Salah Khitbah

Salah Khitbah
130. SK 2 : AKHIRNYA


__ADS_3

Di ruangan yang jauh dari keramaian dan sunyi ini, tampak seorang pria menyeringai dan sesekali menaikkan alisnya.


Entah apa yang ada di pikirannya. Saat ini ia hanya ingin segera menangkap wanita yang membuat mereka geram itu.


"Kalian, laksanakanlah tugas kalian" titah nya


Membuat dua orang pria yang berseragam itu mengangguk dan pergi.


"Zam, kok bisa seperti ini ya?" Tanya sang teman


"Entah lah, mungkin ini hanya drama dalam pernikahan adikku saja" ucapnya tenang membuat sang teman mengangguk paham


***


FLASHBACK ON


Seseorang menelpon Azzam dengan memberikan informasi mengejutkan. Matanya sampai melotot mendengar apa yang ia dapatkan dari si penelpon.


" Baiklah ane akan segera ke sana"


Tit


Sambungan telpon mati. Ia meraih jaket dan kunci mobilnya lalu pergi mencari Helwa, istrinya.


"Sayang.. mau kemana?? Ini sudah malam" tanya Helwa menahan dada Azzam, dan langsung mendapatkan balasan di pinggang nya


"Zaujati... Hanya sebentar. Ada sesuatu yang harus ane selesaikan. Tidak usah menunggu ya, kalian tidur saja. Bawa Humaira tidur di kamar kita. Ane akan kunci dari luar dan membawa kuncinya"


"Tapi kemana? Dari kemarin tidak istirahat loh"


"Sebelum semuanya terungkap, mana bisa ane tidur dengan nyenyak. Ane pergi sebentar ya" ucap Azzam melepaskan tangannya dari pinggang Helwa dan menangkup wajah Helwa.


Cup cup cup


Ia mencium kening dan kedua pipi Helwa.


"Nih.. salim dulu. Ingat! Langsung tidur ya" ucap Azzam memberikan tangannya


Mencoba rela, Helwa mencium punggung tangan Suaminya.


"Tayyib, hati-hati ya.."


"Hemm.. assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"


Krek..krek..krek


Bunyi pintu yang di kunci Azzam dari luar. Setelah melihat kepergian mobil suaminya dari jendela.


Ia segera ke kamar Humairah dan membawanya ke kamar mereka.


Kembali pada Azzam yang tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia segera menuju kantor polisi sesuai dengan informasi yang ia terima tadi.


Kini ia sudah berada di parkiran kantor polisi, di balik kaca sudah ada seseorang yang menjemputnya.


" Assalamu'alaikum, malam Pak"


"Wa'alaikumussalam warahmatullah, dimana?" Ucap Azzam pada sang asisten


"Mari Pak"


Dengan cepat mereka sampai di sebuah ruangan penyelidikan. Dan sudah ada seorang temannya dan dua orang polisi menunggunya.


"Assalamu'alaikum.." ucapnya saat masuk ke dalam ruangan.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"


"Zam, ini sangat mengejutkan. Dan ente harus lihat ini semua. Pak tunjukkan" ucap teman Azzam


Seorang polisi mendekat ke sebuah meja, dan mulai mengotak-atik komputer di depannya.


Klik.


" Begini Pak Azzam, kami sudah menemukan pelakunya. Karena menurut informasi yang di terima, memudahkan kami untuk mencari orang yang Bapak cari. Dan ternyata, orang ini juga sedang dalam pencarian kami. Ini profilnya"


Klik.klik. enter


"Dia adalah Masdewi, seorang pasien rumah sakit jiwa yang kabur tiga tahun lalu. Menurut informasi dari pihak RSJ, wanita ini memiliki gangguan jiwa karena--"

__ADS_1


"Langsung intinya saja Pak" potong Azzam


Membuat mulut polisi yang tadi menganga kini tertutup


"B-baik. Jadi, ia mengira adik Anda adalah orang yang sama dengan seseorang yang sangat ia benci di masalalu, orang yang membuatnya masuk RSJ. Dia sudah 70 persen sembuh. Namun, menurut laporan, ia bisa saja ia kambuh jika teringat atau melihat orang-orang yang ia benci. Dan sepertinya, adik anda di sangka mirip dengan orang di masa lalumya tersebut"


Azzam mengerutkan keningnya.


