Salah Khitbah

Salah Khitbah
118. SK 2 : ALEEYA STORY (end)


__ADS_3

Tiit...tit...tit...tit...tit....


Bunyi alat EKG (elektrokardiograf) menggema di seluruh ruangan.


*alat untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung.


Sepasang suami istri tersebut di baringkan bersebelahan. Infus terpasang di tangan keduanya, jangan lupa selang oksigen yang menempel di hidung mereka.


Salah satu dari mereka tampak gelisah, nafasnya terasa sesak, tak lama setelah itu matanya terbuka.


"Sstt...hiks" terdengar suara ringisan, bekas luka di wajah, dan tubuh bagian depannya.


Dengan susah payah ia menggeser kepalanya menghadap ranjang pasien di sebelahnya.


Tes..


Air matanya luruh begitu saja. Jantungnya berdetak cepat. Tidak ada lagi yang lebih ia khawatirkan kecuali keadaan pasangannya.


Kala ia teringat semua kejadian berada didepan matanya, dimana sang suami mengukungnya untuk melindunginya.


"B-biy.." lirihnya


"Hiks..Biyy" ia memejamkan matanya membiarkan cairan bening itu terus merembes keluar.


"Sayang.. bangun.. sayang... Jangan tinggalkan aku dan anak ki- "


Deg!!!


Tubuhnya mematung saat ia meraba perutnya yang rata. Ia memastikannya dengan melihat ke arah perutnya.


Tubuhnya bergetar lemas, kepalanya mendadak pusing. Sesak di dadanya semakin menjadi.


"Ti-tidak..tidak..pu-putri ku.. anakku.. tidak.. TIDAAKKKKKK!!!!"


"Hiks..hiks...Anak ku... Hiks..anakku hikss...huhuhu.. anakku....TIDAKK!!!! ANAKKU... HUHUHUH....ANAKKU....BI-BIY.. BANGUN...SAYANG..BANGUN...ANAK- KITA.. TIDAKK...HUHUHUHU.. HIKS..ANAKKU..." teriak nya histeris


"Astaghfirullah...Leyaa...!!!"


Akhtar yang mendengar keributan, segera berlari masuk ke dalam dan langsung memeluk Aleeya yang sudah terduduk histeris.


"Leya... Istighfar.. Leya.. Adikku.. dengar.. ini Kakak.. Leya.. Istighfar.. Leya.. jangan begini..hiks..Leyaa" ucap Akhtar mempererat pelukannya saat Aleeya menggeleng memberontak.


"Leya..Istighfar.. tenang kan dirimu" ia mencium kepala Aleeya dan mengelus punggungnya.


"K-Kakak.. a-anakku Kak.. huhuhu... Putri ku Kak...hiks..hiks."


"Iya..iya.. kamu tenang dulu ya, istighfar dulu. Tenangkan dirimu" ucap Akhtar membaringkan Aleeya kembali, takut akan jahitan bekas SC nya akan terbuka.


Akhtar terus menenangkan Aleeya dengan menggenggam tangannya dan mengelus kepalanya, memeluknya dan menghapus air matanya. Tak lupa untuk membacakan dzikir, dia dan sholawat untuknya.


"Hiks..hiks.."


"Hiks..hiks.."


"Hiks..Kakak..hiks..anakku..hiks..hiks.."


"Iya..iya sayang.. sudah..sudah.. kamu tenang ya.. Adikku.. percaya sama Allah Qadarullah.. istighfar.."


"Hiks..hiks.." Aleeya mulai tenang hanya sisa sesenggukan tangisnya yang belum mereda.


"Kakak...aakhhh"


Bugh!!


Aleeya pingsan.


"Astaghfirullah.. Leya.."


" doktor, doktor, lütfen yakında buraya gelin"


( dokter, dokter, tolong segera datang kesini) ucapAkhtar panik sambil memencet tombol merekam penggilan nya yang terhubung langsung pada dokter.


Tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa keadaan Aleeya.


"doktor, kardeşimin durumu nasıl?"


