Salah Khitbah

Salah Khitbah
63. SK : KEJUTAN


__ADS_3

***


FLASHBACK ON


Krekk..krekk..krekk... Bunyi suara koper yang di tarik.


Tak lama taksi datang dan berhenti tepat berada di hadapannya.


"Pak ke jalan XX..ya "


"Siap mas"


Mobil pun melaju. Dari Bandara butuh waktu 45 menit ke pusat kota.


Ramai nya kendaraan juga orang berlalu lalang membuat jalanan padat dan macet.


Ia terus memainkan tasbih di tangannya dan menyandarkan punggungnya. Entah sampai berapa lama macet ini akan lenggang.


"Setelah 5 tahun akhirnya aku pulang. MiSa... Aku datang" batinnya


Ciitt.. bugh


Mobil tiba-tiba mengerem mendadak. Membuatnya tersentak kaget


" Ada apa pak?"


"Itu mas. Ada orang lewat belanjaannya berantakan jadi hampir menabrak nya tadi" jelas sang sopir


"Ouh..baiklah"


Ia menatap keluar jendela. Dan tak sengaja matanya menangkap sebuah adegan tarik-tarikan oleh seorang akhwat bercadar dan..sepertinya itu perampok.


"Pak..tunggu sebentar" ia segera keluar dati mobil dan berlari ke arah mereka.


Tampak si wanita mulai kewalahan, ia mempercepat langkah nya dan


BUGH..BUGH...


Ia menghajar di perampok itu hingga ia berlutut di tanah. Perampok itu ingin menarik kembali tadi Zahwa yang sedang memunguti belanjaannya.


Segera ia melumpuhkan pergerakannya dari lengannya. Sesaat perampok itu meringis dan segera ia mendorongnya hingga terhuyung ke belakang.


Wanita di belakangnya tampak ketakutan melihat itu. Tidak memiliki alas apa-apa. Ia melepas sorban di kepalanya dan melilitkan di tangannya dan segera menarik tangannya wanita itu melarikan diri dari sang perampok yang bisa saja akan mengejar mereka.


Ia melihat sebuah tong besar yang mungkin bisa menjadi persembunyian sementara mereka.


Wanita itu berada di belakangnya dan ia mengintip apakah si perampok itu mengikuti mereka.


Tapi sepertinya dia kehilangan jejak mereka. Dan akhirnya mereka aman.


M-maaf" lirih wanita itu seraya melepaskan tangannya dari genggaman nya.


Seketika ia sadar bahwa masih anteng menggenggam tangan wanita tidak di kenali nya itu tak lama ia kembali menarik tangannya.


"Terimakasih banyak karena sudah menolong saya" ucap wanita itu lagi.


Serrrr..... darahnya berdesir mendengar suara lembut dari wanita itu. Entah apa yang terjadi dengannya jantung nya berdetak tidak karuan membuatnya sedikit nervous...


"hmm" hanya itu yang bisa di keluarkan oleh tenggorokannya.


Ia melirik wanita di sampingnya tak di sangka mata mereka saling menatap.


"Mata itu?" batinnya


Seakan de javu ia terkejut melihat mata indah di hadapannya ini.


DEG DEG DEG DEG


"ahhhh. Bagaimana kalau dia mendengar nya"


Tanpa pikir panjang ia memperbaiki letak masker nya dan pergi meninggalkan wanita yang di selamatkan nya itu.


Ia pergi mencari taksi yang ia tumpangi tadi dan segera masuk ke dalam mobil.


"sudah Mas?" tanya Pak supir


"sudah Pak. kita berangkat sekarang ya pak"


Ia mengangguk


Ia menepis peluh yang menghiasi pelipisnya.


"kenapa aku panas dingin berada di samping wanita itu? siapa mata itu? siapa dia??" batinnya menerka-nerka.


Dan mencoba mengingat dimana ia pernah melihat mata indah itu.


Tak terasa ia sudah sampai di hotel tujuannya.


FLASHBACK OFF


***


"Hey.."


"Astaghfirullah...." Zahwa tersentak kaget


"Sudah siap belum?"


Zahwa mengangguk.


Kini mereka sudah berada di dapur pesantren.


Zahwa sedang membersihkan sayur sambil melamun.


"kenapa rasanya aku pernah melihat mata itu? Tubuh tegap itu dan..."

__ADS_1


"AKKHHH...." jerit Zahwa gusar.


