
Setelah 30 menit akhirnya mereka sampai di sebuah salon muslimah dan di sebelahnya ada barbershop khusus pria.
Mereka turun dari mobil bersama lalu terpisah ketika akan memasuki bangunan bertingkat itu.
Seperti biasa, mereka akan di sambut saat memasuki salon.
Bunda Fatimah langsung mengatakan pada pegawai salon itu untuk merias tipis wajah Zahra agar terlihat lebih segar saat di acara nanti. Dengan senang hati para pegawai salon menyanggupi permintaan Bunda Fatimah.
Zahra di arahkan duduk di kursi lalu, wanita di sampingnya mula membersihkan wajah nya dengan pembersih wajah, setelahnya barulah mereka mulai mengaplikasikan keahlian mereka dalam merias wajah pada Zahra.
Dengan waktu 20 menit riasan tipis sudah terlukis indah di wajah cantik Zahra. Tidak berlebihan, warna eyeshadow, blush-on juga lipmatte yang di pakai juga warna yang soft dan tidak mencolok sama sekali. Sangat pas di wajah Zahra yang masih imut-imut cantik.
Kemudian, Zahra di bawa ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya. Sebuah gaun yang simple tapi elegan. Pegawai salon pun mulai melilitkan hijab pasmina syar'i ke kepala Zahra.
Walaupun berpakaian Syar'i tapi tidak mengurangi kecantikan maupun keindahan pakaian tersebut. Justru akan semakin bagus jika pakaian yang di pakai menutup seluruh tubuh.
"MasyaaAllah... Cantik adek nya. Make up tipis, baju syar'i tapi tetap imut bangett" puji pegawai salon tersebut melihat Zahra yang selesai mereka rias.
"Hehehe... Inikan karena mba mba juga yang rias Zahra. Makasihh ya mba.. Zahra sampe ga yakin loh, ini Zahra atau bukan ya.."
"Ahahahaha"
Kini Zahra sudah selesai, begitu juga Bunda Fatimah yang sudah selesai berganti baju. Mereka berjalan ke kasir dan membayar seluruh tagihannya.
Mereka keluar bersama-sama, bertepatan dengan Ayah Ali yang juga selesai merapihkan tatanan rambutnya, sama seperti Zahra dan Bunda Fatimah, Ayah Ali juga sudah berganti pakaian.
"Kita berangkat?" Kedua wanita tersebut mengangguk
"Sebenarnya kita mau ke acara apa Bunda? Kok bajunya samaan gini? Tumben loh, biasanya cuma acara keluarga kita baru kembaran" tanya Zahra yang masih penasaran
"Nanti kamu juga tau Ra"
"Hmm baiklah"
****
Dua puluh menit kemudian Zahra di buat bingung juga heran. Karena mobil mereka terparkir tepat di halaman rumah mereka.
"Bunda, kok kita pulang sih? Katanya ada acara. Ada yang ketinggalan?"
"Tidak, tidak ada yang salah kok. Kita memang ada acara"
"Sudah sudah. Ayo kita turun" sahut Ayah Ali melerai
Setelah membuka sabuk pengaman masing-masing mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu utama
Ayah Ali mengetuk pintu tiga kali, lalu mereka merangkul Zahra dari kedua sisinya. Zahra yang masih kebingungan hanya diam saja tanpa merasakan apa-apa.
"MABRUK ALFA MABRUK ZAHRA ASY-SYIFA SYEENA" seru suara ramai setelah pintu terbuka lebar
Zahra kaget setengah mampus🤣, tidak tidak lebih tepat nya syok mendapat kejutan seperti ini. Wajahnya kembali normal saat merasakan kedua pipinya di cium oleh kedua orang tuanya.
