
" Oh iya Zahra ada sebuah kisah para Nabi, Zahra harus tau . Sini duduk dekat kakak biar enak ceritanya" ucap Zahwa menepuk bagian badan ranjang di sampingnya.
"hhuuffttt....niat nya mau cerita malah dapat tausyiah , aih...kok bisa kelepasan juga sih tadi salah menempatkan kata-kata, Zahra tuh.. kalau begini bakal panjang urusannya , hadeehh..." batin Zahra , ia menghela nafas berat . Dengan langkah gontai ia berjalan naik ke atas ranjang Kakak nya dan duduk di sebelah Zahwa.
"xixixixxi...." Zahwa cekikikan melihat perubahan air muka adiknya itu
"baik dengarin baik-baik yah Zahra dan ambil hikmah nya" tutur Zahwa
"hemmm" Zahra mengangguk pasrah
Melihat Zahra yang cemberut , Zahwa tersenyum.
"Senyum dulu dong... yang ikhlas dengernya biar hikmahnya dapett"
"iyaa Kak Wawa.. nih Zahra dengerin dengan ikhlas dan seksama" ucap Zahra melebarkan telinganya.
🌿بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ"
☆ KISAH MENGAGUMKAN TENTANG MENUNDUKKAN PANDANGAN ☆
♧♧ Tersebutlah di suatu hari, seorang hamba yang shaleh bernama: Sulaiman bin Yasar -rahimahullah-, beliau keluar dari Madinah untuk melakukan safar bersama temannya, dan setibanya mereka di kota Abwaa, temannya berdiri berjalan menuju sebuah pasar untuk membeli (bekal) makanan bagi mereka, dan Sulaiman pun duduk di tenda (menanti temannya).
♧♧ Dan Sulaiman bin Yasar adalah seorang pria yang tampan dan gagah, termasuk pria yang berwajah sangat tampan, dan paling menjaga diri dari keharaman Allah!!.
♧♧ [Dalam penantiannya] ternyata ada seorang wanita dusun dari penduduk gunung memandangnya dari tenda (miliknya), dan ketika wanita itu melihat ketampanan Sulaiman dan kegagahannya maka turunlah dia dari atas bukit menemui Sulaiman, dengan memakai cadar dan sarung tangannya, kemudian dia datang dan berdiri di hadapan Sulaiman.
♧♧ Kemudian dia membuka wajahnya yang laksana rembulan di malam purnama seraya berkata: "apakah engkau mau memberiku (sesuatu)?"
♧♧ Maka Sulaiman pun menundukkan pandangannya dari wanita tersebut! Dan Sulaiman mengira bahwa dia adalah wanita miskin yang membutuhkan makanan, maka Sulaiman pun berdiri untuk memberikannya sebagian makanan (sisa perjalanan yang ada padanya).
♧♧ Dan ketika sang wanita melihat itu, dia pun berkata: "aku tidak menginginkan makanan ini, tetapi yang aku inginkan ialah apa yang dilakukan oleh seorang pria terhadap istrinya!!
♧♧ Maka berubahlah wajah Sulaiman dan menjadi legam dan dia pun teriak sembari mengatakan: "sungguh Iblis yang telah mengirim dirimu kepadaku!!"
♧♧ Kemudian Sulaiman menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dan dia benamkan kepalanya diantara kedua lututnya, dan mulailah dia menangis dan berteriak!!
♧♧ Maka tatkala wanita cantik jelita tersebut melihat bahwa Sulaiman tidak ingin melihat kepada dirinya, dia pun menutupkan cadar ke wajahnya, dan berpaling kembali menuju tendanya.
♧♧ [Dan setelah beberapa saat] datanglah temannya yang telah membeli (bekal) makanan bagi mereka, dan tatkala melihat Sulaiman kedua matanya lembab karena tangisannya yang kuat dan terengah-engah suaranya, dia pun bertanya:
"Apa yang menyebabkanmu menangis?!!
Sulaiman menjawab: "baik-baik saja!! Aku teringat anak perempuan dan anak lelakiku!!
♧♧ Dan temannya berkata: "tidak!! Pasti engkau mengalami sebuah kejadian!! Karena engkau meninggalkan anak-anakmu baru tiga hari atau lebih.
♧♧ Dan temannya terus bertanya mendesaknya hingga Sulaiman pun memberitahukannya akan kisah seorang wanita bersamanya!! Maka temannya pun memutuskan perjalanan, dan mulailah dia menangis sejadi-jadinya dan Sulaiman pun bertanya (keheranan) kepadanya:
"Dan engkau sendiri, apa yang menyebabkan engkau menangis!!"
Maka temannya menjawab: "aku lebih berhak menangis daripada engkau!!"
Sulaiman pun berkata: "kenapa?!!!"
