Salah Khitbah

Salah Khitbah
15. SK : POV FATIH (2)


__ADS_3

"Kalau nanti Fatih sudah besar dan.. bertemu dengannya , Fatih ingiin...


Um..Ummah sama Abi menghitbah dia untuk Fatih " ucap ku serius menatap manik mata Ummah


"kamu serius sayang..??" tanya Ummah


"a..a..apakah Ummah tidak setuju dengannya?" tanya ku pada Ummah


"eh..bukan, bukan seperti itu sayang . Tentu Ummah dan Abi sangat senang jika kamu menikah dengan seorang gadis yang Shalihah , cantik , sopan dan lembut. Namun, kamu harus tetapkan hati kamu sayang , tidak usah terburu-buru yah , do'a kan saja pada Allah dan jangan lupa minta yang terbaik bagi mu " ucap Ummah lembut menatap ku


"Iya Ummah , Fatih mengerti . Tetapi jika bertemu Ummah dan Abi khitbahin untuk Fatih yah"


"eheheheheh kamu ini yah , belum tentu dia mau dengan mu sayang hehehe" ucap Ummah terkekeh


"iiikhh... Ummah .. koq seperti itu sih??" ucap ku sebal


"iya..iya sayang.. kami akan mendukung mu koq , ehehe" ucap Ummah yang membuat ku senang walau dengan kekehan kecil di ujung kalimatnya .


"aahh.. syukron Ummah..." ucapku memeluk Ummah


"iya iya.. ma'a Syukri sayang.." ucap Ummah membalas pelukan ku sembari mengelus rambutku .


"eh..eh..eh..Assalamu'alaikum .. apa apaan ini , Fatih lepasin Ummah , Ummah zaujati ku , hanya milikku seorang" ucap Abi merusak suasana yang tiba-tiba sudah berada di hadapan kami .


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap ku dan Ummah bersamaan.


Dengan paksa Abi melepas pelukanku dengan Ummah dan menarik Ummah .


"lohh.. Abi...Ummah juga punya Fatih , Ummah itu Ummah nya Fatih . Bukan hanya milik Abi saja " ucap ku tak terima


"enak saja.. ayo zaujati ku kita tinggalkan saja dia sendiri" ucap Abi menarik bahu Ummah dan menyeretnya ke dalam


"Abi..." tegur Ummah , namun tak di hiraukan oleh Abi


"ayolah habibati, hayati, zaujati kita ke dalam saja . Dia tidak boleh merebut mu dari ku " ucap Abi tegas pada Ummah


"hm...mm... ana milki liik (diri ini hanya milik mu)" ucap Ummah bersenandung malas berdebat dengan Abi


"hehehh... Yes....ya jelas dong.. ayo kita masuk " ucap Abi mencium kening Ummah lalu menggandeng mesra pinggang Ummah dan menatap sinis kearah ku seolah sedang mengejek diri ku


"Abii...!!"


"ahahahaha" Abi tertawa bahagia telah berhasil merebut Ummah dari ku.


Abi membuat ku sangat kesal


Meskipun begitu aku sangat senang melihat kemesraan Ummah dan Abi , aku berharap bisa seperti itu juga nanti dengan....


dengan siapa??


hmm?


Entah lah, yang ada di pikiranku saat ini adalah si gadis kecil.


...----------------...

__ADS_1


Hari ini aku akan kembali lagi ke Pondok Pesantren Al-Anshor , karena libur semester akan segera berakhir maka aku putuskan untuk kembali ke asrama .


Oh iyaa , banyak yang bertanya mengapa aku tinggal di asrama bukan dengan Buya Firman paman ku. Ya karena itu pilihanku sendiri , akan lebih leluasa rasanya jika di asrama dan bisa berbaur dengan santri lain.


Aku memulai hari-hari ku seperti biasa layaknya seorang santri pada umumnya . Tetapi terkadang setiap hari jum'at dan Sabtu Abi akan menjemput ku dan membawa ku ke perusahaan bersamanya . Bahkan tak jarang Abi juga membawa ku menemui client dan sahabat Abi.


Jadi , sedikit banyak nya aku sudah di tuntut mengetahui segala tentang perusahaan.


back to story


Tak terasa aku sudah menyelesaikan pendidikan Tsanawiyah ku , kini naik menjadi Aliyah . Aku semakin sibuk saja karena aku merupakan salah satu pengurus di Pesantren Al-Hikmah. Turut membantu Ustadz dan Ustadzah panitia penerimaan Santri dan Santriwati baru juga tugas ku .


Seperti sekarang ini , aku ingin ke rumah Buya Firman untuk menyerahkan data santri baru dan meminta tanda tangan Buya Firman di buku peraturan yang sudah di setujui santri baru dan di materai oleh orang tua nya .