"Benarkah ini? Mengapa pas pada adikku? Tidakkah ada yang lain, untuk jadi sasaran dia?"


"Istighfar Zam"


"Astaghfirullah'adziim"


"Tapi Pak, kemaren kami meretas datanya, ternyata ia memiliki tim IT di belakang nya. Apakah itu gila?"


"Begitulah pak, kita tidak paham kondisi nya yang sebenarnya kecuali, dokter yang menanganinya. Dan sepertinya, sekarang ia tidak bisa apa-apa lagi. Karena kedua anak buahnya, sudah menyerahkan diri semalam"


"Hah? Menyerahkan diri?" Tanya mereka serentak


"Iya Pak, tersangka wanita itu, mencoba melenyapkan kedua anak buah nya tersebut. Ketika mengetahui keadaan adik anda baik-baik saja, sepertinya jiwa psikopatnya muncul. Dan melihat siapa saja, ia ingin membunuhnya.


Dan kedua anak buahnya tersebut, berhasil kabur. Dan mereka mendatangi Kantor Polisi terdekat, dan mengadukan semuanya. Rekan kita di kantor polisi daerah tersebut melapor pada atasan kita kemarin. Dan kini mereka sudah berada dalam tahanan sementara belum di proses.


Dan ternyata, ada dua orang anak yang mereka sembunyikan juga, persis seperti anak-anak yang ada di cctv. Tapi sudah mereka lepaskan bersamaan saat mereka kabur, dan kini wanita itu hanya sendiri di tempat persembunyiannya"


"Huuft.." polisi tersebut tarik nafas setelah menjelaskan panjang lebar.


"Lalu? Bagaiamana cara mengungkap wanita ini?" Ucap Azzam memijat keningnya dengan telunjuk dan ibu jarinya.


"Tenang saja pak, kami sudah menghubingi RSJ bersangkutan. Dan salah seorang dokter dari sana akan ikut bersama kami. Jika nanti terjadi hal tak terduga dari wanita ini, dokter itu yang akan menanganinya"


Azzam mengangguk, ia merasa konyol dengan ini semua, tapi karena di duga pelakunya seorang yang kewarasannya sedang terganggu membuat ia menjadi sedikit merenggangkan kekesalannya.


Dan saat ini polisi itu menunggu perintah dari atasan juga persetujuan dari Azzam selaku perwakilan korban.


FLASHBACK OFF


***


Di sinilah mereka sekarang. Di depan gerbang sebuah rumah mewah. Lagi-lagi kening Azzam mengerut


Ia dan temannya menunggu di mobil. Tidak ikut masuk ke dalam. Toh, sudah ada tim nya yang akan melakukannya.


Kini mereka duduk di mobil sambil menikmati cemilan yang di belikam pria di samping nya ini.


"Ente kok kepikiran buat jajan, hari gini" tanya Azzam lalu meminum minumam yang di sodorkan pria itu


"Ya gimama, aku ga tahan kalau kerja malam gini, mulut ga ngunyah" jawabnya membuat Azzam menggeleng


"Sekarang, gimana Zam?"


"Apanya?"


"Ini, kasus"


"Sudahlah, biar pihak berwajib saja yang memproses"


"Tidak mau kamu penjarakan?"


"Eh, ente gimana sih? Nilai PPKN nya dulu berapa?"


"Ehehe lupa"


"Masa gini-gini ga tau" ledek Azzam


"Sstt.. udah ah"


" Tidak akan di apa-apain. Kasihan, sudah lah. Lagin adik ane dan janinnya baik-baik saja. Tidak apa-apa. Misal nih, na'udzubillah terjadi sesuatu sama adik ane dan janinnya, kan menghukum dia juga ga guna. Ga bisa balikin keadaan seperti semula kan? "


"He'em. Ente memang baik"


" Make otak makanya"


Kruch..krunch..kurch... (Bunyi kerupuk)


.


Di dalam, polisi dan dokter sedang masuk ke dalam rumah tersebut. Mendengar suara-suara ribut, wanita itu terbangun dan langsung berlari ke arah sumber suara.

__ADS_1


"HAAHH?!" matanya melotot melihat polisi berseragam itu ada di depan matanya.


Ia berbalik dan ingin kabur, namun terlambat. Tangannya sudah lebih dulu di cekal oleh seseorang yang tidak ia sadari ada di belakangnya.