♧♧ Dia menjawab: karena sejatinya aku lebih khawatir jika seandainya aku yang berada pada posisimu maka belum tentu aku bisa bersabar dari wanita tersebut!! .
__ADS_1
Maka mulailah Sulaiman bersama temannya menangis!!
♧♧ Dan tatkala Sulaiman tiba ke kota Mekkah dan melakukan thawaf dan sa'i, beliau pun mendatangi Hijr dan berselimut dengan kainnya, kemudian beliau pun mengantuk dan tertidur sejenak.
♧♧ Maka beliau melihat di dalam mimpinya, seorang pria yang tampan dan gagah lagi tinggi, memiliki bentuk fisik yang indah dan beraroma wangi, maka Sulaiman bertanya kepadanya: "siapa engkau -semoga Allah merahmatimu-?!!
Orang itu menjawab: "saya adalah Yusuf bin Ya'qub."
Sulaiman berkata: "engkau Yusuf Nabi yang jujur?"
Berkata Sulaiman: "sungguh kisah engkau bersama wanita pembesar kerajaan sangat mengagumkan."
Maka mulailah Sulaiman bersama temannya menangis !! "
"Nah..gimana? sekarang sudah mengerti ka~" tanya Zahwa setelah menjelaskan panjang lebar .
"hoaamm...iyaa Kak..Zah-ra me-nger-ti" potong Zahra malas , karena ia menganggap Zahwa sedang mendongeng untuknya.
"Astagfirullah...Zahra...Kakak tuh lagi ceritaa bukannya lagi mendongeng, malah tidur. Allah kareem " Zahwa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"sama saja kak " batin Zahra
"Zahra..." panggil Zahwa
"iya..iya kak " segera Zahra mengangkat tangannya dengan mata terpejam dan berucap
"Bismillahirrahmanirrahim. Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut.
“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati” "aamiin"
"good evening Kak.." ucap Zahra lirih .
"hmmm, too . Ada ada aja kamu Ra... " Zahwa menyelimuti Zahra sampai batas bahu nya. Setelah itu ia menutup pintu dan turun ke bawah bergabung dengan yang lainnya.
***
"loh dek , Zahra nya mana?" tanya Azzam saat melihat Zahwa mendekat masuk ke dalam ruang keluarga
"hihihihi , ketiduran Zahra nya bang " jawab Zahwa sambil mendudukkan dirinya di samping Azzam.
"koq bisa?" ucap Azzam dan Bunda Fatimah bersamaan yang baru datang dari dapur membawa cemilan dan teh dibantu Bi Asih.
"jadi.." Zahwa menceritakan kejadian tadi saat dirinya bercerita dengan Zahra pada mereka
"loh...ahaahaha" Ayah Ali dan Azzam tertawa.
"dasar Zahra" ucap Bunda Fatimah
"oh iya dek , gimana? betah ga disana?" tanya Azzam
"alhamdulillah betah Bang , disana tempatnya nyaman ga membosankan. Santrinya juga baik-baik" jawab Zahwa tersenyum
"Syukurlah.." Azzam mengelus kepala Zahwa
"Zahra bagaimana ? setelah ini dia akan lanjut kemana?" tanya Zahwa
__ADS_1
"emm..dia tidak ingin ke pesantren , dia maunya sekolah umum" jawab Bunda Fatimah
"Ayah lebih menyarankan kalau dia tidak ingin ke pesantren , masuk MTs saja dari pada sekolah SMP umum" jawab Ayah Ali
"hemmm, begitu" Zahwa mengangguk
"Lalu kalau Abang? kan sebentar lagi akan lulus " tanya Ayah Ali yang kini beralih pada Azzam.
Azzam mengerti arah pembicaraan Ayah Ali , ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"eemm..Azzam mau stay di Al-Hikmah dulu Yah sepertinya " ucap Azzam
"Tidak ada rencana ingin lanjut kuliah bisnis , atau apa gitu?" tanya Ayah Ali
"tuhh kan " Azzam sudah menduganya
"emm maaf Yah , untuk itu..ee...sepertinya...eee..."
"hmmm ya sudah , sudah lah . Ayah mengerti" ucap Ayah Ali. Sebenarnya ia kecewa tetapi mau bagaimana lagi
"mmm....lalu kapan ada rencana ingin Zuad(menikah) Bang???" tanya Bunda Fatimah.
Zahwa yang mendengar ucapan Sang Bunda itu pun kaget , seketika otaknya konek.
"eh?" ucap Azzam kaget saat Zahwa memicingkan matanya pada Azzam sehingga tatapan tajamnya itu dapat menembus jantungnya.
"Tidak boleeehhh!!!!" pekik Zahwa
"hah?!?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like , komen ,rate dan vote seikhlasnya 🤗🙏🏻 ditunggu yaah😚