan diri, karena merasa tidak nyaman dengan pembalutnya. Setelah itu gantian dengan Akhtar.
Tanpa sadar Zahwa dan Humaira tertidur setelah tadi main air di taman belakang.
Akhtar keluar dari kamar mandi melihat keduanya tertidur memutuskan untuk sholat.
FLASHBACK OFF
• * * *
Akhtar terkekeh pelan mengingat itu. Ia mendekati Zahwa dan membangunkannya.
.
.
__ADS_1
.
jejak nya bunda 💙