
...Assalamu'alaikum para pembaca cerita ini :v ๐...
...Mohon dengan sangat yaw, sebelum baca pencet tombol like nya dulu dong...ga sampe sedetik koq tinggal "klik" udah. Ana cuma minta itu loh hm...sadar cerita ana memang ga bagus jauh dari kata bagus, gaje dan...yaa acak-acakan sesuai dengan halu yang mengalir begitu saja ga ada aturan hehehe, tapi sius cuma minta itu doangโ๐ป...
...So, like jangan lupa. Komen juga, ngoceh aja di komen kaga apa-apa ridho lillahi ta'ala dah๐yukss budayakan like sebelum baca :)...
...Bacanya pelan-pelan aja yah!!...
...~Happy Reading~...
...****...
Zahwa keluar dari minimarket tersebut dan mencoba mengingat sesuatu.
.
.
.
.
"Ahh ya, surat itu!"
Zahwa teringat akan surat yang di terimanya tadi pagi, yang di berikan oleh orang yang sama dari salah satu orang yang di temui di dalam minimarket tadi.
Segera ia meninggalkan Linda dan Dini yang masih berada di dalam minimarket. Dengan langkah cepat akhirnya ia sampai juga di gerbang pesantren, setelah membuat laporannya ke post satpam ia segera pergi ke asrama, ya itu adalah tujuannya saat ini.
Setelah sampai di depan pintu kamar mereka, Zahwa berhenti dan memukul jidatnya sendiri.
"Astaghfirullah'adziim...Ya Allah...koq Wawa bisa lupa sih" rutuknya pada diri sendiri.
"Bagaimana bisa masuk coba?kalau kuncinya saja ana tidak ada, huuff..." Frustasi Zahwa.
Saat tadi ingin membayar bakso mereka, Zahwa kesusahan untuk mengambil fulus dari sakunya karena terhalang kunci kamar mereka. Jadi Zahwa menitipkannya pada Dini dan lupa memintanya kembali.
Ia melirik kantongan nya, ia mengambil sebuah minuman kemasan dan meneguknya. Lama ia menunggu di depan pintu kamar itu. Karena merasa capek ia memutuskan untuk duduk di bangku yang ada di halaman asrama.
Baru saja ia mendudukkan dirinya di bangku kayu itu, ia kembali berdiri tegak.
"Astaghfirullah...Linda dan Dini kan masih di minimarket" pekik Zahwa.
Sekarang ia baru menyadari kalau ia meninggalkan kedua temannya yang pasti sudah mencarinya saat ini.
Ia kembali menuju pintu kamar mereka dan menggantungkan kantongan nya di gangang pintu. Berniat untuk menyusul kedua sahabatnya.
Saat akan berbalik.
"Allah Allah...Zah ternyata anti ada disini, ana dan Dini sudah keliweran cari anti kesana kesini, sampe balik lagi ke penjual bakso tadi buat nyari anti. Eh..anti nya tidak ada" pekik Linda dari belakang Zahwa
"Ana kira anti itu hilang, Astaghfirullah..ternyata ada disini" ucap Dini tak kalah heboh.
"Eh?antuma sudah disini? Ehehehe afwan, emm.."
"Syukurlah anti tidak apa-apa" Linda dan Dini memeluk Zahwa bersama-sama.
"Emm...ana tidak hilang koq, a..ana baik-baik saja. " Ucap Zahwa membalas pelukan Linda dan Dini.
"Anti kemana tadi? Koq meninggalkan kami di di minimarket?" Tanya Linda
"Emm..emm..i..itu..anu.." Zahwa gugup
"Ha? Apa? Bicara yang jelas Zah? Apa anu anu?"
"Tidak mungkin ana mengatakan kalau ana ingin membaca surat, bisa bisa yang ada mereka akan merasa aneh juga curiga dan ana akan di introgasi oleh mereka" batin Zahwa
"Eeh..itu ana ingin ke hammam ingin..itu..pup" ucap Zahwa mencari alasan
"Kan di minimarket ada" ucap Dini
"Emm kurang sreg, masa BAB di minimarket ihh" sahut Linda
"Hmm, kenapa anti tidak mengatakannya pada kami. Kami jadi tidak khawatir tadi saat mengetaugi anti tidak bersama kami" sungut Dini
"Emmm..afwan ya..ana sudah tidak tahan...aseef jiidan ana tidak akan mengulanginya, hmm"
"Hmm baiklah, sekarang kita masuk ya. Ana sudah gerah ini" ucap Linda
__ADS_1
Mereka sama sama diam, mematung tidak ada yanh bergerak.
"Loh..kuncinya mana?" Tanya Dini
"Ehh...sama..zzz..."ucap Linda tertahan saat ia menemukan sesuatu di saku nya.
"Eheheheheh" ucapnya cengengesan lalu membuka pintu kamarnya dan berlari masuk terlebih dahulu.
Zahwa dan Dini hanya geleng-geleng kepala.
***
Zahwa terlihat gelisah di kasurnya, pasalnya Dini dan Linda selalu lengket padanya. Ia tak memiliki ruang bebas untuk dirinya sendiri. Sendangkan ia sudah dilanda penasaran isi surat yang ia terima tadi lagi.
"Duh..kalau begini bagaimana ana bisa baca suratnya, kenapa juga bisa sampai lupa baca saat tadi Linda dan Dini sedang sibuk kegiatan di luar huhh..." Batin Zahwa
"Anti kenapa Zah??" Tanya Dini yang sepertinya dapat membaca gerak-gerik Zahwa.
