Salah Khitbah

Salah Khitbah
91. SK 2 : AKHTAR BALAS, TAPI BUKAN DENDAM


__ADS_3

"Ikhh..banyak nanya kamu ya. Sini!" Ucap Akhtar menarik hidung mancung Zahwa sekaligus menggiringnya masuk ke dalam.


"Aaa...jangan di tarik Bib..sakit- "


Bugh!!


"Aduh.."


Zahwa terjatuh di atas Akhtar. Pandangan keduanya bertemu, membuat jantung mereka seketika lari maraton.


***


Tadi, saat Akhtar menarik hidung Zahwa dengan ia jalan mundur ke belakang. Tidak sengaja kakinya kesandung karpet. Membuat ia akan terjungkal refleks menarik pinggang Zahwa.


Alhasil punggungnya terbentur lantai di tambah Zahwa yang jatuh menimpanya.


"Sstt..." Ringis Akhtar saat Zahwa tak sengaja menekan perut Akhtar untuk berdiri.


"Eh! Maaf Bib" Zahwa berhenti dan kembali ke posisi semula. Ia mengerjapkan matanya bingung apa yang harus ia lakukan. Sungguh posisi yang sangat memalukan.


"Aahh" pekik Zahwa tiba-tiba mereka berguling dan berganti ia di bawah kukungan Akhtar.


"Eh, Bib? Mau ngapain?" Tanya nya polos


"Hm?"


"Emm..emm..i-itu punggung nya sakit ga?" Ucap nya mengalihkan karena ia salah tingkah di tatap oleh suaminya.


"Sstt..."


"Aduhh..hihh Wawa maluuu... Bunda...tolongin Wawa.." jerit nya dalam hati.


Mata melihat ke arah lain menghilangkan kegugupannya. Mata bertemu sesuatu membuat ia mendapatkan sebuah ide.


"Huh..semoga berhasil" doa nya dalam hati.


***


"Aaa...tidaakk....udah Bib..udah..ahahahahah"


"Tidak bisa! Siapa suruh jahil hah?"


"Ihhh .... Sudah.. Bib.. sudah..aku capek...kan memang benar pintu nya belum di tutup..." Ucap Zahwa masih berlari menghindar dari Akhtar yang mengejarnya.


Beberapa saat sebelumnya...


Zahwa melototkan matanya ke belakang Akhtar, seperti ada saja hal menakutkan di sana.


"B-bib..."


"Hm" dehem Akhtar acuh


"I-itu.."


"Sssttt..." Desis Akhtar yang masih saja menatap mata cantik itu.


"I-itu Bib..." Ucap Zahwa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Apa?"


"Itu di belakang.." tunjuk Zahwa dengan mata terpejam.


"Ada apa sebenarnya?" Ucap Akhtar bangkit dan melihat ke belakangnya.


Ia heran tidak ada siapa-siapa di sana. Ia menoleh ke belakang. Istri sholehah nya sudah tidak ada di sana.

__ADS_1


"Pintu nya belum di tutup, Sayang...eheheh" gema Zahwa dari belakang.


Membuat Akhtar tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.


"Sudah berani hm" gumam nya.


Segera ia tutup pintu dan berlari mengejar sang istri.


Kembali lagi pada jam saat ini.


"Ahahhaha....Bib sudah...Ahahaha" ucap Zahwa setiap ia hampir di tangkap oleh Akhtar.


Aduhh entah sudah bagaimana keadaan rumah itu.


"Yeee... Tidak kenaa...wleeee..ahahah" ejek Zahwa berhasil melompati bantal yang Akhtar lempar kedepannya agar ia berhenti berlari.


"Hmmm...awas saja kamu" gumam Akhtar tersenyum smirk. Perlahan ia hilang bak di telan bumi.


Zahwa yang tidak mendengar suara apa-apa berhanti dan diam di tempat nya. Ia menoleh ke belakang, jreng...tidak menemukan siapa-siapa disana.


Ia melirik sekelilingnya. Seketika ia merinding, otaknya sudah terkontaminasi film horor indonesia. Ruamh di dekat sawah saja bisa berhantu sebegitu seram nya , ck..ck..ck..


"B-bib.." panggilnya sambil mundur perlahan.


"Bib..kamu dimana??" Ia meremas kedua sisi gamisnya.


"Ihh..Bib..jangan becanda..ga lucu" ucap Zahwa lagi.


Ia menutup matanya sambil terus melangkah mundur.


"Hiiihh...Bib...jangan gini dong..."


"Bib... Ga akan jahilin kamu lagi.. kamu dimana?"


"Aaaaaa...." Jerit Zahwa


Tubuhnya terlonjak, ia terkejut saat seseorang memeluk erat tubuhnya dari belakang.


"Aaaaa...kamu siapa...jangan ganggu aku..aku engga ngapa-ngapain kok. Iya serius, aku datang sama suami tadi... Aku juga ga tau ini rumah siapa...aku cuma ngikut...kamu pergii yaa sana pergii" oceh nya dengan mata terpejam kuat.