"Zah" Dini menyenggol Zahwa


"apa?" jawab Zahwa lesu


"tu..." bisik Zahwa menunjuk sekeliling mereka.


"Hah?" Zahwa terkejut mendapati sudah banyak pasang mata yang menatap heran pada nya.


Setelah itu ia menunduk malu.


***


Palang merah sedang menilang waktu sholat Zahwa. Jadi ia putus kan untuk rebahan di kamar saja.


Ia bershalawat sampai terhanyut dan memejamkan matanya.


"Allahumma shalli 'Ala sayyidina Muhammadin wa 'Ala alihi wa sohbihi wa salim"


"Allahumma shalli 'Ala sayyidina Muhammadin wa 'Ala alihi wa sohbihi wa salim"


"Allahumma shalli 'Ala sayyidina Muhammadin wa 'Ala alihi wa sohbihi wa salim"


"Allahumma shalli 'Ala sayyidina Muhammadin wa 'Ala alihi wa- - "


"hiihhh....." Zahwa menepis pikirannya.


"Apaan sih Zahwa..koq mikir nya gitu hiihhh" rutuk nya pada dirinya sendiri.


Sekelebat ingatan pada pandangan tajam dan meneduhkan oleh pria tadi pagi yang bertemu dengannya terus membayanginya dan menari di pelupuk mata nya.


"Tapi...Siapa dia? Ya Allah mengapa aku merasa pernah melihat mata itu. Bahkan aku sampai hampir terhanyut dalam tatapannya. Astaghfirullahal'adziim..."


Tiba-Tiba...


BRAAAKK....


"Allahu Akbar" ucap Zahwa kaget


"Bisa tidak membuka nya pelan saja. Tidak usah begitu. Bikin kaget tau ga"


"Zah..Zah...gawat" ucap Linda dengan nada lebay nya.


"ada apa?" tanya Zahwa santai


"anti di panggil ke rumah Buya. Katanya sih anti mau di hukum gitu" ucap Dini


"Ha di hukum? perasaan ana tidak ngapa-ngapain deh" ucap Zahwa mengerutkan keningnya.


" Ya udah cepetan sana. Kamu sudah di tungguin tau"


"Ya sudah ana pergi dulu"ucap Zahwa lalu melesat pergi


"errrrgghhh.... Lindaa...Dini...." desis Zahwa geram


"Kaliaann--"


"Nak Mary? sini masuk kenapa berdiri di situ" tiba tiba Umi Alya sudah membuka kan pintu.


"ehh..iya Umi" Zahwa tersenyum canggung dan mengikuti Umi Alya masuk ke dalam


"Assalamu'alaikum...."


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"


"Sini Nak duduk" Umi Alya mendudukkan Zahwa berada di sampingnya.


"Ada apa ya. Umi? kata mereka ana mau di hukum. Salah ana apa Umi?" tanya Zahwa menunduk


"hah? eehehe" Umi Alya terkekeh


"tidak ada yang ingin menghukum mu koq. Buya cuma ingin meminta bantuan dari nak Mary. Boleh?" tanya Umi Alya


"tentu boleh Umi, Buya"


"sebenarnya apa yang ingin di minta Abi pada Mary?" batin Umi Alya bertanya-tanya pasalnya ia pun tidak tau apa-apa.


"Nak...Buya ingin meminta tolong. Ada sebuah kamar di lantai atas jadi bisa bantu tolong merapihkan sedikit barang-barang yang ada di sana?" pinta Buya


Mendengar itu Umi Alya terkejut dan langsung menatap Buya Firman.


"Abi...itu kan kamar..."


"ssttt....tenang lah" potong Buya Firman


"Bagaimana nak?"


"baik Buya"


" Nanti Buya dan Umi ingin pergi keluar sebentar. Jadi nak Mary bisa lebih leluasa membersihkannya"


Zahwa mengangguk


"Baiklah kalau begitu Buya dan Umi pergi dulu ya "Buya Firman langsung membawa Umi Alya keluar


Saat sudah di mobil.


"Abi...mengapa Abi tiba-tiba ingin membersihkan kamar itu? Abi tau kan kamar itu..."


"Sudah lah. Nanti kamu juga akan tau" ucap Buya Firman mengelus kepala Umi Alya


"Dan sekarang ini kita mau kemana?"


"uhh...cerewet ya. Diam dan tunggu saja. Hmm.."

__ADS_1


"Huufftt...." akhirnya Umi Alya pasrah


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit.


Akhirnya Buya Firman dan Umi Alya sudah sampai di sebuah parkiran.