"Lepas!!!" Jeritnya


"Pergi kaliam, pergi! Lepas!! Heyy lepas!!" Badannya memberontak, hendak melarikan diri.


Matanya memerah, nafasnya memburu, dadanya naik turun, jangan lupa tangannya terkepal kuat.


"ARRRGGGGHHHHH... PERGI!!!" ia menendang vas yang sebelahnya hingga pecah berkeping-keping


" Diam! Menurut! Atau kami paksa dengan kekerasan!" Sentak polisi tersebut. Membuat ia seketika kicep dan


"AHAHHAHAHAHA... HUAAAARRGGG... PERGI KALIAN.. HAHAHAHA" ia tertawa aneh menggelegar.


Polisi tersebut menggelengkan kepalanya


"Hufftt... Sangat melelahkan mengurus orang gila" kesalnya dalam hati sambil menatap sinis wanita yang saat ini dalam cekalannya


"Aku tidak bersalah.. Hahahahah.. aku tidak bersalah hiks.. hiks.. dia merebut suami ku.. hiks.. Hahahah... Aku tidak bersalah.. dia yang jahat.. hiks..hiks.." racau nya menangis lalu tertawa.


"Ikut kami, ayo"


Ia di tarik paksa keluar dari rumah itu


"Tidak!!! Tidak!! Aku tidak ingin pergi, ini rumah ku dan suami ku. Aku ingin mengunggu nya pulang!! TIDAKKK... HUHUHU... Pergi kalian.. kalian jahat.. hiks... Eh-Hahahaha" ucap nya terus memberontak, menggerakkan badannya kekiri dan kanan.


Tiba-tiba ia diam, membuat mereka semua bingung. Tangannya meraba pinggang belakangnya. Dan mengambil sesuatu dari sana. Polisi yang melihat itu langsung mengambil nya tapi ia kalah cepat.


Wanita itu menodongkan pisau kepada mereka semua, sesekali tertawa.


"Ahahah.... Pergi!"


"Dan kau, lepaskan akuhhh..arrgghh"


Hiyaaaaa..... Tangannya ingin menusukkan pisau itu ke dadanya sendiri.


"Heh orang gila!"


Sskk!


Bruk! Tubuhnya ambruk seketika


"Terimakasih dokter"


Dokter tersebut mengangguk dan memanggil dua orang perawat untuk mengangkat tubuh wanita yang baru di bius nya ini.


Setelah selesai, rumah itu di tandai dengan garis polisi. Dan mereka kembali ke kantor polisi.


Kini wanita gila itu sudah di tangkap dan di kembali ke RSJ. Dan kasus ini telah di tutup, karena mereka tidak ingin membuat dan memperpanjang masalah.


Keluarga Syeena memaafkan dan tidak menuntut apapun atas masalah ini. Dan kini masalah selesai!!!


"Terimakasih Pak, atas kerjasamanya. Terimakasih banyak telah membantu kami" ucap Ayah Ali pada pihak kepolisian yang membantu mereka dalam mengungkap pelaku di balik semua ini.


"Iya Pak, ini tugas kami" sambut Polisi tersebut


"Makasih bro, ente juga sudah banyak membantu ane" ucap Azzam pada temannya


"Dih, kaya sama siapa aja. Hahaha" jawabnya menepuk pundak Azzam.


"gimana Zam? kita pulang?"


"Iya Yah, mari kita pulang. Pak kalau begitu kami pamit dulu, sekali lagi terimakasih. Dan.. Assalamu'alaikum"


"Iya Pak, hati-hati. Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"


Ketiga pria berbeda usia itu keluar dari Kantor polisi dengan perasaan lega dan tenang. Mereka menghembuskan nafas kelegaan , masalah ini dinyatakan telah selesai.


***


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Semoga masih ada yang baca cerita ini ya.. jangan lupa tinggalkan jejaknya ya... karena ini akan menjadi penentu mood Author. karena akhir-akhir ini Author sedih karena sudah beberapa hari yang like segitu-segitu aja. seakan-akan pada ga suka sama ceritanya. Di baca tapi ga di like.


Ayoo dong.. tinggalin jejak nya... hargai Author nya.. jangan jadi SILENT READERS ya.. sedih tau :(


sekian

__ADS_1


Terima gaji


__ADS_2