Tetapi saat akan memasuki gerbang depan rumah Buya , dapat ku lihat sebuah mobil sedang terparkir di halaman rumah Buya , jadi aku memutuskan untuk kembali nanti saja setelah tamu Buya sudah pergi.


Aku membalik tubuh ku ingin beranjak dari sana tetapi terhenti karena aku tak sengaja melihat orang yang tak asing di mata ku , keluar seorang wanita muda dan diikuti seorang pria di belakangnya dari mobil. Aku memicingkan mata ku mencoba meneliti mereka berdua , juga otakku yang ku ajak bekerja sama untuk mengingat orang itu .


Ting!!!!


Seketika aku teringat pada gadis kecil yang tak sengaja bertabrakan dengan dulu tiga tahun yang lalu , dan ... itu .. ya abang nya , itu adalah abang nya . Tunggu..tunggu..tapi siapa namanya?? ..akhhh.. aku tak bisa mengingat nya. Ma Syaa Allah ... Subhanallah..aku bertemu dengannya. Sesaat aku terpaku dan..


dugh..dugh..dugh..


ku pegangi dada ku berdetak lebih cepat dan kuat membuat aku sedikit kesusahan untuk bernafas .


Tak lama aku melihat mereka masuk ke dalam rumah Buya . Berbagai pertanyaan menyangkut di benak ku, untuk apa dia datang kemari?? adakah mereka memiliki hubungan dengan Buya??


Aku memutuskan untuk kembali ke kantor , meletakkan kembali berkas yang aku bawa ke rumah Buya tadi.


"Assalamu'alaikum.." ucap ku memasuki kantor


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.. Loh..Gus..kok itu berkasnya di bawa lagi?? " tanya Ustadz Fauzan dan Ustadz Fakhri dan Ustadz lainnya.


"emm..iya Ustadz , ana bawa kembali . Ana tidak jadi ke rumah Buya "


"kenapa??"


"Buya sedang kedatangan tamu" jelas ku


"ohh..begitu...beik , antum ke asrama saja kalau begitu yah , istirahat dulu " ucap Ustadz Fauzan


"beik Ustadz , syukron" ucap ku


"ma'a syukri (terima kasih kembali/sama sama) Gus telah membantu " ucap Ustadz Fauzan dan ku balas dengan anggukan


"assalamu'alaikum" pamit ku , lalu pergi ke asrama.


...----------------...


Aku melihat jam yang melingkar di tangan ku , dan empat puluh lima menit lagi waktu nya Ashar , jadi aku memutuskan untuk bersih bersih dulu , mengganti pakaian ku dengan yang baru , lima belas menit cukup untuk ku bersiap-siap sebelum menghadap Allah. Setelah selesai aku pergi ke Masjid .


Sesampainya aku di Masjid , oh..ernyata masih sepi tidak ada seorang pun disini , mungkin karena lagi jam keluar yah . Aku rasa ini adalah saat yang tepat untuk membaca Al-Qur'an dengan tenang karena tidak ada orang, jadi tidak akan ada yang terganggu .


Tangan ku meraih sebuah Al-Qur'an berukuran sedang berwarna coklat muda , setelah itu aku mengambil posisi dan membukanya .

__ADS_1


Perlahan aku menarik nafasku dan mulai berta'audz


"a'udzubillahi minasysyaithoo nir rajiim"


"Bismillahirrahmaanirrahiim"


Mulai ku baca ayat-ayat indah di depan mataku dengan hati-hati dan tenang , mencoba meresapi setiap ayat yang aku baca , semoga nanti Al-Qur'an ini menjadi penolong dan teman ku di akhirat kelak , aamiin.


Saat beberapa santri dan Ustadz mulai berdatangan aku sudahi membacanya dan meletakkannya pada tempat semula . Dan tak lama kami memulai sholat berjama'ah nya di imami oleh Ustadz Fauzan.


.


.


.


.


.


.


.


🌷🌷🌷


Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda, β€œTiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).


🌷🌷🌷


.


.


.


.


...Tahan...1 bab lagi untuk Kang Fatih ya , biar setelah ini rasa nya plong karena sudah menceritakan isi hatinya pada kita semua . Setelah itu kita lanjut normal , oteeyy 🐍...


...Maaf terlambat up lageh semalem ada urusan mendadak , halap maklum😘...


...ohh iya mau cerita plus mengingatkan nihh... jadi gini kan.....


...yang baca cerita ini tuh buaanyakk bingiitt , eh tapi herannya jari nya itu loh ... tolong jangan di kaku-in yah buat pencet tombol like πŸ™πŸ» di lemesiin...kalau udah selesai baca jarinya mendarat dulu di like yak πŸ™πŸ»...


...kalau enggak , tak patuk nih 🐍🐍🐍...


...okee tengkyu mau bilang itu ajah kok...


...Tetep dukung Ai yah......


...Cap jempol nya jangan tinggal......


nextπŸ‘‰πŸ»....

__ADS_1


__ADS_2