"Abi..kita mau kemana?"


"Nanti juga akan tau. Abi tutup mata nya ya" Buya Firman menutup mata Umi Alya dengan sebuah kain berwarna hitam.


Lalu membimbingnya turun dari mobil dan menuntunnya masuk ke suatu tempat.


Entah kemana Buya Firman membawa Umi Alya pergi. Hingga tak berapa lama, langkah mereka terhenti.


Terasa Buya Firman menjauh dari Umi Alya, membuat Umi Alya menjadi cemas


"Abi.."


Tak lama hawa hangat terasa mendekat. Ada yang mendekatinya dari depan dan Umi Alya merasakan itu.


Semakin dekat, semakin dekat. Indra penciuman nya menajam seketika kala mencium bau yang sangat ia kenali.


Kain penutupnya di buka namun Umi Alya belum boleh membuka mata nya.


"hikss.." Untuk sesaat air matanya mengalir


" Andaikan kamu ada di sini. Mungkin bau ini sudah meyakinkan Umi kalau itu adalah tanda kehadiran mu di sisi Umi saat ini Sayang.... Tapi...ahhh sudah lah. Banyak yang memiliki bau yang sama seperti ini" batin Umi Alya meringis


"hiks...A-abi..." lirih Umi Alya


Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menghapus air matanya dan mencium keningnya dan beralih mencium punggung tangannya.


"Tidak mungkin..."


Umi Alya membuka matanya. Dan seketika tangis nya pecah saat itu juga.


"hikss..hiks..hiks.." Ia memeluk sosok di hadapannya ini. Dan memukul kecil punggung nya beberapa kali.


"Apakah Umi tiada dulu baru kau pulang ke tempat asal mu? Hah?"


"ssrtt... Tidak. Maaf maaf maaf Umi... Anak Umi ini sudah membuat Umi bersedih. Maaf" ucap sosok itu mencium punggung tangan Umi Alya berkali-kali


"Tidak..Tidak.." Umi Alya menggelengkan kepala nya.


"Sudah ya, uMI SAyang..jangan menangis lagi. Nanti yang ada Anak Umi ini di hajar sama Abi" ucap nya sambil mendekat kepada Buya Firman menyalim juga memeluknya.


"Tentu saja Abi akan menghajar mu jika berani membuat Zaujati tercinta menitikkan air mata" ucap Buya Firman menepuk pundak sosok itu.


"Kau sudah ada di sini. Bagaimana bisa? Mengapa tidak langsung ke Pesantren? Ingin Umi sekarat dulu?"


"uhh...tentu tidak Umi. Kalau langsung ke Pesantren bukan kejutan nama nya, begitu kata Abi" ucap nya melirik Buya Firman


"Abi..." Umi Alya menatap tidak percaya


"Bukankah Umi merindukannya sampai sakit kemarin? maka dari itu karena Umi sakit nya mendadak, dengan kejutan mendadak ini pulih nya juga cepat. Ahahaha" Ucapan Buya Firman membuat mereka tertawa


"Tapi sayang nya. Umi sudah memiliki anak lain. Dia yang sudah merawat Umi" ketus Umi Alya menatap pria jakung di depannya


"anak lain? Umi punya anak lain?"


.


.


S N E


"Bagaimana nak? Kamu menerima nya?"


Pertanyaan itu membuat Zahwa menatap intens Ayah Ali.


.


.


🌻Amalan ketika haid🌻


Walau sedang tidak dapat mengerjakan sholat dan membaca Al-Qur'an kita masih bisa mencari pahala dengan cara lain lho!


1- Mendengarkan Murattal Al-Qur'an.


2- Berdzikir kepada Allah


3- Perbanyak Istighfar


4- Perbanyak bershalawat kepada Nabi


5- Belajar ilmu agama atau mendengarkan kajian secara online atau offline


6- Bersedekah, Infaq, dan Zakat


7- Berbuat kebaikan dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan


Dll


Tuh..banyak kan?? Jadi walaupun kita sedang haid kita masih bisa mencari Ridho-Nya dengan amalan-amalan tersebut.


...Semoga bermanfaat...


.


.


Emmm sebenarnya ini up nya harusnya tadi siang tapi karena salah tanggal dan waktu jadi up nya Ana perlambat jadi malam, ehehe. Sekalian perbanyak katanya, biar kalian ga kurang ehe.


Jejak ya jangan tinggal yaaa Bundaaa💓

__ADS_1


__ADS_2