Salah Khitbah

Salah Khitbah
42. SK : KARENA CINTA


__ADS_3

"Zam...Bibi merestui mu" ucap nya cepat.


Kini semua menatap pada Ning Fatya. Tak lama Gus Afnan juga mengeluarkan suaranya.


"Paman juga, tapi itu semua kembali lagi pada Kak Ali dan Kak Fatimah"


Setelah perbincangan dan pendebatan yang panjang akhirnya Ayah Ali dan Bunda Fatimah memberikan restu nya pada Azzam.


FLASHBACK OFF


***


"astaghfirullah.. abang menikah di awali insiden. Ha??hmpt..hmpt..buahhahaha" Zahwa tak dapat menahan tawanya. Ayolah sepertinya ia sudah lupa kalau ia sedang dalam mode ngambek pada pria tampan di sampingnya ini.


"Wa..." Rengek Azzam


"Apa bang, hemm??? Eheheh"ucap Zahwa terkekeh pelan


"Kenapa harus mengejek abang hmmm" ucap Azzam sambul menarik hidung mancung Zahwa.


"Ihh...nggg...abang.."


"Makanya jangan bicara macem-macem"


"Ih..ya kan abang kenapa bisa begitu. Pasti calon kakak ipar keadaannya saat itu kassihan banget ya"


"Hmm" balas Azzam singkat. Berbunga-bungalah sudah hatinya dapet lampu hijau dari adik kesayangannya.


"Hmm?? Hm apa bang? Oh iya, koq abang ngotot banget sih pengen nikah sama calon kakak ipar?" Tanya Zahwa


"Mau tau??"


"Iya"


"Mau tau aja atau mau tau banget hm??"


"Ga jadi"


"Ishh..kenapa sekarang Wawa ngambekan sih?"


"Ga ada"


"Kenapa Wa?"


"Ga ada"


"Wa??" Desak Azzam. Ia pun heran kenapa adikknya seperti orang pms setiap melihat wajahnya.


"Karna abang mau Zuad" ucap Zahwa cepat keceplosan. Matanya beradu dengan mata elang Azzam


"Sekarang jawab, kenapa abang bersedia menikahinya"


"Karena abang mencintainya"

__ADS_1


DEG!


Seperti adanya batu yang menghantam keras menohok ke dadanya.


Cinta?


Sebuah rasa?


Seorang Azzam menikah dengan wanita yang di cintainya. Sungguh taqdir berbaik hati pada mereka.


Beruntung sekali wanita itu mendapatkan cinta Abangnya.


Fatih!


Ah ya, bagaiamana keadaannya? Akankah penantian ku selama satu setengah tahun lagi akan berakhir seperti kisah Abang dan calon kakak iparnya?


Mengapa hatinya sangat gelisah membayangkan itu. Jujur ia sudah memastikan hatinya, bahwa nama itu sudah terukir di hatinya. Buktinya ia menciba untuk menyangkalnya tapi apa? Semakin ia mencoba semakin sering bayang-bayang nya menghampirinya.


Apakah dia sama sepertiku yang sedang menanti hari itu?


Apakah dia kan menepati ucapannya persis seperti yang ia tulis sediri pada surat itu?


Yang ia lakukan saat ini adalah berdoa agar semuanya baik-baik saja dan di berikan yang terbaik.


Tatapannya kini sendu. Azzam menyadari itu.


"Dek...ada apa? Kenapa muka Wawa sedih begitu?" Ucap Azzam lembut menyadarkan lamunan Zahwa


"A-aha? A-apa bang? E-enggak. Enggak papa" ucap Zahwa gugup


"Ga, abang ga percaya"


"Hiks..huhuhu...hiks..hiks.."


"Eh...kok malah nangis"


"Abang ga bakal jadi punya nya Zahwa lagi....Hiks...hiks.. Tapi milik calon kakak ipar. Abang sudah menemukan cinta Abang...hiks..hiks... Zahwa pasti bakal tersisihkan. Sayang Abang juga pasti ga bakal kaya dulu lagi kan..huhuhu..hiks.."


Azzam mendekap Zahwa dengan erat. Mencium pucuk kepalanya berkali-kali


"Kok bicara nya gitu? Wawa tetap adek Abang . Sayang nya Abang ke Wawa ga akan pernah berubah. Jangan nangis ya...jangan berpikiran seperti itu. Walau pun nanti Abang sudah menikah semua tidak akan pernah berubah. Percaya kan sama Abang, heemm???"


"Hiks..hiks...Abang janji?"


"Iya, Abang janji. Ayolah tidak ada janji, semua kn tetap sama" ucap azzam meanautkan kedua kelingking mereka.


"Apa Abang bahagia?"


"Iya"


"Beneran?"


"Iya Wa. Abang bahagia"

__ADS_1


" Alhamdulillah...kalau gitu Wawa juga bahagia" ucap Zahwa memeluk erat Azzam. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang Azzam yang mulai besok sudah memiliki pemilik langganan seumur hidupnya.


***


Keesokan harinya


"Bagaimana para saksi? SAH?"


"SAH"


"Alhamdulillahirabbil'alamin"


"Barakallah"


Zahwa menepis air mata bahagia dari sudut matanya. Ia turur bahagia melihat pemandangan di depannya.


Dimana Azzam dan calon eh...ralat kakak ipar nya Helwa sedang malu-malu untuk saling berjabat tangan satu sama lain. Akhirnya setelah bisa menghilangkan grogri dan kegugupan masing-masing akhirnya Ka Helwa berhasil mencium punggung tangan Abangnya yang kini menjadi suaminya. Dan berbalas kecupan lama di keningnya.


Kini ia sudah tau nama Kakak iparnya setelah di sebutkan oleh Azzam saar akad tadi. Namanya adalah Helwa Heyrillah. Ma syaa Allah... Sungguh indah namanya bukan?


"Prok..prok..prok..." Semua orang bertepuk tangan. Bersorak ria melihat adegan romantis malu-malu kucing tersebut.


"Eh.eheh...semoga SAMAWA Bang...Wawa bahagia"


.


.


.


Barakallah Bang Azzam.


إذا أحبك الله ، يضع حبك في قلب من يستحق حبه التملك


Ketika Allah mencintaimu, Dia akan menempatkan cintamu di hati seseorang yang cintanya memang layak untuk dimiliki.


Kau telah menemukan cintamu, dan kini berakhir pada cinta yang halal. Sudah tidak ada lagi keraguan pada dirimu untuk memandangnya.


Cinta adalah anugerah terindah yang diberikan Allah SWT kepada makhluknya. Dengan cinta, hidup akan lebih indah dan berwarna. Benar saja kata James M. Barrie, jika kamu tidak memiliki cinta, tidak peduli seberapa banyak kekayaan yang kamu miliki, semuanya tidak akan berharga. Karena cinta, tertitislah keturunan yang dilahirkan melalui sucinya ikatan pernikahan dua insan dan terciptanya kasih sayang serta kedamaian antar sesama. Ma syaa Allah...


Pertanyaannya apakah kisah ku juga akan berakhir seperti kisah Bang Azzam?


PANTENGIN TERUS YAA, TERIMAKASIH SUDAH MENUNGGU💓.....


...LIKE...


...KOMEN...


...KEMBANG...


...KOPI...


...BAGI-BAGI YA JANGAN LUPA...

__ADS_1


...JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YAH...


__ADS_2