
"Bagaimana bisa ini terjadi Pak?" Tanya wanita itu saat sudah berada di depan pintu ruangan suaminya
"Saya juga tidak tau Nona. Ketika saya baru saja sampai di sini saya melihat Dokter dan beberapa perawat masuk dengan tergesa masuk kedalam "
"Ya Allah.. Zauji" lirih Zahwa dengan bergetar
Tanpa pikir panjang, ia menerobos masuk ke dalam.
"Nona? Anda tidak boleh mas-"
"Saya tidak peduli, bagaimana keadaan Suami saya Dokter!" Tidak peduli pada prosedur rumah sakit, Zahwa mengabaikan perkataan suster yang mencoba menghalanginya
" Nona tapi anda tetap salah"
"Dokter tolong jangan bertele-tele. Saya tau saya salah. Saya minta maaf tapi tolong.. hiks.."
Dokter yang sedang bekerja keras menyadarkan pasiennya itu langsung menghela nafas berat. Dengan wajah antara tegang dan sedih "Suami Anda telah-"
Deg!
"Telah? Telah apa Dokter?"
"Dokter jawab, Dok"
"Uhuk..uhuk..." terdengar suara batuk yang memilukan dari belakang mereka
"H-ha-ha-us..uhuk.."
"Suami Anda" "Suamiku..." Zahwa yang kaget tak percaya. Mereka semua yang berada di daam ruangan itu seakan sedang di tampar lalu membeku tak percaya
__ADS_1
Walaupun mataya belum terbuka sepenuhnya, tapi terdengar bisikan-bisikan halus dari bibirnya.
"Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmus shalihiin. " Ucapan syukur menggema di ruangan itu. Mereka kompak sujud syukur dengan penuh rasa haru
" Biar kami periksa keadaannya" Sang Dokter kembali men-cek kondisi Akhtar secara keseluruhan.
"Atas izin Allah SWT, terlepas tadi jantungnya berhenti berdetak untuk beberapa menit dan seluruh saraf nya tidak dapat merespon apapun. Allah memberikannya kesempatan hidup kedua, Suami anda di nyatakan sadar dari komanya!" Ucap Dokter dengan semangat
Zahwa mengangguk membenarkan perkataan Dokter.
"Tapi badannya masih lemah, Suami anda masih butuh istirahat total untuk pemulihannya. Nanti setelah kondisinya mulai stabil kita bisa bicarakan kembali tentang perawatannya"
Setelah bicara panjang lebar dengan Dokter. Zahwa datang mendekat menghampiri Akhtar yang masih berusaha memperlebar penglihatannya.
"Sayang.. sudah jangan terlalu di paksakan jika masih belum kuat"
"H-haus.."
Dengan gerakan lemah dan lambat, sedikit demi sedikit Akhtar meminum air yang diberikan sang istri. Tak lama bertahan, Akhtar menjauhkan wajahnya memberi kode bahwa 'sudah cukup' setelahnya Zahwa membantu Akhtar untuk mendapatkan posisi ternyamannya.
"Sshhtt!!" Akhtar mendesis pelan seluruh tubuhnya terasa kaku setelah terbaring selama berbulan-bulan
"Sayang.. Ya Allah.. hiks...akhirnya kamu siuman. Aku merindukan mu"
Kedua insan itu melepas kerinduan yang membara dengan saling memeluk, juga bercengkrama dengan calon bayi mereka.
Akhtar hanya bisa menatap Zahwa yang memperlihatkan wajah lelahnya, tangan Akhtar tergerak untuk mengelus wajah yang selama berbulan ini tidak bisa ia sentuh.
Akhtar merasa bersalah relah membuat Zahwanya merasakan kesendirian di masa yang seharusnya adalah masa dimana ia sangat dibutuhkan untuk selalu berada di sampingnya. Menjaganya, mengurangi rasa sakitnya, dan menemaninya melewati periode kahamilan yang semakin besar.
__ADS_1
Selama tiga bulan ia melewatkan perkembangan calon anaknya, membayangkannya saja sudah membuat hatinya bagai teriris bagaimana dengan Zahwanya yang menjalaninya.
Tanpa sadar air matanya luruh seketika, "Maaf.." satu kata yang terucap dari bibirnya yang bergetar. Zahwa menggeleng tanda penolakan bahwa ini bukan salah sang suami
"Maaf..sayang.. Maaf.."
"Tidak.. tidak ada yang perlu di maafkan. I love you" Zahwa menarik tangan Akhtar di perutnya untuk merasakan tendangan si jabang bayi.
"Alhamdulillah.. maafkan Abba, tidak mendampingi Umma selama ini"
"Abba tidak salah, miss you Abba"
"Sekarang Abba sudah sadar, Abba tidak sabar untuk kita bertemu, sehat-sehat disana ya anak Abba"
"Iya Abba" balas Zahwa menirukan suara anak kecil. Lalu mereka tertawa bersama
Beberapa jam kemudian, Pak Bathur dan Ibu Geza datang untuk menjenguk Akhtar yang telah sadar dari komanya. Mereka sampai membagikan makanan dan pakaian secara cuma-cuma kepada semua orang yang berada di luar Rumah sakit juga kepada seluruh panti Asuhan yang ada di kota itu sebagai rasa syukur akan kesembuhan Akhtar.
***
Assalamu'alaikum.. apa kabar semuanya???
maaf kan Author yang telah lama meredupkan diri ini. Masih ada yang rindu ga nih?
Author minta maaf karena sempat berhenti untuk melanjutkan cerita ini karena berbagai hal yang tidak bisa Author ungkapkan di sini. Sekarang Author mau cek dulu deh, masih mau lanjut atau kita udahan aja? azeekk
Boleh dong, minta pendapat, Krisan dan Pesan dan Kesan nya untuk Author pun juga untuk Cerita yang masih banyak kekurangan ini.
Biar Author bangkit lagi, semangatin dong janlup jejak nya yaa
__ADS_1
Semangatt Puasanya ~