"Ehh..emm..ana tidak ada apa-apa emm... ehehhehe" Ucap Zahwa gelagapan
"Hmmm.." Dini mengangguk-anggukan kepalanya.
Hening!
"Eee...apa antuna tidak ada rencana buat keluar dari kamar, disini gerak sekali " ucap Zahwa sambil pura-pura mengibaskan khimarnya.
"Nggk disini dingin koq, tuh jendelanya nya aja ke buka" ucap Dini
"Iyaa Zah...ana tidak ingin keluar, ana mau regud(tidur)" sambung Linda dengan suara berat orang mengantuk.
"Hemmm...baiklah selamat regud cinta, ummuuachh" ucap Zahwa sambil melakukan gerakn cium jauh.
"Hemmm mmuachh" dehem Linda
"Ada apa sih Zah, dari tadi aneh deh" tanya Dini penuh selidik.
"Ti..tidak..ti..tidak ada apa-apa, ya sudah ana juga mau regud ini" ucap Zahwa lalu membaringlan tubuhnya dan mencoba untuk memejamkan matanya.
Akhirnya ia pun tertidur
.
.
.
Dia mengangkat tangannya ke atas dan membaca doa setelah bangun tidur
"ุจุณู ุงููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู
ุงูููุญูู ูุฏู ููููููู ุงูููุฐููู ุฃูุญูููุงููุง ุจูุนูุฏู ู ูุง ุฃูู ูุงุชูููุง ููุฅููููููู ุงููููุดูููุฑู"
Arab-latin: Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia "mematikan" kami, dan kepada-Nyalah kami dikembalikan."
๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi Saw. Beliau bersabda:
"Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, maka doalah: Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan ruh kepadku, menyehatkan tubuhku, dan mempersembahkan aku untuk mengingat-Nya."
๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป
Zahwa melihat pada Linda dan Dini yang masih tertidur pulas. Hatinya merasa lega, ini adalah kesempatannya.
"Ck,ck,ck....ini adalah waktu yang tepat untuk membaca suratnya, mumpung Linda dan Dini masih tidur" gumam Zahwa pelan.
Ia berjalan jijit agar tak menimbulkan suara yang dapat membangunkan Linda dan Dini. Setelah mengambil gamis yang ia pakai tadi pagi, ia meraba kantongnya.
'Deg'
Matanya membulat, surat itu tak ada di dalam kantong gamisnya.
"Ya Allah..suratnya dimana??" Panik Zahwa
Ia kasak kusuk mencari surat itu ke sana kemari. Dan hal itu membuat Dini terbangun.
__ADS_1
'Akh...si dini memang yang paling peka'
Dini terbaring dengan mata terpejam mengikuti arah kemana Zahwa pergi, ia terus mempertahitikan Zahwa tanpa sepengetahuannya.
Zahwa membelakangi Dini, tiba tiba ia tersentak mendengar suara Dini memanggilnya.
"Zah??? Anti sedang apa sih?" Tanya Dini
Sontak ia langsung berbalik.
"Ehh..emm...Din, anti sudah bangun" ucap Zahwa salah tingkah
"Hmm"
"Udah lama?"
"Hmm"
"Sejak kapan?"
"Saat anti bolak balik kaya setrikaan acak-acak kamar, anti ngapain sih?"
"Hah??"
"Emm..ti..tidak..ana sedang mencari...em...mencari.." Zahwa memperhatikan setiap sudutnya, memutar-mutar badannya dan matanya menemukan surat itu jatuh di dekat pintu lemarinya Linda.
"Mencari apa Zah?"
Zahwa melepas peniti yang ia sematkan pada khimarnya dan melemparnya persis di dekat surat itu. Ia berjalan cepat dan menyembunyikan surat itu dari pandangan Dini.
Ia pura-pura seolah sudah menemukan sesuatu.
"Nah..ini dia.." Zahwa segera menyelipkan surat itu di lengannya.
"Apa Zah?" Dini melihat Zahwa berjongkok.
"Ini...ana cari ini" ucap Zahwa menunjukan peniti yang ia lempar tadi.
"Allah kareem...jadi anti repot nyari sana sini itu cuma buat nemuin peniti itu" tanya Dini tidak habis pikir.
"Eheheheh iya Din" ucap Zahwa cengengesan
"Hmm Dini sudah bangun, sekarang ana akan baca dimana ini" batin Zahwa
"Kalau begitu, ana ingin ke hammam dulu, Assalamu'alaikum" pamit Zahwa setelah itu ia keluar dari kamar meninggalkan Dini yang masih merasa aneh pada dirinya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"
"Koq ana merasa ada yang di sembunyikan oleh Zah"gumam Dini pelan
***
Sesampainya di hammam(kamar mandi) Zahwa melihat tidak ada antrian. Ia langsung measuk ke salah satu nya.
"Alhamdulillah...tidak ada orang"
DI DALAM HAMMAM
Zahwa deg deg-an, entah mengapa jantungnya tak karuan. Sebenarnya apa isi surat itu kenapa ia berdebar-debar baru melihatnya saja.
"Huuuhh...haahh...huuuff...haaah...tarik nafas..buang...haahh.."
Perlahan ia membuka lem pelekat pada amplop polos surat itu. Ia membuka surat itu dan mulai membaca satu per satu surat yang ia baca tersebut.
Matanya membulat, mulutnya ia tutup dengan salah satu tangannya.
.
.
.
.
.
like nya dungs ๐
__ADS_1
๐๐ป๐๐ป