
Zahwa menjauhkan dirinya dari Aleeya.
"Leya.. kamu tau kan kalian bukan mahram? Kakak rasa Kakak mu pun tau akan hal itu. Apakah kamu juga memaksanya untuk melakukan hal yang di larang agama? Ha?" Ucap Zahwa dengan nada sedikit naik
"Eh, K-kak.. bukan..bukan begitu"
"Lalu apa? Yang benar saja.. kalian...heh"
"Kak.. dengarkan dulu. Kakak belum tau tentang ku kan?"
Zahwa hanya diam.
"Baiklah. Biar Kakak tidak salah paham pada ku. Aku akan cerita kan asal usulku"
***
_Aleeya Story_
Di sebuah kontrakan berukuran sedang. Seorang pria paruh baya sedang kelimpungan mencari bantuan untuk istrinya, setelah1 minggu yang lalu melahirkan putri mereka.
Ia sibuk menghubungi kenalannya yang bersedia membantu nya. Setiap saat ia berdoa dan berharap agar ada orang yang bersedia membantu mereka.
Ia menggenggam erat jari-jari sang istri yang tengah terbaring di atas tempat tidur. Lalu berpindah menatap tubuh mungil di sebelahnya.
"Ya Allah.. sabar ya nak.. Ayah sedang berdoa dan sudah mencari bantuan agar ada yang bersedia menyusuimu" ucap pria itu senduh
Ya benar, Putri mereka satu-satunya itu. Sudah 1 minggu lebih tidak mendapatkan ASI dari Ibu nya.
Awal mula ini terjadi adalah, istrinya yang mengidap diabetes membuat ia harus melahirkan anak mereka secara tiba-tiba, di saat waktunya belum cukup untuk lahiran. Atau yang biasa di sebut dengan Prematur. Putri mereka lahir pada bulan ke tujuh kehamilannya.
Saat operasi Caecar berlangsung, istrinya sudah tidak tenang dan mulai sterss memikirkan nasib anaknya yang harus lahir sebelum waktunya.
Bahkan karena ha ini membuat istrinya menjadi pendiam bahkan bisa menangis sendiri jika melihat tubuh putri yang ia lahirkan sangat kecil dan kurus. Melihat itu ia semakin stress dan menyebabkan terhambatnya produksi ASI-nya.
Jika biasanya ASI akan diproduksi apabila ada “permintaan dari bayi”. Artinya jika tidak ada stimulasi dari mulut bayi di payudara atau gerakan memerah susu, produksi ASI tidak akan terjadi. Itulah yang menjadi salah satu penyebab, ASI nya lambat berproduksi. Karena rangsangan dari mulut bayi mereka tidak mumpuni untuk memancing ASI keluar.
Dua bulan berlalu, keadaannya masih sama. Bahkan ia sangat terpukul. Tanpa sadar air matanya menetes sambil menggendong putinya kecilnya.
.
Sedangkan di tempat berbeda.
Seorang bayi berumur 1 tahun tengah menangis menghindari sumber ASI yang di sodorkan untuknya.
Si Ibu terua mencoba untuk membujuknya, namun tetap saja. Bayi itu menolak, ia tidak menginginkan ASI itu.
Hal ini tentu membuat si Ibu khawatir karena anaknya sudah tidak ingin lagi meminum ASI-nya.
"Abi.. bagaimana ini, Zi tidak ingin di beri ASI lagi"
"Umi.. mungkin anak kita Zi mengerti bahwa setengah bagian lagi untuk adiknya"
Ucapan suaminya berhasil membuat ia menangis. Mengingat adik kembar Zi, meninggal 5 jam setelah lahir kedunia.
"Bi.. anak kita satu lagi sudah tidak ada. Mengapa ia tidak ingin meminumnya. Belum genap 2 tahun, Umi tidak rela, lama Zi menyusu hanya sampai disini..hiks..hiks...Umi merindukan Nia"
"Tenang lah.. sayang.. nanti kita cari cara lain. Abi juga merindukannya. Tapi ingat, ia sudah tenang. Ia lebih dulu di panggil oleh Allah.. berbahagialah Allah sayang padanya" ucapnya menenangkan istrinya.