"Hihhh aku ga mau terbangg...Aaaa .." jerit nya kembali merasakan tubuhnya melayang.


"Ahahahahahahaha...."


Hah? Zahwa membuka matanya dan mendongak ke atas. Ia melihat jelas wajah Akhtar yang tertawa lepas penuh kebahagiaan. Ia terpesona sesat, tapi setelah itu ia kembali lagi ke awal, merasa kesal.


"Ihh..Bib...kamu balas aku ya...hiihhh"


Dugh!dugh!dugh!dugh!


Zahwa memukuli dada bidang Akhtar.


"Ahh..aw..jangan di pukul. Sakit sayang ku!" Seru Akhtar. Membuat Zahwa berhenti, merasa malu mendengar perkataan Akhtar.


" Heyy...kenapa itu wajahnya merah-merah... Tadi tidak seperti ini loh" ucap Akhtar.


"Iiihh..Bib.." rengek Zahwa. Ia mengalungkan tangannya ke leher Akhtar. Lalu mereka tertawa bersama.


***


Akhtar membawa Zahwa ke sebuah kamar. Lagi-lagi Zahwa takjub dengan desain dan interior kamar dari rumah ini.


Akhtar mendudukkan dirinya tanpa melepas Zahwa tetap di pangkuannya.


"Bib belum jawab loh..ini rumah siapa"

__ADS_1


"Sepenting itukah jawaban itu untuk mu wahai istriku?"


Zahwa merona malu, sungguh perkataan Akhtar saja sudah membuat dia merona, salah tingkah dan membuat cinta di hatinya semakin besar.


"Hmm"


"Kalau kita ada di sini berarti?"


"Berarti.....?" "Berarti...rumah kita? Hah? Benar tidak?"


"Mana mungkin saya ngajak kamu pergi ke rumah orang lain"


"Serius Bib?"


"Hufft..kamu tuh ya. Jadi rumah ini adalah rumah masa kecil saya. Dulu, saat saya masih berumur belia, saya sering pergi ke daerah sini untuk jalan-jalan. Dulunya tanah ini kosong, memang masih punya Abi, karena dulu kalau latihan silat atau persinggahan santri tafakkur alam itu di sini.


Saya sering mengikut salah satu Ustadz yang mengajar silat di sini, selama ia mengajar, saya sering ketiduran di sini. Ya karena dulu nya di sini itu ada pondok-pondok kecil, dan disanalah saya sering ketiduran. Saya suka dengan suasana di sini. Jadi saat saya beranjak remaja, Abi membangun rumah ini disini sebagai hadiah."


Zahwa menyimak penjelasan Akhtar.


"Dulu saya mempunyai desain rumah impian, apalagi lokasi dan suasana di sini sangat saya sukai. Namun, Abi membangun rumah ini sendiri dengan desain nya sendiri. Saat itu saya tidak enak jika harus merombak model rumah ini. Ketika saya selesai kuliah dulu, barulah saya meminta izin pada Abi untuk merombak rumah sebelum ini menjadi rumah impian saya seperti sekarang ini. Dan motor tadi, rumah nya adalah disini" jelas Akhtar panjang lebar.


Zahwa menatap wajah Akhtar yang serius saat bercerita. Muka cengo yang di lihat lucu oleh Akhtar, membuat ia gemas dan menggigit pipi gembil itu.


"Aww...hiis sakit Bib.."


"Siapa suruh kamu bengong"


" Tidak, tidak bengong kok"


"Itu tadi"


"Engga sayang..aku cuma lagi lihat"


"Lihat apa?"


"Lihat pangeran tampan yang kini menjadi suami ku"


"Heh, ada ada saja kamu" ucap Akhtar terkekeh pelan, lalu menggesek hidung Zahwa dengan hidungnya.


"Heheheehe"


"Sudah ayo kita shalat Ashar dulu"


"Baik, mari berwudhu" ucap Zahwa mengeratkan pelukannya pada leher Akhtar. Membuat si empunya leher mengangkat alis tebalnya


"Gendong..ihihii" ucap Zahwa manja.


"Hah... Bikin ga tahan kamu"


Tanpa aba-aba, Akhtar melahap bibir Zahwa.


Beberapa menit kemudian.


"Sudah..sudah..ayo" Ucap Zahwa setelah Akhtar menjauhkan bibinya.


Akhtar menggendong Zahwa ke kamar mandi untuk berwudhu bersama, setelah itu mereka shalat berjamaah.


***


Duh..duh..duh..pengantin baru masih manis-manis aja.. ya Lah..buat kenangan duku kan sebelum berpisah🤣 moga masih tahann dengan mereka yaa... 1 bab lagi yaa manis-manis nya


maaff bangett up nya lama, kesibukan RL membuat Author susah bagi waktu. waktu luangnya, setiap mau nulis ada aja halangannya. maaf yaa..


jangan lupa tinggalin jejak ya✨

__ADS_1


__ADS_2