
"Tidak boleeehhh!!!!" pekik Zahwa
"hah?!?" sontak semua orang terkejut.
"Tidak!! Bang Azzam hanya milik Wawa seorang , tidak ada yang boleh merebutnya dari WAWA..!!!" tegas Zahwa lalu menyelundupkan kepalanya ke dada bidang Azzam . Kini semuanya bukan lagi terkejut tetapi tersenyum.
Azzam tersenyum membalas pelukan Zahwa dan mengelus kepalanya dengan penuh kasih, juga menciumi puncak kepalanya.
"Wawa sangat sayang pada Azzam , bahkan ia tidak rela Azzam di miliki orang lain" batin Bunda Fatimah terharu melihat kedua anaknya tersebut.
"hmmm...iya iya..Abang Azzam sepenuhnya hanya milik Wawa, tenang saja anak Ayah satu-satunya ini mungkin akan siap jadi perjaka tua demi Wawa , hmmptt" ledek Ayah Ayah Ali pada Azzam
"Ayah...." ucap Azzam memelas
"Ahaahahaha" Ayah Ali tidak dapat menahan tawanya.
"Tidak seperti itu juga Ayah, akan ada saatnya Zahwa akan mengerti" ucap Bunda Fatimah
"Dek...Abang akan tetap menjadi Abang nya Wawa , tenang saja hmm" ucap Azzam pada Zahwa untuk meyakinkannya
"..."
"Dek..." panggil Azzam karena tidak mendapatkan respon dari Zahwa
"Dek .. Wawa...he~" ucap Azzam terpotong melihat Zahwa sudah terlelap di dekapannya.
"Bunda..Ayah...lihat ini" ucap Azzam menunjukan wajah imut Zahwa saat tertidur pada Ayah Ali dan Bunda Fatimah.
"eheheheh, sama saja dia dengan Zahra , ketiduran di sembarang tempat " ucap Ayah Ali terkekeh
"Wawa..wawa..ehehe" Bunda Fatimah menggelengkan kepalanya melihat Zahwa.
"Ya sudah , Azzam bawa Wawa ke atas dulu" ucap Azzam lalu menggendong Zahwa naik ke kamarnya .
"Pergilah, mungkin dia kelelahan"
Saat masuk ke kamar Wawa , Azzam dapat melihat Zahra juga ada di sana tertidur dengan posisi berantakan.
Perlahan ia membaringkan Zahwa , lalu memperbaiki posisi tidur Zahra.
"Zahra..Zahra..bisa bonyok Wawa kalau begini" Ucap Azzam menarik kaki Zahra dari atas perut Zahwa yang baru di baringkan nya.
Setelah di rasa semua aman, Ia menyelimuti keduanya dan mencium kening adik-adiknya satu per satu dengan penuh kasih sayang.
"emmmmuuachh"
Begitu damai hatinya melihat kedua adiknya itu terlebih lagi pada Zahwa.
Azzam beranjak keluar dari kamar Zahwa dan menutup pintunya.
clekk
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.MAKAN MALAM.
"ahh..sudah selesai.." Zahwa menepis peluh di dahinya dengan lengan kanannya.
"ehh...Wawa...sudah selesai??" tanya Bunda Fatimah
"iya Bunda.."
"Zahwa yang mengerjakannya ?" tanya Bunda Fatimah lagi.
Zahwa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"hmm... begitu ya.." ucap Bunda Fatimah sedikit ragu
"Sekarang Zahwa panggil yang lainnya yah, supaya kita makan malam bersama"
__ADS_1
"Baik Bunda " Zahwa segera pergi melaksanakan perintah sang Bunda .
tok..tok..tok...
"Zahra..." panggil Zahwa mengetuk pintu kamar Adiknya Zahra.
"iya kak.." teriak Zahra dari dalam
"Ayo turun...Bunda panggil , kita buat makan malam bersama"
"oh..iya..iya..kakak duluan saja , nanti Zahra akan menyusul" ucap Zahra lagi-lagi teriak
"uhh.." keluh Zahra dari dalam
"kenapa Zahra??"
"awwhh...emm tidak ada apa apa kak, hanya saja rambut Zahra sudah lima hari tidak keramas jadi susah disisir nya" ucap Zahra yang masih sibuk di depan cermin dengan sisir menggantung di rambutnya.
"apa perlu kakak bantu?" ucap Zahwa menawarkan bantuan
"ah...tidak usah..tidak usah kak"
"baiklah , cepat ya...jangan sampai Ayah menunggu "
"okeeyyy kaak"
Zahwa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Azzam tak sengaja' lewat dari kamar Zahra , melihat kedua Adiknya saling berteriak di balik pintu. Azzam mendekati Zahwa.