"Hiks..hiks..hu'um" istrinya mengangguk
.
1 minggu kemudian
Pria paruh baya itu sedang membawa putri kecilnya berjemur di taman tidak jauh dari kontrakannya.
Ia dudul di bangku semen, sambil menggendong bidadari kecilnya. Yang setiap harinya, terhitung hisapan ASI yang di dapatnya.
10 menit setelah ia duduk disana. Tak lama ia melihat sepasang suami istri tengah berjemur juga dengan bayi nya.
Hati pria itu terenyuh melihat badan bayi yang di gendong itu, berisi dan sehat. Ia memalingkan oandangannya menatap bayi di bawahnya. Tanpa sadar ia meneteskan air mata melihat nasib putrinya.
Ia yang tengah menunduk mengusap sudut matanya, melihat sebuah bayangan tepat di depannya. Ia mendongak dan mendapati sebuah keluarga kecil yang ia perhatikan tadi berada di depannya.
"Assalamu'alaikum, maaf mengganggu" ucap pria itu
"Wa'alaikumussalam warahmatullah.. tidak, tidak mengganggubsama sekali" jawabnya
"Maaf, ini putri bapak" tanya pria itu sambil menunjuk putrinya dengan jempolnya.
"Iya, ini putri saya"
__ADS_1
"Ohh..em..MasyaaAllah..cantik sekali, siapa namanya?" Tanya Pria itu kembali
Ia menggeleng pelan
"Panggil saja Nia"
Mendengar nama yang sama dengan putri mereka yang telah tiada membuat, sepasang suami istri itu saling tatap.
Si istri memberikan sebuah isyarat pada suaminya, tak lam setelah itu sang suami mengangguk
"Pak.. maaf, bo-bolehkah saya menggendongnya?" Tanya si Istri hati-hati
Ia tersenyum lalu mengangguk.
"Tentu saja" lalu memberikan putrinya
Setelah bayi perempuan itu berpindah tangan,
Raut wajah wanita itu tampak berubah, lewat matanya ia bisa mengungkapkan rasa kasihan pada bayi ringan di gendongannya.
Ia menyadari perubahan raut wajah wanita itu, tersenyum kecut.
" Begitulah rezekinya, jangan tanyakan apapun, aku mohon" ucapnya terlebih dahulu dengan suara serak menahan tangis.
Si suami yang melihat itu pun menjadi merasa iba padanya. Si Istri rasanya sangat menyayangi bayi perempuan itu, tampak dari ia memeluk dan mencium bayi itu dengan sayang.
Setelah berkenalan, akhirnya ia bersedia mengajak sepasang suami istri itu ke rumahnya.
.
"Maaf pak.. saya turut prihatin atas apa yang terjadi pada bapak" ucap pria itu padanya. Setelah ia menceritakan semuanya pada mereka. Nampak sang istri mengusap air matanya.
"Tidak apa-apa pak, terimakasih karena sudah mendo'akan kami tadi" balasnya tersenyum tulus
"Kalau boleh tau, siapa nama bayi tampan ini" tanya nya sambil memainkan pipi gembil bayi itu
" AKHTAR QABEEL ALFAREZI "
"Masyaa Allah.. nama yang sangat bagus. Haloo nak Akhtar.." sapanya pada bayi tampan itu.
Sedangkan istrinya dan istri pria itu yang tadinya berada di sebuah kamar, kini keluar dan bergabung dengan suami mereka.
Saat istrinya duduk di sampingnya. Baby Akhtar yang melihatnya langsung menangis merengek sambil mengacung-acungkan tanganya ke arah wanita itu.
Semua orang menatapnya heran, ia yang kewalahan akhirnya menyerahkan baby Akhtar pada istrinya.
Seketika itu juga baby Akhtar diam sambil menatap istrinya lekat.