(Dokter, bagaimana kondisi adik saya?) Tanya Akhtar tidak sabar pada dokter setelah keluar dari ruangan VVIP tersebut.


" Bayan Aleeya'nın durumu şu anda çok kritik, görünüşe göre bebeğini kaybettiğini zaten biliyor. o kadar şok oldu ki bayıldı. Ve böyle devam ederse, onun için kötü olacak ve depresyona yol açacaktır"


(Kondisi Miss Aleeya sangat kritis saat ini, rupanya dia sudah tahu bahwa dia kehilangan bayinya. Dia sangat terkejut sehingga dia pingsan. Dan jika terus seperti ini, itu akan buruk baginya dan menyebabkan depresi.)


Penjelasan Dokter membuat Akhtar frustasi. Ia mengusap wajahnya dan menghembuskan nafasnya pelan.


"peki baldızımın durumuyla ilgili bir gelişme oldu mu?"


(Jadi, apakah ada kemajuan pada kondisi adik ipar saya?)


Dokter tersebut menggeleng. Lalu tersenyum kaku.


"Kaderullah hala komaya sadık"


(qadarullah, masih setia koma)


Jawaban Dokter itu lagi-lagi membuat Akhtar menghembuskan nafasnya.


Dokter itu beranjak dan berdiri di samping Akhtar. Ia menepuk pundak Akhtar menguatkan.


"Merak etmeyin arkadaşlar Allah bizimle her şey çok güzel olacak. Kardeşini güçlendirebileceğini biliyorum. Her şeyi Allah'a bırakın. Tamam"

__ADS_1


(Jangan khawatir kawan, Allah bersama kita, semuanya akan baik-baik saja. Aku tahu kamu bisa membuat adikmu lebih kuat. Serahkan semuanya pada Allah. oke)


Mendengat itu Akhtar hanya bisa mengangguk dan tersenyum percaya.


"teşekkür ederim, Zeky"


(Terima kasih, Zeky) ucap Akhtar pada temannya itu


"rica ederim, bu benim işim"


(Sama-sama, ini pekerjaan saya) jawab Dokter Zeky tersenyum.


***


5 jam kemudian, Aleeya masih sama. Tak kunjung bangun dari pingsannya. Setelah di periksa, tekanan darah nya turun, juga kesadarannya tidak menunjukkan tanda-tanda kembali.


Setelah di periksa secara keseluruhan, Aleeya ikutan koma seperti suaminya.


Bekas luka yang belum sembuh, bekas operasi SC yang belum kering, kondisi fisiknya yang masih kritis, di tambah dengan spikisnya yang down akibat syok dan traumanya.


.


Keesokan harinya


Umi dan Buya sudah sampai di Rumah Sakit, tak lupa juga keluarga suami Aleeya yang datang bersamaan. Umi menangis sesenggukan di pelukan Buya. Ia tidak tahan melihat kondisi putri dan menantunya yang sangat memprihatinkan.


Apa yang mereka alami tidaklah semudah itu. Membuat semua orang yang berada di sana. Hanya bisa berserah diri, dan banyak berdoa untuk kesadaran keduanya.


.


3 bulan kemudian.


Kondisi suami Aleeya semakin kritis, bahkan sering kali ia jantungnya harus di pacu dengan 2 alat seperti setrika yang di sebut Pacemaker. Karena keadaan jantungnya berdetak tidak teratur.


Dua hari setelah itu, dokter angkat tangan akan kondisinya. Mereka sudah melakukan berbagai cara namun hasilnya tidak sesuai dengan kehendak Allah.


Tepat di hari ulang tahun Pernikahan mereka. Yang seharusnya juga menjadi 3 bulan umur lutri mereka. Ia menghembuskan nafas terakhirnya.


Umi mertua Aleeya, pingsan berkali-kali saat mengingat putranya sudah meninggal dunia, sudah berpisah alam dengannya.


Semua orang terpuruk akan kabar tersebut. Tidak kabar yang lebih menyedihkan dari ini. Pikiran bertambah saat mereka harus mencari cara agar Aleeya tidak kembali syok mendengar kabar ini.