"Aah... Aku lupa kalau hari ini hari ulangtahun ku" gumam Zahra pelan
"Ayo masuk sayang" ajak Bunda Fatimah
__ADS_1
Zahra kembali terkejut melihat semua orang yang ada di rumahnya. Teman dekatnya sewaktu MA, seluruh keluarga, dan di ramaikan oleh dua ratus anak yatim piatu juga.
"Mabruk alfa Mabruk Zahra... Doa terbaik untuk adikku tersayang. Kakak udah berdoa panjang untuk Zahra, tapi satu doa yang akan Kakak sebutkan disini. Semoga Zahra segera menikah dengan lelaki terbaik pilihan Allah.. aamiin" suara dari monitor yang menampakkan Zahwa dan Akhtar di sana.
"Ahh.. Kakak.. terimakasih... Terimakasih.. Zahra rindu Kakak" seru Zahra saat menyadari ini adalah vidio call
"Mabruk alfa Mabruk Dik Zahra, semoga sehat selalu, umur yang berkah, dan rezeki yang berkah. Doa terbaik untuk Dik Zahra" ucap Akhtar memberi ucapan selamat
"Terimakasih Kakak Ipar, terimakasih banyak.." jawab Zahra penuh semangat.
Setelah itu Azzam dan Helwa mendekat kepada Zahra, mereka juga memberikan selamat dan doa kepada Zahra.
Kini ia tau bahwa acara yang di maksud adalah merayakan hari ulang tahunnya, semua keluarga berkumpul di sini, dan Kakak nya Zahwa dan Kakak iparnya bahkan dengan totalitas ikut memakai dress code yang di tentukan.
Semua memberikan selamat kepada Zahra, juga di iringi banyak harapan dan doa. Setelah itu acara potong kue pun di laksanakan. Lalu setelahnya acara makan-makan di iringi shalawat yang mengalun merdu. Setelah itu di adakan doa bersama dengan seluruh anak-anak yatim yang turut mendoakan Zahra dan seluruh keluarga.
Banyak yang memberikan hadiah kepada Zahra bahkan aku sofa full dengan hadiah. Seluruh anak anak kembali pulang ke panti karena mobil jemputan sudah datang setelah sebelumnya mendapatkan cendramata dan hadiah untuk di bawa pulang.
Senyum mengembang di bibir semua orang melihat anak-anak itu pulang dengan perasaan senang.
Momen momen indah dari awal hingga akhir acara di abadi kan oleh fotografer yang di sewa untuk acara ini. Foto foto ini nantinya menjadi kenang kenangan untuk merek semua terutama Ayah Ali dan Bunda Fatimah ketika nanti mereka kembali tinggal bersua setelah Zahra menikah nanti.
Bagiamana pun kenangan bersama anak anak di masa tua nanti akan sangat di rindukan semua orang tua.
Jadi buatlah kenangan sebanyak-banyaknya dengan keluarga selagi masih bersama. Karena kita tidak akan tau kapan kita akan terpisah dengan mereka sementara atau bahkan selamanya.
Kini di rumah hanya tersisa keluarga inti saja, Zahra diam membeku melihat semua hadiah yang ada di depannya. Kehadiran Kakak perempuannya ternyata kurang terasa jika ia tidak melihatnya langsung.
Kenakalan-kenakalannya sewaktu kecil kepada Zahwa membuat ia rindu pada wanita itu. Wanita yang sangat sabar menghadapinya dan selalu mengalah kepadanya.
Tanpa terasa air matanya jatuh merindukan Kakaknya.
"Kyaaa!!" Teriak Zahra kaget saat bahunya di sentuh tiba-tiba dari belakang.
"Bunda??? Ih.. Bunda ngagetin Zahra.." rengek Zahra
"Bunda baru aja mau ngomong Ra, tapi kamu nya aja yang langsung teriak" seloroh Bunda Fatimah sambil mendudukkan pantatnya di sofa
Zahra mengekor duduk di samping Bunda Fatimah.
"Bunda.. terimakasih kejutannya... " Ungkap Zahra sambil memeluk Bunda Fatimah
"Zahra seneng?"