"Bi, Umi mau berbicara sebentar" ucap Istri pria itu . Pria itu meminta izin keluar
"Bi, bolehkah Umi jadi ibu susu bayi itu?" Ucapnya mengungkapkan keinginanya
Suaminya menatapnya serius
"Umi akan menyusui nya? Apa alasannya? Bukan karena terobsesi pda namanya kan?" Tanyanya memastikan
"Tidak, hati Umi tergerak sendiri, tiba-tiba terbesit untuk menolong mereka, kasihan bayi itu Bi. ASI Umi masih banyak. Bahkan membuat payudara Umi masih sering bengkak karena tidak di keluarkan"
Setelah berpikir, Akhirnya pria mengangguk
"Baiklah, Abi mengizinkan"
Setelah itu mereka kembali masuk ke dalam. Lalu menyampaikan maksud mereka ingin membantu memberi ASI pada bayi nya.
Mendengar hal itu, ia dan sang istri merasa sangat bahagia. Seorang ibu susu yang mereka harapkan sejak dulu akhirnya terkabulkan oleh sepasang suami istri penolong ini.
Hari itu juga mereka mencoba untuk memberikan ASI ibu susu itu pada putri mereka. Syukur Alhamdulillah, putri mereka menerima, akhirnya bisa mendapatkan ASI untuk pertumbuhannya.
Mulai hari itu, putri mereka resmi memiliki ibu susu.
Di dalam kamar
Melihat bayi perempuan itu di gendongan Umi-nya. Membuat baby Akhtar juga ingin menyesap sumber kehidupan sama sepertinya.
Seperti mengerti bahwa Umi-nya sedang sibuk. Ia menangis, dan di angkat oleh ibu bayi perempuan itu.
Ia menepuk-nepuk dadanya sambil menangis meminta minum. Ia menangis meminta ASI. Ia juga ingin sama seperti bayi perempuan itu.
"Nak.. jangan menangis. Cup..cup..cup..sayang...anak Umi yang pinter..sekarang Adiknya dulu ya sayang.. Abang kan sudah..cup..cup.cup.."
Ternyata bujukan dari Umi-nya tidak berpengaruh padanya. Mereka yang tidak memiliki kompeng, akhirnya sepakat untuk memberikan Baby Akhtar ASI dari ibu bayi perempuan itu.
__ADS_1
Hisapan bayi laki-laki biasanya akan lebih kuat dan terburu-buru di bandingkan bayi peremouan. Dan hal itu terbukti.
Baby Akhtar membuat si ibu meringis karena hisapannya yang sangat kuat. Dan secara tidak langsung, itu menjadi perangsang untuk ASI-nya keluar.
Setelah beberapa saat lamanya. Si ibu menyadari bahwa ASI-nya bertambah sediikit berkat Baby Akhtar.
.
6 bulan kemudian.
Tepat di hari lebaran, mereka di Undang oleh ibu susu putri mereka bersilaturrahim. Ya, memang mereka bergantian saling mengunjungi, karena mereka sudah menganggap satu sama lainnya keluarga.
Di tengah-tengah perbincangan, tiba-tiba ibu baby Nia ambruk tak sadarkan diri. Membuat mereka panik dan segera membawanya ke rumah sakit.
Yang tinggal adalah Baby Akhtar, Baby Nia dan Umi saja.
Di perjalanan, menuju rumah sakit terasa lambat di karenakan jalanan macet. Membuat ibu Baby Nia meninggal dunia di perjalanan.
Ayah Baby Nia sungguh lemas tak berdaya, ketika ia menyaksikan sendiri istrinya menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuannya.
.
Setelah pemakaman Ibu baby Nia selesai, semua orang sudah bubar. Menyisakan Ayah baby Nia seorang. Abi yang berniat menunggunya juga ia suruh pulang dan menitipkan anaknya.