Namun, lagi-lagi rencana mereka tidak sesuai dengan kehendak Allah. Aleeya sadar setelah 40 hari kematian Suaminya.


Mendengar kabar itu, kembali membuat Aleeya syok. Bahkan lebih parah dari yang sebelumnya.


Luka nya belum sembuh, traumanya masih mengental, bayangan kejadian kecelakaan itu masih berputar jelas di kepalanya, di tambah lagi duka keguguran anaknya yang seharusnya sudah berada di gendongannya saat ini. Dan kini, ia kembali harus menelan pahitnya pil duka, kepergian suaminya dari sisinya, meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


.


1 tahun 3 bulan ia menjalani pengobatan ke sana kemari. Akhirnya Aleeya bisa pulih kembali seperti sedia kala. Walau kadang ia masih suka menangis sendiri.


Melihat Umi dan Kakaknya selalu sedih dan mengadu pada Abi bahwa mereka ingin Aleeya kembali seperti dulu. Membuat ia menguatkan dirinya untuk berubah menjadi lebih baik.


Setelah ia mendapat ceramah privat dari Abinya, 1 minggu lamanya. Akhirnya ia memutuskan untuk merubah dirinya menjadi lebih ceria agar orang-orang yang ia sayangi tidak sedih ketika melihatnya lagi.


Itulah mengapa sekarang Aleeya lebih ceria dan rame banding dulu ia yang memiliki sifat sebaliknya. Pendiam, dingin, kaku, pemalu dan hanya akan banyak bicara pada keluarga saja.


Tapi di balik itu semua, ada seseorang kecuali keluarganya yang selalu menyemangatinya dan memberikannya dukungan agar tetap semangat menjali hidup . Siapakah orang itu? Pikir aja sendiri :v


Setelah kepulihan nya itu ia memilih untuk menetap di Turkey untuk meneruskan usaha dan menjaga Rumah sosial milik suaminya yang mereka kembangkan berdua . Ia menjadi wanita yang kuat dan lebih tegas sekarang ini. Karena ia memegang amanah yang sangat besar.


Tapi semua itu, tidak luput dari peran keluarga yang selalu ada di balik layarnya, terutama Kakak yang sangat ia sayangi. Juga keluarga mertuanya yang masih sangat menyayanginya seperti putri sendiri walaupun suaminya sudah meninggal.


Harta yang paling berharga adalah keluarga 🌹


***


AL-HABIB UMAR MENYAMPAIKAN


"Tidak ada hari-hari yang dianggap


lebih mulia oleh Allah SWT dan


lebih disukai untuk tempat beramal sebagaimana hari


pertama hingga ke 10 Dzulhijjah


ini, karenanya perbanyaklah pada hari-hari itu bacaan tahlil, takbir dan tahmid.


(HR. Ahmad)


Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa satu tahun dan sholat pada malam harinya sama nilainya dengan


mengerjakan shalat pada malam lailatul qodr.


(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi)"


Amalan yang dianjurkan untuk


dikerjakan adalah puasa sunnah


mulai tanggal 1-9 Dzulhijjah dan


yang sangat dianjurkan berpuasa.


Adalah puasa


"TARAWIYAH" dan "ARAFAH"

__ADS_1


Tanggal 8-9 Dzulhijjah.


BAGI YANG INGIN MENGERJAKANNYA


INI NIAT-NIAT PUASANYA


Tanggal 1-7 Dzulhijjah disebut


puasa Dzulhijjah


NIAT PUASANYA


نويت صوم شهر ذى الحجة سنة لله تعالى


Nawaitu Shouma Syahri Dzilhijjah Sunnatan Lillaahi Ta'aala


((Aku niat puasa bulan dzulhijjah sunnah karena Allah ta'aala))


AMALAN YANG DIBACA KETIKA


MASUK TANGGAL 1-10 DZULHIJJAH


ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻌﺸﺮ


ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ


ﻳﺆﺗﻰ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﻓﻲ ﻟﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﻪ ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﺍﻟﻤﻮﺍﻇﺒﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ


" ﺛﻼﺙ ﺃﻭ ﻋﺸﺮ ﻣﺮﺍﺕ "


ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻋﻤﻞ ﺍﻫﻞ ﺗﺮﻳﻢ ﺣﻀﺮﻣﻮﺕ ﺣﺮﺳﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ


ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺑﻠﺪﺍﻥ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ..ﺁﻣﻴﻦ


Dzikir tersebut dibaca pada 10 malam-malam Dzulhijjah dan dianjurkan untuk istiqamah (berterusan tanpa henti)


Baca sebanyak 3 atau 10 kali


Seperti yang dilakukan penduduk Tarim Hadramaut, InsyaAllah akan menjaga Hadramaut dan negara-negara Muslimin.


Aamiin...


👇


ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﺪَﺩَ ﺍﻟﻠَّﻴﺎﻟِﻲْ ﻭﺍﻟﺪُّﻫُﻮﺭ


ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﺍْﻷﻳﺎَّﻡِ ﻭﺍﻟﺸُﻬﻮﺭ # ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﺃﻣْﻮﺍﺝِ ﺍﻟْﺒُﺤُﻮﺭ


SHALAWAT BULAN DZULHIJJAH


ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﺎﺍﺗَّﺼَﻠَﺖِ ﺍﻟْﻌُﻴﻮﻥِ ﺑﺎﻟﻨَّﻈَﺮِ ، ﻭَﺗَﺰَﺧْﺮَﻓَﺖِ ﺍﻟْﺄﺭَﺿُﻮْﻥَ ﺑِﺎﻟْﻤَﻄَﺮِ ،


ﻭَﺣَﺞَّ ﺣﺎﺝُ ﻭﺍﻋْﺘَﻤَﺮ، ﻭَﻟَﺒَّﻰ ﻭَﺣَﻠَﻖْ ﻭَﻧَﺤَﺮْ ، ﻭَﻃَﺎﻑَ ﺑِﺎﻟْﺒَﻴْﺖ ﺍﻟْﻌَﺘِﻴﻖْ ﻭﻗَﺒَّﻞَ ﺍﻟْﺤَﺠَﺮ ،


ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﺪﺩ ﺧﻠﻘﻚ ﻭﺭﺿﻰ ﻧﻔﺴﻚ ﻭﺯﻧﺔ ﻋﺮﺷﻚ ﻭﻣﺪﺍﺩ ﻛﻠﻤﺎﺗﻚ .. ﻋﺸﺮﺍً


(Dibaca 10 kali)


Berkata Imam Ghozali didalam kitab Ihya' dari Nabi SAW bersabda :


"Barang siapa berpuasa tiga hari dari bulan-bulan Haram (yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab).


Pada hari Kamis, Juma'at, dan Sabtu berturut-turut, maka Allah SWT akan menulis baginya ibadah 700 tahun"


Demi mengagungkan syiar-syiar Allah seperti Asyhurul Hurum (Bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab).


Sayyidi al-Habib Umar bin Hafidz


Menganjurkan untuk memperbanyak amalan....


—Memperbanyak bacaan


سبحان الله والحمد الله ولا اله الا الله و الله اكبر


Dengan khusu' dan hadirnya hati sebanyak 300, 700, 1000, 3000 kali atau lebih.


—Memperbanyak bacaan shalawat kepada Baginda Nabi SAW.


—Membaca Dzikir yang biasa dibaca orang-orang sholeh.


(Lihat Gambar dibawah)


—Mempererat silaturrahmi dengan sanak, famili dan tetangga.


—Memperbanyak untuk membahagiakan orang lain terutama kedua orang tua.


Semoga Allah SWT selalu memberi kita taufiq-Nya untuk dalam ketaatan diberikan kemudahan agar kita boleh dan dapat menjalankannya.


Aamiin...


Afwan apabila ada kesalahan / kekurangan dalam penulisan. Dan Afwan, harusnya Author share ini sebelum tanggal 1 dzulhijjah, tapi lupa hhaha..


Sumber...


Tausiah al-Habib Umar bin Hafidz


Penulis, Mujahidah al-Batul


Jejak ya jangan tinggal ya... 🌹❤️

__ADS_1


__ADS_2