Zahwa berbalik
bugh.. ia menabrak dada bidang Azzam
"Astagfirullah'adziim" ucap kedua kakak beradik itu bersamaan
"Bang Azzam sejak kapan disini" Tanya Zahwa mengelus-elus jidatnya
"Sakit dek..??" tangan Azzam terulur mengusap kepala Zahwa yang tadi mengalami bentrok dengan dada nya.
"hmm ya sakit lah Bang , ini kepala Zahwa kejedot sama dada beton" bibir Zahwa menekuk.
"ehehehe mana ada dada terbuat dari beton dek , maaf yah" dengan perhatian Azzam meniup-niup kepala Zahwa
"sudah lah Bang, tidak apa apa kok . Oh iya mumpung Abang ada disini , Wawa sekalian ajakin yuk kita kebawah sudah di tungguin Bunda makam malam bersama" ucap Zahwa menarik tangan Azzam
"iya ayo , tadi Abang juga niatnya mau kebawah, ehh denger kamu sama Zahra teriak-teriakan jadi berhenti deh mau nengokin" ucap Azzam kini mereka sedang menuruni anak tangga
"oh..itu Zahra itu mah, Wawa engga"
"Emang ada apa sih?kenapa tadi ga masuk aja? ga usah pakai teriak-teriak" tukas Azzam
Zahwa berhenti dan menatap Azzam di sampingnya.
"ehh..iya ya Bang , kenapa tadi Zahwa ga masuk aja" ucap Zahwa seperti orang bodoh, heran dengan dirinya sendiri.
"eheheheheh...muka nya jangan begitu dek , uuuhh..." Azzam terkekeh tak tahan , ia mencubit kecil hidung Zahwa
"iikhh..Abang..jangan di tarik-tarik..nanti hidung nya Wawa panjang kaya pinokio" ucap Zahwa
"ya gapapa , asal panjang nya bukan karena bohong aja " ucap Azzam santai
"iya yah, iikh..kok Wa~ "
"Mana Zahra nya Wa? kok cuma bedua?" tanya Bunda Fatimah memotong pembicaraan Zahwa . Keasyikan berbicara mereka tak sadar kalau mereka sudah sampai di ruang makan.
"itu..Bunda...Zahra nya lagi~"
"Halooo...Zahra Asy-Syifa ter haley sedunia , sudah datang...." tiba tiba Zahra datang dengan gaya narsisinya.
__ADS_1
"tuh orang nya" Zahwa menatap gerah pada Zahra yang kepedean , eh.. emang iya sih Zahra cantik , tapi kan...akh..dia terlalu NARSIS.
"ck..ck..ck.." Ayah Ali dan Azzam geleng-geleng kepala melihat nya.
"sudah..sudah..ayo kita makan keburu makanannya dingin.." ucap Bunda Fatimah
Semuanya kini sudah berada di kursi masing-masing. Dan menatap hidangan di atas meja.
"hmm sepertinya koki kita udah pindah tangan ini, kayanya enak nih" ucap Ayah Ali melihat hidangan sedikit berbeda dari biasanya
"emmm...Yah sebenernya itu Wawa yang masak" ucap Bunda Fatimah ragu-ragu
"ha?iyakah???" tanya Ayah Ali , Azzam dan Zahra bersamaan. Bunda Fatimah mengangguk.
Ayah Ali mengambil sedikit hasil masakan Zahwa dan mencicipinya.
"cep..cep..cep..."suara decakan Ayah Ali terdengar jelas karena suasana hening.
Azzam juga mengambil sedikit ke piringnya, tetapi belum ingin memakannya.
"Duh..kok jadi kaya lagi kontes masak sih ini , tinggal makan aja kenapa repot" batin Zahwa keringat dingin.
"ohh tidak lihat itu wajah kak Wawa tegang sekali hahaha , berasa lagi kaya kids MasterChef yang di tipi-tipi itu , eh emang bener itu ga sih namanya? ahh pokoknya itulah ada master masternya, ahaha" batin Zahra menertawakan Zahwa. Ia menutup mulut nya dengan tangannya dengan sedikit menunduk agar tidak ketahuan.
"heemmm..." Ayah Ali kembali mencicipinya untuk kedua kalinya .
.
.
.
.
.
.
.
"hm lumayan, ini enak loh" ucap Ayah Ali membuat semua orang terkejut. Kini semua mata tertuju pada Ayah Ali.
"iya..ini memang benar-benar enak"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf telat up , lagi ada sesuatuh , ahh itu lah , ga boleh di bilang-bilang hmm. Oh iya cuma mau ingetin tombol LIKE👍🏻 nya jangan tinggal dong yaa..ya yaa
dasar pemaksaan, cih
iyaa aku maksa emang kenapa hmm?? huh😬
__ADS_1
ahh pokoknya itu lah , like komen vote rate nya selalu ditunggu yaa🌻🌻