Ia menatap makam istrinya yang baru saja selesai di tutup. Ia mengirimkan banyak doa pada istinya sebagai hadiah terakhirnya. Tanpa sadar air matanya menetes, mengingat kebersamaan mereka menjalani hidup yang bisa di bilang tidak mudah. Dan kini impian mereka untuk membesarkan anak merek bersama sudah pupus. Menyisakan ia seorang diri.
Setelah merasa cukup ia meninggalkan tanah pekuburan itu dan bergegas pulang, mengingat masih ada seorang bidadari yang menunggunya pulang.
Hari yang cerah mendadak mendung dan di sabung oleh turunnya hujan membasahi jalan kota.
Banyak pengendara sepeda motor yang menepi, ada juga yang melanjutkan perjalanan mereka.
Saat akan menyebrang ke pangkalan ojek untuk berteduh. Tiba-tiba dari arah kanan, ada segerombolan anak motor yang melaju dengan cepat.
Karena hujan yang deras menulikan oendengaran, di tambah fokusnya yang sedang tidak baik. Ia terus berjalan menyebrang tanpa melihat kanan kiri.
Tiit..titt....
"Hah?"
BRAKKKK!!!!
.
"Pak..pak..sadar pak.. tolong bertahan.. Nia masih membutuh kan mu. Pak..Pak.. tetaplah sadar.. jangan tidur.. pak.." suara pria yang sangat ia kenali berhasil membangunkannya dari alam bawah sadar.
Kepalanya terasa berat dan sangat pusing karena darah yang masih mengalir deras. Nafasnya sudah tersenggal, matanya hanya bisa menyipit sedikit.
"Pak..anda dengar saya kan..pak.. " suara itu kembali terdengar
"Nia.." satu kata yang sangat berharga dalam hidupnya akhirnya terucap dari bibirnya.
"Pakk..Alhamdulillah... Bapak masih sadar, jangan tidur pak.. bertahan lah..demi Nia" ucap Abi kembalu berusaha ribut untuk tetap menyadarkannya
"Pak..Pak..fi-r-mm-man...sa-ya, ti-tip Ni-a ahkhh..ka-ka-takan pada-nya sa-sa-ya a-ayah nya sa-ngat menya-yangi nya akhh..jaga dia, sa-ya mo-hon"
"Pak.. jangan berbicara seperti itu, tetap sadar. Kita akan sampai. Anda akan tetap membesarkannya sendiri, menjadi wanita sholehah, menjadi wanita yang baik dan ceria. Pasti, anda harus kuat"
" Te-terima ka-sih a-tas ke-ba-i-k-kan ka-lian. Hah...se-moga Allah m-membalas-nya.. akhh te-ruta-ma is-tri an-da i-bu Al-ya. U-bahh na-ma Nia menjadi seper-ti na-ma Is-tri an-da yangg sa-ngat baik itu, Aleeya. Se-moga ia men-jadi a-anak yang ba-ik se-perti be-liau. Aleeya An-nakku. Laa ilaaha Illaah.. Muhammadarrasulullah.. akkkhhh...
Dugh!
"Innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun.."
Di hari ini, detik ini juga. Nia alias Aleeya di usianya yang belum genap 1 tahun sudah menjadi anak yatim piatu dalam hitungan jam.
.
Setelah kepergian kedua orang tuanya. Aleeya di angkat oleh Buya Firman dan Umi Alya menjadi putri mereka, adik Akhtar.
FLASHBACK OFF
***
1). Terjawab sudah ke Mahraman Akhtar dan Aleeya , saudara sepersusuan :))
2). Terjemah Surah An-Nisa : 23-24 . Tentang jalur Mahram.
•22 Dan janganlah kamu kawini wanitawanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yg telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji & dibenci Allah & seburukburuk jalan (yg ditempuh).
•23 Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yg perempuan; saudara-saudaramu yg perempuan, saudara-saudara bapakmu yg perempuan; saudarasaudara ibumu yg perempuan; anakanak perempuan dari saudarasaudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
__ADS_1
3). Jangan lupa tinggalin jejak nya :)
.