
POV AKHTAR
***
Drrtt...drrtt...
Getaran ponsel di saku dapat ku rasakan. Aku mengayunkan tangan ku untuk mengambil benda pipih itu.
"SYURGA KU ❤️ is calling..."
Aku tersenyum menatap nama yang tertera di layar ponsel ku itu. Ada kebahagiaan tapi juga rasa bersalah. Sudah lima tahun aku tidak bertemu dengannya, hanya berkomunikasi lewat ponsel saja. Rindu? Ya Rindu tapi bagaimana pun juga aku masih memiliki tanggung jawab disini dan tidak bisa aku tinggal dalam waktu dekat ini.
Aku menggeser icon hijau ke samping.
"Assalamu'alaikum Umi..." Ucap ku membuka percakapan
"Wa'alaikumussalam warahmatullaah. Zi..apa kabar nak?"
"Alhamdulillah bi khyar Umi. Umi sama Abi juga baik-baik saja 'kan?"
"Tidak"
"Umi sakit?"
"Hemm"
"Umi sakit apa? Kenapa Abi tidak memberi tahu" aku langsung bertanya khawatir apa yang terjadi pada Umi.
"Apa perduli mu anak ku? Jika saja bukan Umi yang menelpon terlebih dahulu, mungkin saat Umi tidak ada dulu baru kamu ingat pada Umi, bukan begitu?"
Nyesek! Aku menunduk, rasa bersalah yang teramat dalam kini menjalar di hati ku. Bagai di tusuk seribu belati hati ku sangat sakit mendengar suara lembutnya yang terdengar parau itu.
"Maaf Umi...tolong jangan bicara seperti itu.." Lirih ku menjawab Umi. Sungguh aku sudah sangat keterlaluan dan merasa berdosa pada Umi.
__ADS_1
"Sudah lah lupakan. Apa sebanyak itukah pekerjaan mu?"
Aku diam! Tidak ada yang bisa aku katakan lagi. Seperti di remas-remas dada ku ketika mulai mendengar isakannya di sebrang sana .
"Umi...Umi baik-baik saja?"
" Begitulah ... Uhuk..uhuk.."
"Umi sedang tidak baik-baik saja. Maafkan Zi, Umi..apa yang bisa Zi lakukan agar Umi memaafkan Zi"
"Umi akan baik-baik saja jika ada yang menemani dan menjaga di sini"
"U-umi - "
"Kapan kamu akan membawakan seorang menantu pada Umi, Zi..Umi kesepian di sini, kamu sangat jauh di sana, Abi sering keluar kota bahkan ke luar negri untuk dakwah. Umi hanya memiliki kamu. Setidaknya dengan adanya seorang menantu di sini bisa mengobati rasa sepi Umi. Boleh berjuang untuk Umat tapi Umi di sini juga membutuhkanmu, pikirkan diri mu juga nak.." ucap Umi panjang lebar
Aku sangat terkejut mendengar semua yang dikatakan Umi. Aku akui pasti ia kesepian saat di rumah tidak ada Abi. Tapi.. untuk mencari seorang istri...bahkan untuk menikah aku belum terlalu fokus untuk itu.
"Umi..Umi tau kan, Zi tidak kenal dengan wanita. Bahkan Zi jarang berinteraksi dengan para wanita kecuali Umi saja. Dan untuk mencari seorang istri, Zi sendiri belum srek Umi.."
"Sampai kapan nak? Uhuk..uhuk.. jika kamu tidak bisa menemukan, Umi sebenarnya memiliki seorang kandidat untuk mu. Dia adalah seorang gadis yang sangat ber adab, baik, in syaa Allah shalihah, berakhlakul karimah yang masyaaAllah, dari keluarga baik-baik juga. Umi sangat menyukainya bahkan ia yang sering membantu dan merawat Umi disini. Umi pernah bermimpi menjadikan ia sebagai menantu Umi"
"Umi menjodohkan Zi?"
"Tidak, dia bahkan tidak pernah sekalipun tau Umi memiliki seorang anak, jadi jangan kamu berpikir dia mencari perhatian dari Umi karena murni dia apa adanya" jelas Umi.
Bukannya meragukan pilihan Umi, tapi baru kali ini aku tertarik dengan gadis yang Umi katakan. Jika sebelumnya gadis-gadis yang dulu sempat di kenal kan kepada ku , aku biasa saja. Tapi entah mengapa kali ini aku seperti ingin mencari tahu lebih dalam tentang dia. Seperti ada magnet yang menarik ku untuk mengetahui tentang nya.
"Akan Zi pikirkan Umi"
"Umi minta agar kamu pikirkan baik baik. Jangan karena Umi setidaknya diri kamu sendiri. Umi tidak ingin ka- " ucapn Umi terpotong.
Tiba-tiba...
__ADS_1
"Assalamu'alaikum. Maaf Umi, Zahwa menganggu. Cuma ingin mengingatkan semua nya sudah siap dan kita tinggal berangkat saja"
Deg! Deg! Deg!
Aku meraba dada ku, detakan jantung ku yang berdetak kencang yang tidak pernah aku rasakan sebelum, nya kini berdebar saat mendengar sebuah suara lembut di sebrang sana memotong percakapan Umi.
Ada apa dengan suara itu? mengapa seperti pernah mendengar nya?
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Maaf ya up nya tidak seperti dulu bahkan libur beberapa hari. Author lagi ga mood di dunia halu dan lagi fokus di RL tapi bakal tetep USAHAIN up ya..maaf membuat kalian menunggu 🙏🏻
Untuk itu Author minta dengan sangat dukungannya melalui like sebelum atau sesudah membaca dan jangan lupa ramein komennya untuk menambah semangat Author.
Karena itu adalah penyemangat Author 😌. Jika ada yang ingin nembak Author kasih kembang, boleh.. mau ngajak ngopi juga boleh...😌 Oh iya ini bab sesuai permintaan ya✨
__ADS_1
Semangat puasanya ya... Bagi yang tidak puasa kencengin dzikir dan shalwat nya yaa💙
Tabarakallah 💙