"Alhamdulillah seneng" ujar Zahra tersenyum hingga menampakkan giginya.
" Bunda bersyukur banget kalau Zahra seneng"
Zahra kembali tersenyum lalu terdiam. Senyuman itu perlahan memudar dan di ganti raut wajah kesedihan.
"Zahra kenapa? Kok sedih?"
" Em?" Zahra menatap Bunda Fatimah
"Tidak ada Bund, hehehe"
__ADS_1
" Ayo jujur sama Bunda "
"Z-Zahra kangen aja sama Kak Wawa"
"Kangen orang nya atau hadiahnya??" Tanya Bunda Fatimah dengan tatapan menyelidik
"Kangen orangnya lah. Tapi kalau orang nya ada di sini hadiah nya pasti ada juga heehehe" ucap Zahra menyengir kuda
"Ayo" tiba-tiba Bunda Fayimah menarik tangan Zahra
"Kemana?"
" Ayo.. Bunda ada sesuatu buat Zahra" karena penasaran Zahra menurut saja di belakang. Saat akan menaiki tangga bel rumah berbunyi. Mereka saling tatap sejenak sebalum keduanya berbalik menuju pintu depan.
"Assalamu'alaikum.." ucap seseorang dari balik pintu
"Wa'alaikumussalam" sahut mereka sembari membuka pintu
Kening keduanya mengwrut melihat dua buah buket buga dan buket uang terppang di depan mata mereka.
"Maaf Bu, saya sudah di izinkan masuk sama satpam di depan. Ini saya mau mengantarkan paket" ucapnya yang ternyata seorang kurir
"Maaf Pak, tapi kami tidak ada memesan atau belanja apa pun" ucap Bunda Fatimah
"Maaf ibu, tapi ini kiriman seseorang ke rumah ini. Sepertinya ada namanya di buker nya. Tolong di terima ibu" ucap kurir tersebut
Mereka menerima kedua buket tersebut. Lalu di buat melongo dengan permintaan kurir tersebut
"Bu.. maaf apa saya boleh minta mba nya berpose memegang kedua buket itu. Sebagai tanda terima untuk si pengirim" pinta kurir tersebut
"Harus ya pak?" Tanya Zahra
"Tolong lah mba, ini amanah dari pengirimnya" ucap kurir tersebut memohon
"Baiklah.." ucap Zahra menuruti
Zahra berpose dengan memegang kedua uket tersebut, dengan senyum yang sedikit si paksakan. Melihat si wanita sudah siap, sang kurir membuka camera hp nya lalu mengambil satu foto Zahra.
"Terimakasih ya mba, Bu. Karena paketnya sudah di terima, saya pamit ya Bu. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam warahmatullah"
Blam!
Setelah li tu di tutup, keduanya cepat duduk di sofa untuk memeriksaa nama pwngirim kedua buket itu.
Setelah mencari, akhirnya dapat sebuah surat kecil. Tanpa menunggu lama Zahra segera membuka surat itu.
~Mabruk alfa Mabruk Zahra Asy-Syifa~
Diterima ya.. hadiahnya. Mungkin tidak seberapa tapi setidaknya bisa menjadi hadiah di hari spesial mu. Dengan bertambahnya umur mu semoga Allah berikan umur yang berkah, dan rezeki yang berkah. Dan menjadikan hari ini sebagai hari renungan bahwa kematian semakin dekat di depan mata. Tetaplah berusaha untuk menjadi lebih baik.
Doa terbaik untuk Zahra
@Fakhri
__ADS_1
"Hoooo...." Ujar Zahra membentuk bibirnya seperti huruf O
" Nak, Bunda sudah tau semuanya. Siapa pun yang jadi pasangan kamu kelak, tetaplah jadi Zahra anak Bunda. Bunda hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk mu sayang" ucap Bunda Fatimah serius