Salah Khitbah

Salah Khitbah
140. SK 2 : SALTING


__ADS_3

"tami tsayang Bunaaaa" ucap seorang anak perempuan yang berusaha berbahasa Indonesia


"Ouhhh... Sayang..." Gemas Zahwa baper. Ia menunduk dan mencium kedua pipi anak itu.


Akhtar memanggil para ibu pengasuh mereka dan memerintahkan agar anak-anak di bawa ke rumah belakang untuk istirahat. Dan malam nanti baru mereka kembali ke panti asuhan.


Akhtar ingin mengajak Zahwa ke kamar untuk beristirahat, ia tau pasti istri nya ini sudah sangat capek duduk saja selama perjalanan.


"DADAA... Bunaa.." ucap anak-anak itu serentak lalu pergi mengikuti arahan ibu pengasuh.


"Kamu pasti capek, mari kita ke kamar" ajak Akhtar merangkul pinggang Zahwa


Zahwa tersenyum lalu menyandarkan kepalanya ke pundak Akhtar.


Naik ke lantai dua lalu berjalan sedikit melewati sebuah ruangan, sampailah mereka di depan pintu kamar yang mulai sekarangakan mereka tempati.


Akhtar membuka pintu nya lalu menekan saklar lampu. Zahwa terpelongo melihat kamar yang sangat indah, elegan, simple, luas dan yang lasti nyaman.


Otaknya kilas balik pada buku gambar yang ada di laci kamarnya. Jika di pikir-pikir semua yang terletak di kamar ini sama seperti bentuk dan interior kamar impiannya.


Ia berlari kecil memeluk Akhtar dan bergelayut manja di dada Akhtar.


"Hmm.. sering buka-buka seisi kamar aku ya..??" Tanya Zahwa


"Tidak" jawab Akhtar singkat


"Lalu ini?" Tanya Zahwa kembali mendongak menatap mata Akhtar


" Kamar impian mu" dengan lembut Akhtar mengeratkan rangkulannya pada pinggang Akhtar.


Mereka bertatapan lama menyelami perasaan masing-masing. Melihat cerminan diri di mata pasangan dengan penuh kasih


Zahwa menjinjit lalu menggesekkan hidungnya ke hidung Akhtar. Lalu mengecup singkat bibir Akhtar.

__ADS_1


"Terimakasih suamiku..."


Serangan tiba-tiba dari Zahwa cukup mengagetkan Akhtar. Demi apapun ia menegang saat kini Zahwa kembali memeluknya erat dan menempelkan kepalanya di dadanya.


Sesaat kemudian Akhtar menahan senyumnya lau menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Ohh tidak, bisa di lihat saat ini pipi nya memerah.


"Astaghfirullahal'adziim... Istri ku.. tanggung jawab kamu" protes Akhtar dalam hati


_


Akhtar melerai pelukannya agar bisa menatap mata Zahwa. Ia membuka niqab yang masih menempel di wajah Zahwa.


"Mari mandi bersama" ajak Akhtar menggandeng tangan Zahwa


"Hah!?"


" Tidak, tidak, hanya mandi. Saya tau kamu juga kelelahan" ucap Akhtar membuat Zahwa merona malu


Ya mandi lah


Apa lagi🤣


Kalian ga boleh ngintip 🤫


_


Zahwa mengulum senyumnya , teringat kembali bisikan Akhtar saat mereka sudah selesai main air.


"Bib... Berhenti aku capek" keluh Zahwa saat mereka merendam air hangat di bath up Akhtar selalu mencipratkan air ke badannya dan titik sensitive nya yang membuat ia merasa geli.


Belum lagi saat Akhtar selalu menjahilinya dan menggelitiknya. Zahwa tertawa capek, ia menyerah. Sedangkan Akhtar merasa senang


"Ingat sayang... Kamu masih bisa tertawa disini. Tapi nanti kamu akan minta ampun lagi pada saya bukan karena kegelian tapi karena kenikmatan" bisik Akhtar sambil melilitkan handuk ke badannya lalu mengangkat tubuh Zahwa ke walk in closet.

__ADS_1


"Kenapa itu wajah nya merah-merah?" Goda Akhtar


"Tidak"


"Kenapa hayo.." ucap Akhtar semakin gencar menggoda Zahwa yang pipinya semakin memerah


"Sayang... Ih.." rengek Zahwa manja


" Aahh.." pekik Zahwa saat tubuhnya kembali melayang


"Tidak udah pakai pakaian tertutup sudah begini saja. Tidak ada siapa-siapa disini" ujar Akhtar membaringkan Zahwa hati-hati


"Masih ada waktu sebelum masuk waktu sholat. Mari istirahat" Akhtar memeluk Zahwa lalu memejamkan matanya setelah berdoa


Zahwa melihat suaminya yang terpejam seperti ini, di mata Zahwa Akhtar semakin tampan. Dengan segala sikap dinginnya kepada orang lain tapi padanya Akhtar akan berubah hangat.


"Jangan di pandangi, Allah dengan berbaik hati memberikan sedikit ketampanan pada saya, saya tau itu. Jadi mari tidur" ucap Akhtar tanpa membuka matanya


Zahwa terkekeh kecil ia ketahuan tidak tidur malah memandangi suaminya yang sedang tidur


"Hmm.." Zahwa memejamkan matanya di bawah dekapan Akhtar


Beberapa saat hening, sengaja atau tidak tangan Akhtar semakin merambat naik dari perutnya ke dadanya. Ia yang tadi dilarang memakai pelindung kedua puncak kodrat seorang ibu. Kini itu menjadi sasaran tangan suaminya


"Ayaaanggg"


"Ahahahaha.. iya iya.. tidak tidak"


Cup! Ia mencium buah yang tadi ia Re mas


"Ummmm..." Zahwa merengut manja


Tak lama kemudian dua manusia ini terlelap tanpa ada fenomena atau drama apapun lagi.

__ADS_1


__ADS_2